TRIPLE R

TRIPLE R
32. Kalap



Sore ini setelah menyelesaikan pekerjaan, Adrian berangkat ke Kanada untuk mengunjungi mommynya, sudah lama memang sejak daddynya meninggal ia tidak mengunjungi mommynya, kedua orang tua Adrian memilih tinggal di Kanada setelah menyerahkan pengelolaan rumah sakit padanya, sehingga membuatnya sangat sibuk. Adrian tidak suka membuang waktu di jalan, dia memilih terbang dengan hellynya agar cepat sampai di mansion orang tuanya.


Saat sampai di mansion hari sudah malam, bahkan mommynya telah selesai makan malam bersama Nata, Nata telah kembali ke kamarnya setelah mengobrol dengan wanita pemilik mansion yang bernama Veronika, Nata sangat heran dengan penghuni mansion ini, beberapa hari tinggal disini tidak ada satupun yang mengajaknya bicara selain nyonya rumah, dia merasa bosan tidak ada yang bisa ia lakukan di sini, dia tidak bisa minta tolong kepada siapapun, sampai saat ini ponselnya pun tidak tahu dimana disembunyikan, beberapa kali dia memohon pada nyonya Veronika, tapi dia sama sekali tidak menanggapinya dengan serius.


Adrian telah sampai di mansion dan langsung menemui mommynya.


''Mom, apa kabarmu, maaf baru bisa mengunjungi mommy sekarang'', ucap Adrian memeluk wanita tua itu dengan rasa rindu.


''Mommy pikir kau sudah lupa jika masih ada mommy disini'', ucapnya, wanita tua itu melihat putra semata wayangnya berjalan dengan menggunakan tongkat untuk bertumpu.


''Aku sangat sibuk ma, banyak sekali pekerjaanku'', ucap Adrian


''Kenapa dengan kakimu???, tanya sang mommy, sebenarnya wanita tua itu sudah tahu jika putranya mengalamai kecelakaan saat sedang berada di Indonesia demi mengejar cinta seorang gadis yang bernama Nara yang merupakan junior Adrian, wanita itu tahu prilaku buruk Adrian yang banyak memiliki hubungan yang tidak jelas dengan para wanita cantik termasuk Angela. Sehingga diam-diam menyuruh orang untuk mengawasi putranya itu dan akhirnya dia tahu bahwa selama ini putranya melampiaskan kekecewaan pada banyak perempuan karena selalu di tolak oleh Nara, dan hal itu pula yang membuatnya diam-diam menyuruh orang untuk mengawasi Nara. Akan tetapi karena wajah ketiga gadis kembar sangatlah mirip, sehingga banyak yang tidak bisa membedakan mereka bertiga dan pada hari itu Nara dan Nata memakai pakaian yang sama, sehingga orang yang di tugaskan nyonya Veronika salah menculiknya.


''Aku hanya kurang hati-hati dan terjatuh beberapa bulan lalu'', ucap Adrian dia tak ingin memberitahu mommynya, karena wanita itu pasti sudah mencari tahu tentang keadaanya, terlebih hampir setahun ia tidak datang ke mansion orang tuanya.


''Apa kau sudah makan???, tanyanya


''Belum mom, aku ingin makan bersama mommy, tapi sepertinya sudah terlambat, mommy pasti sudah makan jam segini''. ucap Adrian


''Aku akan minta mereka menyiapkan makan untukmu'', ucapnya menyuruh juru masak di rumah itu menyiapkan makanan bagi putranya.


Beberapa menit kemudian makanan telah tersaji di meja nyonya Veronika menemani putranya makan sembari mengobrol ringan, wanita itu sama sekali tidak membicarakan tentang gadis yang telah ia culik dari Indonesia, Wanita itu malah santai meneguk wine yang disiapkan oleh pelayan tadi dan Adrian pun ikut meminumnya, hingga Adrian menyelesaikan makan malamnya, nyonya Veronika pamit untuk beristirahat.


Adrian merasa aneh setelah makan malam, tubuhnya tiba-tiba terasa panas, dia tergesa menuju kamarnya, dan melepas pakaianya melemparkan secara sembarangan, dan alangkah terkejutnya saat ia sampai di kamarnya, seorang gadis yang begitu ia kenal bersandar di ranjangnya melihat ke arahnya.


''Adrian!!!, kaget Nata


Adrian seperti terhipnotis, ia sudah berusaha keras melupakan Nara meskipun sangat sulit, dan tiba-tiba saja gadis itu sekarang berada di kamarnya.


"Bagaimana kau bisa berada disini Nara???, tanya Adrian


Nata tidak menjawab, dia sangat terkejut saat menyadari bahwa Adrianlah yang menculiknya, selama ini ia bertanya-tanya siapa yang menculiknya dan membawa dirinya ke tempat yang jauh ini, bahkan ia tidak mengenal siapapun di rumah yang besar ini dan tak tahu berada dimana dirinya sekarang.


Adrian sekarang sedang dalam pengaruh minuman yang tadi ia minum bersama mommy Veronika, dan entah apa yang sudah ditaruh di dalam gelasnya, rasanya Adrian tidak bisa menahan diri lagi, tubuhnya terasa panas dan bergetar karena takut jatuh dan melukai kakinya, ia langsung naik ke ranjangnya dan menarik tubuh Nata dan langsung mencium bibir Nata dengan rakus.


Nata tak sempat menghindar, saat bibir Adrian menciumnya dan ********** dengan nafas memburu.


''Lepas Adrian!!!!, teriak Nata berusaha melepaskan diri dari cengkraman Adrian, tidak tahu kenapa Adrian terlihat menyeramkan, wajahnya memerah dan kalap, sekuat tenaga gadis itu mendorong tubuh Adrian, tapi Adrian tak mau melepaskannya, bahkan dengan kasar Adrian menarik pakaian Nata hingga kancingnya lepas dan terpampanglah dua gundukan yang menonjol di dada Nata. Adrian langsung m*****snya dan m*****tnya bergantian seperti bayi yang kelaparan.


Nata terus berteriak tapi tidak ada satupun yang mendengarnya dan mau menolongnya, air matanya sudah mengalir deras, Adrian mencengkeram tangan Nata sehingga gadis itu tak bisa bergerak di bawahnya, dan Adrian begitu pintar memainkan dua benda kenyal miliknya, hingga d*****n itu keluar begitu saja, Nata merasakan sesuatu yang aneh dalam tubuhnya, dia tidak bisa melawan Adrian, tenaganya tidak sebanding dengan tenaga Adrian, badanya menjadi lemas, Adrian terus menyesap tubuh Nata dan meninggalkan banyak tanda disana, Nata hanya bisa menangis, teriakannya tidak ada yang mendengar, tiba-tiba dia teringat dengan pisau buah yang ia ambil dari dapur saat sedang memakan buah, Nara sengaja membawanya ke kamar dan menyembunyikannya untuk berjaga, dan saat Adrian sudah mulai mengendurkan cengkramannya karena tidak ada perlawanan dari Nata, gadis itu langsung mengambil pisau kecil itu dan langsung menancapkan di lengan atas Adrian.


''Aaahhhhhh, apa yang kau lakukan Nara'', seketika Adrian melepaskan cengkramannya dan memegangi lengannya yang berdarah, Nata langsung berdiri menjauh untuk menghindari amukan Adrian.


''Aku bukan Nara Adrian, aku ini Nata, kau itu bajingan'', teriaknya


Sesaat Adrian menjadi tersadar, karena luka di lenganya terasa perih, darah segar itu keluar dari lenganya.


''Jika kau berani melakukanya lagi, aku akan membunuhmu'', ucap Nata bergetar sembari mengacungkan pisau itu di depan Adrian.


''Kau bukan Nara, kau siapa, Hana, Nata???, ucap Adrian memegangi lenganya yang terus mengeluarkan darah.


Adrian terduduk di atas ranjang menekan lenganya agar darahnya tidak banyak keluar, dia menggunakan sobekan baju Nata untuk mengikat lenganya.


''Turunkan pisaunya Nat, carilah pakaian, aku tidak akan melakukannya, maafkan aku'', ucap Adrian seketika tersadar.


Nara berlari ke kamar mandi dan menguncinya dia menangis sesenggukan saat medapati tubuhnya dari pantulan cermin banyak tanda kemerahan di leher dan dadanya, karena ulah Adrian, sembari mencuci tangan dan pisau yang baru saja ia gunakan untuk melukai lengan Adrian, Gadis itu lalu mengguyur tubuhnya dengan air hangat dan menggosok kulitnya hingga terasa panas.


Sedang Adrian ia segera minta pelayan untuk membersihkan kamarnya, malam itu semua pelayan berkumpul.


''Siapa yang membawa gadis di kamarku kemari?, sejak kapan dia berada disini???, teriak Adrian marah besar.


Tidak ada satupun yang berani menjawab, karena pelayan di mansion tidak ada yang tahu dan hanya di suruh melayani Nata dengan baik. Teriakan Adrian begitu keras hingga membangunkan nyonya Veronika.


''Ada apa ini Adrian, kenapa malam-malam begini kamu mengumpulkan mereka semua???, tanya nyonya Veronika


''Jadi kalian tidak ada yang bisa menjawabnya'', lalu Adrian menatap mommynya dengan wajah penuh amarah.


''Kenapa lenganmu berdarah Adrian, apa yang terjadi??, tanya nyonya Veronika lagi.


''Mommy jelaskan padaku siapa yang sudah membawa gadis itu kemari dan sejak kapan dia berada disini'', tanya Adrian


''Apa dia yang melukaimu???, Nyonya Veronika mengabaikan pertanyaan Adrian.


''Mom jelaskan padaku sekarang, siapa yang membawa Nata kemari dan sejak kapan???.


''Frans dan Eric yang membawanya dua hari lalu?


''Bagaimana Frans dan Eric bisa membawanya, apa mereka menculiknya???, geram Adrian


''Ya, mommy yang memberikan perintah padanya, mommy hanya ingin membantumu mendapatkan gadis yang kamu inginkan, mommy lelah melihatmu terpuruk dan bermain-main dengan banyak perempuan yang tidak jelas di luar sana, kamu sudah tidak muda lagi, kamu harus menikah dan memiliki keturunan yang baik, makanya mommy membawanya kemari'', jelas nyonya Veronika.


Seketika Adrian terduduk di sofa ruangan itu, dia begitu kesal dengan mommynya yang seenak sendiri, hampir saja dia merusak kehormatan Nata, karena pengaruh obat perangsang yang di taruh dalam minumannya, dan semua itu adalah rencana mommy sendiri.


''Kalian bubarlah dan segera ambilkan kotak obat'', ucap nyonya Veronika.


Nyonya Veronika membuka kain yang menutup luka di lengan Adrian, dan mulai membersihkannya


''Berani sekali gadis itu melukaimu, kenapa kau menyukai gadis seperti itu???, ucapnya sembari mengoleskan obat di lengan Adrian.


''Ini bukan salahnya mom, dan mommy salah mengenali orang'', ucap Adrian


''Apa maksudmu, dia bukan dokter Nara???, kaget nyonya Veronika


''Dia Nata saudara kembarnya'', ucap Adrian lelah


Nyonya Veronika terdiam sesaat, jadi dokter Nara mempunyai saudara kembar???,


Adrian hanya mengangguk dia kecewa dengan mommynya, pria itu berjalan meninggalkan mommynya menuju kamar tamu untuk beristirahat.