
Nara baru sampai di rumah ketika ponselnya berdering.
Riinng.....riing.....
Nara segera melihat panggilan masuk dari Hana
''Halo Hana, ada apa???, tanya Nara langsung
''Ra, apa Nata pulang bersamamu???, tanya Hana
''Tidak, aku baru sampai rumah, tadi dia bilang padaku katanya capek duduk, terus dia pamit keluar jalan-jalan'', jelas Nara
''Jalan kemana?, dia belum kembali sampai sekarang, nomornya juga tidak aktif, mama sama papa mau pulang juga'', jelas Hana
''Dari tadi aku juga hubungi nomornya sudah tidak aktif, aku juga kuatir ia tidak bilang mau kemana, minta Raka untuk melihat CCTV rumah'', ucap Nara
''Ya sudah, nanti aku minta dia untuk cek, dia masih ada tamu'', jawab Hana sebelum akhirnya menutup teleponnya.
''Ada apa sayang???, tanya Danu yang masih duduk di kursi kemudi.
''Nata belum balik ke rumah Raka dari tadi, mama sama papa sudah mau pulang'', jelasnya
''Dia itu kan sudah dewasa, mungkin dia berkunjung ke rumah tetangga, kalian kan pernah tinggal disana, atau mungkin ke tempat rahasia masa kecil kalian'', ucap Danu
''Mas dia pergi dari siang sampai sore begini belum kembali, kami tidak ada tempat rahasia saat kecil, tidak mungkin juga dia sembunyi di dalam lemari seperti waktu kecil'', ucap Nara kuatir.
Danu tersenyum mendengar ucapan istrinya, ''kalian suka bersembunyi di dalam lemari saat kecil??, tanya Danu
''Kemana perginya, bikin kuatir saja'', ucap Nara
''Sudahlah sayang dia itu sudah besar, dia bisa menjaga dirinya, jangan terlalu mengkuatirkannya, ayo masuk rumah, kita sudah sampai'', ucap Danu membuka pintu samping tempat duduk Nara.
Baru turun Danu langsung menggendong tubuh istrinya di punggungnya dan membawanya masuk ke dalam rumah.
''Mas turunkan aku''teriak Nara tapi tak di hiraukanya.
Danu seperti tergila- gila dengan tubuh istrinya, sering kali saat pagi Nara datang terlambat ke rumah sakit, karena harus menuruti kemauan suaminya terlebih dulu, karena jika tidak Danu tidak akan pergi ke rumah sakit dan Danu tidak mengijinkan istrinya belajar menyetir. Setelah memulihkan tenaganya sebentar, Danu segera menggendong tubuh istrinya ke kamar mandi, dan mengguyur tubuh mereka dengan air shower, namun lagi-lagi Danu mengulanginya dan untungnya Nara bisa mengimbanginya, hingga akhirnya mereka menyelesaikan aktivitas di kamar mandi dan haripun sudah gelap, karena kelelahan mereka langsung tertidur.
Di rumah keluarga Raka, satu -persatu keluarganya berpamitan, Raka meminta papa dan mama Rey yang kini menjadi mertuanya untuk pulang dan beristirahat, serta tidak kuatir dengan hilangnya Nata, Raka juga meminta Hana yang kini syah menjadi istrinya untuk istirahat di kamarnya, karena memang gadis itu nampak kelelahan sekali, sejak pagi dia harus bersiap, hingga acara pernikahan selesai, tamu masih terus berdatangan, Raka langsung menghubungi rekan kerja polisi untuk menyelidikinya walaupun belum 24 jam, meski Raka baru menikah dengan Hana, tapi dia tetap peduli dengan Nata, terlebih sekarang Nata telah menjadi iparnya. Raka yang tadi masih menerima tamu kini mulai mengecek rekaman CCTV di rumahnya, seharian ini begitu banyak tamu berdatangan, semua begitu sibuk karena memang tamu undangan adalah tamu orang tua Raka dan tamu Raka sendiri. Dan dari hasil rekaman CCTV, terlihat Nata yang sebelumnya duduk bersama keluarga besarnya bersama Nara dan Danu, mereka pun terlihat mengobrol dan beberapa menit kemudian Nata tampak berdiri keluar dari tempat acara menuju mobil orang tuanya di parkir, terlihat ada dua orang pria asing berdiri di dekat mobil dan setelah itu Nata tidak terlihat jejaknya.
Raka masuk ke dalam kamar sekitar jam dua belas malam, beberapa rekanya kembali datang setelah mendengar berita hilangnya Nata saudara kembar istrinya, beberapa rekannya tadi langsung mengecek CCTV rumah tetangga Raka, namun tidak menemukan jejaknya. Raka segera membaringkan tubuhnya di samping Hana yang sudah tertidur pulas,malam pertama mereka harus di lewatkan begitu saja, Raka mencium kening Hana sebelum akhirnya terbang ke alam mimpi, karena dia juga lelah sehingga Raka pun cepat tertidur.
Hana terbangun saat mendengar kumandang azan subuh, gadis itu memang sudah terbiasa bangun pagi-pagi untuk bersiap pergi bekerja, dia lupa kalau sedang cuti selama beberapa hari dan terkaget saat melihat Raka tidur di sampingnya dengan hanya menggunakan pakaian dalam saja, kebiasaan Raka tidur seperti itu sejak kecil hingga sekarang tidak berubah, Hana menyelimuti tubuh Raka, namun justru membangunkannya.
''Kenapa bangun pagi sekali???, tanya Raka dengan suara berat karena masih mengantuk, dia melempar selimut itu sembarangan.
''Kebiasaan banget tidur tidak pakai baju'', gerutu Hana, sejak di boyong keluarga Raka Hana telah menempati kamar tamu, yang dulu merupakan kamar tidur Hana dan kedua saudaranya saat kecil, setelah pindah ke kedai orang tuanya dan rumahnya di beli oleh keluarga Raka rumah itu tidak di pugar dan hanya di gabungkan saja sehinga terlihat luas.
''Kamu lupa kalau kita sudah menikah??, tidurlah lagi ini masih terlalu pagi'', ucap Raka
''Aku sudah terbiasa bangun jam segini'', tolak Hana
''Tapi kamu sedang cuti kerja sekarang, apa kamu ingin kita melakukanya sekarang'', goda Raka dengan mata berat
''Tidak, tidurlah lagi kau masih mengantuk kan'', tolak Hana lembut, Raka telah menyetujui permintaan Hana untuk tidak melakukan hubungan layaknya suami istri meski mereka sudah menikah sampai kontrak kerjanya selesai, dan Raka tak mempermasalahkannya, baginya asal Hana mau menikah denganya sesuai permintaan kedua orang tuanya, yaitu menikahi salah satu dari tiga saudara kembar Hana, Nara dan Nata, dan Raka bahagia sudah bisa mewujudkan itu, meski harus menahan diri selama dua tahun kedepan untuk tidak memiliki anak dulu.
Raka menarik tubuh Hana dan memeluknya dengan erat seperti guling.
''Raka!!!!, kesal Hana
''Aku hanya ingin memelukmu saja, tidak akan macam-macam, aku masih ingin tidur'', ucap Raka
Beberapa saat mereka terdiam, hembusan nafas Raka mulai teratur, tidak seperti Hana yang menahan debaran dadanya, tiba-tiba dia mengingat saudara kembarnya Nata yang menghilang.
''Raka, bagaimana dengan Nata, apa dia sudah di temukan???, Hana mengubah posisinya menghadap Raka dan mengagetkanya.
Raka terpaksa membuka matanya kembali, ''Belum, aku sudah meminta rekan ku untuk menyelidikinya, jika sampai 24 jam dia belum kembali kita besok buat laporan, sayang biarkan aku tidur sebentar'', ucap Raka dan tiba-tiba tangan Raka menahan tengkuk Hana lalu mencium bibir istrinya cukup lama.
Hana tak bisa menghindar, dia sadar sudah menjadi pasangan suami istri sekarang, hanya berciuman tidak masalah, tapi lama-lama ciuman itu semakin menuntut, mereka berdua begitu menikmatinya, dan tanpa sadar sekarang Hana dalam kungkungan Raka, Hana terbuai dengan ciuman dan perlakuan Raka yang lembut, menikmati setiap sentuhan yang menjalar ke tubuhnya, sekuat hati menahanya tapi ternyata pertahanan Hana runtuh juga, saat Raka mulai menanggalkan pakaian Hana tanpa perlawanan, dan Raka semakin berani karena mendapat kesempatan, Raka menyesapi tubuh Hana hingga meninggalkan tanda kepemilikan di sukujur tubuhnya, hingga d*****n lirih itu meluncur dari bibir Hana yang begitu mengoda telinga Raka, Raka tidak bisa menahan lagi, ada yang harus segera di tuntaskan, tapi dia tidak ingin membuat Hana marah jika harus mengingkari kesepakatan mereka berdua, dia menghentikan kegiatanya sebentar dan menarik laci mengambil benda kecil yang sudah ia siapkan untuk berjaga-naga, dia menunjukan pada Hana istrinya dan Hana pun mengangguk setuju, Raka langsung memakainya dan langsung melakukan penyatuan, hingga keduanya mencapai puncak bersama, Hana pasrah tidak peduli lagi nanti mau seperti apa, Raka kembali membaringkan tubuhnya di sebelah istrinya dan menyelimuti tubuh istrinya dengan selimut. Pasangan pengantin baru itu tertidur kembali dan tidak ada yang mengusiknya.