TRIPLE R

TRIPLE R
21. Mabuk



Pagi yang cerah, dua insan yang telah sah menjadi suami istri itu masih betah di kamarnya, Nara begitu pulas dalam mimpinya sedang Danu tak bosan menatap wajah cantik istrinya, semalam keduanya telah menikmati malam pertama hingga membuat Nara kelelahan, mereka belum memejamkan matanya hingga pagi ini, Danu tidak memberikan Nara untuk beristirahat, hingga Nara baru bisa memejamkan mata saat matahari sudah terbit, dan Danu pun malah ikut tidur sembari memeluk tubuh seksi istrinya.


Sementara di kedai papa Rey pagi ini tiba-tiba di kejutkan oleh tingkah kedua putrinya Hana dan Nata serta Raka yang sudah seperti putranya, bagaimana tidak, setelah acara pernikahan Danu dan Nara semua meninggalkan Danu dan Nara di kediamannya, bahkan orang tua Danu juga kembali ke hotel tempatnya menginap, Hana dan Nata serta Raka pamit padanya untuk pergi bersama-sama, tapi alangkah terkejut kedua pasangan paruh baya melihat putrinya Nata tidur di lantai tanpa alas, ia meringkuk karena dingin.


''Nata, bangun nak, kenapa tidur di lantai???, ucap mama Rey


''Ma kepala Nata pusing'', ucapnya dengan mata terpejam


''Terus kenapa tidur di lantai???, mama Rey berjongkok hendak membantu Nata pindah ke sofa tapi tiba-tiba dia mencium bau alkohol dari mulut putrinya.


''Nata, kamu minum, bangun sekarang!!!!, ucap mama Rey kesal, ''pa cepat keluar lihat putrimu!!!, teriaknya memanggil suaminya


''Ada apa ma???, tanya papa Rey yang baru keluar dari kamar karena teriakan istrinya.


''Ini Nata habis minum alkohol, dimana Hana???, tanya mama Rey kuatir putri satunya juga minum alkohol.


Mama Rey segera membuka kamar putrinya dan alangkah terkejutnya melihat putrinya Hana dan Raka tidur saling memeluk. Pakaian mereka berserakan di lantai dan bau alkohol.


''Aaaaahhhhhhhh.........!!!, seketika mama Rey berteriak histeris dan membangunkan keduanya.


''Ada apa ma????, tanya papa Rey ikut masuk ke kamar


''Apa-apaan kalian ini haaahhhh, bangun!!!!!!!, teriak papa Rey geram


Hana dan Raka menggeliat berusaha bangun, mereka masih tidak sadar dengan apa yang terjadi.


''Ada apa pa ma, kenapa teriak pagi-pagi?????,


''Ada apa katamu, apa yang sedang kalian lakukan???, kesal mama Rey


''Kepala Hana masih pusing ma, mama ganggu Hana tidur sih'', ucap Hana masih tidak sadar.


''Buka matamu dan lihatlah, bagaimana bisa kalian tidur bersama seperti ini!!, teriak papa Rey


''Raka jelaskan ke mama sekarang!!!!, teriak mama Rey marah


Hana dan Raka menoleh dan baru menyadari apa yang sedang terjadi pada mereka berdua. Raka memang terbiasa tidur tanpa mengenakan pakaian dan hanya mengenakan celana pendek saja, sedang Hana ia tidak ingat bagaimana ia tidak mengenakan pakaiannya.


Aahhhhhhhhh......., teriak Hana dan Raka bersamaan, keduanya baru sadar tidur bersama tanpa memakai pakaian.


''Apa yang kalian lakukan semalam haahhh'', teriak papa Rey


Ketiganya tidak ada yang menjawab, karena masih linglung, Nata yang mengikuti papanya masuk ke dalam kamarnya juga sangat terkejut mendapati Hana dan Raka tidur berdua di kamarnya dengan keadaan tidak mengenakan pakaian.


''Raka jelaskan kenapa bisa seperti ini????, ucap mama Rey


''Bersihkan diri kalian semua dan papa tunggu di ruang keluarga segera'', ucap papa Rey menarik tangan istrinya keluar kamar.


Raka memunguti pakaiannya dan segera pergi ke kamar yang biasa dia tempati saat menginap di keluarga papa Rey, Hana segera masuk kamar mandi meninggalkan Nata yang masih tertegun tidak percaya dengan semua yang terjadi.


Papa Rey segera menghubungi kedua orang tua Raka untuk datang ke kedainya.


Beberapa menit kemudian, satu persatu keluar dari kamarnya, mama Rey tampak duduk di sofa sembari memijit kepalanya, dan papa Rey membuatkan tiga gelas air madu dan di letakan di meja. Hana, Nata, dan juga Raka duduk di hadapan mama dan papanya yang nampak marah dan kecewa


''Pa...Ma Raka bisa jelaskan''.


''Tidak perlu kamu jelaskan sekarang, tunggu papa dan mama kamu datang baru kalian jelaskan, minum airnya'', ucap papa Rey tegas.


''Sebaiknya begitu, mama akan kebawah dulu, kalian jangan coba-coba bohong sama mama dan papa, katakan nanti di depan kami semua apa yang sudah kalian lakukan semalam''. ucap mama Rey segera turun dan diikuti suaminya meninggalkan ketiganya.


Mereka bertiga diam tak ada yang berani menyangkal.


''Kalian berdua bagaimana bisa tidur bersama di kamar???, tanya Nata


''Kenapa aku tidak ingat apa-apa sih'', ucap Hana sembari memijat kepalanya yang terasa pusing dan berat.


''Aku sudah melarangmu untuk tidak minum terlalu banyak, tapi kamu malah menghabiskan beberapa botol'', ucap Raka


Hana cemberut, ''aku minum berapa botol???, tanya Hana lagi


''Kita bertiga habis sebanyak ini????, tanya Hana tidak percaya


''Aku tidak mabuk kalian berdua yang mabuk, kalian ratu mabuk'', ucap Raka


''Kalau kamu tidak mabuk bagaimana bisa kamu masuk ke kamarku???, ucap Hana tak terima


''Nanti saja sekalian menjelaskanya'', ucap Raka


Lebih dari satu jam menunggu akhirnya papa dan mama Raka datang, dan disambut oleh papa dan mama Rey di kedai.


''Mas, mbak sudah datang, ayo masuk dulu'', ajak mama Rey


''Ada apa menyuruh kami datang sepagi ini, kenapa kedainya masih tutup???, tanya papa Raka


''Kita langsung saja keatas, anak-anak menunggu disana'', ajak papa Rey


Keempatnya naik ke lantai dua, rumah tinggal keluarga papa dan mama Rey.


''Raka nginep sini??, tanya mama Raka santai, karena memang putranya itu sering bilang jika akan menginap disini.


''Ada apa ini kenapa wajah kalian lesu begini???, tanya papa Raka menyelidik.


''Duduk dulu mas mbak, nanti biar mereka yang jelaskan'', Keempat orang tua paruh baya itu duduk di sofa yang ada disana.


''Siapa yang mau menjelaskanya???, tanya papa Rey


Ketiganya saling diam dan menunduk.


''Raka, jelaskan pada kami ada apa???, tanya papa Raka lagi


''Maaf pa, semalam kami pergi ke tempat karaoke, kami memesan minuman beralkohol'', jelas Raka


''Lalu'', tanya mama Raka tak sabar


''Kami mabuk, aku dan Hana tidur berdua'', ucap Raka tak ingin menutupinya.


''Apa???, mama Raka berteriak kaget seketika dia memukuli lengan putranya,''bagaimana bisa kamu melakukan itu Raka, mama dan papa sudah menganggap Hana seperti anak mama sendiri'', teriak mama Raka


''Ma, Raka bisa jelaskan''.


''Baik, jelaskan sekarang!!!, ucap mama Raka menghentikan pukulannya


''Aku sudah melarang Hana agar tidak minum banyak semalam, saat aku membantunya ke kamar dia muntah banyak dan mengenai pakaian kami, jadi aku bantu melepasnya, karena aku juga pusing jadi aku langsung tertidur disana'', jelas Raka


''Apa kalian berdua melakukannya???, tanya mama Raka tak sabar dan penasaran.


''Kami tidak melakukanya ma, kami hanya berciuman saja'', jelas Raka tak ingin menyudutkan Hana.


''Mama tidak percaya, kalau mama tidak mergoki kalian, kalian tidak akan sadar, bahkan selimut kalian itu yang betulin mama'', ucap mama Rey penuh emosi.


Sudah tidak perlu emosi, sebaiknya kita nikahkan mereka berdua'',ucap papa Raka mengagetkan semua.


''Aku setuju mas, anak kita sudah sama-sama dewasa, jadi lebih baik mereka menikah''. ucap papa Rey


''Pa Hana tidak bisa menikah dengan Raka, Hana sudah terikat kontrak kerja'', ucap Hana.


''Hana, kamu bahkan tidak ingat apa yang terjadi semalam, mama dan papa mendapati kamu dan Raka tidur berpelukan dengan keadaan polos seperti itu, apa lagi yang mau kalian sangkal'', ucap papa Rey


''Tapi pa Hana....!!!, Hana tak bisa berkata-kata saat tiba-tiba Raka mengenggam erat tangan Hana.


''Dengar Nak, kalian melakukan atau tidak, papa dan mama tetap akan menikah kan kalian berdua, papa tidak mau tahu alasan apapun''. ucap papa Raka


Dan kamu Nata, jangan sampai kamu ulangi lagi, papa dan mama tidak mau hal ini terjadi juga padamu, kamu itu seorang guru, bagaimana bisa kamu minum sampai mabuk'', tegas papa Rey


''Iya pa ma Nata minta maaf, Nata tidak akan mengulanginya'', ucap Nata lirih, ia bahkan tidak berani menatap keempat orang tua di depanya.


Suasana terasa tegang, merekapun melanjutkan obrolan tentang rencana pernikahan Raka dan Hana.