TRIPLE R

TRIPLE R
20. Patah hati



Pagi ini sebelum memulai pekerjaanya, Nara menemui Adrian dan ingin memastikan apakah pria itu jadi kembali ke negaranya atau tidak, Nara sebenarnya merasa tidak enak pada Adrian, tapi apa yang bisa ia lakukan, sejak dulu ia tidak pernah memiliki perasaan pada Adrian hampir delapan tahun tinggal di negara Adrian, dari usia yang masih muda hingga akhirnya ia menjadi dewasa, Nara memang sering bertemu dengan Adrian di kampus ataupun di rumah sakit, dan Adrian begitu menunjukan kegagumanya pada dirinya, ia tidak bisa menerima Adrian hanya karena kasihan.


Tok.....tok...tok....


''Slamat pagi dokter Adrian!!!, sapa Nara dengan ramah, Adrian bahkan masih tak bisa membedakan senyum dan suara antara Nata maupun Nara, padahal Nata hampir sebulan datang ke rumah sakit untuk mengunjungi dan menemaninya, sedang Nara sudah satu tahun mereka tidak bertemu, Andrian tidak bisa menemukan perbedaanya, mungkin jika saat ini Nara tidak memakai pakain selayaknya dokter dan name tagnya, ia tidak bisa mengenalinya, mereka benar-benar mirip.


"Bagaimana keadaan anda, kudengar dari Nata, anda memaksa keluar dan ingin kembali ke Amerika, apa anda yakin tidak menunggu sampai sembuh dulu???, tanya Nara


''Untuk apa aku berlama-lama disini, kamu tidak menginginkanku, aku bisa di rawat di rumah sakitku sendiri nanti", jawabnya terlihat kecewa.


"Maaf dokter Adrian mungkin kita memang tidak berjodoh, Baiklah jika anda sudah memutuskan begitu, saya akan membantu anda untuk keluar dari rumah sakit, saya harap anda lekas sembuh dan bisa kembali bekerja, kalau begitu saya permisi dulu", ucap Nara sopan, Nara selalu bersikap seperti itu pada Andrian sopan dan tegas, bahkan saat Adrian mengajaknya makan malam Nara selalu menolak dengan tegas.


"Nara!!!, panggilnya saat ia berbalik melangkah


Seketika Nara menghentikan langkahnya dan berbalik, "Ya", jawab Nara


"Kau yakin bahwa aku tidak ada di hatimu selama ini???, apa yang tidak kamu sukai dariku, kamu tidak suka padaku karena aku selalu di kerumuni gadis cantik, itu bukan mauku, kau tidak suka aku pergi ke club malam aku tidak akan ke club lagi, kau tidak suka aku minum alkohol aku bisa berhenti meminumnya, kau tidak suka aku pergi bersama teman-temanku, aku bisa hanya fokus padamu saja", ucap Adrian menggebu


"Saya rasa sudah cukup pembicaraan kita, tidak ada yang perlu di bahas lagi tentang masalah ini, semua tidak ada hubungannya dengan gadis cantik yang mendekati anda, tidak ada hubungannya dengan hobi anda pergi ke club malam dan minum alkohol, tidak ada hubungannya dengan teman-teman anda, dan saya harap anda akan hidup lebih baik dan bertemu dengan wanita yang bisa mengerti anda'', ucap Nara sopan.


''Baiklah, aku akui setelah bertemu kedua saudara kembarmu, aku tidak yakin dengan perasaanku, aku tidak bisa mengenalimu, aku tidak bisa membedakan kalian bertiga, jadi jika nanti aku menyukai salah satu saudaramu apa kamu tidak keberatan???, tanya Adrian


''Jika itu terjadi, artinya Anda berjodoh denganya, jika saat itu tiba saya harap anda tidak akan salah mengenali istri anda, dan jika itu terjadi saya harap kita bisa saling menghargainya dan menghormati kehidupan masing-masing'', ucap Nara membuat Adrian terperangah, bagaimana Nara bisa membaca apa yang tengah di rasakan.


''Saya permisi dokter', ucap Nara


''Selamat bekerja'', ucap Adrian


Nara segera keluar dari ruangan Adrian di rawat dan meminta staff yang berkepentingan mengurusnya, Nara juga minta bantuan Raka untuk mengantar Adrian ke bandara, karena dirinya tidak bisa berkendara dan juga meminta Hana agar membantunya untuk penerbangannya, Nata benar-benar tidak datang ke rumah sakit, selain sibuk dengan ujian skripsinya, dia tak ingin terlihat menyedihkan di depan Adrian, karena diam-diam menyukai Adrian, pria yang menyukai saudara kembarnya.


******


Sebulan telah berlalu sejak kepergian Adrian, hari ini adalah hari pernikahan Nara dengan Danu, pernikahan mereka diselenggarakan secara sederhana dan benar-benar hanya keluarga Nara dan keluarga Raka serta keluarga kedua orang tua Danu beserta pasanganya, Kedua orang tua Danu telah lama bercerai sejak Danu berusia tiga tahun, mereka tinggal di negara yang berbeda. Danu merupakan keturunan campuran, Danu memang memilih hidup sendiri tanpa mencampuri keluarga papa ataupun mamanya setelah dia dewasa, Danu cenderung cuek dan tidak dekat dengan kedua orang tuanya, karena selama ini ia di didik dan dibesarkan oleh kakek dan neneknya dari mamanya yang merupakan warga keturunan Indonesia, namun setelah kakek dan neneknya meninggal Danu ikut dengan kekek dan nenek dari keluarga papanya di Canada. Hingga akhirnya bertemu Nara saat belajar ke Amerika.


Nara terlihat begitu cantik dengan balutan gaun pengantin berwarna putih, beberapa kali ibu Danu dan istri mantan suaminya, memuji kecantikan menantunya di depan keluarganya, hari ini untuk pertama kalinya Nara bertemu dan berkenalan dengan kedua orang tua Danu, setelah janji suci itu di ikrarkan, mereka nampak berbincang santai sembari menikmati menu yang di siapkan oleh papa dan mama Rey di halaman rumah Danu. Keluarga itu membaur begitu saja.


Mama Danu beberapa kali mengelus tangan putranya dan meminta maaf karena hingga Danu besar jarang bertemu dan sibuk mengurus rumah tangganya yang baru, putranya itu tidak pernah mau ikut tinggal bersamanya. Mama Danu merasa bahagia putranya kini telah menemukan pendamping hidupnya, meski tidak banyak yang tahu hubungan Danu dan Nara seperti apa, akan tetapi seluruh keluarga di buat kaget saat Danu menyebutkan mahar pernikahan untuk istrinya, dari situ akhirnya semua tahu kesungguhan Danu untuk mendapatkan Nara, ia bekerja dengan keras agar bisa bersanding dengan pujaan hatinya, Danu benar-benar memberikan rumah sakit harapan sebagai mahar pernikahan untuk istrinya, dan perusahaan skincare sepenuhnya milik Nara, serta rumah yang ia bangun itu kepada istrinya, Danu juga memberikan beberapa sahamnya di perusahaan penerbangan, meski awalnya Nara menolak, tapi Danu memberikan alasan yang kuat agar istrinya tidak menolaknya.


Hana sempat kaget mendegar kabar pernikahan saudara kembarnya dengan pria yang ia kagumi selama ini, gadis itu terlihat asyik menikmati makanan yang tersedia disana dan tidak banyak bicara, bahkan mengabaikan Raka yang sedari tadi memperhatikan Hana yang sesekali makan dan mengabadikan acara tersebut.


''Berhenti makan terus Hana, kalau tidak ingin kehilangan keseksianmu??, bisik Raka


''Ciihh aku ingin makan yang banyak hari ini, atau kalau ada minuman yang bisa membuatku mabuk aku akan meminumnya'', ucapnya sembari tetap mengunyah.


''Kau seperti sedang patah hati saja, ini hari bahagia saudaramu, apa kamu tidak ikut bahagia???, tanya Raka


''Aku bahagia, tapi aku sedang patah hati Ka''. ucap Hana dengan malas tapi bisa di dengar Nata


''Patah hati kan bukan berarti harus punya pacar dulu, aku juga sedang patah hati, kalian berdua sudah menolak ku, dan harapanku tinggal Nara, tapi sekarang dia menikah dengan pria lain, padahal aku belum sempat mengunkapkannya, kamu tidak sendiri Na'', ucap Raka menepuk pundak Hana.


Hana dan Nata membola bersama.


''Memangnya kamu patah hati dengan siapa Na??, tanya Nata, mereka memang suka memanggil saudaranya dengan panggilan terpendek Na untuk Hana, Ta untuk Nata, dan Ra untuk Nara, serta Ka untuk Raka.


''Dia'', ucap Hana sembari menatap Danu yang kini sedang tertawa bahagia mengobrol dengan keluarganya di temani istri tercinta.


''What!!!!.....Danu.....?????, kaget Raka dan Nata bersamaan.


Hana mengangguk lemas dan mengerucutkan bibirnya.


''Serius Na????, ucap Raka dan Nata kembali.


''Bagaimana bisa kau menyukai suami Nara, kau kenal dimana???, tanya Raka lagi


''Jangan menjadi saudara yang jahat Na, kau tidak mungkin akan menjadi orang ketiga di rumah tangga saudaramu sendiri kan???, ucap Nata


"Kamu pikir aku perempuan apaan, ya enggak lah, aku sadar diri, aku bukan apa-apa dibanding Nara, meskipun kita dilahirkan kembar dia memiliki sesuatu yang tidak kita miliki, pak Danu saja bisa membedakan dengan jelas siapa wanitanya, tidak seperti Adrian tidak bisa mengenali siapa yang dia sukai", ucap Hana


"Bagus kalau kamu sadar, berarti otakmu masih waras, sejak kapan kau mengenalnya", ucap Raka


"Danu itu salah satu pemegang saham terbesar kedua di perusahaan ku, aku menyukainya saat pertama kali bertemu di saat wawancara kerja denganya, saat pertama kali mengawali karir sebagai pramugari aku begitu senang setiap kali pergi bekerja, berharap bisa bertemu dia, dia sangat jarang datang ke perusahaaan, karena selama ini fokus mengurus perusahaan yang ia dirikan bersama Nara, banyak sekali karyawan wanita yang mengagumi Danu termasuk aku, tapi tidak ada satupun yang bisa menaklukanya, dia itu selalu cuek tapi juga berwibawa saat bertemu, dan sekarang tiba-tiba menikah dengan Nara, saat bertemu di rumah sakit waktu itu aku benar-benar kaget, dia memanggil Nara dengan panggilan sayang, aku ingat saat wawancara dia menanyakan tentang berapa saudaraku, dan aku katakan bahwa aku punya dua saudara kembar, pantas saja dia banyak bertanya tentang Nara waktu itu, ternyata dia kekasih Nara dan kalian tahu sendiri mereka menjalani bisnis skin care bersama dengan nama 'Nura Skincare', aku baru menyadarinya sekarang jika Nura itu diambil dari nama mereka Danu dan Nara yang artinya cahaya, mereka benar-benar pasangan yang bersinar seperti cahaya, aku terlihat menyedihkan bukan sekarang", jelas Hana berkaca-kaca.


"Ha...ha...ha...., tiba-tiba Nata tertawa terbahak.


"Yaaaacch, kenapa kau malah tertawa Ta???, kamu suka melihat kami patah hati!!!!, ketus Hana


"Iya, bahagia diatas penderitaan orang lain", cibir Raka


"Bukan begitu, Nata tertawa hingga keluar air mata, bukan kalian berdua yang patah hati tapi aku juga sedang patah hati", ucap Nata sembari menghapus air mata yang jatuh di pipinya dengan tetap tersenyum.


Sontak Raka dan Hana menatap Nata tak percaya.


"Kamu patah hati???, tanya Hana tidak percaya


"Pria mana yang sudah menolakmu??, tanya Raka seperti tak rela.


Haaaahhhh, "sepertinya kita bertiga senasip sepenanggungan ya, aku diam-diam menyukai Adrian", Nata menjeda ucapanya dan sesaat menarik nafas dalam lalu menghembuskannya perlahan"sebulan menemani Adrian di rumah sakit, aku merasa senang dan nyaman saat bertukar pikiran denganya, meski terkadang dia menjengkelkan, tapi sekarang dia pergi karena Nara benar-benar menolaknya, dia hanya menyukai Nara, aku merasa kehilangan sekarang, aku tidak tahu sejak kapan aku menyukainya, tapi aku suka melihat, aku bahkan merasa merindukannya sekarang, bukankah aku juga menyedihkan????, ucap Nata seperti ingin menangis tapi berusaha menahanya.


Ketiganya tertawa kencang, Hana dan Nata memukuli Raka, melampiaskan keresahan hatinya


"Hai, kalian berdua kenapa memukuli ku, harusnya kita berpelukan karena senasip", ucap Raka


"Kalian para jomblo, kenapa duduk bertiga disana, tidak mau bergabung disini, kapan mau kenalkan pacar kalian masing-masing", ucap papa Rey yang terlihat bahagia bersama keluarga Raka dan Danu terlihat akrab.