TRIPLE R

TRIPLE R
34. Aku suaminya



Danu ingin memberitahu istrinya bahwa Raka sudah berhasil menemukan Nata dan juga saat ini Nata sudah bersama Raka di kediaman papanya di kanada, Raka mengabarkan bahwa mereka akan segera kembali ke tanah air dan tidak memberikan penjelasan lain.


Papa Danu sendiri yaitu uncle Mike juga langsung memberi kabar padanya tentang kronologi menjemputan Nata, setelah Raka membawa Nata pergi meninggalkan mansion keluarga Adrian, uncle Mike mengorek alasan penculikan itu dari Adrian dan nyonya Veronika yang ternyata salah sasaran, karena sasaran utamanya bukanlah Nata melainkan adalah istri Danu sendiri yaitu Nara menantunya, mendengar itu Danu sangat terkejut, dia tidak bisa membayangkan jika istrinya sampai diculik dalam keadaan sedang hamil, sejak mengetahui saudara kembarnya di culik Nara selalu cemas yang kadang berlebihan, pikiranya selalu tidak tenang dan sering membuatnya tak bisa tidur, sedang Danu sendiri selalu mengalami mual setiap paginya, tak lupa uncle Mike juga memberikan nasehat pada putranya itu untuk menjaga istrinya, agar tak terjadi hal buruk pada menantunya itu, dan mengatakan agar tak sungkan meminta bantuanya, karena papanya itu hampir tidak pernah terlibat dalam merawat dan membesarkan Danu. Danu sangat berterimakasih pada papanya, dia menyadari bahwa meskipun hubunganya dengan kedua orang tuanya selama ini tidak begitu dekat, namun nyatanya mereka masih peduli padanya.


Seperti biasa, setelah selesai dengan pekerjaanya, Nara selalu berbincang dengan assisten ya, perawat yang membantunya dalam pemeriksaan pasien. Mereka memang sudah akrab


''Dokter Nara, apa anda sedang tidak enak badan, kok saya perhatikan sejak pagi terlihat pucat???, tanya perawat itu


''Perutku sakit dari semalam, sepertinya kram'', jawab Nara menahan rasa nyeri yang semakin sakit


''Salah makan dok atau lagi haid??, tanya perawat itu lagi, karena perawat itu tidak tahu jika Nara sudah menikah dan sekarang sedang hamil beberapa minggu.


''Entahlah'', jawabnya menahan nyeri perut yang semakin sakit, keringat dinginnya keluar, Nara hendak berdiri namun tiba-tiba matanya menjadi berkunang-kunang dan pusing, ia berpegang pada meja kerjanya namun akhirnya terduduk di kursi kerjanya kembali dan tubuhnya lemas.


''Dokter!!!, teriaknya, ia segera keluar mencari bantuan dan saat bersamaan Danu sedang menuju ke ruang kerja Nara.


''Ada apa???, tanya Danu yang sudah berada di depan pintu dan melihat kepanikan perawat itu.


''Dokter Nara pingsan pak'', ucap perawat itu


''Apa!!!!, kaget Danu, dia buru-buru masuk ke ruang kerja istrinya dan melihat istrinya duduk lemas di kursi kerjanya sembari memegang perutnya, dengan cepat Danu langsung membopong tubuh istrinya dan membaringkan di ranjang periksa, Danu sangat kaget saat tanganya terasa basah dengan darah dan kemudian melihat celana istrinya yang berwarna putih itu sudah menjadi merah penuh Darah, Danu gemetaran, ''Panggilkan dokter segera'', teriak Danu panik.


''Perawat itu segera berlari mencari dokter dan bantuan medis.


''Mas'', panggil Nara lemah dan kemudian pingsan


''Sayang kamu kenapa??, ucapnya sembari berusaha membangunkan istrinya, Danu menjadi tegang dan takut terjadi sesuatu pada istrinya.


Beberapa rekan dokter yang kebetulan sudah selesai dengan pasienya langsung menuju ke ruang kerja Nara, beberapa pasien lain yang masih mengantri juga terheran karena dokter yang berlari tergopoh dengan beberapa perawat menuju ruang dokter Nara.


''Bisa dihubungi keluarganya'', ucap dokter itu


''Dia kenapa???, tanya Danu begitu panik


Dokter wanita itu terdiam melihat Danu yang cemas dan panik, dia tahu sedang berhadapan dengan pemilik rumah sakit dan harus segera menanganinya.


''Kemungkinan dokter Nara mengalami perdarahan karena keguguran'', jelasnya, dokter itu sedikit takut karena setahunya dokter Nara belum menikah, bagaimana mungkin seorang dokter yang terkenal dengan kepintarannya dan kecantikanya itu hamil di luar nikah.


''Tidak....!!!!, teriak Danu spontan, ''cepat lakukan sesuatu, selamatkan istriku'', teriak Danu membuat seisi ruangan itu kaget dan melihat kearahnya


''Apa yang kalian lihat, aku suaminya'', teriak Danu lagi dan dokter itupun segera bertindak.


Danu tidak tahu apa yang harus ia lakukan untuk istrinya sekarang. Baru beberapa hari lalu ia tahu bahwa istrinya sedang hamil dan ia begitu bahagia meski dia harus merasakan mual setiap pagi, dan tiba-tiba sekarang istrinya mengalami keguguran, Mata Danu memerah menahan sesak di dada dia harus kehilangan buah hatinya yang baru berusia beberapa minggu di rahim istrinya.


Suasana diruangan itu menjadi tegang, dokter dan perawat segera memberi pertolongan untuk dokter Nara yang ternyata adalah istri pemilik rumah sakit tempat mereka bekerja.


''Pak Danu tenang, kami akan berusaha yang terbaik untuk istri anda, anda harus kuat pak, sebaiknya bersihkan tangan anda, kami akan membawanya sekarang untuk tindakan lebih lanjut'', ucap salah satu dokter disana melihat tangan Danu sudah berwarna merah darah.


Danu pergi ke kamar kecil ruang kerja istrinya untuk membersihkan tanganya, dia menahan air matanya yang keluar begitu saja, lalu segera keluar dan mengikuti dokter dan perawat yang membawa istrinya.


Seisi rumah sakit menjadi heboh, selama ini mereka sering mendengar desas -desus tentang hubungan dokter Nara dan pemilik rumah sakit yang tidak banyak mereka ketahui, karena seringnya Danu datang ke rumah sakit setelah kehadiran dokter Nara yang bekerja di rumah sakitnya, sebelumya Danu memang jarang datang ke rumah sakit dan mempercayakan pengurusannya pada seorang teman yang berprofesi sebagai dokter dan menunjuknya sebagai direktur rumah sakit, dan hanya saat tertentu saja dia berkunjung, beberapa karyawan disana juga sering melihat Danu datang mengantar dan menjemputnya, sehingga banyak yang berfikir dokter Nara memiliki hubungan special dengan pemilik rumah sakit, dan hari ini semuanya terjawab, sebuah insiden yang mengejutkan rumah sakit dengan berita bahwa dokter Nara adalah istri dari Danuartha Alvarendra, pemilik rumah sakit. Berita itu segera menyebar di kalahan karyawan rumah sakit.


Danu tidak tahu harus menghubungi siapa saat ini, dia merasa sendiri sekarang, baru saja tadi ia mendapat nasehat dari papanya untuk menjaga istrinya dengan baik, dan Danu belum memberitahu keluarganya bahwa Nara sedang mengandung generasi pertama mereka, tapi hari ini juga ia harus kehilangan calon bayinya yang baru berusia beberapa minggu, Danu juga tidak tahu bagaimana memberitahu mertuanya dengan kondisi Nara sekarang, karena mama mertuanya sedang sakit kehilangan putrinya Nata, Danu belum sempat memberitahu mertuanya bahwa Nata sudah ditemukan dan sekarang berada bersama keluarga papanya di Kanada bersama Raka.


Danu diam di luar ruangan di mana istrinya sedang mendapatkan pertolongan ditemani dengan direktur rumah sakit, pikiranya buntu dan tidak tahu harus bagaimana.


Seorang dokter keluar dari ruangan itu dan mengajak Danu serta direktur rumah sakit berbicara. Dokter itu menjelaskan keadaan dokter Nara yang mengalami keguguran karena perdarahan hebat dan kram perut, setelah mendengar penjelasan dari assisten perawat yang bekerja dengan dokter Nara, dan tindakan selanjutnya akan dilakukan tindakan pembersihan rahim atau kuretase. Dokter itu juga menjelasakan tentang tindakan selanjutnya serta pemulihan mental pada dokter Nara, pasalnya ini adalah kehamilan pertamanya, kehilangan buah hati karena keguguran bisa menimbulkan perasaan kecewa, sedih dan menyesal sehingga bisa menganggu kesehatan mentalnya, dan bisa menyebabkan PTSD (Post Traumatic Stress Disolder) meskipun pasien adalah seorang dokter kandungan sekalipun, dokter itu menyarankan pentingnya untuk mencari kegiatan untuk memulihkan mentalnya dan terus mendukung istrinya untuk tidak takut hamil lagi, dan setelah penjelasan panjang lebar dan persetujuan dari Danu, dokter itu kembali masuk ke dalam ruangan Nara sedang di pantau untuk tindakan selanjutnya.