
Sepulang kerja Danu dan Nara pergi ke kantor polisi, kedua orang tuanya juga menuju ke sana, setelah tadi mendapat telfon dari Raka, yang akan menyerahkan rekaman CCTV ke pihak kepolisian, Raka curiga dengan dua pria asing yang berada dekat Nata berdiri, pasalnya mereka bukanlah warga di perumahan keluarga Raka tinggal, juga buka teman ataupun rekan dari Raka dan kedua orang tuanya tidak mengenal orang tersebut.
Mereka telah sampai di kantor polisi, dan langsung masuk ke ruangan, disana sudah ada kedua orang tua Nara dan juga Raka langsung menyambutnya, beberapa rekan kerja Raka nampak berdecak kagum dengan kecantikan Nara, kemarin mereka terkagum dengan kecantikan istri Raka saat di pernikahan, dan mereka tak bisa membedakanya, benar-benar mirip.
Nara langsung memeluk mamanya yang nampak lelah dan sedih.
"Raka bagaimana????, tanya Nara
"Ikut denganku", ajak Raka, ia berjalan ke sebuah ruangan menunjukan rekaman CCTV pada Nara dan Danu, kedua orang tuanya sudah melihatnya tadi dan mereka tidak mengenal dua pria yang berada dalam rekaman CCTV itu.
Nara mengamati video saat detik-detik Nata keluar dari tenda acara dan berjalan menuju kendaraan milik orang tuanya yang terparkir, dan alangkah terkejutnya Nara dengan dua pria asing yang sepertinya telah menunggu disana, Nara menutup mulutnya agar tidak sampai berteriak, dia tidak pernah perfikir jika kedua pria yang dulu selalu menguntitnya kemanapun dia pergi bisa sampai datang ke sini.
''Apa kau mengenal mereka sayang???, tanya Danu melihat keterkejutan istrinya.
''Mas mereka!!!, Nara tak bisa berkata-kata lagi dan tubuhnya gemetar dan Danu langsung memegangi istrinya.
''Apa kamu mengenal mereka Ra???, tanya Raka
Nara mengangguk," mereka yang selalu mengikutiku saat aku di Amerika". jawab Nara
''Maksud kamu mereka orang suruhan Adrian???, tanya Danu
"Aku tidak yakin apa Adrian yang menyuruhnya atau bukan, tapi aku pernah melihat mereka pergi bersama Adrian", jelas Nara.
''Bisa jadi mereka menculik Nata, karena mereka mengira Nata adalah kamu''. ucap Raka
''Lalu bagaimana sekarang, apa mungkin mereka membawa Nata ke Amerika??, tanya Nara cemas
''Kita akan mendalaminya lagi, kamu yakin mereka orang yang sama'', tanya Raka lagi
''Iya, aku yakin itu mereka'', ucap Nara
''Apa Nata di culik'', sontak mama Rey langsung menangis, mama dan papa Rey mengikuti Nara dan Danu serta Raka masuk ke ruangan itu.
''Ma tenanglah, kita masih belum tahu kebenaranya, ini hanya dugaan saja'', ucap papa Rey berusaha menenangkan istrinya, sejak semalam wanita paruh baya itu tidak tidur memikirkan putrinya dan kondisi tubuhnya kelelahan karena sudah beberapa hari mempersiapkan pernikahan Hana putrinya.
''Bagaimana mama bisa tenang pa, Nata tidak pernah pergi jauh dari kita, sekarang dia tiba-tiba menghilang, Nara cepat kamu telepon Adrian, tanyakan padanya apa Nata bersamanya, mama takut dia kenapa-napa, Adrian datang kesini itu karena kamu Ra'', mama Rey memegang kedua tangan Nara dan bersimpuh di lantai memohon pada Nara
''Mama tenanglah, kita tidak bisa menuduh tanpa bukti, jika Adrian yang melakukanya, dia pasti tidak akan melakukan hal buruk padanya'', ucap Nara ikut bersimpuh di lantai dan memeluk mamanya, dia juga tidak bisa menahan air matanya melihat mamanya seperti ini.
''Tidak Nara, mungkin Adrian kecewa karena kamu sudah menolaknya, dan dia berencana menculikmu dan malah membawa Nata, karena kalian mirip jadi mereka tidak bisa mengenali kalian'', ucap mama Rey lagi dan terus menangis.
''Ma, mama tenanglah dulu, kami pasti mencari Nata, kita tidak boleh gegabah dan menuduh orang sembarangan'', ucap Raka.
''Raka, tolong cari Nata sampai ketemu, mama mohon'' ucap mama Rey histeris.
''Raka pasti cari Nata sampai ketemu, mama harus tenang dan sabar dulu'', ucap Raka
''Pa sebaiknya mama di bawa pulang dulu, mama terlihat sangat lelah, biar kami yang mengurus hal ini'', ucap Danu, dia tidak ingin istrinya disalahkan dan terbebani.
''Baiklah, kalian urus masalah ini, papa akan bawa mama pulang dulu'', papa Rey segera membawa istrinya pulang di bantu Nara berjalan ke mobilnya.
Danu nampak berbincang dengan Raka dan beberapa polisi yang ada disana, Danu dan Nara serta Raka dan tim yang sudah ditunjuk segera ke bandara untuk mencari bukti lain dan mengecek CCTV bandara, sebagai pemilik saham di penerbangan Danu sangat membantu jalanya penyelidikan dan pencarian bukti disana. Dan Nara harus tetap mengikuti mereka karena dia bisa memberikan petunjuk.
Nara sangat lelah setelah bekerja dia masih harus kesana kemari, dia sampai tertidur saat di perjalanan, hingga hampir dua jam perjalanan mereka sampai di bandara, Danu dan Nara serta tim kepolisian bersama Raka langsung menuju ruang pantauan CCTV bandara, untuk melihat rekaman CCTV kemarin sesuai jadwal penerbangan ke Amerika, namun setelah lama mencari tidak ada hal yang mencurigakan.
''Apa sejak kemarin hingga hari ini ada jadwal penerbangan selain pesawat komersil??, tanya Danu
''Ada jet pribadi yang membawa orang sakit dengan tujuan Canada pak'', ucap petugas itu
''Ra, apa kamu bisa mengenali pasiennya??, tanya Raka
''Tidak begitu jelas, tapi melihat pakaian yang ia kenakan sepertinya dia memang Nata, kemarin saat acara dia memakai gaun yang sama denganku'', ucap Nara
''Jadi mereka membawanya ke Canada, bisa jadi bukan Adrian yang menculiknya'', ucap Danu
''Lalu siapa lagi kalau bukan dia???, tanya Raka
''Bisa jadi orang itu memang menyukai Nata, tapi kenapa harus menculiknya, apa ada orang yang tidak suka denganya???, tanya Danu
''Apa keluarga Adrian memiliki pesawat pribadi???, tanya Raka
''Aku tidak tahu, karena aku tidak pernah mencari tahu siapa Adrian dan keluarganya'', jawab Nara
Ada rasa senang di hati Danu mendengar jawaban istrinya, itu cukup membuktikan baginya kalau Nara memang tidak memiliki perasaan pada Adrian, dan mungkin Adrianlah yang tergila-gila pada istrinya Nara, seperti dirinya.
''Mas bukankah keluargamu tinggal di sana??, tanya Nara
''Kau mencurigai keluargaku sayang???, tanya Danu
''Bukan mas, bisakah kita minta tolong pada papa untuk mencari informasi pesawat pribadi yang membawa Nata itu milik siapa, dari situ kita bisa tahu siapa mereka'', jelas Nara
''Aku rasa jangan melibatkan banyak orang'', ucap Raka
''Lalu apa kau ada ide, apa kami harus ke Canada, atau kamu dan tim yang sudah ditunjuk saja yang kesana???, ucap Nara.
''Kami minta salinan rekaman video ini dan kami akan berkoordinasi dulu, kami harus mengikuti peraturan setiap negara, tidak bisa seenak di negara orang, sebaiknya sekarang kita pulang dan selanjutnya tunggu kabar dari kami'', ucap Raka.
Merekapun segera meninggalkan bandara, Raka pergi bersama timnya dan Danu pergi bersama Nara. Hari sudah malam saat Raka sampai di rumahnya, kedua orang tua Raka nampak berbincang di teras menunggunya.
''Pa, ma belum tidur???, sapa Raka
''Kami sedang menunggumu, bagaimana apa sudah ada kabar tentang Nata??, tanya papa Raka
''Kemungkinan Nata di culik dua orang yang ada di CCTV kemarin, menurut Nara, mereka yang mengikuti Nara saat dia di Amerika, dan kemungkinan Nara yang menjadi sasaran nya, tapi mereka salah mengenalinya dan menculik Nata''. jelas Raka
''Di culik!!!, apa ada orang yang tidak suka dengan Nara??, tanya mama Rey kaget
"Ini hanya dugaan sementara ma, Nara itu cantik dan pintar ma, banyak pria yang tergila-gila padanya dan menginginkanya, jadi mungkin mereka salah satunya", jawab Raka
"Kau harusnya juga hati-hati, jaga istrimu dengan baik, bukankah mereka bertiga sangat mirip, mama sama papa saja sudah dari lahir ikut merawatnya, tapi masih sering salah mengenalinya", ucap mama Raka lagi
"Benar sekali, kamu ini baru menikah, masih juga pulang malam, kurangi kebiasaanmu itu", tegas papa Raka
"Iya Raka tahu, kan ini darurat pa, dimana istriku sekarang, papa sama mama tidak apa-apakan istriku kan??, canda Raka
"Kamu pikir kami mertua yang jahat, harusnya dari lahir aku menukarmu dengan Hana saja", kesel mama Raka
Raka tertawa, "bukankah papa sama mama harus berterima kasih sama Raka, karena sudah bisa membawa pulang kembali salah satu dari mereka", ucap Raka berlalu meninggalkan kedua orang tuanya, dia segera menuju kamarnya untuk menemui istrinya.
Raka membuka pintu kamar dan terlihat Hana duduk bersandar di ranjang sembari menyalakan TV dan bermain dengan ponselnya, sehingga tidak mendengar jika suaminya sudah pulang.
"Raka, sudah pulang bagaimana???, tanya Hana langsung beranjak dari ranjang.
Raka tidak menjawab dan langsung memeluk Hana dengan erat, "apa kau menungguku, kau tidak bosan di kamar terus seharian ini??, tanya Raka sembari mencium kening Hana
"Raka", Hana mendongak dan Raka langsung mencium bibir Hana membuatnya tak bisa berbicara hingga cukup lama Raka baru melepaskan ya, sehari ini begitu lelah, ciuman itu bisa mengobati rasa lelahnya.