
"Ma pa aku pulang", sapa Hana saat memasuki kedai milik orang tuanya. Raka berjalan di belakang Hana sembari menarik koper Hana. Hari sudah sore saat mereka sampai di rumah. Hana memang tinggal di asrama pramugari, pasalnya rumahnya jauh dari bandara, dan sesekali pulang saat libur seperti ini.
" Hai sayang, kalian kok bisa pulang bareng", kaget wanita paruh baya itu saat melihat putrinya pulang bersama teman kecilnya Raka yang sudah dianggap seperti anaknya sendiri, ia adalah Intan mama Rey, ia segera memeluk putrinya dan bergantian memeluk Raka.
"Mama apa kabar???, sapa Raka sopan mencium tangan mama Rey.
"Mama baik Ka, kau sendiri bagaimana, kalian kok bisa pulang bareng", tanyanya lagi.
"Raka dinas disini sekarang Ma, baru pindah sebulan lalu", jelasnya
"Oh ya bagus dong, lebih dekat sama keluarga", senang mama Rey.
"Ma papa dimana, Hana lapar, belum makan seharian", ucapnya manja
"Papa di dapur, sana bilang papa biar di masakin!!!, Hana segera beranjak ke dapur mencari papanya yang sibuk memasak orderan.
"Wah kedainya semakin ramai ya ma!!!, ucap Raka
"Ya begitulah, sering-seringlah main kesini". Dulu keluarga Raka dan keluarga sikembar Rey memang bertetangga, mereka seumuran, sikembar Rey lahir lebih dulu dan dua bulan kemudian Raka lahir, mereka tumbuh besar bersama, saat papa Rey berhenti bekerja di kapal pesiar dan membuka kedai sendiri, ia memboyong anak dan istri pindah dan tinggal di kedai, dan menjual rumah lamanya yang kemudian di beli oleh orang tua Raka
"Bagaimana kabar mama papa???, tanya mama Rey
"Sehat semua ma, Nata dimana???,
"Nata diatas lagi ngerjain skripsi yang gak kelar-kelar", ucap mama Rey
"Oohh, aku sapa papa Rey dulu ma", ucapnya mengikuti Hana
"Halo Pa, apa kabarnya??. Sapa Raka berdiri diambang pintu dapur melihat papa Rey yang sedang sibuk memasak.
"Kalian berdua pulang bareng, kalian tidak sedang berkencan kan???, selidik papa Rey
"Jadi boleh kalo kita berkencan pa???, tanya Raka yang mendapat pelototan dari Hana.
"Kalian kan sudah saling mengenal dari kecil, tahu sifat masing-masing???, ucap papa Rey menghentikan kegiatan memasaknya.
"Aku tidak mau???, ucap Hana menolaknya dengan tegas.
"Belum apa-apa sudah tidak mau, gak mau di coba dulu???, Rayu Raka
"Gak mau Raka???
"Nanti kamu nyesel lho???
"Ihhh pede amat, sudah deh pa gak usah dengerin Raka, Hana sudah lapar cepatan masaknya, Hana mau mandi dulu ya", Hana meninggalkan papanya
"Kamu bilang sendiri sudah pernah melihatnya, gak tertarik???, goda Raka lagi mengikuti langkah Hana
"Apasih kamu, aku mau mandi", Raka terus mengikuti Hana naik ke lantai dua.
"Kamu mau apa????,Hana menghentikan langkahnya, "jangan bilang mau ikut aku mandi juga".
"Kalau mau mandi berdua juga aku tidak keberatan, pasti lebih seru", ucap Raka santai
Mata Hana melotot dan ingin mengumpatnya
"Apa.....Nana, aku mau ketemu Nata, nih kopermu", Raka menyerahkan koper milik Hana dan melewatinya.
"Nata!!!!, panggilnya, dia terpaku di depan pintu saat melihat seorang gadis cantik dan seksi hanya memakai setelan bra dan legging sedang melakukan gerakan yoga diatas matras, Raka sampai menelan salivanya, dadanya terasa berdesir.
"Raka, Hana, kalian pulang bareng???, Reynata menghentikan kegiatan yoganya dan menyapa dua orang yang tiba-tiba muncul bersamaan di depan pintu.
"Aku mandi dulu ya gerah nih" ucap Hana meninggalkan Raka dan Nata.
Raka merentangkan tanganya, kau tidak merindukanku Ta???.
Nata hanya tersenyum menawan, ia menyeka keringatnya dengan handuk kecil lalu mengambil sebotol air mineral dan meneguknya, mengabaikan Raka yang menunggunya untuk datang memeluknya.
"Ngarep, bagaimana kabarmu???. Lagi-lagi Nata tersenyum menawan.
"Haaahhh...., tahu ahhh sepertinya dosen pembimbingku sengaja mempersulitku, salah terus, revisi terus, gak kelar-kelar, sampai beberapa kali ganti judul", keluhnya sembari mengerucutkan bibirnya
"Dosennya laki ato perempuan???, tanya Raka menyelidiki
"Laki-laki????, jelasnya
"Tua atau muda???
"Belum tua banget sih??? sekitar 30an lebih
"Sudah nikah???
"Gak tahu, dia gak pernah mau ditemui dirumahnya, kalau konsultasi minta ketemu di kafe atau resto gitu". jelas Nata duduk menyilangkan kaki di depan Raka, terlihat anggun dan menggoda.
"Mungkin itu dosen lagi naksir sama kamu, makanya di persulit, biar kamu gak cepat lulus dan bergantung padanya", jelas Raka
"Ihhh amit-amit gak mau ahh",
"Mau taruhan, lain kali kalau konsultasi ajak Hana, mau tahu reaksinya gimana, pasti dia pusing kepala lihat kalian berdua serupa cantik, seksi dan menarik'', jelas Raka, dia mengakui ketiga sahabatnya itu memang cantik, seksi dan menarik setiap mata pria, bahkan mungkin wanita akan iri padanya.
"Dia tuh gak mau kalau lagi konsultasi, aku datang bareng teman, maunya datang sendiri".
"Tuh kan, kamu harus hati-hati sama orang macam begitu".
"Iya aku tahu". jawabnya lesu
"Ta, apa benar kemarin ada pria asing kesini mencari Nara????, tanya Raka
"Iya ada, namanya Adrian, katanya senior Nara dari New York".
"Terus ketemu juga sama papa dan mama Rey???, tanya Raka lagi
"Iyalah, dia ngobrol lama sama papa di kedai, dia mau melamar Nara katanya". Raka mencelos ada perasaan tak rela sahabat kecilnya dekat dengan pria lain.
"Apa dia pacar Nara????, tanya Hana yang baru selesai mandi dan langsung bergabung di sana, rambutnya yang basah dan hanya mengenakan baju kimono tipis selutut, berjalan santai di depan Raka terlihat begitu alami dan seksi, membuat Raka lagi-lagi menelan salivanya.
"Dia bilang ke papa kalo Nara menolaknya berkali-kali, terus kehilangan kontaknya, makanya dia datang kesini ingin bertemu papa sama mama langsung", jelas Nata.
"Kalian percaya begitu saja???, siapa tahu dia bohong'', ucap Raka tak setuju.
"Dia juga tampan orangnya, tunggu.....kok kalian bisa tahu???, papa sama mama sudah cerita ke kalian?, tanya Nata
"Raka dan Hana menggeleng, "tapi pria tampan itu sekarang kakinya patah dan harus segera di oprasi???, mana gak ada keluarga disini", ucap Hana
"Apa??, kenapa???, oprasi apa???, kaget Nata
"Kamu kok kaget gitu sih, jangan-jangan kamu sudah terpesona sama dia", ucap Hana pada saudara kembarnya itu.
"Ya enggak lah, aku kan baru ketemu kemarin". sewot Nata
"Ya siapa tahu".
"Makanan sudah siap cepat turun!!!!, seru papa Rey dari bawah
"Udah ahh aku mau turun makan lapar banget, Raka kamu tidak lapar???, Hana hendak berdiri, tiba-tiba Raka melempar bantal sofa ke arahnya dan mengenai keduanya.
"Raka apaan sih!!!! sentak kedua gadis cantik itu hampir bersamaan.
"Kau mau makan di bawah dengan pakaian seperti itu???, ucap Raka tak suka, lalu berdiri menarik Hana masuk ke sebuah kamar yang tak lain adalah kamarnya dan saudara kembarnya, ''ganti bajumu dulu, dan kamu Nata apa kamu juga akan turun dengan pakaian seperti itu, mandi sana!!!, entah kenapa Raka menjadi kesal hati.
"Iya ini aku mau mandi". Nata beranjak dari duduknya dan menyusul Hana masuk ke kamar untuk mandi.
"Raka kenapa Hana, tiba-tiba jadi posesif gitu??, tanya Nata heran.
"Tahulah, tanya saja sendiri", Hana buru-buru berganti baju, karena perutnya sudah sangat lapar, seharian dia sibuk ke sana kemari sampai lupa mengisi perutnya.