
"Jangan keras kesas nanti Chaca denger"tegur Yoongi membuat Yungmi nyengir kuda.
"Gila gila, beraninya Cristy hianatin Chaca atas apa yang sudah Chaca kasih ke Cristy"ucap Jessica.
"Jijik gue"ucap Sanghee.
"Dasar *****"ucap Yunghee seraya tersenyum miring.
Chaca pun keluar dari kamar mandi dengan kaos tangan pendek hitamnya tak lupa m memoleskan bedak di tangan kirinya dan jeans longgar hitam panjang, mengikat rambutnya lalu berjalan menghampiri sahabatnya berada dan duduk di sofa.
"Masih siang happy happy yuk"ajak Jessica.
"Betul tuh, kita ngemall yuk"ajak Chanyeol.
"Ayok ayok"girang Sanghee.
"Yuk Cha"ucap Yunghee membuat Chaca menghela nafas panjang dan mengangguk kecil, setidaknya sahabat dan keluarganya masih berada di samping Chaca meskipun kekasihnya Jin sudah menghianatinya apa pria itu masih kekasihnya?entahlah Chaca sudah menganggap saat Jin mengecup bibir Cristy singkat pertanda hubungan mereka selesai.
"Yeay Chaca ikut"ucap Jessica membuat mereka mengangguk.
"Yaudah yuk"ajak Jimin membuat mereka mengangguk dan berjalan menuju lantai dasar.
Sesampainya di lantai dasar mereka bertemu dengan Shin Hye tak lupa Mi Rae.
"Eh sayang kalian kamu kemana?"ucap Mi Rae.
"Mau jalan mom"ucap Chanyeol membuat kedua wanita itu mengangguk.
"Gak bareng Cristy juga?tadi kok dia jalan sama Jin kenapa?"ucap Shin Hye membuat Yoongi dkk Yunghee dkk berdecak.
"Mau main kali"ucap Tae Hyung.
"Yuk ah"ucap Jimin membuat mereka mengangguk.
"Kita berangkat dulu yah mom"ucap Yungmi membuat Shin Hye dan Mi Rae mengangguk.
Chaca dkk Yoongi dkk pun berjalan keluar dari mansion dan berjalan menuju garasi untuk mengambil mobilnya masing-masing.
"Cha, mau nebeng apa bawa mobil sendiri?"ucap Jessica.
"Bawa aja"ucap Chaca membuat Jessica mengangguk paham.
Chaca pun berjalan memasuki mobil Lamborghini merahnya lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota sedangkan mobil Yoongi dkk menyusul mobil Chaca yang sudah meleset jauh.
Sesampainya di Cha's mall Chaca dkk Yoongi dkk pun keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki mall.
"Kemana nih?"ucap Yunghee membuat Chaca menatap Jimin, Jimin yang merasa di tatap pun menatap Chaca dan pandangan keduanya bertemu.
"Toko es krim"girang Jimin yang mengerti tatapan Chaca membuat Chaca dkk Yoongi dkk mengangguk lalu mereka pun berjalan menuju toko es krim.
Sesampainya di sana, Jimin dan Yunghee pun memesan es krim dan sisanya memilih tempat duduk di dekat jendela tak lama Jimin dan Yunghee pun datang dengan beberapa es krim di atas nampan lalu memberikannya kepada sahabatnya.
Mereka pun memakan makanannya dengan tenang, Chaca yang sudah memakan es krim nya pun hanya memandang keluar jendela dia kembali tersenyum kecut saat kekasihnya berjalan bersama Cristy sahabatnya, lebih tepatnya mereka penghianat. Chaca pun kembali menatap sahabatnya yang masih bersamanya.
"Thanks yah udah ada di sisi gue"ucap Chaca seraya tersenyum, biarkanlah kekasihnya oh mungkin mantan kekasihnya pergi dengan wanita lain karena dari dulu juga Chaca hanya mencintai cinta pertamanya bukan? Soobin.
"Sama sama"ucap mereka membuat Chaca tersenyum.
"Jangan pernah tinggalin gue yah"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.
"Meskipun gue di fitnah apa kalian akan percaya sama gue?"ucap Chaca jujur, dia tidak ingin di tinggal lagi selain cinta pertamanya dan juga kekasihnya yang meninggalkannya.
"Iya Cha"ucap mereka bersamaan.
"Yaudah kita pulang yuk"ajak Sanghee membuat mereka mengangguk lalu berjalan keluar dari toko es krim, baru saja akan keluar, mereka sudah bertemu dengan dua orang penghianat.
"Hai sat"ucap Jimin seraya tersenyum miring.
Jin dan Cristy pun diam di tempat lalu Yunghee dkk Yoongi dkk pun berjalan keluar dari toko es krim dengan menyenggol bahu Jin, sedangkan Yunghee dkk menyenggol bahu dan lengan Cristy.
Chaca?gadis itu tersenyum miring dan bejalan mendekati Cristy.
"Thanks atas penghianatannya tunggu tanggal mainnya"bisik Chaca lalu menatap Cristy dengan tatapan membunuhnya tak lupa senyum miring tidak luntur di bibir gadis itu saat bersama Cristy, Chaca pun menoleh ke arah Jin, dan tersenyum berusaha sekuat mungkin menghadapi masalah ini, Jin yang melihat senyuman Chaca yang tulus pun tidak sandar dia meneteskan air matanya.
"Cha... Maafi-"ucapan Jin terpotong sat Chaca meninggalkan mereka di toko es krim lalu berjalan menuju sahabatnya berada di parkiran.
Sesampainya di sana Chaca pun tersenyum ke arah sahabatnya yang sudah menunggunya dan memasuki mobilnya.
Chaca pun memasuki mobilnya sama halnya dengan Yoongi dkk lalu Yunghee dkk yang memasuki mobil kekasihnya.
Chaca pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota.
"Arghhh kenapa Cristy ngehianatin gue"teriak Chaca di dalam mobilnya sambil memukul stir mobilnya lalu mengacak rambutnya frustasi.
"Liat aja, Lo bakal nyesel seumur hidup"ucap Chaca seraya tersenyum devil.
Chaca pun melajukan mobilnya menuju pemakaman Soobin berada, mobil Yoongi dkk yang tidak melihat mobil Chaca di depannya hanya menghiraukannya mereka pikir mungkin Chaca sudah sampai di mansionnya.
20 menit Chaca sampai di pemakaman Soobin, tak lupa Chaca pun membawakan bunga mawar merahnya, gila? Memang karena Chaca dan Soobin, mereka sama sama menyukai bunga mawar, bunga yang sangat indah namun menyakitkan, tentu sama halnya dengan apa yang pernah Soobin alami, dan apa yang pernah Chaca alami saat saat ini, apalagi kalau bukan karena kehilangan cinta pertamanya dan kehilangan kekasihnya.
"Hai, lama gak ketemu, gimana?disana seru?"ucap Chaca seraya meneteskan air matanya dan menaburi taburan mawar ke atas gundukan tanah merah.
"Kenapa gak Chaca aja yang di sana"ucapnya seraya menangis.
"Soobin benar, ternyata Jin sama Soobin bakal ninggalin Chaca..."lirih Chaca.
"Tapi Chaca percaya bahwa saat nanti akan ada pria yang mencintai Chaca seperti Soobin mencintai Chaca"ucap Chaca lalu mencium nisan Soobin seraya meneteskan air matanya.
"Semoga aja kamu kembali hidup di jiwa orang lain"ucapnya seraya mengusap air matanya, ya, Chaca ingin Soobin kembali hidup meskipun di tubuh orang kain, kenapa?karena Chaca percaya bahwa hanya Soobin lah yang benar-benar tulus mencintai dirinya, dan Chaca ingin kembali mendapatkan seorang pria sama seperti Soobin tentunya lebih baik dan lebih mencintainya dari pada Jin.
"Chaca pulang yah, nanti Chaca ke sini lagi"ucap Chaca mengusap nisan Soobin lalu mengecupnya.
"Berbahagialah"ucap Chaca lalu berjalan meninggalkan pemakaman dan berjalan menuju mobilnya berada lalu memasuki mobilnya dan menancapkan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota menuju mansionnya.
30 menit Chaca sudah sampai di mansionnya lalu Chaca pun keluar dari mobilnya, Chaca pun kembali meneteskan air matanya saat melihat sepasang kekasih berciuman di depannya.
"Sayang sini"teriak Chanyeol membuat Chaca menatapnya lalu Jin dan Cristy melepas ciumannya dan menatap Chaca yang mengusap air matanya kasar dan menatap Chanyeol bergantian.
Deg
Jin juga tidak mengerti dengan dirinya, bukan kah dia adalah kekasih dari seorang Choi Mi Cha? Tapi kenapa dia berciuman dengan sahabat dari kekasihnya?
'Lo brengsek Jin' hanya itulah yang ada di batinnya, namun tetap saja, pria itu tidak mencoba memperbaiki hubungannya bersama Choi Mi Cha, kekasihnya.
Chaca pun menghiraukan kedua sepasang kekasih itu di depannya, Chaca pun berjalan menghampiri kakaknya dan memasuki mansion.
"Iya bang?"ucap Chaca.
"Ikut Abang yuk, tadi kita semua udah pesen makanan nanti kita makan sama sama"ucap Chanyeol membuat Chaca mengangguk.
Chaca dan Chanyeol pun berjalan memasuki mansion dan menghampiri ruang tamu.
"Cha gabung sini"ucap Sanghee membuat Chaca mengangguk dan duduk di pertengahan Yunghee dan Yungmi.
Tak lama ada kedatangan seseorang membuat Chaca dkk Yoongi dkk menghentikan aktivitas memakan makanannya dan menoleh ke arah orang itu.
"Wih ***** kambek nih"ucap Yungmi dingin.
"Sekalian nyewa hotel' ucap Tae Hyung dan menatap Cristy dengan senyum remeh.
"Jaga mulut kalian yah gue buktiin kalo gue bukan cewek murahan"ucapnya seraya menaiki suaranya dan berjalan memasuki kamarnya di lantai dua.
"Udah gak usah di ladenin"ucap Yoongi membuat mereka mengangguk.
"Kalian aja, gue ke atas"ucap Chaca dingin lalu berjalan menuju lif berada dan memasuki lif, setelah pintu lif terbuka Chaca pun berjalan menuju kamarnya dan membaringkan tubuhnya di atas Queen Sizenya lalu merogoh benda pipihnya dan menatap benda pipihnya yang bergetar.
'Hallo'
'Hm'
'Dua hari lagi ada acara balapan antar ketua mafia dan gengster'
'Jam?'
'11 malam'
'Balapan apa?'
'Mobil kamu bisa kan?'
'Siyap bang nanti bang Jungkook jemput Chaca yah'
'Siap queen'
Tut
Chaca pun memutus sambungnya sepihak lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
15 menit Chaca sudah siap dengan piyama Hitamnya dan berjalan ke balkon kamarnya untuk menghirup udara segar, Chaca pun menatap langit di sore hari seraya menghela nafas panjang.
"Butuh mangsa *****"gerutu Chaca mengacak rambutnya frustasi lalu Chaca pun tersenyum miring dan kembali memasuki kamarnya.
Chaca pun menghempaskan tubuhnya ke atas Queen Sizenya lalu memejamkan matanya sejenak mencoba menghilangkan rasa sesak yang berada di hatinya, Chaca pun berjalan kembali menuju balkon dengan Vape yang berada di genggamannya lalu mendaratkan bokongnya di sofa kecil yang ada di sana lalu menghisap dan menghembuskan vapenya.
Tidak ada darah Vape pun jadi, lalu Chaca pun menghisap vapenya seraya memejamkan matanya.
Chaca pun menghentikan aktivitas menghisap vapenya saat benda pipihnya bergetar pertanda panggilan masuk, Chaca pun melihat nama kontak yang menelponnya lalu tersenyum kecut saat kekasihnya ralat tapi mantan kekasihnya itu menelponnya lalu Chaca pun menggeserkan tombol berwarna merah dan Chaca pun berdiri menatap langit lalu kembali menghisap vapenya.
Sedang asyik-asyiknya menikmati Vape Chaca harus menoleh ke bawah di mana ada seseorang yang meneriaki namanya.
"Chaca jangan ngisep Vape"teriaknya membuat Chaca memutuskan kontak mata dengan pria itu lalu berjalan menuju kamarnya dan menyimpan vapenya di laci nakas, Chaca sempat berpikir kenapa Jin meneguri dirinya saat menghisap vapenya. Ya orang yang baru saja meneriaki nama Chaca dari bawah adalah Jin namun Chaca hanya menghiraukannya dan berjalan menuju sofa dan mendaratkan bokongnya di sana.
***
Chaca pun keluar dari kamarnya untuk makan malam.
Sesampainya di lantai dasar, Chaca pun tersenyum kepada kedua keluarganya tak lupa Jessica dan Cristy.
"Malam"ucap Chaca hangat kepada semuanya membuat mereka tersenyum kecil.
"Juga"ucap mereka bersamaan lalu mereka pun memakan makanannya dengan tenang hanya ada dentingan sepasang sendok dan sumpit.
Selesai makan malam Chaca pun pamit untuk memasuki kamarnya.
Disinilah Chaca berada, di dalam kamarnya yang sudah mengenakan kaos lengan pendeknya dan juga jeans hitam panjang membiarkan tattonya terlihat dan mencepol asal rambutnya memperlihatkan leher jenjangnya lalu Chaca pun meraih kunci motornya dan juga benda pipihnya lalu berjalan keluar dari kamarnya dan memasuki lif.
Setelah pintu lif terbuka, Chaca pun berjalan menghampiri keluarganya yang berada di ruang keluarga Chaca pun menatap mereka secara bergantian.
'Cristy mana?' batin Chaca namun kembali menghiraukannya.
"Semuanya Chaca mau ke mansion bang Jungkook yah"ucap Chaca lalu berjalan meninggalkan mereka tanpa menunggu jawaban dari mereka.
Chaca pun berjalan keluar dari mansionnya, dia mengerutkan keningnya saat mobil Cristy tidak terlihat di garasi biasanya lalu Chaca pun menghiraukannya dan berjalan menuju parkiran bawah tanah yang tersembunyi dan mengambil motor sport hitam kesayangannya dan mengenakan helm full face nya lalu menjalankan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota.
15 menit Chaca sudah sampai di Cha's Club . Chaca pun membuka helm full face nya lalu memakai topeng setengah wajahnya bukan topeng yang dirinya menjadi queen Mafia, dan berjalan memasuki club.
Jujur, baru kali ini Chaca datang ke club meskipun club itu adalah miliknya, karena Chaca tidak suka dengan yang berbau alkohol namun apalah daya Chaca yang ingin bermain.
Chaca pun berjalan memasuki club, mengangguk kecil saat beberapa bartender menyapa dan tersenyum padanya.
"Mau pesan apa Miss?"ucap salah satu bartender di sana membuat Chaca menggeleng lalu berjalan menuju kursi yang hanya terdapat satu orang pria yang tengah meminum alkohol.
"Hai"ucap Chaca seraya duduk di depan kursi pria itu membuat pria itu menoleh dan tersenyum menggoda.
"Mau bermain?"ucap Chaca membuat pria itu membelalakkan matanya.
"Anak kecil udah mau main?tapi gak papa yuk"ucapnya membuat Chaca tersenyum kemenangan.
"Tapi nama om siapa?"ucap Chaca membuat pria itu sedikit berpikir.
"Gak perlu tau yang penting kamu puasin saya dulu lalu saya akan memberikan apapun yang akan anda minta"ucapnya membuat Chaca tersenyum dan mengangguk.
"Tumben ****** gak pakek pakaian mini?"ucap pria itu seraya tersenyum remeh.
"Meskipun aku tak memakai pakaian mini, tapi soal bermain, aku pandai"bangga Chaca membuat pria itu mengangguk paham.
"Hotel mana?"ucap om pedofil itu.
"Cha's Hotel"ucap Chaca membuat pria itu mengangguk.
"Ayok kita berangkat"ucap pria itu.
...***...
...TBC...
...*...
...*...
...*...
...Jan lupa...
...*...
...*...
...*...
...Like Like Like...
...*...
...*...
...*...
...And ...
...Thanks...
...***...