TRIPLE R

TRIPLE R
4. Di Rumah sakit



Hana dan Raka telah sampai di rumah sakit, ia segera mencari korban kecelakaan yang tadi di bawa ambulan, dan sekarang sedang di tanggani oleh dokter di ruang IGD. Kedua anak muda itu menunggu di depan ruang IGD.


"Semoga dia masih bisa diselamatkan", ucap Hana gemetar, meski tadi saat diperjalanan ia masih bisa bercanda dengan Raka, tapi sekarang melihat langsung korban yang tak sadarkan diri ia sedikit kuatir dan takut.


"Sepertinya kakinya yang parah, untung dia memakai helm tadi, kalau tidak bisa fatal, kau harus memberi laporan pada pihak kepolisian setelah dia sadar nanti", timpal Raka


Hana tak menjawab, menatap Raka sebentar lalu menunduk.


Raka meraih tangan Hana yang terasa dingin dan mengenggamnya, ia tahu sahabatnya itu sedang takut dan kuatir.


''Tenang saja banyak saksi mata di tempat kejadian, cukup sebagai bukti bahwa kau tak bersalah, kita tunggu dia sadar dulu", ucap Raka menenangkan.


"Trimakasih Raka, untung ada kamu, kau selalu menjaga kami bertiga sejak dulu", ucap Hana lembut, dari kecil Raka memang selalu menjadi pelindung Hana dan kedua saudara kembarnya saat ada masalah dengan teman sekolahnya, karena memang tiga saudara kembar itu sedikit usil dan suka membuat ulah, dan Rakalah yang selalu jadi penengah.


"Apaan sih, kita teman bukan???, ucap Raka


"Ya aku akui kau teman yang baik, tidak.....kau lebih dari itu, kau yang terbaik", ucap Hana sembari tersenyum.


"Trimakasih atas pujianya nona", ucap Raka sambil mengedipkan matanya.


"Iiih genit tahu". Hana mencubit pinggang Raka


"Aduh", keluh Raka yang sebenarnya tidak merasa sakit sama sekali, hingga beberapa lama mereka menunggu, keluar seorang dokter.


"Dokter bagaimana keadaan pasien itu??, tanya Hana


"Anda mengenalnya???, tanya dokter terlihat terpesona dengan kecantikan Hana.


"Dia yang menabrak mobilku tadi", jelasnya


"Dia mengalami patah tulang di kakinya, dan luka ringan di tangan serta kepala, kakinya harus segera di oprasi, apa ada keluarganya disini??.


"Apa oprasinya harus hari ini????, apa dia sudah sadar???, sela Raka


"Dia sudah sadar, tapi masih dalam observasi, kami akan berkoordinasi dengan dokter yang akan mengoprasinya". jelas dokter yang bertugas di IGD itu.


Hana menggeleng, "sepertinya dia pendatang".


"Kami akan melihatnya", ucap Raka


"Ya silahkan".


Raka masuk diikuti Hana, seorang perawat sedang membersihkan luka pasien.


"Apa anda mengenalnya???, tanya perawat itu.


"Saya dari kepolisian", ucap Raka


Adrian merintih kesakitan, kakinya tak bisa digerakan, detik kemudian dia melihat Reynara masuk ke ruang dia di rawat.


"Reynara"!!!! panggil Adrian


Hana dan Raka saling pandang


Adrian ingin duduk tapi terasa sakit di sekujur tubuhnya.


"Anda tidak boleh banyak bergerak dulu, sekarang masih dalam observasi", ucap perawat itu.


"Apa Anda bisa mengingat apa yang terjadi???, tanya Raka


"Ya, sepertinya rem motornya tidak berfungsi dengan baik jadi aku menabrak kendaraan di depanku".


"Itu motor anda sendiri???, tanya Raka


"Bukan, saya menyewanya dari seorang pegawai hotel tempatku menginap".


"Bisa beritahu hotel apa dan dimana, kami akan menghubungi pemiliknya".


Adrian memberikan alamat hotel dimana ia tinggal dua hari ini pada Raka


"Ada keluarga disini, atau mungkin teman???, tanya Raka lagi, menurut dokter anda mengalamai patah tulang di kaki dan harus segera di oprasi.


"Aku hanya mengenal Reynara dan baru mengenal keluarganya kemarin", ucap Adrian sembari melihat ke arah Reyhana yang dari tadi hanya diam.


"Anda mengenal keluargaku???, kaget Hana pasalnya dia tidak mengenal pria di depanya, begitu juga dengan Raka.


"Ya kemarin aku menemuinya, aku sedang mencari Reynara, aku temanya saat kuliah dulu, anda siapa, Reynata atau Reyhana????, tanya Adrian setelah dia menyadari dia bukan Reynara.


"Anda lupa, aku salah mengenalimu saat di pesawat kemarin". ucap Adrian membuat Hana teringat kejadian di pesawat dua hari lalu saat itu ada seorang awak pesawat yang mengira dirinya adalah Nara.


"Astaga, anda orang kemarin yang mengira saya Nara , maaf tidak mengenali anda". ucap Hana sopan


"Tidak masalah, aku Adrian, tolong beritahu Nara". mohon Adrian


"Hana apa kau mengenalnya???, tanya Raka.


"Nanti saja aku ceritakan", ucapnya pada Raka


"Anda tadi bilang teman Nara, apa anda juga seorang dokter????, tanya Hana pada Adrian


"Ya, aku senior Nara !!!, jawab Adrian


"Apa kalian dekat??, sela Raka


"Bisa dibilang begitu'', jawab Adrian


"Maaf Nara tidak ada kabar tiga bulan ini, dia juga belum menghubungi kami", ucap Hana


"Apa perlu ku bantu untuk menghubungi keluarga anda???, ucap Raka


"Tidak perlu", jawab Adrian


"Tapi anda harus di oprasi??, sela Hana


"Tolong bantu aku mengurus semuanya, anda tidak keberatan kan???", mohon Adrian


"Baiklah, karena kau teman Nara, aku akan membantumu mengurus semua, kau tahu, kau yang menabrakku tadi, jadi urusan ini kita selesaikan secara kekeluargaan saja", ucap Hana kemudian.


"Trimakasih Hana, maaf merepotkanmu", ucap Adrian tulus


"Kami akan mengurus administrasinya dulu dan kami juga harus ke kantor polisi, jika anda membutuhkan sesuatu bisa minta tolong perawat". jelas Raka


"Persiapkan dirimu untuk oprasi, semangat untuk sembuh ya", ucap Hana menyemangati


Adrian tersenyum dan mengangguk, dia sedikit lega, meski tak bisa bertemu Reynara, tapi saudaranya juga terlihat baik dan mau membantunya.


Raka dan Hana pamit dan keluar untuk mengurus administrasi rumah sakit Adrian. Setelah selesa mereka keluar menuju parkiran.


"Kita kemana sekarang???, tanya Hana


"Tentu saja ke kantor polisi, kau harus memberikan keterangan yang jelas", ucap Raka


"Apa tidak bisa kau saja".


"Tidak bisa".


"Aku lelah Raka, kau tahu aku baru landing tadi pagi", jelasnya


"Setelah selesai aku akan mengantarkanmu pulang, aku juga kangen Nata, kangen masakan papa Rey dan mama Rey juga".(panggilan untuk papa dan mama Hana). Raka memang selalu memanggil kedua orang tua sahabatnya itu dengan sebutan itu, seperti tatangga lain juga memanggil begitu.


"Ya kau seperti anak laki-lakinya", ucap Hana masuk ke mobil duduk di kursi samping kemudi dan meraih sebotol air mineral lalu meneguknya.


Raka juga segera masuk dan duduk di kursi kemudi, dia merebut botol air yang baru saja diminum oleh Hana dan meneguknya.


"Yaacch, itu botolku!!!


"Memangnya kenapa, kau tidak mengidap penyakit menular kan, kita bahkan makan bersama, mandi bersama, tidur bersama waktu kecil", ucap Raka


Mata Hana membola, "aku bahkan melihat milikmu saat kau hujan-hujanan tak memakai baju". ucapnya lirih namun bisa di dengar Raka dan membuatnya tersedak.


Hukkk, hukkk, hukkk, Raka mencondongkan wajahnya begitu dekat di wajah Hana


"Apa???, ketus Hana


"Apa kau mau melihatnya lagi???, goda Raka


"Kau gila ya, iiihhh buggkkk.. buggkkk..., Hana memukul Raka yang tertawa terbahak, dia senang sekali mengoda Hana yang wajahnya sudah seperti kepiting rebus.


"Jalan sekarang", bentaknya menahan malu bisa-bisanya sahabat kecilnya itu bicara sevulgar itu.


"Siap", Raka segera menjalankan mobil itu menuju kantor polisi untuk memberi kesaksian dan menjelaskan kronologi kejadian dan setelah selesai dia pun segera mengantar Hana pulang.