
Hana ingin pergi ke rumah kedua orang tuanya, untuk menghibur saudara kembarnya agar tidak terpuruk dengan kejadian yang menimpanya, Hana memang sengaja mengambil cuti untuk beberapa hari, setelah berpamitan dengan kedua mertuanya, ia berangkat bersama suaminya dan mengantarkannya ke tempat kerjanya terlebih dulu.
''Na, memangnya nanti kalian mau pergi kemana???, tanya Raka sembari menyetir
"Belum tahu, nanti aku tanya Nata dia mau kemana dulu", jawab Hana
"Papa bilang kemarin sore Adrian datang ke kedai ingin bertemu Nata, tapi papa dan mama mengusirnya, dan menutup kedai, hingga malam hari dan hujan lebat dia tetap disana, bisa jadi pria itu akan datang lagi kesana".
"Mau apa dia kesana???, kesal Hana sembari membetulkan riasan di wajahnya.
"Papa bilang dia ingin meminta maaf dan minta keringan hukuman untuk ibunya karena ibunya sudah tua dan menderita Demensia", jelas Raka.
"Bisa saja kan ibunya itu berpura-pura sakit, agar bisa bebas".
"Dia sudah menjalani tes kesehatan, wanita itu mengalami gangguan mental sepeninggalan suaminya, Adrian juga baru tahu, kemarin Adrian ingin menggantikan ibunya di penjara, tapi ibunya menolak, wanita itu bilang ingin tinggal dipenjara saja, karena anak-anaknya hanya peduli dengan hidupnya sendiri"
"Ohhh ya, tapi tetap saja wanita seperti itu berbahaya, memangnya bisa hukumannya digantikan anaknya???. dan akhirnya mereka sampai di kantor polisi tempat kerja Raka. Sebelum turun Raka mengulurkan tangan kanannya.
"Apa??
"Cium tangan sayang, suamimu ini mau bekerja", ucapnya
Hana sedikit merasa aneh, enggan menyambut uluran tangan Raka, Raka menarik tangan Hana dan mencium punggung tangannya, Hana memang belum terbiasa, bahkan kadang lupa kalau sudah bersuami Raka. Raka mengacak rambut Hana.
"Hati-hati di jalan, nanti aku akan menyusul kesana", ucap Raka.
"Nanti telfon dulu, sapa tahu aku dan Nata sedang diluar", jawabnya.
Raka kemudian turun, dan Hana melanjutkan perjalanan menuju kedai yang juga merupakan rumah kedua orang tuanya.
Hana segera menyapa sang mama yang sibuk melayani pembeli.
''Pagi ma, Hana bantu ya'', sapanya
''Hai sayang, kamu kok kesini, masih cuti kerjanya???
''Aku menghabiskan sisa cuti ma'',jawabnya segera membantu sang mama.
''Ohhh begitu, baguslah, mama kerepotan sendiri, trimakasih sudah datang membantu mama ya''. ucap mama Rey senang
''Maaf ya ma, Hana jarang bisa bantu kalau tidak libur seperti sekarang''.
''Tidak apa-apa sayang, kamu kan punya pekerjaan sendiri, dari dulu kedai kita kalau pagi ramai seperti ini'',
''Bagaimana dengan Nata ma???.
''Ya dia masih tidak mau keluar kamar, apalagi kemarin Adrian datang kemari, dia melihatnya dari jendela kamar, tapi tidak mau turun'', jelasnya
''Ma, nanti agak siang aku mau ajak Nata jalan, boleh kan???
''Mau jalan kemana??.
''Belum tahu, tanya Nata dulu maunya kemana, ngemall mungkin atau ke rumah Nara, disana udaranya sejuk dan pemandangan belakang rumahnya bagus'', jawab Hana.
''Oohh ya, kalau mau kesana minta papa masakan menu kesukaan dia, kasihan Danu harus merawat istrinya sendirian''.
''Iya ma, Raka bilang dua hari lalu mengantar uncle Mike menginap di hotel, dan minta Raka untuk memberitahu pak Danu'', jelas Hana
''Iya papamu sudah bertemu saat di kantor polisi, mama tidak tahu apa anak-anak itu memberitahu orang tuanya tentang keadaanya, Danu tidak begitu dekat dengan kedua orang tuanya yang sudah lama berpisah dan memilih hidup sendiri, disini keluarganya hanya kita''. ucap mama Rey terlihat kesedihan di raut wajahnya.
Hana tersenyum dan mengangguk, dan tak berapa lama papa Rey datang dengan mendorong rak kue yang sudah matang untuk ditata di etalase.
''Hai sayang sudah dari tadi ya''
''Iya pa, sini biar Hana yang bantu menata dietalase''.
''Baik ma''.
''Ma, pa aku mau keatas dulu kasih tahu Nata, sudah agak siang pengunjungnya juga sudah agak berkurang''. ucap Hana setelah selesai
Hana bergegas ke lantai atas dan langsung menuju kamarnya dulu bersama kedua saudara kembarnya, kini kamar itu di tempati Nata sendirian setelah Nara diboyong oleh Danu dan Hana di bawa Raka tinggal di rumah masa kecilnya bersama mertuanya, terlihat Nata masih tiduran di bawah selimutnya. Hana langsung menarik selimut Nata.
''Sudah siang Ta, bangun!!!!, serunya
Mau tak mau Nata bangun dan duduk di tengah ranjang, tapi Nata masih diam, tak menyapa.
''Jalan yuk'', ajaknya
''Males ahh'', jawab Nata tak bersemangat
''Iihhh, ngapain di rumah terus gak bosen apa???
''Kamu gak kerja???, tanya Nata
''Aku ngabisin cuti, ngemall yuk, habis itu ke rumah Nara, barbeque seru kali ya''.
''Nara kan harus istirahat Na''.
''Orang istirahat juga butuh makan kali, papa sedang memasak untuk kita bawa ke rumah Nara, aku pingin ngemall, sudah lama kita tidak jalan bareng'', ucap Hana
Nata masih tidak beranjak dari ranjang.
''Mandi sana Ta, sudah siang ini, rumah Nara lumayan jauh dari sini'', ucap Hana heran melihat saudara kembarnya yang satu ini anteng-anteng saja.
'' Tahu deh kenapa mas Danu memilih tempat tinggal di pinggir hutan begitu''. ucap Nata beranjak ke kamar mandi
''Ya mereka butuh tempat yang tenang, nyaman untuk istirahat setelah lelah bekerja''. ucap Hana tersenyum senang berhasil membujuk saudaranya yang sedang terpuruk.
Kedua saudara kembar itu segera berangkat menuju sebuah pusat perbelanjaan yang ada di pusat kota, dan baru saja mereka berangkat beberapa menit yang lalu, Adrian datang lagi menyapa mama Rey di meja kasir.
''Slamat pagi nyonya'', sapa Adrian ramah
''Untuk apa lagi kamu datang kesini, sudah sana pergi, jangan menganggu kami'', ucap mama Rey mengusirnya
''Saya ingin bertemu dengan Nata, tolong ijinkan kami bertemu sebentar saja ada yang perlu kami bicarakan''.
''Nata tidak ada, lagi pula dia tidak ingin bertemu denganmu, sudah sana pergi, mengganggu saja''. usir mama Rey ketus
''Kamu lagi Adrian, ada apalagi kesini???, ucap papa Rey yang datang dari belakang.
''Ijinkan saya bertemu dengan Nata tuan, ada yang ingin saya bicarakan denganya'', mohon ya
''Maaf putriku sudah pergi, jadi jangan datang kemari lagi dan mengganggu kenyamanan pembeli'', ucap papa Rey
''Pergi!!!!, Adrian sedikit terkejut, kemana perginya Nata".
"Adrian, kami sudah memaafkan keluargamu, tapi ini adalah negara hukum, jadi proses hukum tetap akan berjalan, meskipun kamu bertemu dengan Nata, Nata tidak bisa membantu, mereka tetap akan di hukum". jelas papa Rey
"Saya mengerti tuan, tapi ada hal yang ingin saya bicarakan dengan putri anda".
"Maaf Adrian putriku sudah tidak tinggal disini semua, jadi pergilah", bohong papa Rey
"Pergi kemana, tolong beri tahu saya tuan", mohon Adrian lagi.
"Pergilah, jangan mengganggu kami bekerja". ucap papa Rey meninggalkan Adrian
Adrian diam terabaikan dia keluar dari kedai dan duduk di kursi tenda di halaman kedai, begitu sulit ingin bertemu dengan Nata.
Mama Rey yang mendengar percakapan suaminya dengan Adrian, diam-diam mengirimkan pesan untuk Hana agar tidak segera pulang, untung saja kedua putrinya sudah pergi sebelum Adrian datang.