The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 71



Chaca pun hanya tersenyum miring, mungkin benar firasatnya yang buruk akan terjadi, karena Chaca tahu semua yang Cristy lakukan.


"Kita liat aja pasti Lo yang ******"ucap Yungmi seraya mengeluarkan smirknya.


"Ke kelas aja, capek gue liat drama queen and king"ucap Chaca tersenyum remeh ke arah Jin dan Cristy lalu berjalan meninggalkan kantin menuju kelasnya.


"Gue pastiin Lo berdua bakal menyesal"ucap Yunghee lalu Yunghee dkk pun berjalan menyusul Chaca ke kelasnya.


Yoongi dkk pun menatap Jin dan Cristy remeh lalu berjalan menuju kelasnya berada, sedangkan Jin, pria itu mencoba mencerna setiap kata dari Yunghee.


"Jin aku ke kelas yah"ucap Cristy membuat lamunan Jin lenyap.


"Aku antar"ucap Jin membuat Cristy tersenyum kemenangan.


Disinilah Chaca berada, di kolidor kolidor kelas menuju parkiran, sebenarnya 10 menit yang lalu bel pulang Sudah berbunyi, namun Chaca, gadis itu lebih memilih menunggu sekolah sepi.


Chaca pun berjalan menuju mobilnya berada, lalu memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota.


15 menit Chaca sudah sampai di mansion pribadinya, Chaca menatap beberapa mobil yang berada di depannya sudah di pastikan bahwa itu adalah mobil sahabatnya.


Chaca pun berjalan memasuki mansion dan berjalan menuju ruang keluarga, Chaca pun mengangkat sebelah alisnya saat semua sorot mata menatapnya.


"Kita nungguin lo, gue mau buktiin kalo Lo sendiri adalah ******"ucap Cristy membuat Chaca menatapnya datar.


"Kita liat di ruang bioskop, gue udah atur semuanya kita tinggal tonton aja"ucap Cristy menyeringai namun di tatap remeh oleh Chaca.


Kedua keluarga tak lupa semua sahabat Chaca dan the twins pun memasuki lif dan berjalan menuju ruang bioskop.


Sesampainya di sana mereka pun menyari tempat duduk yang nyaman, sama halnya dengan Chaca, gadis itu duduk di pertengahan Yunghee dan Yungmi.


"Gimana?udah siap Chaca?"ucap Cristy tersenyum devil.


"Cepetan"ucap Chaca dingin menatap Cristy.


"Sabar dong, pengen cepet-cepet di keluarin dari kedua keluarga Lo ya haha"ucapnya lalu tertawa, Jin yang berada di sampingnya hanya menepuk pundaknya pelan membuat Cristy tersadar lalu menyalakan sebuah tayangan.


Semua orang menatap itu tidak percaya, mereka melihat bahwa Chaca keluar dari Cha's Club bersama seorang pria yang bisa di bilang om om, mereka menatapnya tidak percaya, Chaca pun menghela nafasnya saat videonya selesai dan Chaca pun menatap datar semua orang yang berada di ruangan itu.


"Cha, Daddy gak nyangka sama kamu"ucap Seong Yool membuat Chaca menatap ayah kandungnya.


"Daddy gak percaya?"ucap Chaca seraya mengangkat sebelah alisnya, Chaca berusaha setenang mungkin mendapatkan ujian hidupnya, dia tidak boleh lemah hanya karena fitnahan orang lain.


"Secara tidak langsung kalian semua memfitnah saya"ucap Chaca seraya bangkit dari duduknya dan menatap semua orang yang berada di depannya.


Plak


Chanyeol pun menampar pipi Chaca sangat keras membuat darah segar keluar dari sudut bibirnya membuat Chaca menjilatinya dengan lidahnya.


"Gue gak habis pikir punya adik kaya Lo, dulu gue akui Lo bukan pembunuh tapi sekarang apa? Lo ****** Cha"bentak Chanyeol membuat Chaca membeku, kini bentakan Chanyeol kembali mengiang di telinga Chaca.


"Di antara kalian gak ada yang percaya satu pun sama gue?"ucap Chaca membuat Yunghee dkk terdiam.


"Cha, kok Lo lakuin itu sih?"ucap Sanghee.


"Gue kira Cristy yang ******, nyatanya Lo"teriak Yungmi membuat Chaca memejamkan matanya dan di saat itu pula cairan bening keluar dari pelupuk matanya.


Plak


Mi Rae pun melayangkan tangannya di pipi Chaca dengan keras membuat bekas tamparan Chanyeol kembali mengeluarkan darah di sudut bibirnya membuat Chaca kembali menjilati darahnya.


"Mommy gak mau punya anak kayak kamu, pergi kamu dari sini"teriak Shin Hye.


"Kamu jahat, Cristy apa benar kamu di anggap ****** oleh gadis ****** ini?"ucap Mi Rae membuat Cristy mengangguk seraya mengeluarkan air mata buayanya.


"Kamu jahat, kamu bukan putri saya, sekarang putri saya hanya Cristy, dia juga gak punya kedua orangtua"ucap Mi Rae memeluk tubuh Cristy sayang.


"Bang, kalian percaya sama Chaca?"lirih Chaca menatap mata Yoongi dan Jimin bergantian.


"Maaf Cha, tapi apa yang udah lo lakuin udah bener bener keterlaluan"ucap Yoongi berteriak.


"Bang.....So...Joon..."lirih Chaca.


"Abang percaya sama kamu sayang"ucap So-Joon memeluk tubuh Chaca sayang.


"So-Joon jangan pernah sentuh dia"teriak Seong Yool.


"Gak dad,aku percaya sama Chaca, dia adik aku"ucap So-Joon.


"Yungheeee...."lirih Chaca membuat Yunghee menundukkan kepalanya.


'Maaf Cha, gue janji gue bakal cari penyebabnya, gue percaya sama Lo, tapi kali ini gue gak bisa ada di samping lo, gue tahu Lo denger batin gue' batin Yunghee.


"Yuk kita keluar dari sini, besok pagi kita pindah ke mansion saya"ucap Jung Hyun membuat mereka mengangguk.


"Cristy sama Jessica juga tinggal di mansion kita aja"ucap Mi Rae membuat keduanya mengangguk.


Kedua keluarga itu pun pergi meninggalkan Chaca dan So-Joon.


"Sayang kita ke kamar kamu yuk"ucap So-Joon membuat Chaca menghapus air matanya kasar lalu mengangguk.


***


Disinilah Chaca berada,di dalam balkon kamarnya menatap langit di malam hari seraya meneteskan air matanya.


Hanya satu kata yang Chaca alami saat ini adalah lemah dia begitu lemah saat semua keluarga dan sahabatnya menjauh, Chaca pun menghela nafasnya dan mengusap air matanya kasar saat sebuah tangan menepuk kecil pundaknya.


"Ada Abang disini"ucap So-Joon membuat Chaca mengangguk dan memeluk erat tubuh kakaknya, sungguh dia benar-benar bersyukur masih ada kakaknya itu yang masih percaya sama dirinya.


"Abang percaya sama Chaca?"ucap Chaca yang masih setia membenamkan wajahnya di dada bidang So-Joon.


"Abang akan selalu percaya sama Chaca"ucapnya.


"Makasih abangku sayang"ucap Chaca seraya melepaskan pelukannya lalu tersenyum tulus membuat So-Joon membalas senyumannya dan mengusap air mata Chaca menggunakan kedua ibu jarinya.


"Ikut makan malam yuk"ajaknya membuat Chaca menggeleng cepat.


"Gak mau"ucap Chaca membuat So-Joon menghela nafas berat.


"Yaudah Abang turun ke bawah bawa makanan kita makan malam bersama"ucap So-Joon membuat Chaca mengangguk.


***


Disinilah seorang gadis berada, di dalam balkon kamarnya seraya memikirkan sesuatu.


"Kenapa kakak kandung pertamanya masih percaya sama Chaca sih"ucapnya siapa lagi kalau bukan Cristy si wanita ular.


"Gue harus gimana lagi yah biar Chaca di jauhi semua orang bahkan tidak akan ada satu orangpun menemaninya"ucapnya seraya memikirkan apa yang akan ia lakukan nantinya.


"Ahhhkkk pusing guee"ucapnya lalu kembali memasuki kamarnya.


***


Yunghee


Cha, gue minta maaf gue sempet gak bela Lo, tapi Lo harus tahu, gue percaya sama Lo, ingat, gue gak bakal tinggal diam saat Sahabat gue susah.


Maksudnya?


Liat aja nanti, karena gue tahu semuanya, permainan di mulai oleh Cristy dan kita yang akan mengakhirinya.


Makasih udah masih mau percaya sama gue, Lo emang sahabat paling baik di seluruh dunia.


Ngegombal LoπŸ˜‚?


Ngegembel ya enggak lahπŸ˜‚πŸ˜‚


Read


Chaca pun kembali menyimpan benda pipihnya di atas nakas saat pintu kamarnya terbuka menampilkan So-Joon yang tengah membawa nampan berisi makanan dan minuman.


"Sini makan dulu sayang"ucap So-Joon membuat Chaca mengangguk dan berjalan menuju sofa dan duduk di samping So-Joon.


Mereka pun memakan makanannya dengan tenang sampai makanan dan minuman yang di pesan So-Joon habis.


"Yaudah Abang beresin ini dulu, sekalian mau ke kamar"ucapnya membuat Chaca mengangguk lalu Chaca pun berjalan menuju balkon kamarnya dan memejamkan matanya saat angin dingin di malam hari menerpa wajah cantiknya.


15 Kemudian Chaca pun berjalan memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas Queen Sizenya lalu Chaca pun memejamkan matanya dan memasuki alam mimpinya.


***


Kring


Kring


Kring


Chaca pun membuka kelopak matanya memperlihatkan mata biru lautnya lalu Chaca pun terduduk dari tidurnya dan meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku lalu Chaca pun mengibaskan selimut dari tubuhnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Selesai mandi, Chaca pun berjalan keluar dari kamar mandi dengan seragam yang sudah melekat pada tubuhnya lalu Chaca pun berjalan menuju nakas dan mengambil benda pipihnya tak lupa memasukan earphone dan juga power Bank kedalam tasnya.


Chaca pun berjalan mendekati meja riasnya yang tidak ada make up sedikit pun hanya ada bedak anti air untuk menutupi tattonya, liftint merah darahnya, lifcream nude dan juga lifbamnya, Chaca pun meraih lifbamnya dan mengolesinya di bibirnya agar bibirnya terlihat lebih segar kali ini dia tidak akan menggunakan bedak untuk menutupi tattonya, biarkanlah kalau sampai baju lengan panjang itu sedikit terangkat dan memperlihatkan tattonya toh dia juga sudah tidak di anggap oleh kedua keluarganya.


Chaca pun berjalan mengambil ikat rambutnya dan mencepol asal rambutnya yang masih terdapat beberapa helaian rambut yang tak terikat lalu Chaca pun berjalan keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lif.


Lif pun terbuka, Chaca pun berjalan menuju meja makan, Chaca tersenyum kecut saat di sana hanya ada So-Joon sendiri yang sedang menikmati sarapannya.


"Sarapan dulu sayang"ucapnya membuat Chaca mendaratkan bokongnya di sebelah So-Joon.


"Mereka udah pulang ke mansionnya masing-masing?"ucap Chaca membuat So-Joon mengangguk.


Chaca pun hanya ber'oh'ria toh dia tidak salah jadi dia juga harus kuat bukan? Chaca akan kembali menjadi Chaca dulu, Chaca yang sangat kejam dan dingin, dia juga akan membuktikan kepada semua orang bahwa dirinya tidak sekotor itu.


Selesai sarapan, Chaca pun berpamitan untuk berangkat ke sekolah sedangkan So-Joon akan pergi kekantor ayahnya untuk membantunya menyelesaikan tugas kantornya.


Disinilah Chaca berada, di dalam mobilnya yang ia lajukan dengan kecepatan di atas rata-rata seraya mengunyah permen karetnya, Chaca pun tersenyum kemenangan saat nanti malam akan mengadakan balapan antar ketua mafia dan gengster.


Sesampainya di sekolah, Chaca pun keluar dari mobilnya dan berjalan menuju kelasnya berada lalu mendaratkan bokongnya di samping Yunghee.


"Gak malu apa sekolah disini?Lo liat Mading sana"ucap Jesisca saat Chaca berjalan menuju tempat duduknya.


"Bodo amat"ucap Chaca tersenyum devil kearah semua Sahabatnya termasuk Yunghee.


"Lo gak malu apa?"ucap Yungmi pedas.


"Malu untuk?"ucap Chaca mengangkat sebelah alisnya.


"Karena Lo ******"lanjut Yungmi pedas.


"******?liat aja siapa yang sebenarnya ******"ucap Chaca seraya menyeringai menatap Cristy yang menegang.


Chaca pun bangkit dari duduknya dan berjalan keluar dari kelasnya menuju ruangannya berada.


Sesampainya di ruangan pribadinya, Chaca pun memejamkan matanya sejenak memijit pelipisnya lalu Chaca pun terlelap.


2 jam berlalu, Chaca pun membuka matanya dan berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan berjalan menuju kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.


Disinilah Chaca berada, di kantin dengan teokpokki dan juga jus alpukatnya yang menemani dirinya.


Sedang asyik-asyiknya menikmati makanannya Chaca mendengus saat bel istirahat berbunyi begitu nyaring membuat telinganya sedikit sakit, lalu tak lama semua siswa siswi CHS pun memasuki kantin untuk mengisi perutnya yang kosong.


"Hai"ucapnya membuat Chaca menoleh dan tersenyum.


"Juga"ucap Chaca membuat orang itu duduk di depan Chaca.


"Gimana di mansion Lo udah sepi kan?"ucapnya membuat Chaca mengangguk.


"Kenapa?"ucap Chaca membuat orang itu menggeleng.


"Eh Yunghee, ngapain Lo satu meja sama *****?"ucap Yungmi dingin, ya orang yang menyapa dan duduk di depan Chaca adalah Yunghee.


"Emangnya kenapa?"ucap Yunghee.


"Nanti Lo di di kira kebawaan sama tuh *****"ucap Cristy membuat Chaca menatapnya dengan tatapan membunuhnya.


"Hai sayangquh"ucap Jimin dan duduk di samping Yunghee.


"Eh tunggu Napa kamu duduk di sini sih?"ucap Jimin seraya menatap Chaca dengan tatapan dingin.


"Mau disini emangnya kenapa?"ucap Yunghee.


"Di situ yuk"ucap Jimin seraya menunjuk meja untuk dirinya dan kekasihnya tempati.


"Gak ah aku mau sama Chaca aja"ucap Yunghee membuat Chaca menatapnya tidak percaya.


"Kamu pilih aku atau ****** itu?"ucap Jimin.


"Ya aku pilih keduanya lah, karena Chaca sahabat aku paling baik dan kamu pacar aku"ucap Yunghee menatap kekasihnya dan juga Chaca bergantian.


"Pokoknya pilih salah satunya"ucap Jimin membuat Yunghee menghela nafas panjang.


"Ok gue pilih Chaca"ucap Yunghee.


"Bagus berarti hubungan kita udah selesai"ucap Jimin yang akan bangkit dari duduknya namun di cekal oleh Yunghee.


"Gak papa, yang terpenting gue akan selalu ada saat Chaca butuhkan"ucap Yunghee lalu melepas pergelangan tangan Jimin dan Jimin pun pergi menuju sahabatnya berada siapa lagi kalau bukan Yungmi dkk Yoongi dkk.


"Kenapa Lo pilih gue?"ucap Chaca membuat Yunghee menatapnya.


"Gue gak mau Lo sendirian"ucap Yunghee membuat Chaca meneteskan air matanya.


"Ih jangan nangis"ucap Yunghee membuat Chaca mengangguk dan mereka pun tertawa, Yungmi dkk Yoongi dkk yang melihat itu hanya menatapnya datar.