TRIPLE R

TRIPLE R
27. Tak bisa menerka



Nara dan Danu berangkat ke rumah sakit, berkali-kali Nara menghubungi Raka dan Hana ingin menanyakan kabar Nata, namun nomor yang di hubungi tidak aktif.


''Ihhh pada kemana sih, gak ada yang aktif nomornya'', kesal Nara


''Siapa yang kamu hubungi sayang???, tanya Danu sembari menyetir, tangan kirinya mengusap kepala istrinya dengan lembut.


''Raka sama Hana'', ucapnya cemberut


''Sayang mereka baru menikah, pasti capek, mungkin masih tidur'', jawab Danu


''Ya tapi aku pingin tahu kabar Nata, sudah kembali atau belum, kenapa nomer dia masih tidak aktif'', gerutu Nara


''Coba tanya sama papa atau mama, dia sudah kembali ke rumah belum'', ucap Danu.


Nara menuruti saran suaminya, namun jawaban yang ia terima nihil, saudara kembarnya belum kembali hingga sekarang dan kedua orang tuanya akan melapornya ke kantor polisi, bahkan mamanya malah menangis sedih. Nara menjadi kuatir dan takut sekarang, sejak siang hingga pagi tiba saudaranya itu tidak kembali ke rumah.


''Bagaimana sayang, apa Nata sudah kembali???, tanya Danu melihat istrinya yang justru bengong setelah mematikan ponselnya.


''Mas, Nata benar-benar hilang, bagaimana ini??, Nara menutup wajahnya dengan kedua tanganya dan menangis.


''Sayang tenanglah, jangan menangis seperti ini, Nata pasti ketemu'', ucap Danu berusaha menenangkan istrinya, Danu menepikan kendaraanya.


''Mas bagaimana kalau Nata di culik, bagaimana jika dia kenapa-napa, dia pasti ketakutan, Nata tidak pernah seperti ini sebelumnya'', Nara menangis tersedu, Danu sampai bingung menenangkanya.


''Sayang tenanglah, Nata itu sudah dewasa, dia tidak bodoh, dia bisa minta tolong dan berteriak jika sampai di culik, jangan berfikiran buruk, kita cari jalan keluarnya'', ucap Danu memeluk istrinya agar tenang.


Nara menangis dalam pelukan Danu, Danu merasa ada yang aneh dengan istrinya, Danu hampir tidak pernah melihat Nara sepanik ini, dia adalah gadis pemberani, bahkan sangat mandiri. Setelah beberapa saat dan merasa tenang mereka melanjutkan perjalanan ke rumah sakit.


Sementara itu, Nata bingung dengan keberadaan dirinya saat ini, dia tidak tahu sedang berada dimana, semalam saat tersadar ia sedang berada di atas pesawat yang tidak ada awak penumpang, hanya dirinya berada di dalam pesawat, dengan tangan terikat dan tentunya sang pilot yang hingga sampai landing tidak menampakan diri, pesawat itu didesain khusus, ada ruang untuk dia beristirahat, Nata tahu bahwa dia sedang di culik, dia sedang menerka siapa yang meculiknya dan untuk apa juga, Nata merasa tidak memiliki musuh, meski takut Nata berusaha tenang dan tidak panik, dia menurut saat dua orang membawanya masuk ke sebuah mobil setelah turun dari pesawat, dan terus mengingat bagaimana dia bisa sampai ke tempat yang begitu asing baginya, orang yang membawanya menutup matanya dengan kain, dan setelah menempuh perjalanan darat sekarang dirinya sudah berada di sebuah rumah yang tampak luas dan megah, dua orang itu melepas kain yang menutupi wajahnya, Nata begitu terpukau dengan bangunan yang sudah seperti istana, dan banyak sekali orang yang menyambutnya, ia seperti berada jauh dari negaranya, semua orang berambut coklat dan juga warna kulitnya berbeda denganya, mereka juga berkomunikasi dengan bahasa Inggris, Nata di bawa ke subuah kamar yang begitu luas dengan desain semua berwarna putih, meski di culik tapi Nata di perlakukan seperti seorang ratu, para pelayan di istana ini tidak ada yang berbicara dan hanya melayananinya saja. Ada yang menyiapkan air hangat untuk mandi, menyiapkan makanan untuknya dan membantunya untuk membersihkan diri, Nata merasa malu karena seorang pelayan memaksanya membantunya saat mandi, meski awalnya Nata menolak tapi akhirnya dia menyerah karena pelayan itu tetap memaksanya, pakaian, sepatu, tas wanita dan perhiasan semua tertata rapi, Nata tidak tahu semua ini milik siapa , pelayan tadi mengambilnya untuk dia kenakan, setelah selesai mandi Nata diarahkan duduk di sebuah ruangan dan menyantap makanan yang sudah dihidangkan disana, seorang chef dan beberapa pelayan berdiri di dekatnya dan mengawasinya makan, Nata berusaha tetap tenang meski rasa takut menjalar di sekujur tubuhnya.


Tidak berapa lama seorang perempuan yang terlihat sudah tua namun masih terlihat cantik dan kemudian duduk bersamanya dengan anggun, Nata segera memberi hormat, perempuan itu tersenyum dan menyuruhnya melanjutkan makan, wanita itupun ikut makan bersama Nata, tidak ada yang berbicara saat mereka makan.


''Apa kamu suka dengan menunya sayang??, tanya wanita tua itu dengan suara yang lembut.


''Makananya sangat enak, hanya saja saya tidak terbiasa'', jawab nanti


''Maaf nyonya, kenapa saya diculik dan di bawa kesini, saya sedang berada dimana sekarang???, tanya Nata


''Kau sedang berada di mansion ku sekarang, maafkan aku karena harus melakukan ini, aku hanya ingin putraku mau pulang padaku'', ucapnya


''Siapa putra anda, apa saya mengenalnya???, tanya Nata


''Tentu saja, karena kamu wanita yang dia sukai, putraku pasti akan kembali kesini saat mendengar kamu berada di sini, anggap seperti di rumahmu sendiri, semua pelayan disini akan melayanimu, karena kamu akan menjadi nyonya di rumah ini'', ucap wanita itu


''Maaf nyonya, saya punya orang tua, bisakah saya menghubungi orang tua saya, mereka pasti kuatir dengan menghilangnya saya'', mohon Nata


''Setelah kau bertemu dengan putraku, kau tanya saja dia boleh tidak menghubungi keluargamu nanti'', ucapnya santai


''Nyonya!!!,


''No, mulai sekarang jangan panggil aku nyonya, panggil aku mommy'', ucapnya lagi.


''Kapan putra anda datang kemari dan sebenarnya siapa dia???, tanya Nata lagi


''Apa kau sudah tidak sabar ingin bertemu denganya, aku juga sangat merindukannya'', ucap wanita itu, wajahnya nampak terlihat sedih.


''Kenapa anda terlihat sedih??


''Aku sedih melihat putraku, sudah beberapa tahun sejak kematian daddynya, dia tidak pernah pulang kesini, dia sibuk dengan pekerjaanya, sampai lupa kalau masih ada mommynya yang selalu menunggunya pulang kesini'', jelasnya.


''Maaf nyonya,!!


''Panggil mom, mommy ok'', ucap wanita itu


''Mom, sepertinya anda salah mengenali, saya tidak memiliki kekasih, dan saya mohon biarkan saya menghubungi keluarga saya dulu, kita bisa bicara baik-baik kan, tolong berikan ponsel saya'', mohon Nata


''Mommy tidak tahu di mana kamu menaruhnya??.


Nata terdiam, sejak di pesawat dia tidak tahu dimana ponselnya, ia ingat kemarin adalah pernikahan saudara kembarnya Hana, karena sejak pagi harus bersiap dan lelah duduk selama acara, dia keluar untuk jalan-jalan di dekat rumah Raka, dan malah berakhir dengan penculikan dirinya, ia tidak tahu siapa yang di maksud wanita tua ini, Nata tidak memiliki kekasih, tapi perempuan tua di sampingnya bilang jika putranya begitu mencintainya, dia teringat akan Adrian yang menyukai Nara, jika wanita itu ibu Adrian, kenapa dia harus menculiknya, Nata tak bisa menerka-nerka.