
Danu sudah memberitahu papa Rey jika Nata sudah ditemukan dan sekarang berada di rumah keluarganya di Kanada bersama Raka dan akan segera kembali ke tanah air, saat itu papa dan mama Rey begitu senang mendengar kabar itu namun kemudian Danu juga memberitahu mertuanya bahwa Nara mengalami keguguran saat di rumah sakit dan sekarang dalam perawat, Danu tidak bisa pergi menjemput Raka dan Nata, karena tidak bisa meninggalkan istrinya dalam keadaan seperti sekarang, pada awalnya papa Rey sendiri yang akan menjemput mereka di bandara, tapi karena keadaan Nara yang tiba-tiba mengalami keguguran dan istrinya juga belum sembuh, akhirnya papa Rey memberi tahu Hana keadaan ibunya dan juga keadaan Nara.
Hana senang mendengar kabar Nata akan segera kembali bersama Raka suaminya, dia merasa bangga dengan cepat bisa menemukan saudara kembarnya, meskipun dia tidak bekerja sendiri, dan juga atas bantuan keluarga Danu sehingga mempermudah pencarian, entah kenapa dia juga merindukanya suaminya dan juga kaget mendengar berita tentang Nara yang mengalami keguguran, setelah landing semalam dia meminta ijin untuk cuti selama beberapa hari, dan untung ada temanya yang bisa menggantikan jam kerjanya, Hana tidak ingin egois disaat banyak peristiwa yang terjadi menimpa keluarganya, dia hanya sibuk dengan pekerjaanya sendiri. Hana pun segera memberitahu mertuanya dengan keadaan keluarganya. Tidak di duga malah mertuanya akan menjemputnya juga di bandara, karena berfikir anak-anaknya sudah pasti lelah setelah menempuh perjalanan yang jauh, selain itu karena mereka sangat prihatin dengan peristiwa yang terus menimpa keluarga menantunya, dari dulu dua keluarga ini sudah saling bantu, dan sekarang sudah benar-benar menjadi keluarga besar dan tetap saling menguatkan.
Hana sudah bersiap sembari menunggu kedatangan mertuanya untuk menjemput Nata dan Raka, mereka akan turun melalui jalur khusus yang di perintahkan oleh Danu. Danu dan pihak kepolisian bekerjasama agar tidak ada berita penculikan Nata, karena tidak ingin mempengaruhi kehidupan keluarganya dengan berita yang menjadi konsumsi masyarakat di masa depan.
Sebuah kendaraan sudah disiapkan untuk membawa kembali rekan kerja Raka, sedang Hana ikut bersama mertuanya yang sudah datang untuk menjemput Raka dan Nata pulang bersamanya.
Hana sudah tidak sabar menunggu pesawat yang membawa suaminya dan saudara perempuannya, sesuai jadwal pesawat akan datang siang ini, dan sudah dari tiga puluh menit yang lalu mereka menunggu hingga akhirnya pesawat yang di tunggu mendarat sempurna.
Hana berlari saat melihat Nata sudah turun dari pesawat dan berjalan ke arahnya bersama Raka dan beberapa orang yang mengawalnya, seketika dia menangis memeluk saudara kembarnya. Keduanya tak bisa manahan rasa haru, cemas,takut dan kuatir akan keberadaan saudara kembarnya selama beberapa hari ini membuatnya tak bisa tidur nyenyak.
Raka terkejut melihat istrinya yang datang menjemputnya, lalu kedua orang tua Raka juga menyusul, mama Raka ikut memeluk kedua gadis yang masih berpelukan erat seperti tak ingin lepas, wanita paruh baya itu ikut menangis dan memeluk keduanya.
''Bagaimana keadaanmu nak, apa kau baik-baik saja???, tanya mama Raka
''Ma, kita bicara dirumah saja, keluarga sudah menunggu, dan mereka semua masih jetlag'', ucap papa Raka menepuk punggung Nata dan memeluknya, mereka memang sudah seperti anak sendiri.
Setelah mengucapkan terimakasih kepada semua yang telah membantu dalam pencarian dan penjemputan Nara, mereka segera meninggalkan bandara.
"Papa sama mama ngapain ke bandara, kangen Raka ya??, tanya Raka
Saat ini papa yang menyetir dan Raka duduk di kursi samping kemudi sedang mama Raka, Nata dan Hana duduk di kursi penumpang.
"Mama segaja mau jemput kalian, tadi pagi-pagi Hana mengabari mama jika kalian siang ini akan datang, jadi mama dan papa langsung bersiap ke bandara menemui Hana terlebih dulu", jelasnya
"Papa Rey kemana??, papa bilang mau menjemput kami", tanya Raka lagi.
"Mama Rey tidak ada yang menemani", jawab Hana
Hana dan mama Raka saling pandang, sebenarnya mereka tidak ingin memberitahu terlebih dahulu, tapi Raka dan Nata sangat penasaran.
"Danu menemani Nara di rumah sakit, kemarin siang Nara mengalami perdarahan hebat saat bekerja dan menyebabkan keguguran", jawab Hana sedih
"Keguguran!!!!!, serius????, Raka seperti tidak percaya, Raka sudah tahu kabar kehamilan Nara sebelum berangkat ke Kanada untuk mencari Nata.
''Nara sedang hamil Na??, tanya Nata lagi
"Iya, awalnya pak Danu mengabari papa jika kalian sudah bertemu dan akan segera kembali, papa dan mama sangat senang, namun kemudian pak Danu memberitahu keadaan Nara yang tiba-tiba keguguran, mama dan papa seperti kehilangan tenaga, padahal mama belum benar-benar sehat", jelas Hana sedih
"Mama sakit Na??, tanya Nata dan air matanya terus mengalir.
"Iya sejak menghilangnya kamu kondisi mama langsung menurun, mama tidak mau makan dan tidak bisa tidur, sebelum berangkat bekerja aku minta Nara menemani mama, karena mama hanya nurut sama dia, mungkin Nara kecapekan merawat mama dan bekerja saat hamil muda, aku merasa bersalah padanya", ucap Hana berkaca-kaca memeluk Nata dan menangis.
"Kasihan sekali Danu dan Nara, beberapa hari lalu dia begitu bahagia saat memberitahu kami, sekarang mereka harus kehilangan calon bayinya", ucap Raka sedih
"Ini namanya ujian, sekarang keluarga kita sedang di uji, dari hilangnya Nata, mama kalian sakit, dan Nara kehilangan calon bayinya, semoga semua ujian segera berakhir dan berganti dengan kebahagian", ucap mama Raka
''Kita harus belajar sabar dalam menghadapi semua, tidak perlu menyalahkan siapapun atau menyalahkan diri-sendiri, semua pasti ada hikmahnya, kalian harus ingat disaat kita dalam keadaan dan kondisi apapun, kalian masih memiliki keluarga yang akan terus menjaga dan melindungi, apapun yang terjadi kedepanya keluarga adalah yang utama, jangan sampai dengan ujian ini kita kecewa pada sang pencipta, tapi kita harus percaya semua ujian ini adalah cara kita kembali dekat dengan pencipta, '', ucap papa Raka
Beberapa jam kemudian mereka sampai di kedai papa Rey yang tutup, kedai nampak sepi, lagi-lagi Nata menangis melihat kedai dan rumah keluarganya, dia mempercepat langkahnya ingin segera bertemu kedua orang tuanya, dan saat sampai di dalam Nata melihat papanya yang sedang menyiapkan makanan seorang diri.
''Papa!!!, serunya dengan suara bergetar, Nata berlari memeluk papanya erat dan menangis
Papa Rey seketika menghentikan aktivitasnya, tidak bisa berkata apa-apa, dalam hati ia mengucap syukur dengan kembalinya sang putri.
''Temui mama di atas ya, mama pasti senang melihatmu kembali'', ucap papa Rey setelah Nata sedikit tenang, tak lupa berterimakasih pada mama dan papa Raka.