
Malam ini Raka beserta timnya dan uncle mike yaitu papa dari Danu, berangkat menuju mansion keluarga Adrian, uncle Mike telah memerintahkan beberapa orang kepercayaanya untuk memantau mansion milik orang tua Adrian setelah mengetahui berita penculikan terhadap saudara kembar menantunya dan Danu juga menjelaskan bahwa kemungkinan sasaran utamanya adalah sang menantu. Uncle Mike pun segera bergerak cepat, dia ingin melakukan sesuatu hal yang berguna untuk putranya, karena selama ini putranya itu tidak begitu dekat denganya, terlebih setelah dirinya menikah dan memiliki keluarga baru, putranya tidak mau tinggal bersamanya ataupun ibunya, dan memilih tinggal bersama kakek dan neneknya.
Setelah menempuh perjalanan selama beberapa jam akhirnya mereka sampai di mansion keluarga Adrian, semalam orang yang mengawasi mansion itu mengabarkan ada Helly yang datang ke mansion, karena tidak ingin kehilangan jejak dan takut jika saudara kembar putrinya akan di bawa pergi ke tempat yang tidak mereka tahu, hingga menunggu waktu pagi tiba, uncle mike turun menuju gerbang mansion bersama orang suruhanya dan berbincang dengan penjaga, Raka dan timnya sudah bersiap akan masuk ke gerbang, penjaga itu menyuruh uncle mike untuk menunggu sebentar.
Sementara pagi ini nyonya Veronika sedang duduk di ruang makan sendiri, Adrian masih belum keluar dari kamarnya, dia tahu putranya sedang marah padanya, dan Nata pun juga belum terlihat turun, dan nyonya Veronika meminta pelayan untuk memanggilnya.
Seorang penjaga menemui nyonya Veronika dan melaporkan ada seseorang yang ingin bertemu dengannya dan juga tuan Adrian, belum selesai penjaga itu lapor uncle Mike dan Raka serta timnya menerobos masuk ke dalam mansion hingga menimbulkan kegaduhan, mereka langsung masuk ke dalam mansion, saat bersamaan seorang pelayan turun dengan tergesa, dan mendengar keributan itu Adriapun keluar dari kamarnya, dia kaget melihat beberapa orang yang tidak di kenalnya berada di dalam mansion, dan terkejut melihat Raka telah berada di sana.
''Nyonya, nona tidak mau keluar, sejak semalam nona mengunci diri di kamar mandi'', ucap pelayan itu
Setelah kejadian semalam Nata memang tidak keluar dari kamar mandi hingga pagi ini, Nata takut jika keluar dari sana, masih ada Adrian di kamar yang dia tempati, karena lelah Nata sampai tertidur didalam sana.
''Ada apa ini???, tanya Adrian.
''Maaf tuan Adrian dan nyonya Veronika, kami mengganggu pagi anda dan membuat keributan disini, kedatangan kami karena kami mendapat laporan, bahwa ada keluarga kami yang disembunyikan disini, dan kami akan membawanya'', ucap uncle Mike tenang.
''Dimana kalian sembunyikan Nata???,teriak Raka menahan kemarahan.
''Raka tenang, aku bisa menjelaskanya'', ucap Adrian
''Jangan membual Adrian, katakan dimana sekarang Nata, bajingan kamu!!!, bentaknya sembari melayangkan pukulan di tubuh Adrian.
Buuuuuhgghhh......sebuah pukulan mengenai punggung Adrian.
Adrian tidak bisa melawan karena tanganya terluka akibat tusukan pisau Nata semalam, dan sekarang masih terasa nyeri dan kaku, bahkan darah segar langsung keluar dari lengannya saat tadi Adrian berusaha menghindar, dan pukulan Raka mengenai punggungnya, Adrian hampir terjatuh karena tergesa keluar dia lupa tidak memakai tongkatnya, dan untung saja penjaga mansion langsung menopang tubuhnya.
"Katakan dimana Nata sekarang!!!!!, teriak Raka dan memberi kode pada timnya, dua orang langsung memegang nyonya Veronika dan yang lainya memegang Adrian.
"Cepat panggil gadis itu turun apa yang kamu lihat!!, bentak nyonya Veronika pada pelayan tadi. Dia tidak ingin masalahnya bertambah panjang, melihat putranya yang baru saja mendapat pukulan dari seseorang, dan tidak ingin putranya di hajar karena tahu Adrian tidak bisa melawannya, kondisi kakinya belum sembuh dan semalam lenganya juga terluka.
"Nyonya nona berada di kamar mandi dan tidak mau keluar", ucap pelayan itu
Mendengar itu Raka langsung menodong senjatanya pada pelayan itu dan memintanya menunjukan kamar di mana Nata berada, dan lainya masih berjaga di bawah.
Uncle Mike mengikuti Raka naik ke lantai atas dan mendapati kamar kosong.
Tok...tok...tok...pelayan itu mengetuk pintu kamar mandi, "Nona tolong buka pintunya, nyonya menyuruh anda turun", ucap pelayan itu patuh
Tidak ada sahutan dari dalam sana.
"Nata, apa kau di dalam, ini aku Raka, kami kesini untuk membawamu pulang cepat buka pintunya!!!, ucap Raka
Nata tetap diam di dalam, saat tadi dia mendengar suara yang begitu familiar milik Raka di luar, tapi dia tidak yakin bagaimana Raka bisa tahu jika dirinya berada disini, Nata memilih diam.
"Nata, ini uncle Mike, kami datang untuk membawamu pulang nak, jadi jangan takut, kami disini untuk menolongmu'', ucap uncle Mike
Nata masih diam, dia mengingat siapa uncle Mike dan tak bisa mengingatnya karena ketakutan.
"Nata buka pintunya, aku Raka, kalau kamu tidak membukanya aku akan mendobraknya, menjauhlah dari pintu", teriak Raka sudah tidak sabar.
Raka mengambil ancang -ancang, dia segera menendang pintu itu, namun pintu itu belum terbuka dan hanya papannya yang rusak, melihat itu uncle Mike segera membantunya dan dalam satu tendangan pintu itu langsung hancur.
Raka melihat ke dalam dan mencari Nata, diikuti uncle Mike, ruang kamar mandi itu cukup luas, dia melihat Nata berdiri di sudut ruang sembari memegang pisau kecil, gadis itu nampak ketakutan, meski matanya menyorot tajam bersiap ingin menyerang dan mengacungkan pisau kecilnya.
"Nata, ini aku Raka, turunkan pisaunya", ucap Raka
"Raka, benarkah ini kamu Ka", dia menjatuhkan pisaunya, Nata langsung memeluk erat tubuh Raka dan menangis sejadi-jadinya,
"Tidak apa-apa nak, kamu aman sekarang", uncle Mike menepuk punggung Nata untuk menenangkannya.
"Apa ada yang terluka, apa mereka menyakitimu", ucap Raka tak kuasa menahan air matanya larut dalam sedih dan bahagia bisa menemukanya di tempat yang begitu jauh, bagaimanapun Nata adalah teman kecilnya yang sudah dianggap sebagai saudara perempuannya dan terlebih sekarang Nata adalah saudara iparnya.
Nata tak menjawab, dia benar-benar menangis dan seakan tak ingin melepaskan pelukannya pada Raka, hingga waktu yang cukup lama Nata masih sesenggukan.
''Kita harus segera pergi dari sini sekarang nak'', ucap uncle Mike
Nata mengangguk sembari tetap memegang erat tangan Raka.
''Nona sebaiknya anda memakai pakaian terlebih dulu, di luar sangat dingin'', ucap pelayan itu
''Apa ada pakaian untuk dia kenakan???, tanya uncle Mike yang melihat Nata hanya memakai bathrobe saja.
''Saya akan menyiapkanya, tunggu sebentar'', ucap pelayan itu segera membuka lemari dan mengambil pakaian yang memang disiapkan untuknya.
Nata segera berganti pakaian setelah pelayan itu memberikan pakaian padanya, namun sebelum itu Raka memeriksanya terlebih dahulu untuk menghindari hal yang tak diinginkan.
Mereka berempat turun ke lantai bawah, tempat nyonya Veronika dan juga Adrian ditahan oleh orang-orang kepercayaan uncle Mike dan juga tim Raka
Raka, Nata, tolong dengarkan aku, aku bisa menjelaskan, aku tidak menculiknya'', ucap Adrian
''Iya benar, bukan Adrian yang membawanya kesini, akulah yang membawanya kesini, aku melakukanya agar putraku segera menikahinya, jangan melukai putraku, dia baru saja mengalami kecelakaan, Nak katakan sesuatu, bukankah beberapa hari ini kami memperlakukanmu dengan baik'', mohon nyonya Veronika.
''Raka sebaiknya kamu bawa Nata kembali ke rumah terlebih dahulu, aku yang akan menangani hal ini'', ucap uncle Mike
''Baik uncle, kalau begitu kami pergi dulu'', ucap Raka pergi membawa Nata ke kediaman uncle Mike agar Nata segera bisa beristirahat. Raka pun segera menghubungi Danu jika Nata sudah bersamanya.