TRIPLE R

TRIPLE R
23. Wisuda Nata



Beberapa hari berlalu, Pasangan pengantin muda Nara dan Danu sudah kembali dari berbulan madu, sedang Raka, Hana dan Nata kembali bekerja seperti biasa, Hana bermaksud menemui Nara setelah mereka kembali, begitu juga dengan Raka dia bermaksud menemui Danu langsung agar Hana tidak sampai di pecat karena harus menikah, bagaimanapun Raka juga bersalah. Ia tidak ingin Hana terus menyalahkanya dan membuat hubungan mereka semakin rumit.


Nara sudah kembali bekerja seperti biasa, tidak ada yang tahu bahwa Nara kini adalah pemilik rumah sakit harapan dan bahkan sudah menikah dengan Danu. Nara bekerja hanya setengah hari saja, dan setelahnya dia dan Danu akan pergi ke pabrik pembuatan skin carenya, itupun tidak setiap hari. Danu tidak ingin istrinya sampai kelelahan bekerja, Danu juga lebih banyak mengerjakan pekerjaannya dari rumah.


Hari ini adalah acara wisuda Nata, gadis itu sudah bersiap sejak pagi, dia begitu bersemangat akhirnya bisa menyelesaikan pendidikan strata satunya, kedua orang tuanyapun ikut berangkat bersama mengantar Nata sekaligus menghadiri acara tersebut, Nata juga meminta Raka dan kedua orang tuanya datang ke acara wisudanya, karena memang sudah dianggap seperti keluarga sendiri, Nata sangat berharap di acara wisudanya kedua saudaranya akan datang, dia sudah memberi kabar pada Hana yang sejak terjadi insiden di rumahnya itu ia pamit untuk bekerja dan belum kembali, Nata juga berharap Nara dan Danu akan datang tapi melihat kesibukannya pasangan itu, tentu ia tidak bisa berharap banyak.



Hana baru saja turun dari pesawat, ia segera menuju asramanya dan bersiap menghadiri acara wisuda saudara kembarnya, dia berharap hari ini bisa bertemu Nara dan Danu, dia ingin bicara langsung dengan mereka tentang pekerjaannya, karena ia tidak ingin kehilangan pekerjaan, karena tiba-tiba harus menikah dengan Raka, Hana memang belum bercerita pada Nara karena tak ingin mengganggu mereka yang sedang pergi berbulan madu.


Raka dan kedua orang tuanya juga berangkat sejak pagi, mereka sudah sampai di tempat acara berlangsung dan bergabung dengan kedua orang tua Nata.


''Trimakasih mas, mbak sudah meluangkan waktunya untuk datang'', ucap papa dan mama Rey.


''Nata itu juga putri kami'', ucap papa Raka


''Kamu juga datang Ka??, tanya mama Rey


"Iya ma, apa Hana dan Nara tidak datang", tanya Raka sedikit sungkan, entah mengapa rasanya sekarang berbeda, Raka yang sudah terbiasa sejak kecil dengan keluarga papa dan mama Rey, tiba-tiba sekarang mereka akan menjadi mertuanya, ada sesuatu yang menggelitik di hatinya, orang lain yang selama ini sudah dianggapnya seperti orang tua sendiri, akan menjadi mertua baginya. Mereka duduk di bangku yang tersedia disana.


''Entahlah, Nata bilang sudah mengirim pesan jika hari ini dia wisuda, Hana bekerja dan Nara sama Danu pergi bulan madu'', jelas mama Rey


Raka merasa bosan menunggu jalanya wisuda, karena tidak ada teman bicara, meski kedua orang tua dan calon mertuanya sedang asyik mengobrol dan menyaksikan jalanya wisuda dari layar yang terpasang di luar gedung, ia mencoba mengirim pesan untuk Hana.


Hana sudah hampir sampai di tempat acara berlangsung saat sebuah pesan masuk di ponselnya. Dia sedang mencari tempat parkir.


Ting......(bunyi pesan masuk)


"Sayang, apa kamu tidak menghadiri wisuda Nata", tulis Raka, Hana tersenyum geli membaca pesan itu, sejak kejadian di kedai papa Rey, Raka semakin gencar mengirim pesan kepada Hana, meski sejak peristiwa itu mereka belum bertemu kembali, hampir setiap hari Hana selalu mendapat kata-kata dan pesan romantis dari Raka, meski terkadang Hana tak sempat membalasnya.


"Sayang apanya??, kalau sayang harusnya aku di jemput, bukan di suruh berkendara sendiri, capek baru landing", balas Hana.


Raka tersenyum senang, karena pesannya langsung dibalas, dia segera menghubungi nomor Hana.


Dreeetttt.....dreeeettt....(getar telfon)


Hana segera mengangkat ponselnya


"Halo, Hana kamu dimana sekarang???, tanya Raka di telfon


"Aku sudah sampai di parkiran, lagi cari tempat parkir, tapi tempatnya penuh". Jawab Hana


"Aku segera kesana", jawab Raka segera beranjak.


"Ma,pa, aku jemput Hana di parkiran!!, pamit Raka


"Hana datang, ya sudah cepat jemput dia", ucap mama Raka senang.


Raka mencari Hana di tempat parkir yang penuh, terlihat mobil Hana masih belum terparkir, Raka segera menghampiri Hana, ia mengetuk kaca pintu samping kemudi.


''Ka, gak nemu tempat parkir nih'', ucap Hana cemberut


''Biar aku yang parkirkan'', ucap Raka, Raka segera masuk ke mobil setelah Hana bergeser duduk di kursi samping kemudi.



Raka terkejut melihat baju Hana yang seksi dan terbuka di bagian punggung.


"Kenapa??, tadi aku terburu-buru jadi asal ambil baju", jawab Hana santai


"Kamu mau pamer kecantikan dan keseksianmu itu", ucap Raka lagi


"Siapa yang mau pamer, dari lahir aku memang sudah cantik, sudah parkirkan dulu mobilnya", ucap Hana tak Terima, Raka segera mencari tempat parkir sedikit jauh karena memang sudah penuh. Tak berapa lama sebuah mobil ikut parkir disampingnya, Hana dan Raka segera turun, dan disusul oleh pemilik kendaraan disampinya yang tak lain adalah Nara dan Danu.



''Hana, Raka!!!!, seru Nara


''Nara!!!!, kamu datang juga, ku pikir kamu belum kembali dari bulan madu!!!, ucap Hana senang


''Harus datang, kalau tidak dia pasti menangis'', ucap Nara sembari tersenyum, mengingat dulu dirinya saat di wisuda, hanya papa dan namanya yang datang, kedua saudaranya tidak ikut karena mereka masih sibuk dengan kegiatan sekolahnya sendiri.


''Hai Hana, Raka, kalian berdua datang bersama??, sapa Danu


''Aku sudah dari tadi, Hana baru datang dan tidak menemukan tempat parkir'', jelas Raka.


''Papa dan mama sudah sampai sini kan???, tanya Nara


''Ya, aku datang bersama mereka tadi, jawab Raka. ''Ra apa di mobilmu ada baju atau blezer, lihat penampilan Hana, baju kekurangan bahan seperti itu dipakai, kalau ada pinjamkan dia dulu'', bisik Raka posesif


Nara melihat penampilan saudara kembarnya yang memang berpakaian terbuka, ''mas bukain pintu dulu aku ambil blezer buat Hana'', Nara segera mengambilkan blazer miliknya dan ia Pakaikan di punggung Hana. Hana pun tidak masalah.


''Makasih Ra, tadi aku asal ambil saja'', ucap Hana sungkan


Mereka berjalan bersama, Hana dan Nara berjalan beriringan dengan membawa buket bunga, sedang Raka dan Danu berjalan di belakang kedua wanita cantik seperti seorang pengawal. Mereka akhirnya sampai di tempat keempat orang tuanya dan menyapanya.


''Hai sayang kalian bisa datang bareng??, tanya mama Rey


''Tadi kami bertemu di parkiran ma, Nata belum keluar ya???, ucap Hana


''Sepertinya sebentar lagi'', jawab papa Rey,


''Bagaimana bulan madunya, kapan mama sama papa dapat cucu???, ucap papa Raka


''Papa antusias banget pingin cepat punya cucu, Raka tuh suruh nikah, biar tidak pulang malam lagi kalau sudah punya istri''. jawab Nara


''Sebentar lagi aku bakalan nikah kok'', jawab Raka santai


''Serius, gadis mana yang sudah bisa kamu taklukan???, tanya Nara.


''Gadis di sebelahmu!!, ucap Raka tersenyum bahagia.


''Maksudnya Hana, kalian serius????, kaget Nara dan Danu bersamaan.


''Ada yang ingin kami bicarakan dengan kalian nanti'', bisik Hana pada saudara kembarnya itu.


Belum selesai mereka mengobrol Nata sudah keluar mencari keluarganya. Nata langsung memeluk keluarganya bergantian, Hana dan Nara memberikan buket bunga yang dibawanya tadi dan mengambil foto bersama, Nata begitu bahagia di hari wisudanya semua bisa hadir, baginya ini adalah moment bahagianya, karena telah merampungkan pendidikannya, meskipun dirinya masih ingin melanjutkan ke jenjang berikutnya.




gambar, Nata, Hana dan Nara aku kasih Davika Hoorne, seperti itu gambarannya, maaf kalau kurang pas ya.