TRIPLE R

TRIPLE R
47. Syarat



Setelah berhasil belajar memasak beberapa menu di kedai papanya, kini Nara dan Danu sudah kembali ke rumahnya sendiri yang berada jauh dari kota, Nara memang tidak ingin menyerah begitu saja, ia menginap beberapa hari di rumah kedua orang tuanya, bercengkrama dengan keluarganya, dan belajar membuat beberapa menu masakan, hampir tiga minggu baginya sudah cukup waktu untuk memulihkan kondisinya dan cukup beristirahat, dia tidak ingin berlama-lama, dan pasien yang sudah banyak menunggunya.


Nara memberanikan diri berbicara dengan suaminya agar diijinkan kembali bekerja, Danu memang sangat mengkhawatirkan keadaan istrinya, sehingga dia mengajukan masa cuti sampai sebulan lamanya, sampai sekarang pun Danu masih teringat saat sang istri tiba-tiba lemas dan mengalami pendarahan.


''Mas, aku masuk ya???, Nara masuk ke ruang kerja Danu dengan membawa segelas jus, Danu memang lebih suka bekerja dari rumah, terlebih ditemani istri cantiknya, pria itu segera menghentikan pekerjaannya.


''Ada apa sayang'', tanya Danu


''Aku bawa jus untukmu, minum dulu'', Danu menerimanya dan langsung meneguknya, tanpa bertanya jus apa yang dibuat istrinya, baginya apapun yang diberikan istrinya ia akan memakannya, begitulah cara menghargai istrinya, selain itu karena Nara dan Danu berusaha menerapkan hidup sehat, apapun yang dibuat istrinya pasti akan diperhitungkan kadar gizinya.


''Trimakasih sayang'', ucapnya sembari menarik tubuh istrinya duduk di pangkuannya.


''Mas, lagi mengerjakan apa???


''Lagi ngecek laporan penjual dan produksi skincare, lumayan permintaan semakin banyak, omzetnya terus naik'', jelasnya


''Oohhh ya, bagus dong'', ucapnya,


''Mas!!!, panggilnya, "aku boleh kerja lagi ya, sudah hampir tiga minggu aku beristirahat, kita juga sudah kontrol dan hasilnya sudah cukup baik'', jelasnya memohon.


''Sayang, aku sudah mengajukan cuti satu bulan untukmu itupun masih bisa ditambah, kenapa harus terburu-buru bekerja kembali, lagi pula sudah ada yang menggantikan mu selama kamu cuti, aku juga sudah bicara dengan direktur rumah sakit, kedepannya kamu tidak harus setiap hari ke rumah sakit, toh itu rumah sakit milik kamu sendiri, aku meminta dokter lain untuk memimpin rumah sakit, itu karena aku tidak mau waktumu habis di rumah sakit dan pasienmu setiap hari juga akan dibatasi, agar kamu tidak kelelahan'', jelas Danu


''Aku kan sudah sehat mas, masa aku diam saja di rumah''. ucapnya


''Kamu tidak diam saja, barusan membuatkan jus untukku, tadi pagi membuatkan ku sarapan, dan juga membantuku menyirami tanaman, dan sekarang menemaniku bekerja di rumah, itu juga pekerjaan kan''. jawabnya santai


Nara cemberut mendengarnya suaminya terlalu berlebihan, tapi justru membuat Danu gemas melihat bibir merah istrinya dan langsung menciumnya, Nara pun membalasnya, mengalungkan kedua tangan di leher sang suami, mereka berciuman cukup lama, namun Nara segera menghentikanya.


''Mas, aku ingat sesuatu'',


''Apa itu???


''Raka minta Nata menggantikan Hana bekerja, dan aku akan menggantikan Nata mengajar, Raka dan Hana ingin pergi selama beberapa hari berbulan madu, tapi masa cuti Hana sudah habis''. jelasnya


Danu mengernyit, ''memangnya Nata bisa menggantikan pekerjaan Hana, dan apa kamu bisa menggantikan Nata mengajar, apa kamu sanggup menghadapi muridnya''.


''Mas Danu tidak tahu kan kalau Nata dan Hana pernah saling bertukar profesi untuk mencari pengalaman, hanya aku yang belum pernah menggantikan mereka, mumpung sekarang aku masih cuti, aku ingin tahu bagaimana menjadi seorang pengajar, kalau jadi pramugari aku yakin tidak bisa''.


''Sampai sekarang tidak ketahuan kan, perusahaan tempat Hana dan sekolah tempat Nata mengajar juga tidak tahu, ayolah mas boleh ya'', Nara bergelayut manja merayu suaminya.


''Bagaimana kalau sampai ketahuan???, siapa yang akan bertanggung jawab, aku hanya pemilik saham disana, kamu bisa menggantikan Nata mengajar, tapi bagaimana dengan Nata, sebelum menjadi pramugari harus belajar dulu, meskipun kalian sangat mirip, dan sulit untuk membedakan kalian bertiga, tapi apa Nata bisa???, tanya Danu


"Nata sudah pernah menggantikan Hana dan nyatanya dia bisa, mas Danu meragukan kemampuan kami???, ayolah mas, mumpung aku masih cuti, itung-itung cari pengalaman baru, boleh ya!!, cup...cup...cup, beberapa kecupan mendarat di bibir Danu


"Sayang jangan menggodaku, apa kamu tahu aku sulit menahan diri, dan itu sangat menyiksaku, jika kamu seperti ini aku ingin menerkamu sekarang", ucap Danu yang langsung bergairah dengan kecupan yang istrinya berikan, dan juga pinggul Nara yang bergerak dengan begitu seksi membuat Danu yang sudah tiga minggu menahan hasrat itu langsung menahan pinggul istrinya agar berhenti bergerak.


"Aku tidak menggoda, apa tidak boleh aku mencium mas duluan, salah mas Danu tidak mau bertanya dan menyiksa diri", ucap Nara membuat suaminya itu menatapnya serius


"Apa tidak apa- apa jika sekarang kita melakukanya lagi, aku takut jika sampai menyakitimu",


"Sekarang sudah boleh, yang tidak boleh itu langsung hamil lagi, harus tunggu minimal enam sampai dua belas bulan, bisa pakai pengaman dulu, mas Danu kenapa tidak bilang kalau tersiksa menahan diri, kan bisa pakai cara lain", Nara tidak sungkan membahas hal-hal intim bersama suaminya, toh mereka sudah syah sebagai suami istri, dan ia terbiasa menghadapi banyak pasien dengan berbagai keluhan.


"Cara apa???,, tanyanya seketika bersemangat.


Nara tersenyum nakal, "mau mencobanya???, bisiknya di telinga Danu yang membuatnya semakin tidak karuan


Tanpa bertanya Danu langsung mengangguk.


"Ada syaratnya", ucap Nara membuat Danu mengernyit lagi


"Apa syaratnya???


"Ijinkan aku mengajar selama sisa masa cuti, dan Nata bisa menggantikan Hana, jadi Raka dan Hana bisa pergi bulan madu''.


''Itu saja???, Danu memang tidak meragukan kemampuan istrinya dan kedua saudara kembarnya, namun dia ragu, akan tetapi tawaran istrinya membuatnya penasaran, dia tidak mampu lagi menahan hasrat yang semakin membuatnya tak bisa mengendalikan diri.


Nara mengangguk


''Ok deal'', ucapnya cepat tanpa berfikir panjang, dia tidak bisa lagi menahan hasratnya yang sudah di ubun-ubun.


"Serius, tidak boleh mengingkarinya", Nara hampir tidak percaya suaminya akhirnya memberikan ijin untuk menggantikan Nata mengajar.


Danu langsung menyambar bibir istrinya dan menciumnya dengan rakus. Setelah lama berciuman, Nara melepas baju yang di pakai suaminya dan mencium leher hingga dada bidangnya dan beberapa saat kemudian dengan gerakan yang begitu seksi dan menggoda langsung melancarkan aksinya yang membuat Danu sampai menahan nafas dan pasrah dengan semua yang dilakukan istrinya, pria itu sampai m******g menikmatinya dan sesekali mengumpat tegang, tiga minggu terus menahan hasrat hingga kadang pusing sendiri, menyibukkan diri dengan pekerjaan di ruang kerjanya adalah cara dia bertahan, kondisi istrinya pasca keguguran membuat hubungan sedikit hambar, tapi hari ini istrinya sendiri yang menawarkan dan tentu saja tak ingin menyia-nyiakannya lagi. Danu sangat merindukan istrinya yang liar saat di ranjang, dan itu salah satu yang selalu membuatnya tak bisa jauh dari istrinya. Siang itu Danu benar-benar menghabiskan waktu berdua dengan istrinya.