
Adrian terbangun saat petugas pintu kamarnya ada yang mengetuk, dengan berat ia bangun dan melangkah membuka pintu, tenyata petugas kebersihan hotel yang hendak membersihkan kamar yang ia tempati, semalam ia banyak minum sendirian hingga tertidur, ia kecewa tidak bisa bertemu Reynara, ia kecewa pada dirinya sendiri karena terlalu sibuk dengan pekerjaan hingga melupakan gadis pujaannya, dan berakhir kehilangan jejaknya, ia masih tidak mengerti kenapa gadis itu memilih menjadi relawan di Gaza, daripada menerima pekerjaan sebagai dokter di rumah sakitnya.
"Maaf tuan saya petugas kebersihan", ucap petugas pria itu
Adrian mempersilahkan petugas itu masuk, ia membuka jendela kamar dan berdiri di balkon menyalakan sebatang rokok dan menyesapnya sembari melihat ke jalanan yang sudah ramai. Ia berfikir sejenak tidak ingin waktunya sia-sia setelah sampai di negara ini, ia tetap ingin mencari keberadaan gadisnya, ia juga lelah dengan semua rutinitas pekerjaanya, dia memutuskan untuk menetap di negara ini sementara waktu dan tetap mencari kabar Reynara melalui orang suruhanya.
"Maaf, aku membutuhkan motor untuk beberapa hari disini, apa anda bisa membantu saya untuk mendapatkanya???, ucap Adrian pada petugas kebersihan itu.
"Tuan ingin membeli atau menyewa???, tanya petugas itu
"Aku hanya beberapa hari disini", jawabnya
"Kalau begitu sewa saja, harganya tergantung jenis motor, atau kalau tuan mau bisa memakai motor saya".
"Aku sewa motormu saja", ucap Andrian tanpa basa-basi, berlalu ke kamar mandi.
******
Setelah mendapatkan motor sewa, Adrian langsung membawa motornya tanpa tujuan yang jelas, dia hanya ingin berkeliling di kota ini, mencoba jalanan kota yang padat dan panas. Selama berapa jam Adrian terus berkendara menyusuri jalanan meninggalkan hotel itu, dan saat di jalanan yang menurun tiba-tiba ia kehilangan kendali, rem motornya tidak berfungsi dan akhirnya menabrak kendaraan di depannya.
Brakkkk....suara benturan yang begitu keras.
Adrian jatuh terpental di jalanan beberapa orang yang melihatnya berteriak, orang-orang berlari mengerumuninya.
Pemilik kendaraan itupun segera turun dan melihat keadaan Adrian yang meringkuk di aspal yang berteriak kesakitan memegangi kakinya.
"Sepertinya kakinya patah, segera bawa ke rumah sakit!!!, ucap orang-orang yang melihatnya.
"Dia yang menabrakku dari belakang", ucap gadis cantik itu panik.
Adrian melihat gadis yang mirip seperti pujaan hatinya, "Reynara", ucap Adrian lemah sebelum akhirnya hilang kesadaran.
"Nona, mobilmu tidak begitu parah, sebaiknya korban segera di bawa ke rumah sakit", ucap salah satu orang disana
"Aku akan menelfon ambulan", ucapnya, gadis itu yang tak lain adalah Reyhana, hari ini ia sedang cuti dan pulang untuk mengunjungi keluarganya.
seorang polisi yang kebetulan sedang lewat melihat ke arah kerumunan orang-orang, dan segera menuju kesana.
"Ada apa??
"Kecelakaan pak", jawab salah satu orang disana.
Mendengar suara yang familiar Reyhana pun menoleh, "Raka!!!, panggilnya.
"Nara....!!!!", membuat Reyhana memutar bola matanya, karena teman kecilnya itu masih juga tak bisa membedakannya dengan saudara kembarnya yang lain hingga sekarang.
"Raka aku tidak menabraknya, dia yang menabrak mobilku dari belakang", jelasnya
"Jelaskan nanti saja, dia harus segera di bawa ke rumah sakit", ucapnya membuat Reyhana terdiam.
Tak berapa lama ambulan datang dan segera mengangkut tubuh Adrian.
Raka yang kebetulan datang dengan membawa mobil pick up segera mengankut motor yang tadi di kendarai Adrian dan meminta rekanya untuk membawanya ke kantor polisi, dan dia segera menarik tangan Reyhana untuk menepi dari kerumunan orang-orang.
"Kau tidak terluka kan??, kapan kau pulang??, tanya Raka sambil meneliti wajah dan tangan sahabatnya itu.
"Yaachh, kau ini masih tidak bisa membedakanku", kesalnya.
"Kau bukan Nara????.
"Maaf, ku kira kau Nara", ucapnya sembari mengacak rambut gadis cantik itu.
"Ciiih yang kau ingat hanya Nara saja".
"Aku menghuatirkanya Hana, aku bertemu setahun lalu saat aku dikirim ke Gaza sebagai pasukan perdamaian dan Nara datang kesana ketika aku sudah mau pulang", jelasnya.
"Ya aku tahu, Nara sudah cerita, tapi dia belum kembali", sedih Hana, "temani aku kerumah sakit, aku tidak ingin disalahkan, sepertinya dia parah, dan kau saja yang menyetir, aku masih gemetar", ucap Hana memohon.
"Mobilmu hanya tergores masih bisa di perbaiki, ayo"!!!ajaknya, mereka segera masuk ke mobil dan menyusul ke rumah sakit.
"Bagaimana pekerjaanmu, kau tidak takut jatuh dari ketinggian" goda Raka sambil menyetir
"Kau mendoakanku celaka ya!!!!, ketus Hana
"Aku tidak bilang begitu nona Rey, aku selalu berdoa kita bisa kembali berkumpul seperti dulu lagi, sekarang kita sibuk sendiri, aku merindukan waktu kita bersama seperti dulu". ucap Raka sendu
"Apa kau suka menjadi polisi???, apa kau juga suka mempermainkan gadis-gadis remaja???, tanya Hana
"Tidak semua polisi seperti itu??,
"Ya memang, tapi kebanyakan begitu kan???, jawabnya tak mau kalah.
"Kau dan kedua saudara kembarmu itu sudah cukup membuatku pusing", ucap Raka membuat mereka berdua tertawa.
"Kau saja yang aneh, kita sudah berteman sejak kecil hingga sekarang, tapi kau masih tidak bisa membedakan kami".
"Mungkin jika kalian bertiga menjadi istriku, aku akan bisa membedakanya, karena aku akan memberi tanda yang berbeda agar mudah mengenali kalian", ucapnya
"Ha... ha.. ha..., tidur yang lama dan bermimpilah, pria serakah satu tak cukup", sarkas Hana membuat Raka tertawa terbahak sembari mengacak rambut Hana gemas
"Kau tak mengabari keluargamu???, tanya Raka
"Nanti saja di rumah, aku kan tidak kenapa-napa, sepertinya tadi itu orang asing ya???.
"Sepertinya iya, Bagaimana kabar Reynata, kudengar dia sudah mengajar", tanya Raka
"Dia baru menjadi guru magang, kuliahnya juga belum selesai".
"Tapi dia sering membantu di kedai".
"Kalau kami bertiga di rumah, kami juga pasti membantu".
"Ya ya ya, kau jarang pulang dan Nara belum kembali, apa kabarnya dia, apa dia baik-baik saja disana, jujur aku takut terjadi apa-apa padanya, ku harap dia segera pulang".
"Aku juga berharap begitu, aku akui dia pintar dan cerdas, tidak pernah merepotkan papa dan mama, sekolah tidak perlu keluar uang, sampai dapat undangan belajar keluar negeri, kupikir dia akan segera pulang setelah menyelesaikan pendidikannya, eh malah dia pergi menjadi relawan ke Gaza", keluh Hana
"Itu tugas mulia nona, kita doakan saja dia cepat pulang dalam keadaan selamat", ucap Raka
"Aamiin", jawab Hana
" Dan aku rasa kalian bertiga itu sama, sama -sama cantik, sama-sama pintar dan juga sek...si, tapi suka bikin pusing kepala", ucap Raka lagi
"Aku akan minta Nara untuk memeriksakan mata dan isi kepalamu setelah dia kembali nanti", jengah dengan bualan sahabatnya
"Kau menyebalkan Hana", lalu mereka tertawa kembali, begitulah mereka saat bertemu, mereka berdua terus mengobrol hingga perjalanan mereka sampai di rumah sakit.