TRIPLE R

TRIPLE R
46. Dimabuk cinta



Setelah berbicara banyak dengan Danu dan Adrian, Raka pergi lebih dulu meninggalkan Danu dan Adrian di kedai, dia langsung mengendarai motornya menuju bandara, tepatnya menuju asrama tinggal Hana yang dekat dengan bandara, setiap hari Raka dan Hana hanya bisa bertemu beberapa jam saja, datang malam hari, dan pergi keesokan paginya, Raka tidak ingin menyia-nyiakan waktu yang hanya sebentar itu untuk bertemu istrinya, kesibukan mereka berdua mengharuskan mereka hidup seperti ini, jika harus memilih, Raka lebih memilih istrinya itu selalu menunggunya di rumah, kekuatiran yang berlebihan terhadap istrinya sering membuatnya takut, takut jika terjadi apa-apa pada istrinya, dari awal Hana tetap ingin mempertahankan karirnya, dan Raka tidak mempermasalahkannya, sekarang dia harus menerima konsekwensinya, terlebih mereka harus menunda untuk memiliki momongan, dan kedua orang tua Raka yang harus mengalah untuk segera menimang cucu. Saat Raka sampai disana, Hana juga baru sampai dan sedang memarkirkan kendaraanya.


Hana tersenyum melihat kedatangan suaminya, jam sebelas malam Hana baru sampai, kemudian turun menghampirinya.


''Baru pulang'', tanya Hana menurunkan kopernya dari bagasi, Raka segera mengambil alih koper itu, mereka segera naik ke lantai atas, asrama istrinya bertingkat layaknya apartemen tapi ukurannya tidak terlalu besar, hanya berisi tempat tidur, kamar mandi, dan juga dapur mini yang jarang sekali di pakai''.


Saat sampai di dalam Raka langsung memeluk istrinya mencium aroma tubuh istrinya yang selalu harum, serta wajahnya yang selalu cantik dengan pakaian seragam khasnya yang melekat di tubuh seksinya, mencium bibir merah yang selalu membuatnya bergairah. Hana membalasnya dan menikmati ******* bibir suaminya dan saling bertukar saliva, Raka selalu tidak bisa menahan diri, rasa rindu, kuatir, takut dan lelah seketika hilang berganti dengan gairah yang membuncah, pasangan itu sudah seperti di mabuk cinta dan selanjutya hanya d*****n dan e****n mereka yang memenuhi ruangan kecil itu.


Raka berbaring disisi istrinya, menutupi tubuhnya dengan selimut, mengatur nafasnya yang menderu setelah bercinta dengan istrinya.


''Apa kamu sudah makan'', tanya Hana sembari membetulkan selimutnya untuk menutupi tubuh yang polos.


''Tadi aku makan di kedai papa, Nara memintaku datang untuk makan bersama disana'', jawab Raka menyalakan mesin pendingin ruangan, istri seksinya itu selalu membuatnya mandi peluh dan keringat setiap kali bercinta.


''Apa dia sudah sehat'', tanya Hana lagi


''Sepertinya belum, suaminya masih tidak mengijinkan dia bekerja, tadi dia belajar memasak di kedai bareng Danu dan papa, tapi dia hampir saja membakar dapur kedai papa, akhirnya papa dan Danu yang melanjutkan memasak'', jawabnya memberitahu istrinya.


''Mereka tidak kenapa-napa kan??, Hana menjadi kuatir.


''Mereka tidak apa-apa, saat kami sedang makan malam, tiba-tiba Adrian datang dan langsung masuk ke dalam kedai''.


''Lalu????, tanya Hana penasaran


''Papa mengusirnya, tapi Adrian tidak mengindahkannya, dia berlutut di depan kami dan memohon maaf, kemudian Nata menghampirinya lalu menampar pipi Adrian berkali-kali, sampai tangan Nata sakit, Adrian sama sekali tidak melawan , dia berlutut memeluk kaki Nata, sampai akhirnya papa kesal dan menendangnya, membuat Adrian tersungkur di lantai'', jelas Raka


''Haaaahhh, papa sampai begitu, papa jarang sekali marah, tapi kalau marah sangat mengerikan, haaahhhh....apa lagi yang dia mau, bukanya masalahnya sudah diserahkan ke pihak berwajib''.


''Kamu pasti tidak percaya mendengarnya, Adrian memohon ijin untuk menikahi Nata, dia ingin bertanggung jawab atas pelecehan yang ia lakukan pada Nata, dan bilang saat di rumah sakit, dia selalu menunggu kedatanganya, dia baru menyadari jika telah jatuh cinta pada Nata, karena saat bersama Nata dia lupa dengan Nara'', Raka menceritakan semua kejadian di kedai.


''Serius Ka???, kaget Hana, ''itu artinya mereka saling jatuh cinta, tapi mungki Adrian terlambat menyadarinya, dan Nata berusaha melupakanya''. ucap Hana


''Kami juga tidak bisa percaya begitu saja, terlebih papa dan mama, mereka sangat geram dengan Adrian, sebelum meninggalkan kami bertiga di bawah, papa bilang tidak akan membiarkan siapapun yang menyakiti semua putrinya, termasuk aku dan Danu, honey aku tidak pernah menyakitimu kan???, Raka mengelus wajah Hana yang mulus dan mencium bibirnya sekali lagi dan segera melepasnya.


''Aku tidak takut, tapi aku takut jauh darimu, itu satu hal yang berbeda, melayani suami adalah kewajibanmu, bekerja adalah keinginanmu, dan suamimu harus mendapatkan haknya, jika tidak bisa kacau hidupku, lagi pula kamu juga menikmatinya kan'', ucap Raka memeluk tubuh Hana erat


Hana tidak menjawab, wanita itu menyembunyikan wajahnya di dada bidang suaminya, karena Hana juga selalu takut saat jauh dari Raka, dia harus pandai memanfaatkan waktu sebaik mungkin, takut jika suaminya macam-macam saat diluar, terlebih dengan maraknya kasus perselingkuhan saat ini, terkadang Hana kuatir suaminya juga akan tergoda dengan wanita lain saat jauh darinya, tapi Hana yang tidak ingin hanya mengandalkan suami saja, membuatnya ingin tetap berkarir.


''Honey!!, panggil Raka


''Hemmm...'', jawabnya sudah mulai mengantuk


''Tadi aku minta Nata menggantikanmu bekerja, agar kita bisa pergi bulan madu, dan Nara akan menggantikan Nata mengajar, tidak akan ada yang tahu karena kalian sangat mirip''.


''Serius, apa mereka mau???


''Nara justru sangat antusias, dia akan bicara dengan suaminya, kalau mereka bisa kamu mau bulan madu kemana???.


''Aku pingin ke raja ampat dan pulau komodo juga, pantai pink sepertinya juga bagus, aku sudah sering keluar negeri, tapi tidak pernah tahu keindahan negara sendiri''.


''Aku juga belum pernah pergi kesana, sepertinya ide bagus, lagi pula aku hanya bisa cuti sebentar, paling semingguan, tapi kami tidak sempat membahasnya tadi, karena kedatangan Adrian'',ucap Raka dan mulai memejamkan matanya.


''Bagaimana dengan Nata, apa dia menerima atau menolak'', tanya Hana lagi


''Dia tidak mau, tapi Adrian tetap memohon padanya, apa kamu tahu Danu sangat posesif tidak mengizinkan Nara mengobati luka di bibir Adrian'', Raka sengaja berbicara begitu, ingin tahu reaksi Hana yang dulu pernah menyukai Danu''.


''Adrian terluka parah??, tanya Hana lagi


''Dia sampai tersungkur mencium lantai, sudahlah jangan bertanya lagi, kau menguras tenagaku, ayo tidur aku tidak mau kehilangan jatahku besok pagi''.


''Itu saja yang kamu pikirkan, padahal tiap hari sudah dapat jatah'', ucap Hana berada dalam pelukan Raka


''Berarti suamimu ini masih normal, kalau tidak dapat jatah, semua bisa kacau, ngerti gak'' sembari membelai rambut istrinya


''Enggak'', ucap Hana lirih karena dia sudah mengantuk dan lelah, Hana merasa nyaman dalam pelukan Raka, ia butuh mengistirahatkan tubuhnya, agar esok pagi bisa bangun dengan tubuh yang segar