
Raka terbangun saat hari masih gelap, dia pikir akan mengantar istrinya berangkat bekerja, akan tetapi ia mendapati Hana masih tertidur dengan lelapnya, sejak kemarin saat di jemput istrinya di bandara dia belum sempat bertanya, kemarin Raka merasa pusing setelah menempuh perjalanan jauh dengan pesawat. Jet lag pastinya karena tidak terbiasa seperti Hana yang memiliki jam terbang tinggi. Raka menyibakan rambut panjang Hana yang menutupi wajah cantiknya, lalu mencium pipinya. Beberapa hari tak bertemu, istrinya terlihat cantik, meski saat tidur seperti ini tanpa memakai riasan apapun, Raka merasa bersyukur memilikinya, terlebih didukung oleh kedua orang tuanya. Meskipun mendapatkannya harus dengan cara yang salah, pria itu terus memandangi wajah istrinya yang tak terganggu, dan Raka terus mengusiknya dengan banyak ciuman.
''Apa sih Ka, aku masih ingin tidur'', ucap Hana kesal karena tidurnya terganggu
''Kamu tidak pergi bekerja???, tanya Raka
''Aku cuti'', jawabnya dengan mata terpejam
''Kok kamu gak ngomong kalau cuti'', tanya Raka lagi
''Kamu tidak bertanya, lagian kamu sampai rumah langsung tidur'', jelas Hana
''Kepalaku pusing Na, kangen kamu, aku kira kamu mau pergi bekerja, aku bangun pagi-pagi mau mengantarmu'', ucapnya sembari kembali membaringkan tubuhnya disamping istrinya dan memeluknya.
''Seneng banget kalau aku pergi kerja, biar bisa bebas ya'', ucap Hana berbalik membelakangi Raka, dalam hatinya dia juga merindukan Raka, hanya saja dia malu mengatakannya.
''Bebas bagaimana maksudnya???, aku lebih suka kamu dirumah, tidak perlu bagun pagi-pagi dan terburu-buru pergi, cuti berapa lama???, tanya Raka sembari memberikan gigitan kecil di telinganya.
Hana tidak menjawab dia merasa geli setiap kali Raka menyentuhnya seperti itu, apalagi tangan Raka mulai tak terkendali, Hana menarik selimutnya dan menutupi seluruh tubuhnya hingga tak terlihat. Raka merasa gemas melihat istrinya seperti itu, dan segera menarik selimut Hana dengan paksa dan membuangnya ke lantai.
''Raka!!!, bentaknya namun tak dihiraukan.
Detik kemudian Raka langsung membungkam bibir Hana dengan ciuman.
''Uummmm Raka hentikan!!!!, ucap Hana mendorong tubuh suaminya.
''Apa lagi Na, suamimu ini kangen ngerti gak??.
''Iya nanti dulu, aku kepikiran sesuatu, apa terjadi sesuatu pada Nata???, aku takut jika bertanya padanya akan mengingatkanya pada penculikan''.
''Entahlah dia juga tidak cerita apapun padaku, dia hanya bilang selama disana dia diperlakukan dengan baik, hanya saja setelah Adrian datang ibunya itu menjebak Adrian dengan minuman dan hampir melecehkan Nata sehingga Nata menusuk lengan Adrian, lalu Nata mengunci dirinya di kamar mandi sampai kami tiba disana, aku dan uncle Mike yang mendobrak pintunya, lalu uncle Mike memintaku membawa Nata pergi lebih dulu dan uncle Mike menginterogasi mereka, Nata hanya ingin segera kembali kesini, dan tidak mau tahu lagi dengan keluarga Adrian'', jelas Raka
''Nata pasti sangat ketakutan waktu itu??, tanya Hana lagi
''Itu pasti sayang, dia bahkan mengacungkan pisaunya padaku saat pintu terbuka, dia tidak percaya jika aku datang kesana , sedang Adrian sama sekali tidak melawan atau membantah, aku melihat lengan Adrian mengeluarkan darah segar saat aku memukulnya dan mengenai pundaknya dan kakinya sepertinya sudah pulih'', jelas Raka
''Apa Adrian akan di hukum??
''Ini sangat rumit Na, bukan Adrian yang melakukannya, tetapi orang yang bernama Frans dan Eric atas perintah ibu Adrian'', lanjutnya
''Enak sekali kalau mereka tidak dihukum, sudah membuat Nata dilecehkan Adrian, membuat keluargaku cemas, mama sakit, dan Nara stress sampai mengalami keguguran, aku tidak terima kalau masalah ini dibiarkan begitu saja, kalo aku bertemu Adrian aku akan menghajarnya'', kesal Hana
''Jangan main hakim sendiri nona, dalam hal ini Adrian memang bersalah karena melecehkan Nata, tapi itu karena pengaruh obat yang diberikan ibunya, sudah jelas ibu Adrian yang bersalah, uncle Mike sedang mengurus permasalahan disana, dan nanti akan di tindak lanjuti di sini, karena peristiwa penculikan itu terjadi disini, untung saja ada keluarga Danu disana, Frans dan Eric juga sudah di amankan'', jelas Raka
''Mau kemana???,tanya Raka
''Sudah pagi Ka, aku mau bantu mama masak'', jawabnya
Seketika Raka menarik tangan Hana dan wanita itu langsung jatuh di ranjang.
''Kamu mau melarikan diri ya???, ucap Raka memeluk tubuh istrinya dan mulai mencumbunya.
''Raka kamu mau apa, aku sedang berhalangan'', ucap Hana seketika membuat Raka terdiam dan menatap wajah Hana kesal, tapi kemudian Raka tersenyum nakal membuat Hana tak bisa berkutik.
*****
Sementara itu Adrian merasa kecewa pada ibunya yaitu nyonya Veronika, ia akhirnya tahu jika selama ini ibunya telah mengirim Frans dan Eric untuk memata-matai Nara, sejak dia tahu Adrian menyukainya, dan mungkin karena itu pula Nara selalu menolaknya karena Nara pasti berfikir jika Adrianlah yang menyuruhnya dan memilih menjauh darinya, karena Nara beberapa kali pernah bertemu Adrian bersama Frans dan Eric yang merupakan orang kepercayaannya juga.
Adrian marah pada nyonya Veronika yang telah menjebaknya dengan minuman yang membuatnya tidak bisa mengendalikan diri dan melecehkan Nata dan berakhir dengan tusukan pisau ditanganya. Adrian merasa dipermalukan oleh ibunya sendiri, dia tidak tahu harus bagaimana menjelaskan semua kepada Nata dan keluarganya yang selama ini sudah baik menolong dan merawatnya selama dirinya di rumah sakit pasca mengalami kecelakaan beberapa bulan lalu.
Adrian tidak tahu bagaimana akhir dari permasalahan ini, uncle Mike sudah memperingatkan nyonya Veronika atas perbuatanya, serta mengamankan Frans dan Eric, mereka tak segan akan menyerahkan masalah ini pada kepolisian Kanada, namun karena nyonya Veronika meminta waktu penangguhan kasus ini dan berjanji akan menyelesaikannya.
Adrian keluar dari kamarnya dan melihat mansion itu nampak sepi, hanya para pelayan yang sedang bekerja.
''Apa mommy belum bangun???, tanya Adrian pada seorang pelayan yang sedang menyiapkan sarapan untuknya
''Nyonya belum keluar tuan'', jawab pelayan itu dan tak berapa lama nyonya Veronika keluar dengan menarik sebuah koper.
''Mommy mau kemana???, tanya Adrian
"Mommy akan pergi menemui keluarga gadis itu dan meminta maaf pada keluarganya, mommy tidak mau mereka menyalahkanmu, semua ini salah mommy, mommy akan menyerahkan diri", ucapnya penuh penyesalan
Adrian terdiam menatap ibunya tak percaya wanita itu cepat sekali berubah.
"Mommy serius???, tanya Adrian
"Ya tentu saja, bukankah kau juga harus meminta maaf pada gadis itu???, ucapnya
"Mommy tidak bisa pergi sendiri kesana, Frans dan Eric juga harus kesana untuk mengklarifikasi semua", ucap Adrian
"Tapi Frans dan Eric sudah di bawa mereka, mommy tidak tahu bagaimana menghubunginya", ucapnya.
Adrian menggaruk kepalanya, dia belum siap bertemu dengan keluarga Nata, untuk menjelaskan semua yang terjadi, tapi semua harus segera diselesaikan.