TRIPLE R

TRIPLE R
2. Kedai Mr. R



Adrian bernafas lega setelah turun dari pesawat, hampir 20 jam ia habiskan untuk tidur, ia merasa sangat bosan, ia sedikit menyesal tidak menumpang jet pribadinya dan malah menumpang pesawat komersial Indonesia, duduk di bangku ekonomi bersama penumpang lain. Reynara telah banyak mempengaruhi sosok Adrian, ia sendiri heran akan dirinya, kenapa bisa ia jatuh cinta pada gadis kecil itu, padahal jika dipikir, banyak gadis cantik dinegaranya yang mengejarnya, beberapa kali ia juga harus menuruti kemauan orang tuanya untuk berkencan dengan putri dari koleganya, bahkan ada sahabatnya yang terang-terangan menyukainya, tapi perasaan Adrian hanya tertuju pada Reynara.


Adrian meminta taxi untuk mengantarnya ke hotel terlebih dulu, ini adalah pertama kalinya bagi Adrian datang ke Indonesia, ia tidak tahu sampai kapan ia akan berada di negara ini. Untung ia telah banyak belajar bahasa negara ini pada Reynara, sehingga memudahkan ia berkomunikasi. Adrian langsung masuk ke kamar mandi, badanya terasa lengket, ia merasa negara ini agak sedikit panas, hampir 30menit didalam sana lalu keluar dan menjatuhkan badanya di ranjang. "Reynara aku datang untukmu", ucapnya lirih sambil tersenyum memeluk guling, ia tak bisa membayangkan bagaimana pertemuannya dengan sang pujaan hati lalu segera bangun dan memakai pakaian kasual. ia pun segera turun dan keluar mencari taxi.


Adrian menunjukan alamat yang ia tulis di selembar kertas pada sopir taxi, dan setelahnya taxi itu langsung membawanya pergi. Adrian melihat lalu lalang kendaraan yang padat, "apa jauh tempatnya dari sini pak???, tanya Adrian


"Tidak terlalu jauh tuan, sekitar satu jam dari sini", jawab sopir taxi, taxi itu terus melajukan kendaraannya di jalanan kota yang padat dan terik, hingga tak terasa telah sampai pada alamat yang di tuju.


"Tuan sudah sampai!!!, ucap sopir taxi itu


Adrian melihat keluar, membaca papan nama yang berdiri di pinggir jalan "Kedai Mr. R", kemudian ia segera memberikan ongkos taxi dan turun, tak lupa mengucapkan trimakasih pada sopir taxi yang mengantarnya. Ia mengenakan kacamata hitamnya berjalan memasuki halaman Kedai Mr.R.


Kedai itu nampak terlihat tidak terlalu besar dan sedikit ramai, di halaman terdapat kursi - kursi di bawah payung yang di tata melingkari meja dan banyak anak muda duduk disana yang terlihat sedang asyik mengobrol dengan temanya.


Adrian masuk ke dalam dan hatinya terasa berdebar kencang, beberapa orang mengantri di depan kasir, ada pula yang duduk menikmati makanan, ini adalah hari libur, tentu saja banyak orang memilih makan di luar bersama, teman ataupun keluarganya.


Adrian berdiri di depan etalase kue, tapi matanya celingukan kesana kemari mencari seseorang.


"Mau pesan apa???, tanya seorang gadis cantik yang tiba-tiba muncul dari sebuah ruangan membawa nampan berisi kue.


Adrian membeku menatap gadis itu, ia senang akhirnya bisa bertemu dengan gadis pujaanya. "Reynara", sapa Adrian


Gadis itu tersenyum, "aku bukan Nara??, ucapnya


Adrian mengeryitkan dahinya, ia terheran kenapa gadis ini tak mengenalinya, "apa kau sudah lupa padaku Reynara????, ucap Adrian lagi


"Maaf aku bukan Reynara, aku Reynata", ucap gadis itu


"What", Adrian menjadi binggung, namun kemudian ia ingat kejadian di pesawat dengan pramugari bernama Reyhana ia juga mirip dengan Reynara dan juga mirip dengan gadis yang sekarang sedang bicara denganya.


Reynata mengangguk untuk meyakinkan bule tampan di depannya, setiap hari libur gadis itu akan membantu kedua orang tuanya di kedai milik orang tuanya, dia satu-satunya yang tinggal bersama kedua orang tuanya.


"Anda mau pesan makanan atau apa???, tanya gadis yang bernama Reynata lagi


"Aku ingin bertemu dengan Reynara", jawab Adrian


"Nara tidak ada disini, kau siapanya Nara???, tanya gadis itu sedikit penasaran


"Aku teman Reynara, namaku Adrian, aku dari New York, datang kesini ingin bertemu denganya'', jelasnya


"Benarkah kau temannya??, kenapa kau tidak tahu jika Nara tidak disini, dia bahkan belum kembali!!!, ucapnya sembari mengerucutkan bibirnya terlihat lucu.


"Belum kembali??, kemana dia??.


"Kau ini temanya bukan, kau bahkan tidak tahu dia dimana, jangan mengaku-ngaku sebagai temanya''.


"Ohhhh'', Reynata tersenyum, senyum yang benar -benar mirip dengan Reynara ataupun Reyhana. Senyum yang dirindukan Adrian.


"Nara menjadi relawan kesehatan di Gaza, dia belum kembali hingga sekarang'', jawab Reynata sendu, ia merasa rindu dengan kedua saudara kembarnya, yang satu jarang pulang, satunya lagi belum pernah pulang sejak berangkat ke luar negeri untuk belajar disana. Tinggal ia sendiri menemani kedua orang tuanya.


"What???, kaget Adrian, "Gaza"!!!!, Adrian terdiam sesaat seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar. "Gaza itukan daerah konflik, bagaimana bisa gadis itu memilih menjadi relawan kesana????. Kenapa gadis itu tak memberitahunya. Adrian merasa lemas, sudah jauh-jauh datang, ia baru tahu kabar yang begitu mengejutkanya. Adrian menatap gadis yang masih berdiri di belakang etalase.


"Apa kau kembar, saat di pesawat aku bertemu dengan pramugari yang mirip denganmu ataupun Reynara, dia bernama....Reyhana", tanya Adrian.


"Kau bertemu Hana juga??. Adrian hanya mengangguk.


"Sayang sekali sudah sejauh ini kau tidak bisa bertemu Nara", ucap Nata lagi


Heemm, Siapa Ta??, tanya seorang laki-laki paruh baya datang dengan baju kas koki dengan nampan penuh dengan roti. Dia adalah Bastian, papanya


"Dia bilang temanya Nara pa, dia kesini mencari Nara'', jelas Reynata.


"Kenapa tidak mempersilahkanya duduk Nata!!!, tegur seorang wanita paruh baya yang dari tadi sibuk di meja kasir dan mengawasi putrinya yang terlihat mengobrol dengan seorang pria asing.


"Aku kan sambil melayani pembeli yang lain ma'', jawabnya dengan suara yang benar-benar mirip dengan suara Reynara.


"Kita duduk dulu!??, ajak Bastian, "Nata buatkan minum!!, mau minum apa coffe, tea??, tawar Pria paruh baya


"Coffe, trimakasih", jawab Adrian lalu duduk di sebuah kursi terdekat dari sana, disusul pria paruh baya.


Beberapa saat mereka saling diam.


"Benarkah kau teman putriku Reynara???, aku Bastian papanya Nara


"Benar tuan, saya Adrian'', mereka berjabat tangan, "aku senior dia saat di kampus dulu, lalu Andrian mulai bercerita tentang hubunganya dengan Reynara, serta niatnya datang ke negara ini untuk bertemu orang tua Nara dan meminangnya. Adrian tanpa malu menceritakan bahwa dirinya beberapa kali di tolak oleh Reynara pada Bastian, tapi ia tetap mengejarnya.


Reynata datang dengan secangkir kopi di tangannya, "silahkan", ucapnya saat menaruh cangkir di meja


"Thank You", ucap Adrian, Reynata pun berlalu begitu saja.


Bastian mendengarkan sejak awal hingga akhir cerita Adrian dan menarik satu kesimpulan"jadi kau menyukai putriku Nara, dan kau juga seorang dokter di negaramu??, tanya Bastian


"Iya tuan, saya juga sempat bertemu Reyhana putri anda saat di pesawat, saya pikir dia Reynara", jawab Andria


"Ohh ya kau juga mengenalnya???, Dia terlalu sibuk bekerja, sayang sekali Nara tidak ada disini, jadi aku tidak bisa memutuskan sendiri", ucap Bastian, "Tiga bulan terakhir ini Nara tidak ada kabar, sejujurnya kami sangat kuatir dengannya, sejak dia pergi belajar ke luar negeri, ia belum sekalipun pernah kembali, kau tahu putriku terlahir kembar tiga, hanya Reynata yang tinggal bersama kami, Reyhana juga sesekali pulang", ucap Bastian terlihat sedih.


Mereka terus mengobrol hingga lama, sampai akhirnya Adrian pamit undur diri.