TRIPLE R

TRIPLE R
24. Melanggar Aturan



Setelah acara wisuda selesai, keluarga itu makan bersama di sebuah restauran, Danu merasa bahagia, sejak kecil kedua orang tuanya sudah bercerai dan kemudian menikah lagi, jarang sekali keluarganya ada waktu bersama-sama, tapi sekarang setelah menikah dengan Nara, dia memiliki sebuah keluarga baru, Danu merasa keluarga Nara terlihat sederhana dan bahagia, bahkan keluarga Raka yang sejatinya orang lain, sudah seperti satu keluarga, mereka makan sembari mengobrol santai.


''Papa sama mama sekali lagi ingin mengucapkan selamat untuk Nata yang sudah menyelesaikan kuliahnya, selamat sayang papa bangga padamu!!!, ucap papa Rey


''Trimakasih pa,ma, trimakasih buat semua yang sudah meluangkan waktu untuk datang di wisuda Nata.


''Selamat Nata'', ucap semua tersenyum bahagia


''Tunggu, aku ada kejutan untuk Nata'', ucap Nara, dia mengeluarkan sebuah amplop dari tasnya dan memberikannya pada Nata


''Apa ini???, tanya Nata


''Buka saja!!, seru Nara


Nata segera membuka amplop yang berisi brosur-brosur universitas di Kanada.


''Jadi kemarin aku mengajak istriku berbulan Madu ke Kanada sekaligus mengunjungi keluarga disana, istriku bilang, Nata ingin melanjutkan pendidikannya keluar negeri dan kami menyempatkan untuk mengunjungi beberapa universitas disana dan ingin merekomendasikan untuk Nata, dan jika Nata mau, perusahaan skincare kami akan memberikan beasiswa untuk Nata'', ucap Danu.


''Serius mas Danu sama Nara kasih beasiswa buat Nata???, tanya Nata tak percaya, dan Nata pun ikut memanggil Danu dengan sebutan mas seperti Nara.


''Ya jika kamu mau dan serius belajar'', ucap Nara


''Mau banget, trimakasih Ra, trimakasih mas Danu'', ucap Nata berkaca-kaca, ia memeluk Nara dengan erat.


''Sebenarnya tidak harus di Kanada juga, kamu bebas mau melanjutkan kemana, dan perusahaan kami tetap akan membiayainya, ini adalah ucapan trimakasih kami untuk papa dan mama karena telah melahirkan dan merawat istriku Nara dengan sangat baik, sehingga dia jadi wanita yang baik dan pintar, dan trimakasih telah menerimaku sebagai bagian dari keluarga ini'', ucap Danu sopan sembari menggenggam tangan Nara lalu mencium punggun tanganya.


''Oohh kamu romantis banget nak Danu'', ucap mama Raka


''Mama dan papa yang seharusnya berterimakasih padamu, karena kamu sudah bekerja keras untuk Nara'', ucap mama Rey terharu.


''Tidak ma, aku yang harus berterimakasih pada Nara istriku, karena dia membuatku bersemangat menjalani hidup, aku yang tergila-gila padanya'', ucap Danu mencium istrinya di depan keluarganya tanpa rasa malu.


''Ada yang lagi bucin kata anak muda zaman sekarang'', ucap papa Raka membuat semua tertawa bahagia.


Mereka mulai menyantap menu yang sudah tersaji di meja sembari mengobrol ringan.


''Ma, pa, benarkah Raka sama Hana mau menikah???, tanya Nara penasaran.


''Ya, mereka harus segera menikah'', jawab mama Rey


''Mama sama papa mau jodohin Raka sama Hana???, tanya Nara lagi.


''Papa tidak jodohin mereka, mereka sudah berani melanggar aturan, jadi itu konsekwensinya'', jawab papa Raka


''Melanggar aturan apa maksudnya???, tanya Nara penasaran


''Sebaiknya kamu tanya langsung pada Hana dan Raka saja'', ucap mama Raka


''Kamu sudah melewatkan sesuatu Ra'', ucap Nata


''Apa yang terjadi, kenapa tidak ada yang memberitahu aku???, ucap Nara


Mata Nara membola, ''ada apa sih ma, pa??, Nara semakin penasaran.


''Aku dan Raka tidur berdua'', jawab Hana dengan berani mengakuinya langsung, Hana tak ingin terus menutupi permasalahan ini.


''Apa!!!!, bagaimana bisa???, Nara dan Danu langsung menatap Raka.


''Kami bertiga pergi ke rumah karaoke setelah pernikahan kalian dan pulang dalam keadaan mabuk, lalu itu terjadi'', jelas Raka tidak ingin membuat Hana tersudut sendiri.


''Jadi papa dan mama sepakat untuk segera menikahkan mereka berdua, karena kami tidak ingin hubungan mereka semakin tak terkendali dan tidak jelas'', ucap papa Raka.


Nara terdiam, sejenak dia berfikir dirinya dengan Danu, jika saja Danu yang kini sudah resmi menjadi suaminya itu tidak segera menikahinya, mungkin dirinya dan Danu juga tidak bisa mengendalikan diri, karena seringkali sentuhan dan ciuman Danu membuatnya tak bisa mengendalikan hasratnya. Meskipun selama ini Nara hidup sendiri selama beberapa tahun di luar negeri tapi kedua orang tuanya selalu mewanti-wantinya dengan tegas.


''Kenapa kalian minum sampai mabuk???, tanya Nara, pertanyaan yang tentu tidak bisa di jawab oleh kedua saudara kembarnya dan juga Raka, tidak mungkin kalau mereka akan berkata jujur jika mereka bertiga sedang patah hati.


''Alasan itu sudah tidak berguna lagi, apapun alasan mereka, papa dan mama tetap akan menikahkan mereka, dan mulai hari ini Hana akan pulang dan tinggal bersama kami, karena kami sudah menyiapkan pernikahan mereka dalam waktu dekat ini'', ucap mama Raka.


Hana dan Raka tidak lagi menentang keputusan kedua orang tuanya, karena menurutnya percuma.


''Itu juga yang ingin aku bicarakan dengan kalian berdua, Hana sangat menyukai pekerjaanya, dia tidak ingin berhenti bekerja dan masih terus ingin berkarir disana, jadi apakah Hana bisa mendapatkan ijin menikah dari perusahaanmu??, tanya Raka langsung pada Danu.


''Apa kau tidak membaca perjanjian dengan jelas Hana???, tanya Danu terlihat tegas jika sudah bicara tentang pekerjaan, terkecuali jika bicara dengan istrinya, Danu akan terlihat santai.


Hana diam, dia memang tidak membaca dengan jelas isi perjanjian kerja, karena saat itu ia terlalu bersemangat dan berbahagia saat di terima bekerja, sehingga Hana langsung menanda tangannya, dia juga tidak menduga akan terjadi hal seperti ini.


''Mas jelaskan saja biar kami semua tahu???, ucap Nara


''Setiap perusahaan penerbangan punya aturan berbeda, setelah dua tahun bekerja pramugari boleh menikah, tapi jika tetap ingin bekerja sampai lima tahun tidak diijinkan memiliki keturunan dulu, jadi kontrak kerja selama lima tahun pramugari tidak boleh hamil dan memiliki anak, jika setelah lima tahun akan di hitung sebagai pramugari senior dan tetap diijinkan bekerja walaupun punya anak dengan peraturan dan perjanjian yang baru'', jelas Danu.


''Jadi Hana boleh menikah tapi harus menunda untuk memiliki keturunan begitu??, tanya mama Raka terlihat kecewa.


''Iya tante, itu perjanjian di perusahaan kami'', ucap Danu sopan.


''Ma, Raka tidak keberatan jika Hana memang masih ingin bekerja disana, Hana sudah melewati masa bekerja tiga tahun, dan artinya kurang dua tahun lagi, Raka dan Hana sudah membicarakanya, Raka tidak ingin karena kejadian ini Hana merasa terpaksa menikah dan terpaksa berhenti bekerja, bagaimanapun Raka juga bersalah, tidak bisa menjaga diri Raka dan juga Hana'', ucap Raka sembari menggenggam tangan Hana.


Hana merasa terharu dengan kata-kata Raka yang tidak pernah menyudutkanya, meskipun Hanalah yang dari awal ingin minum alkohol sampai membuatnya mabuk. Raka selalu melindungi Hana dan mendukungnya, meski Raka tahu apa yang ia lakukan terkadang salah, dari kecil hingga sekarang Raka selalu seperti itu pada Hana,Nara,dan Nata.


''Sekarang kamu sudah tahu kan Hana, mama dan papa tidak memaksamu, mau tetap bekerja atau tidak itu terserah kamu'', ucap mama Rey sedikit lega karena meskipun sedikit memberatkan putrinya dan keluarga Raka harus bersabar untuk memiliki keturunan yang akan menjadi penerus keluarga Raka sebagai anak tunggal.


''Ma, pa Hana dan Raka tidak buru-buru ingin memiliki anak, jadi Hana ingin tetap bekerja, maafkan kami karena kurang bisa menjaga diri'', ucap Hana tulus


''Sudahkah, kalian berempat bukan lagi anak-anak, kalian sudah dewasa, kalian harus menata kehidupan kalian lebih baik, jangan menuruti keinginan sesaat yang pada akhirnya membuat kalian menyesal'', ucap papa Raka begitu bijaksana


Makan bersama itu ditutup dengan pesan para orang tua, dan sesuai kesepakatan, Hana akan pulang ke rumah keluarga Raka karena pernikahan mereka akan di selenggarakan di kediaman keluarga Raka.



Al Sebagai Raka setuju tidak polisi ganteng.