
Hana dan Nata telah sampai di pusat perbelanjaan di kotanya, mereka langsung menuju area permaian timezone, hari ini pengunjungnya sangat padat, banyak sekali anak-anak bermain disana karena memang masih masa libur sekolah, dan orang tua yang sedang mengawasi anak-anaknya bermain.
Hana dan Nata langsung mencoba permaian dance setelah membeli kartu permainan, sejak dulu keduanya menyukai permainan itu, wajah cantik keduanya yang sedang mengikuti irama itu mengalihkan perhatian pengunjung, puas dengan permainan dance yang membuatnya berkeringat, mereka mencoba permainan yang lain, dari menaiki bom bom car serta menaiki roller coaster yang menguji Adrenalin dan membuatnya berteriak, setelah puas mencoba berbagai permainan, mereka pergi berbelanja bahan makanan yang akan di bawa ke rumah Nara. Hana senang melihat saudara kembarnya itu bisa tersenyum kembali, dan dia berharap Nata bisa lebih kuat dan berani menghadapi semuanya.
Hana melihat ponselnya dan membaca sebuah pesan dari sang mama yang memberitahukan bahwa Adrian kembali datang ke kedai dan ingin bertemu Nata. Hana mengabaikan pesan itu karena tidak ingin membahas Adrian dengan Nata saja, karena dirinya tidak mengenal Adrian, harus ada Nara yang sudah mengenalnya lebih dulu, Hana mengirimkan pesan kepada Raka agar menyusulnya ke rumah Nara, dan juga mengirimkan pesan untuk Nara jika dirinya akan kesana bersama Nata. Mereka segera berangkat setelah selesai berbelanja, saat di perjalanan Nata sampai tertidur, karena memang jarak rumah Nara jauh dari pusat kota, hingga akhirnya mereka sampai disana. Seorang penjaga gerbang rumah Danu membukakan pagar yang cukup tinggi itu dan Hana segera melajukan kendaraannya, karena jarak pagar dan rumah lumayan jauh.
Danu membukakan pintu untuk kedua saudara kembar istrinya.
''Hai kalian sudah datang, masuklah!!. sapa Danu
"Kami tidak menganggu kan???, ucap Hana ramah
"Tentu saja tidak, Nara sudah menunggu kalian dari tadi", jawab Danu
"Dimana Nara", tanya Nata yang terlihat baru bangun tidur.
"Dia tiduran di kamar, sebentar aku panggilkan, duduk dulu".
Danu berjalan ke kamarnya, melihat istrinya yang tadi terus merengek karena bosan tiduran justru sekarang benar-benar tertidur, pria itu berjalan mendekati istrinya dan mencium pipinya.
''Sayang saudara kembarmu sudah datang'', bisiknya ditelinga Nara, namun Nara benar-bebar terlelap.
''Sayang'', Danu memanggil istrinya sembari menciumnya bertubi-tubi, membuat Nara yang benar-benar terlelap setelah meminum obat pun akhirnya bangun juga.
''Hana dan Nata sudah datang'', ucap Danu lagi
''Benarkah, suruh mereka masuk'', ucapnya
''Masuk kemana???
''Ke rumah lah mas''.
''Aku kira masuk kamar'',jawabnya tersenyum
Nara membelalak, ''awas saja kalau berani masukin perempuan lain ke kamar''. ucapnya cemberut.
''Mereka sudah didalam rumah sayang, temui mereka''. ucapnya sembari tersenyum senang karena baru kali ini merasa dicemburui istrinya. Selama ini Nara terlihat cuek, terlebih saat dirumah sakit, namun akhirnya semua tahu jika dokter cantik itu adalah istri pemilik rumah sakit.
Nara beranjak dari ranjang, terburu-buru berdiri, badanya limbung dan hampir jatuh, untung Danu segera menangkap tubuh istrinya.
''Sayang apa kamu masih pusing???, Danu merasa kuatir sudah beberapa hari beristirahat tapi istrinya masih belum kuat.
''Tidak, aku terlalu banyak tidur mas'', jawabnya
''Kamu memang harus banyak istirahat, setidaknya untuk sebulan ini'', ucap Danu mengangkat tubuh istrinya menuju ruang tamu dimana kedua saudara kembarnya menunggu disana.
''Mas, aku bisa jalan sendiri'', tolaknya
''Aku tidak mau kamu sampai jatuh'', lalu mendudukan istrinya disofa.
Mata Hana dan Nata membulat sempurna melihat Danu yang mengendong Nara ala bridal style.
''Bagaimana keadaanmu sekarang Ra???,tanya Hana
''Kamu belum boleh jalan???, ucap Nata polos
Nara membola, suaminya sangat protective sekarang.
''Aku sudah lebih baik, mas Danu saja yang terlalu kuatir'', jawabnya
''Bagaimana aku tidak kuatir, bangun tidur saja hampir jatuh makanya aku gendong kamu kesini'', ucap Danu ikut duduk disebelah istrinya.
Nara membeliakan matanya, ''kalian bawa apa banyak banget???, tanya Nara melihat beberapa kantong plastik di atas meja, dan tak ingin menanggapi suaminya.
''Tadi kami pergi main, terus belanja buat masak dan makan disini, terus yang ini masakan papa buat kalian, bisa disimpan di lemari penyimpanan'', jelas Hana
''Aahhh, aku sangat ingin jalan-jalan, aku bosan tiduran terus'', keluh Nara cemberut
''Kelihatan banget kamu banyak tidur, wajah kamu sudah seperti bantal guling''. ucap Nata
''Memangnya kamu tidak Ta, liburan ini kamu isi dengan tiduran di rumah, tadi pagi saja aku datang kamu belum bangun, dan tadi di perjalanan kesini kamu tidur lagi'', ucap Hana
Nata hanya tersenyum, menampakan deretan giginya yang putih dan rapi.
''Mas Danu sih aku tidak boleh ngapa-ngapain, jadi hanya tiduran lalu benar-benar tertidur''. jawab Nara
''Sayang, kamu memang harus banyak istirahat, setelah benar-benar sembuh, kita bisa pergi kemanapun kamu mau'', ucap Danu yang tak bisa dibantah.
Haaaahhhh desah Nara, '' Raka tidak ikut???,
''Dia akan menyusul kesini setelah selesai tugas'', jawab Hana
''Kalian mau masak apa???, banyak banget belanjaanya'', tanya Danu
''Lagi pingin masak ala hot pot sama barbeque, kalian tunggu saja, kami yang menyiapkanya, aku pinjam dapurnya ya, yuk Ta'', ajaknya.
Hana dan Nata beranjak ke dapur dan mulai memasak, Nara menatap kedua saudara kembarnya, Nata terlihat baik-baik saja, tapi Nara tahu saudaranya pasti trauma. Biasanya jika ketiganya sudah bertemu akan menjadi heboh dan banyak bercerita.
Tak berapa lama Raka datang dan langsung masuk karena pintu rumah yang terbuka.
''Hai Ka, kamu kesini naik apa???, tanya Nara, tidak mendengar kedatanganya.
''Naik taxi turun diluar, tadi pagi berangkat bareng Hana, bagaimana keadaan kamu Ra???,tanya Raka
''Sepertinya suamiku ingin aku menjadi gemuk, hanya makan dan tidur terus'', ucapnya sembari makan kue yang dibawa oleh Hana dan Nata
Danu tersenyum mendengar ucapan istrinya, dia tahu istrinya kesal padanya, karena Danu sangat berlebihan menjaganya.
''Dimana Hana dan Nata??, tanya Raka yang tidak melihat keberadaan istrinya.
''Sedang memasak di dapur, bagaimana perkembanganya???, tanya Danu langsung
''Sudah berjalan, kedua penculik dan nyonya Veronika sudah ditahan, papa bilang Adrian sejak kemarin terus datang ke kedai", jawab Raka
"Mau apa lagi dia???, ucap Danu tak suka
"Dia ingin bertemu Nata langsung, tapi papa dan mama tak mengijinkanya, kemarin dia juga minta bertemu denganmu Ra terpaksa aku ceritakan padanya, bahwa kalian sudah menikah, sepertinya dia belum tahu dan terkejut'', jawab Raka
"Aku rasa mereka berdua perlu bicara, apa lagi yang di takutkan, dalang dibalik penculikan Nata sudah di tahan bukan, dan sekarang ada kita yang bisa mengawasinya", ucap Danu
"Aku rasa juga begitu, tapi mungkin Nata butuh waktu untuk berfikir". ucap Nara
''Sudah siap cepat kesini'', teriak Hana dari dapur
Ketiganya segera beranjak ke dapur, Raka langsung mendekati istrinya.
''Masak apa honey'', ucapnya sembari mencium pipi istrinya.
''Hot pot sama barbeque'', jawab Hana malu-malu
Mereka pun segera memulai acara makan sambil berbincang.
''Ta, apa rencanamu ke depan, kamu jadi melanjutkan kuliahmu???, tanya Nara
''Haaah....desah Nata panjang, ''papa sama mama tidak kasih ijin lagi''. jawabnya
''Kenapa???, tanya Danu
Nata menggeleng pelan dan cemberut.
''Lanjut kuliah disini saja, di kampusku bisa Ta'', jawab Raka
''Iya, dan lagi kamu masih bisa tetap sambil mengajar, kamu bisa bantu aku mengawasi Raka'', ucap Hana
Seketika Raka langsung melotot menatap sang istri yang tetap fokus pada makananya.
''Kenapa Raka harus di awasi???, tanya Nara
''Ya siapa tahu dia macam-macam dikampus'', ucap Hana membuat semua tertawa.
''Aku tidak pernah macam-macam honey, justru aku yang kuatir sama kamu'', jawab Raka tak trima.
Hana tak menjawab tetap fokus pada makananya.
''Ta, Adrian tadi datang ke kedai lagi, dia ingin bertemu denganmu''. ucap Hana
Haaaahhhh, ''aku harus bagaimana???,jawab Nata
''Maaf Ta sebelumnya, apa benar dia melecehkanmu???, tanya Danu, semua terdiam menunggu reaksi Nata yang juga diam.
''Sekarang kita adalah keluarga, kamu tidak perlu malu cerita pada kami, dan kami akan bantu kamu cari solusi, jika memang benar kamu harus minta dia bertanggung jawab'',ucap Danu lagi
''Iya Ta, sebaiknya kalian berdua bertemu dan berbicara, Adrian mungkin memang salah, jika dia ingi melakukanya, pasti dia sudah melakukanya padaku'', ucap Nara
''Bukahkan dulu kamu bilang menyukainya Ta???, ucap Hana keceplosan, membuat semua berhenti makan menatap Nata.
''Kamu menyukai Adrian Ta???, tanya Nara tak percaya dengan apa yang dikatakan Hana.
''Itu dulu, aku sudah melupakanya dan sekarang aku membencinya'', ucap Nata kesal.
''Benci dan cinta itu beda tipis Ta'', ucap Raka, ''kamu lihat aku dan Hana dari kecil kami selalu berdebat, bertengkar, berselisih paham hingga dewasa, tapi sekarang kita menikah'', jelas Raka
''Itu karena kalian mabuk dan ketahuan tidur bareng, makanya mama sama papa langsung minta kalian menikah''. ucap Nata.
Nara tersenyum, ''nanti kalau kamu sudah siap, kami temani kamu bertemu dengannya, atau mau di temani mama sama papa'', ucap Nara lembut
''Kalau perlu kita sekeluarga bertemu denganya, biar kita tahu apa maunya dia'', ucap Hana
''Aku tidak tahu, males ketemu dia'', ucap Nata.
''Tidak apa, tidak perlu takut menghadapinya, kalau aku bertemu denganya, aku akan menghajarnya'', ucap Nara
''Sayang!!!!, kamu belum sembuh, aku tidak mau kamu kenapa-napa, aku bisa menggantikanmu menghajarnya", ucap Danu
Mereka tertawa mendengar Danu yang langsung kuatir dengan ucapan istrinya.