
"Lo bener gak tahu gue siapa hm?"ucap Chaca pelan bahkan seperti berbisik, namun bagi pria yang kini berada di depannya seperti sebuah peluru yang siap menancap di tubuhnya.
Chaca pun melipatkan baju di bagian tangan kirinya memperlihatkan tatto Diamondnya yang terdapat mahkota di atasnya membuat pria itu menegang, keringat dingin keluar dari tubuh pria itu.
"Maaf nona"ucapnya.
"Queen, I am Queen"ucap Chaca.
"Maaf Queen"ucap pria itu seraya menunduk.
"Lo gak bakal dapat maaf dari gue"ucapan Chaca mampu membuat pria yang berada di depannya menelan salivanya susah.
Srettttt
Srettttt
Bugh
Bugh
Krekk
Ahhhkkk
Plak
Plak
Jleb
Jleb
Chaca pun tersenyum devil saat pria yang berada di depannya sudah menghembuskan nafas terakhirnya karena pisau lipatnya yang mendarat tepat di jantungnya.
Chaca pun berjalan menuju Sanha berada.
Bugh
Bugh
Plak
Krekk
Krekk
Krekk
Ahhhkkk
Srettttt
Srettttt
Srettttt
Jleb
Chaca pun tersenyum devil saat pria yang berada di depannya sudah menghembuskan nafas terakhirnya, Chaca pun menelpon seseorang dari balik handponenya.
Hallo
Datang ke belakang sekolah, dan bawa semua jasat ini ke Rocky dan Roy, jangan sampai ada jejak saya disini.
Baik Queen
Tut
Jin dkk Jessica dan Cristy yang melihat Chaca dengan bruntal melawan musuhnya pun menganga, mereka tidak percaya bahwa Chaca telah membunuh dua orang itu.
"Sekolah gue yang menang"ucap Chaca lantang membuat anggota sekolahnya bersorak bahagia tidak dengan Jin dkk Jessica dan Cristy.
Chaca yang lupa sudah melewati batasannya pun meminta bantuan dari seseorang.
'Gue mohon, bantuin gue please' batin Chaca.
'Tenang Cha, gue bakal bantuin lo, tutup mata lo' batin seseorang.
Chaca pun menutup matanya, dan membuka kembali matanya dan berjalan menuju Jin dkk Yunghee dkk berada.
Yunghee yang peka dalam situasi ini pun mencoba berakting dengan seprofesional mungkin.
"Kimberly?"ucap Yunghee kencang membuat Jin dkk mengernyitkan keningnya bingung.
"Lo Kimberly?"ucap Yungmi kepada Chaca membuat Chaca mengangguk.
"Sorry gue udah bunuh dua orang itu, gue gak suka kalo adek gue di sakitin"ucap Kimberly kencang membuat semua anggota sekolahnya mengangguk paham, karena mereka tahu bagaimana kejamnya Kimberly kalau Chaca terganggu.
"Iya"ucap Jin dkk.
"Gue mohon Lo keluar yah dari tubuh Chaca"ucap Yunghee.
"Lo tenang aja Yunghee"ucap Kimberly dan Kimberly pun menutup matanya dan Chaca pun pingsan.
Jin yang khawatir dengan luka dan keadaan Chaca sekarang pun langsung menggendong Chaca ala bridal style dan berlari menuju mobilnya berada.
Sahabat Chaca dan Jin yang lainnya menyusul Jin menggunakan mobilnya.
Saat sedang berada di perjalanan, Chaca pun membuka matanya membuat Jin menoleh kearahnya.
"Kamu udah sadar?"ucap Jin seraya memegang kening Chaca membuat Chaca tersenyum dan mengangguk.
"Kita mau kemana?"ucap Chaca.
"Rumah sakit"ucap Jin.
"Telpon bang Yoongi bisa?"ucap Chaca membuat Jin berpikir sejenak lalu mencari nama kontak yang di maksud kekasihnya dan menelponnya.
'Hallo'
Chaca pun menunjuk dirinya, Jin yang paham pun memberikan ponselnya pada kekasihnya.
'Hallo bang, ini Chaca'
'Sayang, kamu sadar?gimana masih sakit?'
'Iya bang, sakit dikit, Chaca boleh minta tolong?'
'Tolong apa?'
'Jan kasih tahu mommy sama Daddy yah please'.
'Kamu sih, Abang kan udah bilang ini urusan cowok, kenapa ikut ikutan segala?'
'Ish udahlah pokoknya turutin aja kemauan Chaca'.
'Gak, Abang bakal tetep bilang ke Daddy sama mommy'.
"Jin berhenti"
"Kenapa?" Ucap Jin.
'Pokoknya Chaca gak mau ke rumah sakit kalo bang Yoongi bilang ke Daddy sama mommy'
'Iya iya, abang gak bilang, kamu ke rumah sakit yah, Abang ada di belakang mobil Jin nih'.
'Hm'
Tut.
Sambungan pun terputus oleh sepihak, Chaca pun menghela nafasnya lega.
"Kenapa ikut ikutan?kan jadinya kamu Kena tuh liat"ucap Jin membuat Chaca memutar bola matanya malas.
"Lebay ih lagian ini gak papa kok"ucap Chaca membuat Jin menatapnya tajam.
"Gak papa kamu bilang?"ucap Jin.
"Jin, liat dong, baju aku tebel banget nih"ucap Chaca seraya menunjuk bajunya yang sedang ia pakai.
Jin pun memegang baju Chaca, ternyata benar, bajunya sangat tebal, bahkan sedikit keras, Jin pun mengernyitkan keningnya bingung.
"Gimana tebal kan?lagian ini bukan darah asli kok"ucap Chaca membuat Jin kembali mengernyitkan keningnya bingung.
"Ini hanya penipuan Jin, lihat nih"ucap Chaca, dan Chaca pun membuka bajunya tepat di depan Jin, Jin yang mengetahui Chaca akan membuka bajunya pun langsung menutup kedua matanya menggunakan kedua telapak tangannya.
Chaca yang melihat tingkah Jin pun tertawa membuat Jin membuat matanya dan menatapnya datar.
"Hey, ya kali aku buka baju Disini, aku pake baju dua tahu"ucap Chaca di sela sela tawanya.
"Iya iya"ucap Jin seraya memutar bola matanya malas.
"Lihatkan?"ucap Chaca seraya menunjukkan bajunya yang tebal.
"Terus kenapa ada darah?"ucap Jin.
"Tadi aku simpan darah di kantong plastik dan disimpan di bahu kiri aku, sebelum tawuran, aku sudah punya firasat"ucap Chaca membuat Jin mengangguk.
Mobil Yoongi, Jimin, Tae Hyung, Chanyeol, dan Cristy pun berhenti karena melihat mobil di depannya berhenti, siapa lagi kalo ulahnya bukan mobil Jin?.
Yoongi dkk beserta kekasihnya pun turun dari mobil dan berjalan menuju mobil Jin berada.
Tok
Tok
Tok
Yoongi mengetuk pintu kaca mobil Jin membuat Jin membukakan jendelanya dan menatap Yoongi dengan tatapan seperti 'mau apa?'
"Jin, cepet bawa Chaca ke rumah sakit Napa"ucap Yoongi.
"Chaca baik baik aja kok bang"ucap Chaca membuat Yoongi berdecak.
"Baik apanya?"ucap Yoongi membuat Chaca memutar bola matanya malas.
"Bang gak liat?"ucap Chaca seraya memperlihatkan bahu kirinya yang baik baik saja.
"Lo, kok, bukannya tadi ada darahnya?"ucap Yoongi membuat Chaca memutar bola matanya malas.
"Udah ah, nanti di Cha's cafe Chaca jelasin"ucap Chaca membuat Yoongi mengangguk.
"Mo kemana?"ucap Tae Hyung saat melihat Yoongi kembali berjalan menuju mobilnya berada.
"Cha's cafe"ucap Yoongi.
"Bukannya mo ke rumah sakit?"ucap Chanyeol membuat Yoongi menggeleng.
"Banyak bacot Lo pada, pokoknya ikutin aja apa kata gue"ucap Yoongi membuat sahabatnya mengangguk dan berjalan memasuki mobilnya masing-masing.
Disinilah Chaca dkk Jin dkk berada, di ruang pripat di Cha's cafe dengan minuman dan makanan menemani mereka.
"Jadi?"ucap Yoongi seraya menaikan sebelah alisnya membuat Chaca menghela nafas panjang.
"Jadi sebenarnya...."jelas Chaca yang telah terjadi padanya bahwa dirinya benar benar tidak terluka, namun Chaca berbohong saat dirinya menghabisi dua musuhnya sampai tewas.
"Ohh"ucap mereka membuat Chaca kembali memutar bola matanya malas.
Chaca pun teringat sesuatu, dia pun mengambil benda pipihnya dan menelpon seseorang, siapa lagi kalau bukan Jungkook?.
Hallo
Tadi udah di beresin?
Udah kok.
Chaca mau semua orang yang bersangkutan sama pria yang udah membuat Chaca seperti ini abang habisi mereka bisa?.
Bisa dong, apa sih yang enggak bisa buat Princess nya abang.
Semua temannya yang tadi ikut tawuran juga.
Siyap Princess
Makasih bang.
Masama.
Yaudah Chaca tutup yah bye.
Bye
Tut
Sambungan pun terputus, Jin dkk Jessica dan Cristy pun menatap bingung ke arah Chaca, pasalnya dia berbicara dengan bahasa Rusia. Kenapa Chaca bisa bahasa Rusia? Ya karena sejak Chaca menjadi sahabat Yunghee Yungmi dan Sanghee, Chaca Yungmi dan Sanghee di ajarkan berbahasa Rusia oleh Yunghee, katanya sih buat jaga jaga kalo mereka berjalan jalan ke Rusia, rumah nenek Yunghee.
Back to story
"Kenapa?"ucap Jin yang tidak paham dengan bahasa yang Chaca ucapkan.
"Gak kok"ucap Chaca membuat mereka mengangguk dan kembali melanjutkan aktivitasnya menghabiskan makanan tak lupa minumannya.
"Pulang yuk"ucap Chaca setelah selesai makan membuat mereka mengangguk dan berjalan keluar dari ruangan itu dan keluar dari Cha's cafe berjalan menuju mobilnya berada.
Di mobil Jin, hanya ada keheningan yang menyelimuti keduanya, keduanya sibuk dengan dirinya sendiri, Chaca yang sedang memainkan benda pipihnya dan Jin yang sedang pokus terhadap jalanan.
"Jin, kapan ke mansion kamu?"ucap Chaca membuat Jin sedikit mengingat sesuatu.
"Oh iya aku lupa, kata mommy, kayaknya besok aja,soalnya mommy sama daddy aku lagi ada urusan di kantor Daddy"ucap Jin membuat Chaca mengangguk dan tersenyum kecil.
"Besok?"ucap Chaca membuat Jin mengangguk.
Tak lama Jin dan Chaca pun telah sampai di mansion kediaman keluarga Choi, Jin pun keluar dari mobilnya dan membukakan pintu untuk Chaca.
"Selamat istirahat yah sayang"ucap Jin membuat Chaca mengangguk dan tersenyum.
"Hati hati di jalan"ucap Chaca membuat Jin tersenyum dan mengangguk.
"Gak mau di kasih sesuatu dulu gitu?"ucap Jin membuat Chaca mengernyitkan keningnya bingung.
"Kasih apa?"ucap Chaca membuat Jin menekan pipi kanan dan pipi kirinya menggunakan kedua telunjuknya secara bersamaan.
"Ih apaan sih ngaco kamu"ucap Chaca membuat Jin mempoutkan bibirnya.
"Gak lucu"ucap Chaca membuat Jin menghela nafas panjang dan berbalik, sebelum melangkah kakinya, Jin kembali membalikkan tubuhnya menghadap Chaca karena gadis di depannya ini telah menahan tangannya dan.
Cup
Cup
"Udah sana pulang"ucap Chaca membuat Jin mematung dan tersadar saat Chaca telah memasuki mansionnya.
Jin pun memegang kedua pipinya, dia tidak percaya bahwa kekasihnya telah mencium kedua pipinya, dan Jin pun memasuki mobilnya dan menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang seraya senyam senyum sendiri.
Di lain tempat.
Chaca tengah terduduk di sofa balkonnya, menatap langit di sore hari dengan handuk yang masih menempel di kepalanya.
Chaca pun kembali berjalan memasuki kamarnya dan tangannya terulur untuk mengambil hairdryer dan mengeringkan rambutnya.
Selesai mengeringkan rambut, Chaca pun keluar dari kamarnya, berjalan ke arah kamar Yoongi dan memasuki kamar pria itu karena pintunya tidak di kunci.
Chaca pun merebahkan tubuhnya di atas king size Yoongi dan memejamkan matanya sejenak dan matanya kembali membuka saat mendengar latah seseorang.
"Astazim gue kira sapa lu dek"ucap Yoongi seraya mengelus dadanya dengan tangan kirinya dan tangan kanannya mengeringkan rambutnya menggunakan handuknya.
"Ngapain Lo disini"ucap Yoongi.
"Emangnya kenapa?gak boleh?"ucap Chaca membuat Yoongi gelagapan sendiri.
"Enggak,, boleh kok"ucapnya dan menyimpan handuknya karena rambutnya sudah sedikit kering lebih tepatnya tidak terlalu basah.
"Oh iya Lo ko bisa bunuh tuh si Sanha ama satu anak buahnya?"ucap Yoongi.
"Ya mana gue tahu bang, Kimberly tuh yang bunuh"ucap Chaca membuat Yoongi manggut-manggut.
"Terus kenapa tadi lo lipat baju bagian lengan kiri Lo dan merperlihatkan tangan Lo ke orang itu?"ucap Yoongi membuat Chaca menelan salivanya susah.
"I..i..ituu...ituu.. hmm.....i....itu..-"ucap Chaca terpotong oleh ucapnya Yoongi.
"Itu, itu, hm,apaan?"ucap Yoongi.
Dor
Dor
Dor
Seperti biasa, itu bukan suara tembakan, melainkan suara ketukan pintu yang terlalu bar-bar.
"Ck sapa sih?"gumam Yoongi seraya berjalan menuju pintu kamarnya.
Chaca yang melihat itu pun mengelus dadanya merasa lega dan kembali mendatarkan wajahnya saat seseorang muncul di balik pintu.
"Ngapain Lo?"ucap Yoongi.
"Ck, apaan sih bang, gue mo ketemu ama Chaca"ucap Jimin membuat Yoongi memutar bola matanya malas.
"Mo ngapain bang?"ucap Chaca seraya berjalan menuju lelaki itu berada.
"Temenin gue tidur yah please"ucap Jimin seraya mengeluarkan jurus andalannya yaitu puppy eyes nya membuat Chaca berdecak dan tersenyum.
"Ayok, tapi kan sekarang masih sore bege"ucap Chaca membuat Jimin cengir kuda.
"Iya, maksud abang nanti malem Lo tidur di kamar gue, gitu"ucap Jimin membuat Chaca manggut-manggut.
"Yaudah Chaca ke kamar dulu baybay"ucap Chaca dan berjalan menuju kamarnya berada.
Chaca pun menutup pintu kamarnya dan bernapas lega, dia merutuki dirinya sendiri kenapa harus pergi ke kamar abangnya itu sih? Pikirnya.
Chaca pun berjalan menuju nakasnya berada, dia melihat benda pipihnya bergetar dan dengan cepat Chaca pun menggeserkan tombol berwarna hijau.
Hallo Cha
Iya kak?
Besok bisa kesini?
Emangnya kenapa kak?
Ada beberapa perusahaan yang ngajakin kerja sama bisa?
Kakak aja deh yang atur.
Gak bisa Cha, kamu yang harus atur, kamu kan CEO aslinya gimana sih?
Iya, iya, besok pagi Chaca berangkat kesana.
Okeh bye.
Bye
Tut
Sambungan pun terputus oleh sepihak, Chaca pun berdecak kenapa harus besok sih?bukankah besok ia akan pergi kemansion kekasihnya? Lalu bagaimana dengan kekasihnya? Bukan kah yang ingin pergi ke mansion Jin adalah dirinya?lalu bagaimana nanti kata Jin kalo Chaca tidak bisa datang kesana? Menyusahkan, pikir Chaca.
Chaca pun berjalan menuju kamar mandinya mengambil air wudhu dan melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.
Selesai sholat, Chaca pun mengambil benda pipihnya, mencari nama kontak seseorang dan menelponnya.
'Hallo sayang?ada apa?rindu?'
'Ck, apaan sih, Jin maaf yah, besok aku gak bisa ke mansion kamu, soalnya ada urusan, besok juga aku gak bisa sekolah karena mau ke LA'
'Mau ngapain ke LA?'
'Mau ketemu Oma opa, rindu soalnya'
...***...
...TBC...
...*...
...*...
...*...
...Vote ...
...Vote...
...Vote...
...*...
...*...
...*...
...thanks...
...***...