
Nata telah sampai di rumah sakit, ia langsung menuju ke ruang Adrian di rawat.
Tok....tok...tok. tak ada jawaban dari dalam sana, Nata pun membukanya. Terlihat Adrian masih bersandar di ranjangnya.
''Adrian, ada apa???
''Aku bosan di sini, temani aku pergi ke club, aku ingin minum yang banyak'', ucap Adrian
''Apa!!!!!, maaf Adrian kamu kenapa???, kamu masih dalam perawatan, aku tidak bisa'', tolaknya
''Nata, aku hanya ingin menenangkan pikiran saja, kamu satu-satunya yang bisa bantu aku keluar dari sini''.
''Adrian, aku tidak bisa melakukannya, lagi pula aku tidak tahu club itu seperti apa, aku ini seorang guru yang seharusnya memberikan contoh yang baik untuk muridku, aku tidak mengenal tempat seperti itu'', ucap Nata membuat Adrian diam.
''Adrian jika kau ada masalah bisa ceritakan padaku, mungkin saja dengan kamu bercerita bisa mengurangi beban pikiranmu, bukan dengan pergi ke club dan minum- minum sampai membuatmu mabuk, itu tidak akan menyelesaikan masalah'', ucap Nata dengan lembut.
''Nara menolakku lagi'', ucap Adrian
Sebenarnya Nata sudah tahu jika Nara tidak memiliki perasaan pada Adrian, dan sekarang justru dekat dengan Danu, suasana tiba-tiba menjadi hening.
''Maaf Adrian, aku tidak tahu sejauh apa hubungan kamu dengan Nara, tapi aku yakin Nara punya alasan sendiri kenapa dia menolkmu''.
''Nata, aku pernah meminta Nara untuk bekerja di rumah sakitku, aku bisa memberikan rumah sakitku jika dia mau, tapi dia menolaknya, aku yang selalu menjaganya selama ini, tapi sekarang dia memilih kembali kesini dan bekerja di rumah sakit ini,dan sekarang dia pergi dengan pria itu'', ucap Adria meluap-luap.
''Adrian aku tidak tahu hubungan Nara denganya, setahuku Nara memiliki bisnis bersama dengan Danu, bahkan bisnis itu di kembangkan disini dan saat Nara masih di luar negeri, jadi wajar bukan kalau Nara memilih kembali ke sini, dan alasan lain karena sejak usia remaja Nara sudah berpisah dari kami, sekarang dia ingin dekat dengan kami, makanya dia memilih pulang dan menolak tawaranmu''. jelas Nata
''Bisnis bersama katamu, benarkah mereka sudah lama bersama, bagaimana aku bisa tidak tahu'', Adrian mendengarkan alasan Nata, meski masih tak bisa menerima alasan itu.
''Adrian, lebih baik fokuslah pada penyembuhan kakimu, menurutku selama ini kamu mungkin mencintai Nara, tapi tidak dengan Nara, dia menyukai pria lain, cinta itu bukan seberapa banyak kamu bisa memberi, tapi mungkin bagaimana kita bisa menghargainya.
Adrian menatap Nata tajam hingga waktu lama, ''Bantu aku keluar dari rumah sakit, aku akan kembali ke negaraku''. ucap Adrian akhirnya
''Kau akan pergi, sekarang atau besok, besok aku tidak bisa kesini, tapi aku akan bilang Nara atau Raka untuk membantumu mengurusnya'', Nata sedikit kaget dengan ucapan Adrian, Nata tetap tidak menunjukan rasa di hatinya.
Sesaat Adrian pun terdiam, ''Kau mau kemana, kau juga akan mengabaikanku seperti Nara???, tanya Adrian
''Jika aku ingin mengabaikanmu sudah ku lakukan dari dulu'', ketus Nata, ''aku ada kepentingan di kampusku, aku harap kamu akan segera pulih dan bisa beraktifitas kembali'', ucap Nata lembut, ada yang hilang tiba-tiba dari diri Nata setelah mendengar kata-kata Adrian, sebulan lebih selalu bertemu dengannya dan kini tiba-tiba harus pergi.
Merekapun sama-sama diam dengan pikiranya. Sementara itu diam-diam Nata mengirimkan pesan pada Nara.
Ting..
Nara segera melihat pesan yang masuk di ponselnya, sejak tadi ia bermain-main dengan benda kecil itu, Nara begitu menikmati suasana rumah Danu, Danu sendiri sedang berada di ruang kerjanya.
''Ra, bisakah kamu bantu Adrian untuk keluar dari rumah sakit, apa kamu yakin menolaknya, dia bilang akan kembali ke negaranya''. tulis Nata
Setelah membaca pesan Nata, Nara segera mencari Danu di ruang kerjanya. ''Mas!!!!, panggilnya.
''Masuklah sayang!!!, seru Danu
Nara segera masuk ke sebuah ruangan yang terdapat beberapa komputer, terlihat Danu yang begitu serius di depan layar monitor.
''Ada apa, kamu tidak tidur???, tanya Danu
''Tadi kan sudah'', ucapnya sembari melihat-lihat, ''Mas banyak banget komputernya, lagi ngerjain apa???, tanya Nara mendekati Danu.
Danu menarik pinggang Nara dan seketika duduk di pangkuanya, ''Aku hanya sedang memantau perkembangan saham'', jawab Danu
''Mas Nata barusan kirim pesan, Andrian minta Nata membantunya keluar dari rumah sakit, dia akan kembali ke negaranya'', jelas Nara
''Sayang, jujur aku cemberu saat tahu dia siapa, kamu tidak pernah bercerita tentangnya'', ucap Danu
''Kenapa cemburu padanya, aku tidak pernah memiliki perasaan special terhadapnya, dia hanya senior ku dan aku menghormatinya sama seperti senior yang lain'', jelas Nata.
''Tapi dia menyukaimu kan???, kamu adalah alasan dia datang kesini'', ucap Danu, ''.
''Mas, aku tidak mungkin meminta seseorang untuk menyukai atau membeciku, aku tahu selama ini mas Danu sudah berusaha dengan keras, dan perlu mas Danu tahu aku juga sudah menolak Adrian tadi, sebelumnya pun aku juga tidak pernah memberikan harapan padanya, lalu aku harus bagaimana, aku tidak bisa menghindarinya, dia sedang di rawat disana, dan aku sekarang bekerja disana'', jelas Nara
''Kamu tahu saat dulu kita di luar negeri, aku tidak punya apa-apa, bahkan untuk mengajakmu sekedar untuk makan berdua saja aku tidak punya keberanian, aku bukan orang kaya ataupun pewaris, kedua orang tuaku bercerai dan mereka memulai kehidupan baru dengan keluarganya, aku terus berusaha agar suatu hari bisa bersamamu, hingga aku bisa menjadi diriku yang sekarang itu karena kamu, aku ingin pantas bersanding denganmu, semua yang aku miliki sekarang aku dedikasikan untukmu, jika kita sekarang baru bisa bersama dan kamu tidak melihat sedikitpun usahaku, aku pasti hancur Nara, aku ingin kita segera menikah'', ucap Danu
''Mas, aku bisa melihat ketulasanmu, tapi aku masih ingin tinggal bersama kedua orang tuaku dan saudaraku yang lain, selama ini rasanya ada waktu yang hilang begitu saja kebersamaanku bersama mereka, lagi pula aku baru bekerja dan jika tiba-tiba kita menikah, apa kata orang??
''Maukah menikah diam-diam, kau bisa pulang ke rumah orang tuamu ataupun kesini, aku tidak ingin kehilanganmu, kedua orang tuaku sudah memiliki kehidupan dengan keluarganya masing-masing, aku hanya punya kamu, jadi aku mohon'', ucap Danu terlihat begitu memelas
Nara tersenyum dan membingkai wajah Danu, lalu Nara mengecup bibir Danu dengan lembut, Danu pun membalasnya, menahan tengkuk Nara dan tak melepas ciumanya, dua orang itu kembali berciuman panas, Danu mendudukan Nara di meja kerjanya dan mengungkungnya, Nara hampir kehabisan nafas dan ciuman itu berpindah ke leher Nara, Danu mencengkeram pinggul Nara yang seksi.
''Ah mas hentikan!!!!, ucap Nara saat Danu meremas benda kenyal Nara yang padat dan membusung karena tegang.
''Kenapa, bukanya kau juga menyukainya'', goda Danu
''Mas, antar aku pulang sekarang, takut kemaleman'', ucap Nara tidak ingin kebablasan, Danu selalu membuatnya melambung hanya dengan ciumanya, membuatnya tak bisa menolak semua cumbuanya.
'' Kau tidak ingin menginap disini???, tawar Danu lagi
''Nanti kalau sudah menikah, aku suka rumah ini'', jawab Nara
''Jadi kita akan menikah???, tanya Danu seperti tidak percaya
Nara menatap Danu dan menciumnya sekali lagi.
''Baiklah, aku ingin menemui kedua orang tuamu dan meminta ijin untuk menikahimu'', ucap Danu kemudian bersemangat sekali lagi Danu mencium bibir Nara, ''trimakasih sayang''. ucap Danu