TRIPLE R

TRIPLE R
14. Kembali seperti dulu



Nara dan Raka sudah sampai rumah, terlihat kedai masih buka, ada beberapa anak muda yang sedang mengobrol santai di halaman kedai, Nara segera masuk ke dalam kedai, seseorang menyapa Raka dan kemudian Raka ikut mengobrol disana.


Terlihat mama dan papa Rey sedang mengobrol "ma..., pa, aku pulang , belum tutup ya???, tanya Nara


"Sebentar lagi sayang, kamu pulang sama siapa???, tanya papa Rey


"Sama Raka, dia lagi ada temannya di luar, Nara bantuin apa nih".


"Bantuin apa, sudah selesai, ini mama lagi menghitung pendapatan hari ini, itu Hana juga baru datang sore tadi". ucap mama


"Benarkah???, kalau begitu Nara ke atas dulu ya, oh ya ma.., pa, jangan terlalu keras bekerja, kami sudah besar dan sudah bekerja, Nara tidak ingin papa dan mama sampai kelelahan dan sakit, nikmatilah hari tua mama dan papa dengan bahagia", ucapnya


"Papa tahu Nara, jangan kuatirkan kami", ucap Papa Rey tersenyum putrinya benar-benar sudah dewasa.


"Ayo kita tutup ma, papa ingin bicara dengan anak-anak, papa tanya Raka dulu mau nginep atau pulang"ucap papa Rey


Nara buru-buru menaiki tangga ingin segera bertemu Hana, terlihat ruang keluarga lantai dua tak ada siapapun,Nara segera membuka pintu kamar tanpa mengetok terlebih dahulu, saat membuka pintu kamar ia di kejutkan oleh suara Hana yang langsung memeluknya.


"Nara....!!!!, teriaknya histeris, di lantai dua kedai Mr. R, sekita jadi ramai dan heboh dengan suara tawa ketiga putri mereka, Nata juga sudah ada di rumah, bahkan suara teriakan Hana terdengar hingga halaman kedai, dimana Raka sedang mengobrol dengan seorang teman, papa dan mama Rey merasa bahagia, akhirnya setelah sekian lama ia bisa berkumpul kembali dengan ketiga putrinya.


"Nara bagaimana kabarmu, kenapa tidak ada kabar, dan tiba-tiba kamu sekarang sudah di rumah", ucap Hana manja memeluk Nara.


"Sekarang memang sudah waktunya pulang", jawab Nara juga memeluk Hana, ketiganya mengobrol di ruang keluarga.


"Kamu tidak akan balik ke Amerika lagi", tanya Hana.


"Aku akan bekerja di sini, sudah lama dapat tawaran dari rumah sakit harapan, tadi siang aku pergi ke sana untuk bertemu dengan direktur rumah sakitnya".


"Benarkah, selamat ya", ucap Hana ikut bahagia


"Jadi tadi siang kamu ke rumah sakit???, tanya Nata


Nara pun mengangguk,"bagaiman keadaan Adrian sekarang Nata???, tanya Nara.


"Kamu sudah tahu tentang Andrian, apa Raka yang memberitahumu???, tanya Nata


Nara mengangguk lagi.


"Maaf Nara, aku belum sempat cerita padamu tentang Adrian", ucap Nata merasa tidak enak.


"Tidak apa-apa Nat, aku tidak tahu kalau dia akan datang kesini mencariku, ku dengar kau yang menemaninya di rumah sakit sebulan ini". ucap Nara


Nata mengangguk


"Jadi benar dia itu kekasihmu???, tanya Hana antusias


"Siapa bilang begitu, kami hanya sebatas teman saja", ucap Nara


"Jangan bercanda Nara, dia jauh-jauh datang kesini ingin melamarmu, dia bicara sendiri sama papa", jelas Nata


"Apa benar kamu tidak menyukainya, dia bilang kamu menolaknya beberapa kali??, tanya Hana


"Dia bilang begitu padamu?!!, tanya Nara


"Bukan hanya pada kami dia juga bilang pada papa". ucap Nata


"Lalu apa papa menerima lamaranya???. tanya Nara


"Lagi ngomongin Adrian pa, sudah tutup kedainya?, Raka masih di luar!!!, jawab Nara


"Nanti Raka lewat pintu samping, dia masih ngobrol sama temanya", jelas papa.


"Kalian sudah beri tahu Nara???, Lalu bagaimana keputusanmu???, kamu pasti sudah tahu ceritanya kan sayang?!, tanya mama lembut sembari duduk di samping Nara.


"Mama dan papa tidak menerimanya kan!!!, Nara tidak ada hubungan apa- apa sama dia, cuma teman saja", jawab Nara


Nara mulai bercerita bagaimana ia kenal dengan Adrian, dan mengakui bahwa Adrian beberapa kali mengungkapkan cinta padanya, namun Nara menolaknya, karena Nara mau fokus belajar, dan diam-diam Adrian menyuruh orang untuk mengawasi dan menjaga Nara kemanapun Nara pergi. Terkadang Nara sampai takut mau kemana-mana, Nara mengetahuinya karena pernah suatu hari Adrian mabuk dan bicara sendiri, dan satu lagi Adrian banyak di sukai gadis-gadis disana, Nara ngeri sendiri dengan gadis yang agresif mengejarnya.


"Dia sampai begitu padamu??, kamu yakin menolaknya", tanya mama


"Ma cinta kan tidak bisa di paksa, Adrian itu orang kaya yang apapun keinginannya akan selalu ia dapatkan, Nara tidak yakin setelah dia bertemu dengan Nata dan Hana apa dia masih memiliki perasaan yang sama pada Nara", jelasnya


"Lalu bagaimana kamu akan menghadapinya nak???, tanya papa Rey.


"Nara belum tahu, tapi besok Nara mau menjenguknya, tapi Nara mau Hana dan Nata pergi bersamaku juga".


Hana dan Nata saling berpandangan, lalu tertawa


"Waktu itu dia tidak bisa membedakan kami", ucap Hana geli


"Apa kamu sudah punya orang yang kamu sukai???, tanya papa lagi


"Pa, Nara kan baru pulang dan juga lusa baru akan mulai kerja, jadi Nara belum ada kepikiran untuk menikah", jelasnya dia belum ingin menceritakan hubunganya dengan Danu, karena baru tadi Danu mengungkapkan perasaannya, meski mereka sudah saling mengenal sebelumnya.


"Kamu dapat kerja dimana nak???, tanya mama


"Di rumah sakit harapan ma'', jawab Nara


Jadi tadi Adrian melihat Nara jalan bareng direktur rumah sakit, Adrian pikir tadi itu Nata , jadinya aku sudah kasih tahu Adrian kalau Nara sudah kembali, aku juga baru tahu kalau Nara akan bekerja disana", jelas Nata.


"Bagaimanapun Adrian sudah baik padamu selama kamu tinggal disana, meski tidak seharusnya begitu, tapi sebagai teman, kamu harus tetap bersikap baik padanya, jangan membuatnya tidak nyaman, terlebih saat ini dia terluka, dia tidak ada keluarga disini, satu-satunya yang dia kenal di sini hanya kita, jadi perlakukan ia dengan baik".tutur mama begitu lembut


"Iya ma, trimakasih sudah memahami Nara", ucapnya sembari mencium pipi sang mama.


"Wahhh sepertinya sedang ada konferensi keluarga", ucap Raka yang tiba-tiba datang.


"Pa.... ma, Raka jarang pulang, kadang pulang malam, papa sama mama Raka tadi bilang sama Nara", lapor Nara menunjuk pada Raka yang langsung mendapat pelototan.


"Pa, anak kesayanganmu itu banyak pacar di luaran", lapor Hana


"Iya pa, aku pernah lihat dia godaan gadis-gadis sekolah", lapor Nata


Ketiga gadis kembar itu tertawa cekikikan sudah ngerjain Raka, yang sudah seperti anak laki-laki sendiri di keluarganya.


"Benarkah begitu Raka???, tanya papa


"Bukan begitu pa, Raka memang sering pulang malam, itu karena Raka kuliah malem, pulang kerjanya sore jadi sekalian, dan Raka tidak punya pacar, Hana sama Nata tidak mau jadi pacar Raka, makanya aku minta Nara pulang ke rumah sana biar tidak sepi di rumah, dan juga Raka tidak pernah mengoda gadis sekolah, mereka yang justru godain Raka", elaknya


"Kamu kuliah lagi nak???, tanya mama


"Iya ma, biar nanti di sayang mertua", ucapnya membuat keluarga itu tertawa.


Raka memang sudah seperti anak sendiri di keluarga papa dan mama Rey, dia juga tidak segan membantu di kedai papa Rey saat segang, mereka mengobrol hingga larut, bahkan Nara sampa tertidur di pangkuan mama Rey.