TRIPLE R

TRIPLE R
39. Penahanan



Frans dan Eric langsung di tahan oleh pihak kepolisian karena merekalah pelaku penculikan, sedang nyonya Veronika sebagai dalang di balik penculikan, masih menjalani banyak pemeriksaan dan hasilnya wanita itu menderita Demensia, Adrian bahkan sudah menebaknya, ibunya mulai bersikap aneh sepeninggalan papanya, memang penyakit Demensia biasanya menyerang lansia diusia 65 tahun keatas dan diperkirakan bisa bertahan 3-9tahun, akan tetapi ada yang bisa bertahan hingga 20 tahun, Adrian tidak ingin dimasa tuan ibunya harus berada di dalam jeruji besi. Adrian bersikekeh ingin menggantikan ibunya menjalani masa tahanan, tapi wanita 68tahun itu menolaknya, wanita tua itu mengakui semua apa yang telah ia lakukannya, tapi wanita itu sama sekali tidak merasa bersalah.


''Mommy harus menjalani pengobatan, aku tidak bisa melihat mommy hidup di penjara'', ucap Adrian menangis


''Mommy tidak apa-apa, ini memang kesalahan mommy mommy bukan orang yang tidak bertanggung jawab'' ucapnya


''Tapi aku tidak bisa melihat mommy seperti ini''.


''Apa kamu masih peduli sama mommy, kamu hidup sesuka hatimu, daddymu juga meninggalkan mommy, tidak ada yang peduli pada mommy, mommy mau hidup disini saja'', ucapnya


Adrian menangis memeluknya, selama ini ia hidup sesuka hati, berkencan dengan banyak wanita, karena kecewa tidak bisa mendapatkan cinta seorang gadis cantik bernama Rey Nara.


Raka yang saat itu sedang bertugas mengawal kasus ini pun tidak tega melihat nyonya Veronika, tapi bagaimanapun wanita itu penyebab semua masalah.


''Raka, aku mohon ijinkan kami bertemu dengan Nata, aku ingin bicara denganya'', ucap Adrian setelah sedikit tenang


''Maaf Adrian, saat ini Nata tidak mau ditemui, apa kau tahu karena kejadian ini dan kamu telah melecehkanya, dia trauma dan tidak mau bertemu dengan siapapun''. Kesal Raka


''Kalau begitu aku ingin bertemu Nara'', ucapnya lagi


''Perlu kamu tahu Adrian, saat ini Nara sedang dalam masa pemulihan, karena penculikan Nata membuatnya stress dan harus kehilangan calon bayinya''. Jelas Raka emosi


''Apa maksudmu, Nara kehilangan bayinya, dia hamil??, Adrian begitu terkejut mendengarnya


''Ya Nara sudah menikah, apa kamu masih mengharapkan perempuan yang sudah menjadi milik orang, apa kau gila'', kesal Raka.


''Menikah, apa pria yang waktu itu??, tanya Adrian penasaran


''Bukankah kau sudah mengenalnya, pria yang di kenalkan Nara saat kamu dirawat dirumah sakit waktu itu adalah suaminya'', jawab Raka


Adrian seperti di sambar petir di siang bolong mendengar berita pernikahan Nara yang secepat itu, dia sudah tidak ada harapan lagi untuk memilikinya.


''Kapan mereka menikah???


''Mereke menikah setelah kamu pergi, dan saat Nata menghilang, hari itu adalah hari pernikahanku dengan Hana, mama jatuh sakit dan Nara harus merawat mama, Nara menjadi cemas dengan kejadian ini, karena dia tahu pelakunya adalah orang-orangmu yang selama di Amerika mereka selalu menguntitnya, memata-matainya, Nara merasa bersalah karena kalian menculik Nata dan membuat keluarganya seperti sekarang dan itu mempengaruhi kehamilanya, dia mengalami perdarahan hebat saat bekerja, dan kehamilanya tidak bisa diselamatkan, kau tahu karena perbuatan ibumu keluarganya harus menanggung ini, apa salah mereka'', jelas Raka emosi.


''Aku tahu kami salah, aku ingin menjelaskanya dan meminta maaf, aku dan ibuku akan bertanggung jawab'', ucap Adrian


''Tanggung jawab seperti apa yang bisa kau lakukan untuk Nata dan keluarganya, kau sudah menghancurkan masa depannya dengan melecehkanya, menghancurkan dunianya, kalian tidak berprikemanusiaan, apa kalian pikir dengan minta maaf dan bertanggung jawab bisa mengembalikan semua seperti semula, jawab!!!!, geram Raka emosi


''Dengar Adrian, aku kecewa waktu itu sudah menolongmu, kau seharusnya juga mendekam di penjara bersama ibumu, selama hidupku aku selalu menjaga mereka, aku selalu mengalah agar mereka selalu tersenyum, tidak pernah sekalipun aku ingin membuat mereka menagis, tapi kau datang merampas kebahagian kami, kau bisa melecehkan banyak wanita di negaramu, kenapa kau harus melakukanya pada Nata'', geram Raka dia segera meninggalkan Adrian setelah meluapkan emosinya, karena dia tidak bisa menahan untuk tidak menghajarnya.


Adrian diam mematung, penjelasan Raka membuatnya mengerti bahwa keluarga Nata tak ingin menemuinya dan menyerahkan semua pada pihak berwajib, dia tidak tahu bagaimana menjelaskan semua ini tapi dia tidak ingin menyerah, Adrian pergi meninggalkan ibunya di kantor polisi, Adrian menghubungi pengacaranya agar mengurus semuanya dan bisa membawa pulang untuk menjalani pengobatan. Adrian menyetop sebuah taxi dan minta mengantarkannya ke kedai papa Rey.


Adrian menatap kedai milik papa Rey yang sepi, tiba-tiba hujan turun dengan derasnya. Adrian turun setelah membayar dan berlari masuk ke dalam kedai.


''Slamat sore nyonya, apa anda masih mengingat saya, saya ingin bertemu dengan Nata dan anda sekeluarga, saya ingin memohon maaf atas perbuatan ibu saya'', ucap Adrian


''Keluar kamu, jangan pernah datang kemari!!!!, bentak mama Rey


''Nyonya tolong dengarkan saya, beri saya waktu untuk menjelaskanya''. ucap Adrian lagi


''Keluar, pergi dari sini, kami tidak ingin melihatmu''


Mendengar suara istrinya yang sedang marah, papa Rey segera menghampirinya dan terkejut melihat Adrian berasa disana.


''Ma, ada apa ini????


''Pa, usir bajingan ini, aku tidak mau melihat dia berada disini'', ucap mana Rey


''Ma, mama baru sembuh jangan berteriak seperti itu'', ucap papa Rey menenangkan istrinya.


''Tuan saya mohon maaf, saya ingin meminta maaf atas perbuatan ibu saya, ijinkan saya bertemu Nata, saya bisa menjelaslanya'', mohon Adrian lagi


''Keluarlah Adrian, sebelum hilang kesabaranku''. ucap papa Rey


''Tuan saya mohon, tolong dengarkan penjelasan saya''


''Pergilah dari sini, atau aku akan menendangmu keluar''. geram papa Rey


''Saya tidak akan pergi, sebelum anda memaafkan saya dan mengijinkan saya bertemu Nata''


''Kau menguji kesabaranku ya, keluar sekarang juga, orang seperti kalian tidak pantas untuk dimaafkan'', geram papa Rey dan mendorong Adrian hingga keluar dari kedai lalu melayangkan tinjunya beberapa kali hingga Adrian roboh di halaman tanpa membalas sedikitpun.


''Pergi dari sini, dan jangan menganggu kehidupan keluarga kami'', bentak papa Rey kemudian masuk ke dalam kedai dan menutup kedainya.


Hujan begitu lebat membuat tubuh Adrian basah kuyup, dia menyeka bibirnya yang berdarah dan juga lengan yang tertusuk pisau Nata dan belum kering kini mengeluarkan darah lagi, Adrian bangkit dan berdiri di depan kedai, sakit dan perih tak dihiraukan ya, Adrian sudah bertekat tidak akan pergi sampai bisa bertemu dengan Nata dan dimaafkan oleh keluarganya.


Sementara itu Nata melihat Adrian dari balik jendela.


''Sayang apa yang kau lihat nak'', tanya mama Rey yang naik membawa makanan, sejak kembali ke rumahnya, Nata tidak pernah keluar rumah, gadis itu mengurung diri di dalam rumah, dia juga jarang bicara, tidak ada keceriaan di wajahnya.


Nata masih melihat Adrian yang basah kuyup, namun tidak juga pergi dari halaman kedai milik papanya.


''Sudah jangan melihatnya, ayo makan dulu'' , ucap papa Rey yang juga menyusulnya untuk makan bersama.


Mereka makan dengan tenang, tak menghiraukan Adrian yang masih berdiri di luar kedai, hingga malam hari Adrian masih berdiri disana.