
''Sebenarnya apa maumu Adrian, aku sudah bilang jangan mengganggu kehidupan kami, kamu masih saja datang kemari, kami sudah menyerahkan semua ke pihak berwajib'', ucap papa Rey merasa kesal karena kedatangan Adrian. Pria itu berdiri dan berkacak pinggang, tanganya sudah mengepal ingin memukul nya, tapi dia masih berfikir karena sudah beberapa kali pria itu mengusir Adrian dengan memberikan pukulan karena Adrian terus memaksa, tiba-tiba Adrian langsung berlutut di depan papa Rey.
''Tuan, dengan penuh hormat, saya pribadi dan atas nama mommy saya, kami memohon maaf kepada semua, saya bukan pria yang tidak bertanggung jawab, ibu saya memang bersalah dan sudah menerima hukumannya, saya juga bersalah telah berani melecehkan putri anda, saya tahu anda dan keluarga sangat menjaganya, ijinkan saya mempertanggung jawabanya dengan menikahinya'', mohon Adrian
Semua terdiam menatap Adrian, bagaimana bisa pria ini masih begitu percaya diri dan berani memohon untuk menikahi Nata.
''Nata, aku mohon dengarkan penjelasanku, aku tidak pernah meminta orang untuk menculikmu, semua rencana mommy tanpa sepengetahuanku, bahkan malam itu seseorang telah menaruh obat dalam minumanku, hingga aku melecehkanmu, aku benar -benar menyesal Nata, aku mohon maafkan aku,beri aku kesempatan, apa selama sebulan kamu mengenalku, kamu tidak ada sedikit perasaan padaku, aku bahkan merasa nyaman dan senang kau menemaniku, aku selalu menunggumu datang, aku bahkan ragu apakah aku benar-benar menyukai Nara sebelumnya, karena setelah aku tahu kalian sama dan aku tak bisa membedakan kalian, aku menjadi ragu dengan perasaanku sendiri, jawab aku Nata, jangan diam saja'', ucapnya panjang.
''Jangan membual Adrian, kamu pikir dengan memohon seperti itu, kami akan menarik laporan kami agar mencabut hukuman untuk ibumu dan orang-orangmu, harusnya kamu juga mendekam di penjara'', ucap papa Rey geram
Tiba-tiba Nata berjalan dan berdiri disamping papanya, tepat di depan Adrian, tanpa ragu Nata langsung melayangkan tamparan di pipi Andrian.
Paaaaakkk ''Aku tidak ingin memiliki suami penjahat kelamin sepertimu'' marah Nata membuat semua mematung dan hanya melihatnya, membiarkan Nata melampiaskan kekesalan dan kekecewaanya.
Paaaakkkk, ''kau melecehkanmu dan membuatku hampir menjadi seorang pembunuh''.
Paaaakkkk, ''Kau membuat keluargaku kuatir padaku''
Paaaakkkk, kau membuat ibuku jatuh sakit''
Paaaakkkk, kau membuat Nara dan mas Danu kehilangan calon bayinya''
Paaaaakkk, kau mengacaukan pernikahan Raka dan Hana
Paaakkk, ''kau tidak tahu trimakasih, dan tidak punya harga diri, pergi Adrian aku tidak ingin melihatmu'', ucap Nata menangis menggenggam tanganya yang kebas karena terus menampar pipi Adrian bergantian, papa Rey langsung menahan putrinya yang terguncang.
''Tidak Nata, aku tidak akan pergi, pukul saja aku, pukul sepuasmu, sampai hatimu tenang dan mau menerimaku, aku mohon jangan menghindariku, jangan mengabaikanku, aku mencintaimu, apa kau tahu aku terus memikirkanmu aku terus meyakinkan perasaanku sendiri, aku baru menyadarinya jika aku jatuh cinta padamu, aku bisa melupakan Nara saat bersamamu'', ucap Adrian memeluk kaki Nata erat, meski pipinya terasa panas, dia tetap bertahan membiarkan Nata melampiaskan kekesalanya.
''Adrian apa kau tidak dengar, pergi dari sini dan jangan membual lagi, pergilah'', ucap mama Rey yang juga geram, Nara memegang tangan mamanya agar mamanya tenang.
''Tidak nyonya, aku tidak akan pergi sebelum Nata menerimaku, beri aku waktu untuk membuktikan kesungguhanku, aku mohon Nata, beri aku kesempatan'', ucap Adrian
''Lepaskan putriku'', ucap papa Rey tapi Adrian tak mengindahkannya, membuat papa Rey semakin geram dan langsung melayangkan tendangan kakinya tepat mengenai kepala Adrian dan seketika Adrian langsung tersungkur.
Seketika Nara dan mamanya saling memeluk tidak sanggup melihat Adrian yang tersungkur di lantai karena tendangan papanya.
''Pa cukup pa, jangan main hakim sendiri'',cegah Raka menarik tangan papanya.
Danu langsung membantu Adrian berdiri, ''aku sudah bilang padamu tadi, Nata butuh waktu, kenapa kamu tidak mendengarnya'', ucap Danu
Adrian tidak bergeming, dia mengusap sudut bibirnya yang perih dan berdarah.
''Sayang ambilkan kotak obat'', pintanya pada istrinya, Danu membantu Adrian duduk di kursi.
''Biar aku yang obati dan bicara denganya, ajak mama dan Nata ke atas'', ucap Danu lagi
Nara mengangguk patuh, dan langsung mengajak mamanya dan juga Nata naik ke lantai atas untuk menenangkan diri.
Adrian tidak menyangka pria yang menjadi rivalnya terlihat tenang dan sabar membantunya, sejenak Adrian menyadari mungkin Nara menyukai pria yang terlihat sabar dan tenang, tidak arogan dan menggebu-gebu seperti dirinya.
Nara dan Nata juga mamanya sudah berada di lantai atas. Nara menuangkan air di gelas untuk mama dan Nata dan dirinya yang merasa haus.
''Minum dulu ma'', menyodorkan gelas kehadapan keduanya.
Nata masih sesenggukan menahan air matanya.
''Menangislah sayang, tidak apa-apa keluarkan semua bebanmu, jangan lagi kamu pendam'', ucap mama Rey mengelus punggung putrinya.
Nata langsung memeluk mamanya dan menangis sejadi-jadinya.
''Nata sudah menjadi orang yang jahat ma'', ucapnya menangis tersedu
''Tidak sayang, kamu tidak jahat, kita tahu kamu melakukanya karena untuk melindungi dirimu sendiri''. ucap mama Rey
''Kamu tidak perlu merasa bersalah Ta, semua yang terjadi padamu diluar kendali kita, kamu hebat bisa melindungi diri dari orang yang jahat padamu, jika itu terjadi padaku, belum tentu aku bisa melindungi diriku disaat terjepit seperti itu'', timpal Nara
''Benar, kamu hebat, kamu kuat, kamu pemberani, mama bangga padamu, meski kamu harus melukainya, demi menjaga kehormatanmu, mulai sekarang jangan pernah mau di tindas oleh siapapun, meski kita perempuan kita harus berani melawan tindak kejahatan''.
Nara ikut memeluk Nata dan mamanya, ''kita harus berani melawan selama kita benar, kita Triplle Rey harus menjadi wanita yang tangguh tidak boleh gentar dengan siapapun yang menjahati kita''. ucap Nara Membuatnya merenggangkan pelukanya.
''Dia penjahat juga kan, kalau saja Nata tidak menusuk lenganya dengan pisau, Nata pasti sudah diperkosa olehnya'', ucap Nata sedikit tenang meski air matanya masih membasahi pipinya.
''Sudah jangan kamu ingat lagi, sekarang kamu harus menatap ke depan, masa depanmu masih panjang''.
Sementara itu keempat pria itu masih berbicara di kedai, setelah beberapa lama mereka saling diam.
''Saya mohon tuan, ijinkan saya menikahi Nata, saya benar-benar mencintainya, saya tidak berhenti memikirkannya hingga sekarang, saya berjanji akan membahagiakannya dan menjaganya'', ucap Adrian kemudian
''Apa kamu pikir Nata masih mau menerimamu, setelah apa yang kamu lakukan padanya, kami sudah tidak bisa percaya lagi padamu, bagaimana bisa kamu minta aku menikahkan putriku dengan pria sepertimu'', sarkas papa Rey
''Berilah saya kesempatan untuk memperbaiki hubungan saya dengan Nata, saya tahu anda sangat melindungi putri anda'', ucap Adrian penuh harap
''Pergilah, kamu tidak akan mengerti rasanya memiliki anak perempuan, aku sangat menyayangi ketiga putriku, dan tidak akan kubiarkan siapapun yang menyakitinya, termasuk Danu dan Raka sekalipun''. ucap papa Rey meninggalkan mereka bertiga.
Danu dan Raka hanya saling menatap, berbicara dengan pikiran masing-masing.