TRIPLE R

TRIPLE R
48. Kacau



Kembar tiga itu bersiap bertukar peran, mereka bertiga bertemu di kedai orang tuanya dan menjelaskan bidang pekerjaan yang akan digantikan, di lantai atas kedai itu terdengar suara mereka bertiga yang tertawa riang namun terkadang juga serius saat berdiskusi, tidak bisa di pungkiri saat Nata dan Nara mencoba memakai baju kerja milik Hana, mereka benar-benar tidak nampak perbedaanya, sedang Danu sejak tadi hanya menjadi pemerhati melihat tingkah istri dan kedua saudara kembarnya. Pria itu duduk di sofa sembari membuka laptopnya.


Tak berapa lama Raka datang menyapa kedua mertuanya dan segera menuju lantai atas, dan ia terpaku melihat dua wanita memakai pakaian kerja istrinya, sedang Hana sibuk membetulkan penampilan Nata dan Hana.


''Honey'', panggil Raka, membuat keempat orang itu menoleh, Raka ikut duduk di sofa.


''Sudah selesai pekerjaanya??, tanya Hana yang hanya diangguki kepala sebagai jawaban.


''Bagaimana penampilanku???, ucap Nara sembari tersenyum, dokter cantik itu berjalan layaknya seorang model di depan sang suami dan juga Raka


''Anda seksi sekali nona??, jawab Danu memuja kecantikan istrinya dengan pakaian yang begitu pas di tubuhnya, terlihat anggun dan seksi, lalu menarik tangan istrinya dan Nara langsung duduk di sampingnya.


''Siapa yang paling mirip dengan Hana, aku atau Nata ????, tanya Nara lagi


''Kalian benar-benar mirip, sulit membedakannya, tapi aku tahu mana istriku'', Raka langsung berjalan memeluk istrinya yang hanya memakai pakaian rumahan.


''Apa kau yakin bisa menggantikan Hana???, tanya Raka


''Ya, aku sudah pernah melakukanya'', jawab Nata


''Bagaimana kalian berdua melakukanya, kamu kan tidak pernah ikut pelatihan Ta???, tanya Danu penasaran.


''Dulu saat Hana masih mengikuti pendidikan dan pelatihan pramugari, aku pernah beberapa kali menggantikannya ikut pelatihan'', jelas Nata


''Dan aku pergi ke kampus Nata untuk menggantikannya kuliah, jadi dia juga tahu, lalu pernah saat awal-awal aku mulai bekerja, aku sakit dan tidak berani ijin, Nata juga yang menggantikan aku'', jawab Hana jujur.


''Jadi kalian sudah lama bertukar profesi dan tidak ada yang mengetahuinya???, tanya Danu lagi


''Ya begitulah'', jawab Nata


''Waktu SMA kita juga sering bertukar kelas, Raka juga tidak tahu'' ucap Hana


''Raka kebanyakan tidur saat sekolah dulu, selalu meminjam buku catatanku'', ucap Nata yang memang satu kelas denganya bahkan selalu duduk disampingnya.


Raka mengernyit, dia tidak pernah berfikir sampai sejauh itu, karena dulu selalu memikirkan Nara yang harus belajar jauh terpisah darinya.


''Hanya aku saja yang belum pernah bertukar dengan profesi Hana ataupun Nata'', ucap Nara


''Jangan minta kami berdua menggantikanmu Ra, bisa-bisa kami salah mendiaknosa'', ucap Nata


''Dasar, buat apa gaji suaminya kalau minta gratisan'', ucap Nata


Hana hanya nyengir kuda


''Kapan kalian akan berangkat???, tanya Danu


''Besok pagi, Nata juga berangkat bareng kami berdua, jadi apa tidak sebaiknya kalian menginap di sini saja, dari pada pulang ke rumah kalian jauh'', ucap Raka


''Itu bisa diatur nanti'', jawab Danu


*****


Hana dan Raka pergi untuk berbulan madu, sedang Nata telah terbang menggantikan pekerjaan Hana, dan Nara menggantikan Nata mengajar, meski Nara sedikit grogi karena belum pernah bertukar pekerjaan sebelumnya, Nara terbiasa menghadapi pasien ibu-ibu, kini harus menghadapi anak-anak, karena Nata memang mengajar di sekolah taman kanak-kanak internasional, untung saja disetiap seragam anak-anak ada nama masing-masing sehingga Nara tidak kesulitan menyebutkan nama anak didik saudara kembarnya itu.


Dan sudah beberapa hari pula Adrian tidak menampakan diri lagi ataupun mendatangi kedai, Adrian merasa sangat sakit dan sendiri sekarang, bukan karena tendangan kaki papa Rey dan juga tamparan Nata yang menyakitkan, tapi satu hal yang membuatnya menyadari bahwa dirinya tidak ada artinya apa-apa di mata keluarga Nata, melainkan pembuat masalah, sejak kedatanganya ke negara ini dia terus saja sial, jatuh dari motor dan mengalami patah tulang, mendapatkan penolakan dari gadis pujaannya, sekarang harus menanggung perbuatan sang mommy, tidak banyak yang bisa ia lakukan di negara orang, dia hanya bisa mengunjungi ibunya di balik jeruji besi, hidupnya terasa tidak berguna, ia juga tidak mengerti bukanlah seharusnya dia juga berada di dalam penjara, tapi entah kenapa Nata tidak menuntutnya, semakin memikirkannya Adrian semakin ingin bertemu Nata, mungkin benar bahwa Nata butuh waktu untuk menenangkan diri, tapi sampai kapan, Adrian tidak ingin hubunganya dengan Nata yang awalnya baik-baik saja harus berakhir seperti sekarang, ia ingin bertanggung jawab, tapi Nata tak menginginkannya, dan ia pun hanya bisa pergi tanpa tujuan tanpa arah, dan tanpa ia sadari ia telah sampai di depan gedung sekolah, tempat Nata mengajar yang saat ini di gantikan oleh Nara, otaknya sekarang penuh dengan Nata bukan lagi Nara yang sudah menikah dengan pria lain.


Adrian memarkirkan kendaraannya di dekat gerbang sekolah, tidak ingin mengganggunya dan hanya ingin melihat Nata, ia tak berniat untuk menemuinya karena tidak ingin menimbulkan masalah lagi, saat jam pulang sekolah akan banyak orang tua yang datang menjemput anak-anak mereka di pintu gerbang, dan setelah menunggu beberapa saat ia melihat seorang guru yang dia anggap adalah Nata mengantar anak didiknya di pintu penjemputan, wajah cantik dan senyum manisnya benar-benar sulit dilupakan, kerinduan akan waktu kebersamaan yang singkat tiba-tiba begitu terasa, Adrian melamun sendiri hingga tinggal kesunyian disana, dan ia masih diam didalam sana hingga beberapa saat kemudian wanita yang ia ingin lihat keluar dengan langkah yang pasti berjalan menghampiri kendaraan yang parkir di belakangnya. Kendaraan itu kemudian melaju, Adrian terpaku dan penasaran siapa pria yang membawa wanitanya, apa Nata sudah memiliki kekasih, secepat inikah pikirnya tiba-tiba kacau, ia kemudian melajukan kendaraanya membuntuti kendaraan di depannya, dadanya bergemuruh, ada rasa takut kehilangan akan Nata yang tidak bisa ia pendam, Adrian bertekat akan memperjuangkan Nata, tidak peduli harus mendapat penolakan lagi, hingga perjalanan mereka jauh meninggalkan kota sampai ke wilayah pinggiran yang banyak ditumbuhi pepohonan.


Aaahhhhhh, Nara menguap terbangun dari tidurnya.


''Sudah bagun sayang, ada yang mengikuti kita'', ucap Danu seketika membuat Nara terjaga, sepulang mengajar tadi Danu langsung membawa istrinya pulang karena sudah beberapa hari mereka menginap di kedai, dan Nara tidur saat di perjalanan pulang.


''Siapa???, tanya Nara menoleh ke belakang.


''Entahlah, tapi kendaraan di belakang kita tadi parkir di depan sekolah sejak aku menjemputmu tadi'', jelas Danu


Sekali lagi Nara melihat ke belakang, tapi tidak jelas siapa yang ada di dalam sana.


''Kenapa tadi tidak belok kekantor polisi saja mas, bagaimana kalau orang jahat??, Nara menjadi kuatir


''Kupikir dia orang yang searah dengan kita tadi, tapi setelah masuk ke arah sini, ternyata kendaraan itu membuntuti kita'', jawab Danu tenang


''Lalu bagaimana???, tanya Nara


''Aku sudah menelfon penjaga rumah untuk bersiap di depan'', jawab Danu