TRIPLE R

TRIPLE R
43. Bertemu



''Hai sayang, kamu sudah sehat???, sapa mama Rey begitu melihat putri dan menantunya datang dan langsung memeluknya, ''maaf ya mama sama papa tidak pernah nengok kalian'', ucapnya lagi


''Nara kangen mama'', ucapnya manja memeluk mamanya erat


''Sudah punya suami masih manja begini'', ucap mama Rey membingkai wajah putrinya.


''Memangnya kalau sudah bersuami tidak boleh manja sama mama???


Mama Rey menoel hidung putrinya, Danu hanya tersenyum melihatnya.


''Kalian dari mana???


''Tadi ada meeting di rumah sakit, Nara juga kontrol dan pulangnya minta kesini, dia bilang kangen rumah''. jawab Danu


''Apa kamu sudah akan mulai bekerja lagi???,


''Belum ma, mas Danu tidak kasih ijin, aku bosan tiduran terus, makan tidur setiap hari, lihat saja pipiku sudah seperti bakpao buatan papa'', ucap Nara lucu


''Tiduran terus juga tidak baik, kalian berdua sudah makan???, ucap papa Rey yang muncul dari ruang belakang.


''Sudah pa tadi makan di rumah sakit'', jawab Danu


''Pa....,, Nara mau diajari masak ya, buat ngisi waktu, Nara bosan kalau suruh tiduran terus'', ucapnya


''Kenapa tiba-tiba mau belajar masak???,tanya papa Rey


''Nara kan tidak pandai masak, selama ini mas Danu yang siapin makanan di rumah'', ucapnya tersenyum malu-malu mengakuinya.


Danu dengan penuh cinta mengacak pucuk kepala istrinya, kedua orang tua paruh baya itu besyukur menantunya begitu menyayangi putrinya, maklum waktu Nara dihabiskan untuk belajar.


''Ada baiknya kamu memang belajar memasak, jangan sampai suamimu terus yang menyiapkan makanan buat kamu dan keluargamu nanti, bagaimana jika tiba-tiba suamimu ada kepentingan, dan tidak ada makanan di rumah''. ucap papa Rey


''Dengerin papa tu'', ucap mama Rey tersenyum


''Iya-iya, makanya Nara mau diajarin sama masternya langsung, ngomong-ngomong Nata belum pulang ma???


''Sudah, dia lagi diatas istirahat, ini hari pertamanya kembali mengajar, papa tadi pergi mengantar dan menjemputnya''. ucap mama Rey


''Biasanya Nata berangkat sendiri, kenapa di atar???, tanya Nata penasaran


''Haaahhh, setiap hari Adrian masih saja datang kesini, dan memata-matai kami, jadi papa kuatir dia nekat menemui Nata'', jawabnya papa Rey.


''Oohhh, tadi kami bertemu dia di depan, pa ma apa tidak sebaiknya Adrian diijinkan bertemu Nata, jika mama sama papa terus mengusirnya, dia pasti akan terus datang kesini, papa tahukan dulu berapa kali Nara menolaknya, dia tetap saja nekat sampai datang kesini, dia bilang akan bertanggung jawab'', ucap Nara


''Papa dan mama tidak tahu kan jika diam-diam Nata pernah menyukai Adrian saat masih dirawat di rumah sakit, dan patah hati saat Adrian kembali kenegaranya, makanya dia sampai minum alkohol hingga mabuk barsama Hana dan Raka setelah pernikahan kami, walaupun sekarang Adrian sudah melecehkannya tapi Adrian ingin bertanggung jawab, pria itu tidak akan menyerah sampai bisa mendapatkan apa yang dia mau'', jawab Nara


''Maksudmu apa Ra???, Nata menyukai Adrian begitu???, tanya mama Rey tak faham.


''Hana yang bilang beberapa hari yang lalu saat mereka datang ke rumah kami, dan Nata mengakuinya, hanya saja karena peristiwa ini, dia jadi membencinya sekarang''.jelas Nara lagi.


''Ma pa bukanya Danu ingin ikut campur, tapi Adrian pria dewasa, dia juga tidak mau reputasinya hancur karena kejadian ini, dan Nata juga bukan lagi gadis remaja, mereka bisa bertemu dan berbicara berdua, jika papa dan mama takut Nata kenapa-napa, kita bisa mendampinginya'', ucap Danu


''Dan lagi ma, terakhir kali sebelum Adrian kembali ke negaranya, dia mengakui bahwa dirinya tidak bisa membedakan kami bertiga, waktu itu Adrian pernah bertanya padaku, apakah jika dia menyukai saudaraku yang lain, apa aku tidak keberatan''jelas Nara


''Lalu kamu jawab apa???


''Jika itu terjadi, Nara harap dia tidak akan salah mengenali siapa yang dia sukai dan bisa saling menghormati''.


''Kenapa kamu bilang seperti itu???, yang dia sukai itu kamu, bukan Nata'', tanya papa Rey


''Nara sudah menolaknya saat itu, dan mungkin Adrian sebenarnya juga suka dengan Nata selama mereka kenal, hanya saja mungkin dia belum menyadarinya, makanya dia bertanya seperti itu padaku'', jelas Nara.


''Kamu tidak bermaksud menjodohkan Nata dengan Adrian kan Ra???, tanya mama Rey curiga


''Tentu saja tidak, aku tidak tahu pastinya alasan Adrian terus datang kesini dan ingin bertemu dengan Nata, padahal masalahnya sudah diserahkan ke pihak yang berwenang, jika ini hanya masalah permohonan maaf dan keringanan hukuman untuk ibunya, dia bisa mengajukanya di persidangan melalui pengacaranya'', jelas Nara


''Benar pa, lagi pula jika mereka diberi kesempatan bertemu dan berbicara, Adrian tidak akan lagi menganggu kenyamanan disini lagi, dia punya pekerjaan di negaranya'', ucap Danu


''Apa mama dan papa tidak akan merestui jika mereka benar saling menyukai'', tanya Nara membuat papa dan mama Rey terdiam.


''Bagaimana jika hanya Nata yang menyukainya, tapi Adrian tidak, mama tidak ingin Nata dijadikan sebagai pelampiasan, karena pada awalnya yang dia sukai itu kamu Ra'', ucap mama Rey kemudian


''Untuk itu ma, ijinkan Adrian bertemu Nata, berikan kesempatan mereka berdua berbicara, kita tidak tahu apa yang di rasakan mereka, mungkin Nata sekarang membencinya, itu karena perasaan kecewanya, biarkan Nata membalaskan sakitnya dilecehkan, aku saja ingin menghajarnya tadi, tapi mas Danu melarangku'', ucap Nata


''Tadi aku sudah bilang akan menggantikanmu menghajarnya, tapi kamu malah memegang tanganku dengan erat'', ucap Danu


''Aku tidak ingin ada keributan di kedai ini mas, bagaimana tanggapan pelanggan jika tahu kedai ini jadi tempat perkelahian mas Danu dan Adrian'', ucapnya


''Lalu bagaimana baiknya sekarang, papa dan mama tidak tahu jika Nata menyukainya'', ucap papa Rey


''Kita undang saja Adrian kemari, kita bicarakan baik-baik, tapi kita bicarakan saja dulu dengan Nata, dia siap bertemu atau tidak, dan biarkan Nata mengeluarkan semua kekecewaannya pada Adrian, agar mengurangi beban yang ia rasakan, Nata pasti trauma dengan kejadian yang menimpanya, jika dibiarkan juga tidak baik untuknya, meskipun kelihatanya dia baik-baik saja, tapi sebenarnya dia sedang tidak baik, Adrian pasti tahu penculikan dan pelecehan yang menimpa Nata menyebabkan trauma, menimbulkan rasa takut, cemas atau bahkan bisa sampai depresi'', jelas Nara


'' Kami rasa Adrian punya itikad yang baik, tidak lepas tanggung jawab, dan mungkin dia juga tidak enak dengan Nara, jika Adrian ingin menculik ataupun melecehkan Nara dari dulu dia pasti sudah dia lakukan, saat Nara masih disana sendiri, tapi dia malah menyuruh orang untuk menjaga dan mengawasi Nara, walaupun Nara selama disana merasa tidak nyaman, tapi istriku masih baik-baik saja bukan hingga berhasil menyelesaikan pendidikanya''. Jelas Danu panjang.


''Kita lanjut nanti, kalian istirahatlah dulu, kita bahas lagi nanti bersama Nata juga'', ucap papa Rey sedikit lega dan kemudian melanjutkan pekerjaanya.