TRIPLE R

TRIPLE R
31. Angela



'' Selamat datang kembali dokter Adrian'', ucap seorang wanita yang merupakan assisten pribadinya, dia adalah Angela yang selama ini di percaya Adrian dan banyak membantu untuk mengelola rumah sakitnya, sudah 6 bulan Adrian pergi hingga baru sekarang Adrian baru terlihat kembali di rumah sakit, selama ini Adrian fokus pada penyembuhan kakinya dan Adrian sepertinya sedang mengurung diri, bahkan Angela pun tidak bisa menemuinya, bukan luka di kakinya saja yang ia rasakan tapi luka di hatinya, karena perjuanganya mendapatkan cinta Nara tidak berhasil, padahal selama ini dia tidak pernah mendapat penolakan.


''Apa semua berjalan baik??, tanya Adrian duduk di kursi kebesaranya. Adrian masih menggunakan tongkat saat berjalan.


''Iya tentu saja, semua berjalan dengan lancar, aku sudah mengirimkan semua laporan rumah sakit padamu'', Angela mengikuti Adrian berjalan ke ruanganya, dan kemudian langsung memeluknya. ''Aku sangat merindukanmu Adrian'', ucapnya begitu mengoda lalu mencium bibir Adrian.


Adrian sama sekali tidak keberatan, perempuan dengan paras cantik itu merupakan teman dekat Adrian, Angela sudah menjadi asisten Adrian sejak lama, mereka sudah dekat sejak dulu saat mereka masih remaja, mereka berteman sejak sekolah menengah, dan Angela memilih bekerja sebagai asisten pribadi Adrian setelah menyelesaikan pendidikanya, entah hubungan seperti apa yang mereka jalani, mereka berdua lebih dari atasan dan bawahan, bahkan dua orang dewasa itu sering memuaskan satu sama lain, seperti sekarang perempuan itu dengan berani menciumi bibir Adrian dan Adrian pun membalasnya, dua orang itu begitu menikmati ciuman dan dengan berani Angela membuka kancing baju Andria dan meraba dada bidangnya.


''Kakiku belum sembuh benar Angela'', ucap Adrian, ia juga menyukai sentuhan Angela


''Aku tahu, hanya kakimu saja kan yang terluka, yang lainya tidak, sudah lama kita tidak melakukanya, aku sangat merindukanmu'', ucap Angela manja sembari terus mengoda Adrian yang tidak pernah bisa menolaknya, bibir dan lidah mereka saling membelit, dan kemudian keduanya tidak bisa menahan diri lagi, Adrian membalik tubuh Angela dan bertumpu pada meja kerjanya, Adrian langsung melakukan penyatuan, Angela begitu menikmati meski Adrian melakukanya dengan kasar, rintihan kesakitan itu tak di hiraukanya, Angela sudah seperti tempat pelampiasan bagi Adrian, dan Angela tidak mempedulikan itu.


Setelah puas menikmati tubuh Angela, Adrian menyudahinya, ia berjalan ke sebuah ruangan pribadi meninggalkan Angela yang lemas karena pergulatan mereka, Andrian membersihkan diri lalu menganti pakaiannya, dia menatap wajahnya di cermin dan teringat Nara, hingga sekarang pria itu masih tak bisa melupakan Nara, bahkan saat tadi mereka saling memuaskan satu sama lain Adrian masih menyebut nama Nara.


''Apa mommy pernah menanyakanku atau pernah datang kesini??, tanya Adrian yang baru keluar dari ruangan pribadinya.


Angela masih di ruangan itu dia mengatur nafasnya yang terengah, merapikan pakaian yang ia kenakan dan membetulkan rambutnya yang acak-acakan, setelah percintaan panasnya dengan Adrian.


''Dia menelfon beberapa kali dan menanyakanmu, dia memintamu pulang ke Kanada katanya ada hal penting, tapi nomermu kan tidak aktif beberapa bulan ini, sebenarnya kau pergi kemana sampai kakimu bisa terluka seperti itu'', tanya Angela


''Aku hanya kurang berhati-hati, kembalilah bekerja dan besok mungkin aku akan pergi untuk mengunjungi ibuku'', jawab Adrian


''Kau baru datang sudah mau pergi lagi, tidak ingin mengajakku kesana'', tawar Angela


'' Ayolah Angela kau harus tetap di sini, ketika aku sedang tidak ada'', ucap Adrian


''Baiklah, Angela berdiri dari duduknya, sekali lagi mencium bibir Adrian, ''kau semakin hebat Adrian, aku hampir tidak mampu mengimbangimu'', ucapnya lalu pergi ke ruang kerjanya.


Adrian termenung sejenak, dia masih memikirkan Nara yang dengan tegas menolaknya, mungkin karena dirinya memiliki hubungan yang tidak jelas dengan banyak wanita cantik, sehingga Nara menolaknya, bahkan Nara pernah memergoki Adrian saat dia dan Angela sedang bercinta di ruang kerjanya seperti yang baru saja mereka berdua lakukan.


Sementara itu Raka dan beberapa orang yang menjadi timnya sudah berangkat ke Kanada, Danu sudah meminta keluarga papanya untuk membantunya selama di sana. Nara pun menginap di kedai papa Rey untuk merawat ibunya yang sedang sakit, dan Danu tidak keberatan, malahan Danu banyak membantu papa Rey di kedai, seperti saat itu pria itu sedang memasak di dapur kedai. Setelah mengantar Nara ke rumah sakit tadi pagi, Danu pergi ke pasar untuk berbelanja, karena papa Rey harus menjaga istrinya yang sedang sakit, Danu sama sekali tidak keberatan dan tidak malu pergi berbelanja di pasar, dahulu Danu sudah terbiasa hidup sederhana dengan kakeknya, perpisahan kedua orang tuanya menjadikan dia menjadi anak yang mandiri, tidak bergantung pada keluarganya.


''Aku ingin memasak menu kesukaan Nara pa, sebentar lagi dia pulang, tadi dia bilang tidak mau di jemput, dia memintaku untuk menjaga kedai'', jawab Danu


''Memangnya dia suka makan apa???, tanya papa Rey


''Sebenarnya Nara tidak pernah menolak semua menu yang aku masak untuknya'', jawab Danu


''Apa Nara pernah memasak makanan untukmu??


Danu tersenyum sesaat,'' setiap hari aku yang menyiapkan makanan untuknya, Nara hanya bisa membuat telur mata sapi, telur rebus dan mie instan, dia bilang saat dulu tinggal di Amerika, dia sangat irit, semua makanan hanya direbus atau dikukus saja'', jujur Danu sembari tertawa mengingatnya.


''Maafkan putriku, tidak bisa membuat makanan yang enak untukmu, dia hanya pandai belajar dan tidak pernah tahu cara memasak'', ucap papa Rey


''Tidak apa-apa pa, aku bisa menerima semua kekurangan dia, aku sama sekali tidak masalah dengan semua itu'', ucap Danu


''Kau sangat pengertian, apa dia sering merepotkanmu???


''Sama sekali tidak, aku sendiri yang ingin memanjakanya'', ucap Danu sedikit malu.


''Papa heran, apa yang membuatmu tergila-gila padanya???, tanya papa Rey


''Entahlah, aku menyukai semua yang ada padanya'', jawab Danu tanpa rasa malu


''Nara sangat mirip dengan mamanya, dia juga tidak bisa masak, saat anak-anak masih kecil dulu mamanya hanya fokus mengurus ketiga putriku dan untuk urusan makanan, mamanya sering membelinya atau bahkan ibu Raka yang sering masak untuk di berikan pada ketiga putriku'', ucap papa Rey.


''Mama pasti repot mengurus tiga anak kembar, jadi tidak sempat memasak'', ucap Danu


''Ya, tidak mudah memang mengurus mereka bertiga, bahkan dulu papa sering meninggalkan mereka berbulan-bulan lamanya, dan mamanya sendirian mengurus mereka bertiga, tidak terasa sekarang mereka bertiga sudah dewasa dan berani berumah tangga'', kenang papa Rey mengingatnya.


Danu melanjutkan memasaknya dan papa Rey kembali melayani pembeli, hingga Nara datang dan membantunya di kasir.