
Hana tak melihat Raka saat keluar dari kamarnya, ia pun bergegas turun dan melihat Raka sedang membatu papanya menghidangkan makanan di meja makan. Hana tersenyum geli, heran sama temanya itu yang selalu patuh pada orang tuanya.
"Kamu gak mandi Ka???, tanya Hana yang duduk di kursi
"Nanti saja, aku lapar", jawabnya sembari menaruh menu yang baru di bawanya dari dapur, lalu mengambil piring kosong dan menyodorkanya pada Hana, "ambilkan", pinta Raka
Hana segera mengisi piring dengan nasi dan lauk serta sayur, "aku seperti seorang istri yang melayani suami ya", ucap Hana tertawa.
"Boleh juga mau jadi istriku????, tantang Raka
"Gak mau", tolak Hana
"Kenapa???
"Gak apa-apa", jawab Hana sembari mengambil makananya sendiri.
"Pa ma gak ikut makan bareng???, tanya Hana
"Kalian makanlah dulu, papa masih ada pesanan", jawab papa Rey.
"Mama tunggu papa saja, kenapa Nata tidak ikut turun makan, dia belum makan dari tadi". tanya mama Rey
"Dia lagi mandi ma, sebentar juga turun", jawab Raka
Tak berapa lama Nata turun, "Kalian jahat tidak menungguku", ucap Nata cemberut dia segera duduk dan mengisi piringnya.
"Ini baru mulai ", jawab Raka
"Maaf Ta kami seharian belum makan", jawab Hana dengan mulut penuh
"Pelan-pelan sayang makanya, kalian dari mana saja sampai lupa makan???, ucap wanita paruh baya itu sembari mengikat rambut putrinya Hana.
Hana menghentikan makanya, lalu minum seteguk air.
"Ma, Raka boleh nginep sini ya, aku mau minta tolong besok buat betulin mobilku tadi di tabrak orang asing", ucap Hana memohon
"Ditabrak siapa??, kamu gak apa-apa sayang???, tanya mama Rey
"Aku gak apa-apa ma, mobil bagian belakang agak penyok dan lecet, untungnya tadi Raka pas lewat di tempat kejadian", jelas Hana
"Terus orang yang nabrak kamu bagaimana???, tanya mama lagi
"Parah ma, kakinya patah, tangan dan kepalanya juga lecet, mana dia gak ada keluarga disini''.
"Ya Tuhan kasihan banget, orang mana???
"Orang asing ma, katanya seniornya Nara di New York, dia bilang datang kesini dua hari lalu".
"Maksud kamu Adrian???, kaget mama
Hana hanya mengangguk dan melanjutkan makan.
"Apa benar begitu Raka??
"Iya Ma, dia mengendarai motor dan remnya tidak berfungsi lalu menabrak mobil Hana, tapi kami sudah membawanya ke rumah sakit", jelas Raka
"Siapa yang celaka???, tanya papa Rey penasaran, tadi ia sedikit dengar tentang kecelakaan.
"Adrian pa, dia menabrak mobil Hana, kakinya patah sekarang di rumah sakit", jelas mama nampak sedih
"Harusnya tadi Hana sampai sini sebelum siang hari, tapi karena insiden ini, kami seharian di rumah sakit lalu ke kantor polisi", jelas Raka.
"Adrian minta tolong suruh hubungi Nara, dia juga tidak mau mengabari keluarganya, kakinya harus segera di oprasi", jelas Hana lagi.
Terus siapa yang temanin dia di rumah sakit??!, tanya Nata
"Sama perawat lah, aku mau minta tolong kamu buat nemanin dia, tengokin dia, soalnya besok aku balik lagi, paginya aku kerja".
"Aku", tunjuk Nata pada dirinya sendiri
"Iya siapa lagi, mama sama papa kan sibuk di kedai Ta'', ucap Hana.
"Ya tapi Nara gak ada, dia juga gak bisa dihubungi", jawab Hana
"Gak apa sayang, nanti biar mama sama papa yang tengokin, kasihan dia gak ada teman ataupun keluarga disini", ucap mama Rey
"Setelah ini kita tutup saja dan segera kesana, kenapa tidak telfon papa tadi". ucap Papa Rey
"Aku kan tidak tahu kalau dia habis menemui papa, kita baru tahu setelah dia sadar dan cerita, aku juga lupa saat di pesawat dia salah mengenaliku juga, dia kira aku Nara". jelas Hana.
"Gak sayang pa kedainya di tutup, kan ramai akhir pekan", ucap Nata
"Ya tak apalah sekali ini, kasiah anak itu sendirian di rumah sakit, kalau butuh apa-apa bagaimana???.
"Apa benar dia mau meminang Nara Pa??, tanya Raka yang dari tadi menikmati makanya.
"Dia bilang begitu???
"Terus papa sama mama terima gitu aja???, sela Hana
"Tentu saja tidak, papa harus tanya Nara dulu, Raka papa minta tolong kami cari tahu Nara, anak itu sudah tiga bulan tak ada kabarya, dan kalian kalau sewaktu-waktu Nara telfon suruh cepat pulang, tapi jangan bilang tentang Adrian padanya'', ucap papa Rey
"Iya Raka, mama kuatir Nara kenapa-napa disana, coba kamu cari tahu ya", mohon Mama Rey
"Iya ma pa, nanti Raka tanya teman yang masih disana", ucap Raka.
Mereka melanjutkan makan bersama setelah menutup kedai, mereka memang seperti itu sejak dulu, bahkan Raka benar-benar dianggap seperti putranya sendiri, Raka juga tidak pernah sungkan, sudah terbiasa seperti di rumah sendiri.
Malam itu Mama dan papa Rey pergi ke rumah sakit, melihat keadaan Adrian, Hana memilih tidur lebih awal karena dia begitu lelah, Raka menemani Nata mengerjakan skripsinya.
Raka melihat ponselnya dan mencoba menghubungi teman-temanya yang masih di Gaza untuk menanyakan keberadaan Nara, sejujurnya ia begitu menghuatirkankanya.
"Ka kenapa tiba-tiba aku takut Nara diculik ya, keadaan disana sebenarnya seperti apa sih?, ucap Nata
"Jangan bicara sembarangan Ta, setiap relawan yang dikirim kesana itu sudah dilatih, tidak boleh menyerang tenaga medis, walaupun kenyataanya pernah ada tenaga medis yang tertembak dan terluka, sekarang keadanya juga lebih kondusif, banyak anak-anak korban perang yang terlantar dan kehilangan keluarganya, tempat tinggal mereka hancur tidak ada air, aku harap Nara bisa menjaga dirinya, kau lihat ini foto yang aku ambil saat kami bertemu, jika saat itu dia tidak memanggilku, aku juga tidak bisa mengenalinya", jelas Raka
"Bagaimana keadaan Nara saat itu???
"Dia terlihat baik dan sehat, tapi juga sibuk, kami hanya bertemu sebentar saja, haahhh aku benar-benar merindukannya sekarang". ucap Raka sembari menguap, dia juga sangat lelah seharian ini.
"Kamu jadi nginep sini kan??, tanya Nata
"Ya, besok harus ke bengkel, sorenya baru balik bareng Hana".
"Kamu dan Hana sedang berkencan ya???, tebak Nata
Raka menyentil kening Nata, karena gemas dengan pertanyaanya
"Dia menolak ku, apa dia sudah punya pacar??, tanya Raka
"Mana aku tahu, tapi aku tahu alasan dia menolakmu".
"Kenapa???
"Karena kamu sangat mengagumi Nara dari dulu, iya kan, kamu bahkan tidak pernah membantahnya". ucap Nata
"Pria mana yang tidak kagum dengan gadis pintar, cerdas, cantik dan juga seksi seperti dia, bahkan Adrian rela jauh-jauh terbang kesini demi dia, dia itu paket komplit'', jelas Raka.
"Emang pria suka perempuan seperti Nara???, tanya Nata
"Tidak juga, terkadang perempuan yang terlihat sempurna justru membuat para pria takut mendekatinya, kalian bertiga itu sama persis dan susah untuk membedakan, aku tidak yakin setelah Adrian bertemu dengan kamu dan Hana, apa dia akan tetap menyukai Nara, bahkan dia tidak bisa membedakan kalian bertiga ha... ha.... ha..., bisa saja nanti kamu atau Hana yang terpikat pesona Adrian'', Raka tertawa terbahak.
Nata terdiam, dia akui Adrian memang tampan, tapi tidak mungkin ia jatuh cinta padanya, karena dia menyukai Nara saudara kembarnya.
"Bagaimana kalau kita berkencan???, ucap Raka tiba-tiba dia sedikit kesal di tolak mentah-mentah oleh Hana tadi, dia memang menganggumi Nara, tapi dia tahu tidak mudah mendapatkan hati Nara.
Nata menggelengkan kepala, tanda tidak menerima tawaran Raka untuk berkencan denganya.
"Kau sama saja dengan Hana, menyebalkan" Raka kecewa dia sudah di tolak kedua temannya. Tapi dia tidak marah, toh ia tetap bisa menjadi teman selamanya.
Raka dan Nata terus mengobrol hingga Raka pun lelah dan tertidur di sofa.