TRIPLE R

TRIPLE R
30. Bersemangat



Nara langsung keluar dari rumah sakit, setelah menyelesaikan pekerjaanya, setelah mengantar Nara sampai rumah sakit tadi pagi, Danu langsung pergi ke kantor polisi karena mendapat telfon dari Raka, Nara memberhentikan taxi di halte depan rumah sakit dan lansung memintanya mengantarkannya ke kedai papa Rey, rumah kedua orang tuanya, rumahnya bersama kedua saudara kembarnya.


Taxi itu berhenti di depan kedai, Nara segera turun setelah membayar dan langsung berjalan masuk ke dalam kedai.


''Nara, kamu sendirian saja??, sapa Nata yang duduk di kursi meja kasir membantu papanya menjaga kedai.


''Iya, tadi Raka menelfon minta mas Danu menemuinya di kantor polisi'', ucap Nara


''Mama dan papa dimana??, tanya Nara yang tidak melihat mamanya yang biasa duduk di kursi meja kasir.


''Mama sedang tidak enak badan, coba kamu periksa dulu, papa bilang mama gak mau makan juga tidak bisa tidur memikirkan Nata, papa barusan keatas'', jelas Hana


''Kalau begitu aku ke atas dulu ya'', Nara langsung meninggalkan Hana dan naik ke lantai dua.


Tok...tok...tok..., Nara mengetuk pintu kamar mama dan papanya.


''Ma,pa ini Nara'', ucapnya sopan


''Masuklah nak'', ucap papa Rey


Nara masuk dan melihat mamanya yang sedang bersandar di ranjang, sedang papa Rey duduk di sampingnya membujuknya untuk makan. Nara mencium tangan mama dan papanya bergantian.


''Mamamu sedang tidak enak badan dan tidak mau makan dari kemarin'', jelas papa Rey.


''Ma, jangan seperti ini, mas Danu dan Raka kan sudah bilang akan mencari Nata, mama harus sabar dan kuat, biar tidak sakit'', ucap Nara mengelus tangan mamanya.


''Apa sudah ada kabar Nata lagi???, mama takut dia kenapa-napa, Nata tidak pernah pergi jauh dari mama sama papa'', ucapnya sedih dan menangis


''Iya ma Nara tahu, kami juga mengkuatirkanya, mas Danu sedang bersama Raka sekarang, nanti kita tunggu kabar darinya, sekarang mama makan dulu, jangan sampai mama sakit karena terus mengkuatirkan Nata, Nara suapin ya, habis itu Nara periksa'', ucapnya


Sebenarnya semalam Nara sudah memberitahu papanya tentang kemungkinan Nata di bawa ke Canada oleh dua orang yang dicurigainya, tapi Nara meminta papanya untuk tidak memberitahu mamanya, agar tidak membuat mamanya semakin kuatir, semua atas saran Raka dan Danu, Hana juga sudah tahu dari Raka.


Setelah selesai memeriksa mamanya Nara memberikan obat, agar mamanya bisa beristirahat, selain kelelahan mengurus pernikahan Hana dan Raka, mamanya terlalu banyak pikiran, Nara segera turun ke kedai menemui Hana setelah memastikan mamanya tidur dan tak ingin mengusiknya.


''Kamu sudah makan Ra?, tanya papa Rey


''Sudah pa tadi di rumah sakit'', jawabnya


''Ra sebaiknya kamu tinggal disini dulu, mama kan sedang sakit, nanti sore aku berangkat kerja, tidak bisa menemaninya'', mohon Hana


''Iya Ra, mama kamu cuma nurut sama kamu, sejak kemarin papa bujuk dia untuk makan saja tidak mau, tadi Hana sudah membujuknya juga tidak mau, terus kamu datang dia langsung mau kamu suapin'', keluh papa Rey


''Iya pa nanti Nara ajak mas Danu nginep sini, biar mas Danu bisa bantuin papa di kedai, sapa tahu kedainya bisa tambah ramai'', ucap Nara


''Memangnya suamimu mau nginep sini??, tanya Hana


''Kalau tidak mau biar saja dia pulang sendiri, aku pastikan dia tidak bisa tidur sendiri, ngomong-ngomong kapan rencana bulan madu kalian'', ucap Nara


''Tidak ada bulan madu, tapi trimakasih kadonya ya, belum tahu kapan bisa pergi, susah buat ngajuin cuti, harus ada yang menggantikan dulu, untuk sekarang sepertinya tidak bisa'', ucap Hana yang mendapat kado tiket bulan madu bersama Raka.


''Raka tidak keberatan kamu pergi bekerja???, tanya Nara


''Apanya, dia merengek seperti anak kecil sejak bangun pagi tadi, padahal beberapa hari ini aku ditinggal terus, dia selalu pulang malam'', keluh Hana


''Sebenarnya aku masih penasaran dengan alasan kalian, yang tiba-tiba memutuskan untuk menikah, kan banyak juga orang pergi ke rumah karaoke terus minum sampai mabuk, gak jelas banget'', ucap Nara


''Kalau cuma tidur tanpa melakukan apa-apa kenapa harus tergesa menikah, atau kalian berdua memang sudah melakukanya''.


''Aku tidak ingat sama sekali, tapi kami tidak melakukan itu sebelum kami menikah'', jelas Hana lagi, kedua saudara kembar itu terus mengobrol, mereka jarang sekali bertemu dan bisa berbincang seperti sekarang, sembari tetap membantu di kedai.


Tidak berapa lama Raka dan Danu datang ke kedai, kedua pria itu langsung menghampiri istrinya masing-masing.


Papa Rey langsung keluar dari ruangan dapur tempatnya memasak dan membuat kue.


''Bagaimana apakah ada perkembangan tentang Nata???, tanya papa Rey tak sabar


''Iya pa, pesawat yang kemungkinan membawa Nata itu milik keluarga Adrian, menurut informasi orang tua Adrian menetap di Canada, jadi mungkin Raka dan tim akan ke Canada secepatnya'', jelas Danu


''Mas Danu tidak ikut??, tanya Nara


''Tidak sayang, ini kan tugas polisi, tapi aku sudah minta orang kepercayaan papa untuk memantau dan membantu Raka selama pencarian disana, dan lagi kamu kan sedang hamil, masak aku tega tinggalin kamu sendirian'', ucap Danu


''Hamil'', kaget Hana dan Raka dan juga papa Rey


''Kamu belum kasih tahu papa sama mama sayang???, ucap Danu sembari mengelus perut istrinya.


Nara menggeleng, dia memang sengaja tidak memberitahu keluarganya tentang kehamilanya agar fokus dalam pencarian Nata, tapi suaminya terlalu bersemangat dan tak bisa menyembunyikanya lagi.


''Benar Ra apa yang di katakan suamimu???, papa akan segera punya cucu!!!, papa Rey merasa bahagia tapi juga sedih yang bersamaan.


''Iya pa, tadi pagi kami baru periksa'' jawab Nara


''Selamat ya, mamamu pasti senang mendengarnya, papa akan memberitahunya'', ucap papa Rey


''Pa jangan membangunkan mama sekarang, mama tidak bisa tidur selama beberapa hari ini karena terus memikirkan Nata dan juga lelah setelah acara pernikahan Hana dan Raka, biarkan mama beristirahat'', cegah Nara.


''Iya pa, biarkan saja mama istirahat nanti setelah mama bangun baru di kasih tahu, agar pikiranya tenang'', ucap Hana


''Papa terlalu bersemangat, tidak sabar memberitahu kabar baik ini sama mama'', ucapnya mereka pun tertawa


''Selamat ya Ra atas kehamilanya, pak Danu siap-siap jadi suami siaga'', ucap Hana tulus meski dulu Hana sangat mengagumi Danu tapi sekarang dia benar-benar bersikap biasa saja, tetap sopan memanggil Danu seperti di perusahaan.


''Iya selamat Ra, semoga sehat semua, lancar hingga persalinan nanti'', ucap Raka, dia sedikit lega istrinya Hana benar-benar tidak pernah menunjukan kekagumanya pada Danu, padahal Hana sampai minum hingga membuatnya mabuk karena patah hati dan berujung dengan pernikahan mereka.


''Trimakasih Ka, kamu tidak ikut Na, Raka mau ke Canada sekalian berbulan madu'', ucap Nara


''Beneran Hana boleh ikut???, tanya Raka bersemangat.


''Aku tidak bisa'', jawab Hana


''Lihatlah istriku lebih menyukai pekerjaanya dari pada menemani suaminya'', kesal Raka


''Kalian berdua ini dari kecil sampai sekarang sudah menikah, masih juga seperti tom Jerry, semua bisa di bicarakan, nanti Hana bisa menyusulmu, jadi kapan Raka berangkat???, tanya papa Rey.


''Rencananya besok kami akan berangkat'', jawabnya


''Berhati-hatilah disana, kabari kami terus perkembanganya dan cepat bawa Nata kembali kesini, maaf papa sudah merepotkan kalian berdua, papa bersyukur memiliki kalian sekarang'', ucap papa Rey nampak berkaca-kaca.