The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 49



"Ke mansion gue aja yah"ucap Chaca membuat ketiga sahabatnya mengangguk"


Mereka pun sampai di mansion kediaman Choi saat 20 menit berada di dalam mobil.


Chaca dkk pun berjalan masuk ke dalam mansion, melangkahkan kakinya menuju ruang tamu dan tidak menemukan beberapa sahabatnya, Chaca dkk pun berjalan menuju ruang keluarga, ternyata hanya ada the twins saja yang tengah asyik menonton TV, Chaca dkk pun ikut duduk di sofa, menatap kedua pria itu yang tengah tertawa terbahak-bahak karena film yang mereka lihat, Chaca dkk pun mengalihkan pandangannya ke arah TV, mereka memandang the twins dengan datar, karena film yang mereka lihat adalah film anak-anak.


"Eh ada kalian"ucap Jimin membuat Yoongi berhenti tertawa dan menoleh ke arah Chaca dkk.


"Yang lainnya udah pulang?"ucap Chaca membuat Yoongi dan Jimin mengangguk.


"Yaudah kita ke atas dulu"ucap Chaca membuat Yoongi dan Jimin kembali mengangguk.


Chaca dkk pun berjalan menuju lif berada, setelah lif terbuka mereka pun langsung menuju ke kamar Chaca dan merebahkan tubuhnya di queen size Chaca.


"Besok kita gausah sekolah, langsung nyerang aja"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.


"Cha,minta camilan"ucap Sanghee membuat Chaca menunjuk lemari es menggunakan dagunya.


Sanghee yang sudah membuka lemari es pun berbinar, dia mengambil beberapa Snack dan ice cream dan duduk di sofa lalu menyalakan tv.


Yunghee dan Yungmi yang melihat Sanghee sedang asyik-asyiknya memakan makanannya pun berjalan menuju lemari es dan mengambil beberapa Snack lalu di makannya di sofa dekat Sanghee.


Chaca pun mulai menutup matanya perlahan, kembali membuka matanya saat teringat dengan sesuatu.


"Kalian nginep aja di sini,besok kita langsung ke markas jam 5 pagi"ucap Chaca membuat ketiga sahabatnya menoleh.


"Okey"ucap mereka lalu melanjutkan aktivitasnya dengan menonton drakor.


***


Tok


Tok


Tok


"WOYYY BANGUNNNNN"ucap seseorang di balik pintu kamar Chaca seraya menggedor pintu dengan keras.


Merasa tak ada jawaban dari dalam pun dengan malas dia membuka pintu dan menghela nafas panjang saat melihat adiknya masih setia memejamkan matanya.


Kakinya yang putih melangkahkan menuju Queen Size milik adiknya itu,dengan malas tangannya menarik paksa selimut yang menempel di tubuh adiknya,namun tak membuat adiknya terganggu sedikitpun. Tangannya pun beralih mengambil air di atas nakas, menumpahkan semua airnya membuat Chaca terpaksa terbangun seraya mengusap wajahnya yang terkena air.


"Abang lak-" ucapan Chaca terpotong saat sebuah ciuman mendarat di keningnya membuatnya tersenyum meskipun dalam keadaan marah pada pria di depannya.


"Sana mandi,temen kamu aja udah pada di bawah tuh"ucap Yoongi membuat Chaca mengangguk cepat dan beranjak dari tempat tidurnya di ikuti kakaknya yang akan keluar dari kamar Chaca.


Chaca pun berjalan masuk menuju kamar mandinya, membersihkan tubuhnya yang lengket dan memakai Hoodie karena malam ini begitu dingin.


Chaca pun keluar dari kamarnya. Berjalan menuju lif dan memasuki lif.


Chaca pun keluar dari lif dengan senyuman yang mengembang di bibirnya, membuat keluarga tak lupa ketiga sahabatnya membalas senyumannya dengan lebih lebar.


"Night semuaa"ucap Chaca membuat mereka membalasnya.


"Too Chaca/princess"ucap mereka secara bersamaan.


Di daratkan bokong Chaca di pertengahan kedua kakaknya. Dan mereka pun makan malam dengan hening, hanya ada dentingan sepasang sendok dan sumpit.


Setelah makan malam, Chaca pun pamit ke dalam kamarnya di ikuti oleh ketiga sahabatnya.


"Mom,dad, bang Twins kita ke kamar yah"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.


Chaca pun mencium kedua pipi mereka lalu berjalan menuju lif di ikuti ketiga sahabatnya.


Chaca dkk pun keluar dari lif, berjalan menuju beberapa kamar berada di hadapannya.


"Kamar gue,kita atur strategi penyerangan besok"ucapan Chaca mampu membuat ketiga sahabatnya mengangguk dan berjalan menuju kamar Chaca di belakang Chaca.


Chaca dkk pun berjalan masuk menuju kamar Chaca, Chaca pun berjalan menuju balkon diikuti ketiganya, duduk di sofa kecil yang ada sekitar 4 sofa.


Melihat bintang di malam hari, membiarkan wajahnya di terpa oleh hembusan angin malam yang teramat dingin.


Chaca pun menoleh kepada sahabatnya secara bergantian, menarik napas dan menghembuskan nafasnya secara perlahan.


"Seperti biasa, gue akan nyerang ketuanya, Yunghee akan memimpin penyerangan di sisi kanan, Yungmi di sisi kiri dan Sanghee di belakang markas, setelah kalian selesai dengan musuh kalian, kalian ke bagian Sanghee yang nyerang, bantu dia nyerang, setelah selesai baru ke bagian depan markas paham?"ucap Chaca.


"Paham"ucap mereka membuat Chaca mengangguk.


"Masuk kamar masing-masing, jam 5 kita ke markas" ucap Chaca membuat ketiganya mengangguk dan berjalan menuju keluar kamar Chaca.


Chaca pun mengambil benda pipihnya yang tergeletak di atas nakas, mencari nama kontak seseorang dan menelponnya.


Setelah tersambung, Chaca pun mendengar suara dari seberang sana.


"Hallo"


"Besok siapkan semuanya, jam 10 kita nyerang"


"Baik Cha"


"Oh iya, seperti biasa besok atur lagi di markas, jangan lupakan bawa anggota intim kita yang terbaik sebanyak 40 anggota intim termasuk bang Jungkook sama Chaca dan sahabat Chaca"


"Baik"


Tut


Tut


Tut


Chaca pun berjalan menuju queen Sizenya berada, menghempaskan tubuhnya di sana dan menarik selimutnya untuk menutupi sebagian tubuhnya, memejamkan matanya berusaha pergi ke alam mimpi.


***


Kring kring kring


"Eugh"


Chaca pun terduduk, mengucek matanya dan meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku, berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Selesai bergantian pakaian dengan seragam sekolahnya, Chaca pun mengambil tas yang berisi baju gantinya dan turun kebawah.


Saat Chaca membuka pintu kamarnya, dia tersenyum kecil saat ketiga sahabatnya berada di depannya seraya melontarkan senyumannya kepada Chaca, Yunghee dkk pun sama, memakai seragam sekolahnya.


Mereka berjalan menuju lantai dasar, Chaca sedikit terkejut karena mendapatkan Mi Rae yang tengah menatap Chaca dan juga ketiga sahabatnya dengan mengerutkan keningnya.


"Mom, kita berangkat duluan yah,soalnya ada tugas kelompok yang belum di selesaikan, sementara semua bahannya ada di rumah Yunghee"ucap Chaca yang mengerti apa maksud dari mommynya membuat Mi Rae mengangguk.


Chaca dkk pun tersenyum dalam hati, tangannya meraih tangan Mi Rae secara bergantian dan mengucapkan salam lalu berjalan menuju garasi.


Chaca dkk pun menaiki mobil Chaca.


Chaca pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang, mengunjungi toilet umum untuk mengganti pakaiannya.


Selesai berganti, mereka kembali memasuki mobil Chaca dan Chaca pun mengendarai mobilnya dengan kecepatan sedang menuju hutan belantara dimana markasnya berada di sana.


Sesampainya di markas, Chaca dkk pun memakai topengnya lalu keluar dari mobil Chaca, memasuki markas dengan beberapa tahapan.


Saat gerbang terbuka, menampilkan markas besar yang sedikit sepi, Chaca dkk pun berjalan menuju lantai dasar, ternyata masih ada beberapa anak buahnya yang sudah bangun, karena anak buahnya di bagi dua bagian untuk menjaga markasnya ada yang pagi sampai siang dan ada yang malam.


"Cha lapar"ucap Yunghee seraya mengelus perutnya yang kelaparan membuat Chaca berbalik arah menuju dapur.


Saat sampai di dapur, Chaca pun tidak menemukan makanan, sepertinya stok makanan di markasnya sudah habis, Chaca pun menghampiri salah satu anak buahnya.


"Baik Miss"


"Dan kamu, beli sarapan buat sekarang di Cha's Cafe, jangan lupa juga beli beberapa macaroon untuk saya dan ketiga sahabat saya dan tentunya untuk kalian semua sebanyak 250 box"ucap Chaca seraya mengeluarkan beberapa uangnya.


"Baik Miss"ucapnya.


"Bawa beberapa makanan dan minuman ke ruangan saya buat saya dan ketiga sahabat saya" ucap Chaca membuat pria berbadan besar itu mengangguk paham lalu meminta izin untuk segera melaksanakan tugasnya.


Chaca pun berjalan menuju ketiga sahabatnya berada.


"Mana?"ucap Yunghee.


"Semua makanan abis, lagi beli dulu, nanti sarapannya di anterin ke ruangan gue"ucap Chaca lalu berjalan menuju lif untuk memasuki ruangannya diikuti oleh ketiganya.


Disinilah Chaca dkk berada, di ruangan Chaca tengah menikmati sarapannya, ya, tadi Chaca dkk sedang bersantai di sofa, selang 30 menit mereka mendapat sarapan dari anak buahnya yang sudah Chaca suruh.







"Cha, penyerangan kapan?"ucap Yungmi di sela sela kunyahannya.


"Jam 8 aja "ucap Chaca membuat Yungmi mengangguk.


Selesai makan, mereka pun melanjutkan aktivitasnya dengan menonton drakor seraya memakan camilan.


"Bangunin gue jam 7 yah"ucap Chaca kepada ketiga sahabatnya.


"Iyah,mo tidur?"ucap Yungmi membuat Chaca mengangguk.


***


"Cha"


"WOY BNGUNNNNN"teriak Yunghee Yungmi dan Sanghee seraya menggoyang goyangkan tubuh Chaca membuat Chaca sedikit terusik dalam tidurnya.


Chaca pun membuka matanya, mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk, lalu terduduk di punggung kasur, meregangkan otot-ototnya yang kaku.


"Cepet mandi"ucap Yunghee membuat Chaca berdecak lalu berjalan menuju kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Selesai mandi, Chaca mengenakan kaos hitam polos di baluti dengan jaket kulit hitam kebanggaannya yang sudah terdapat beberapa pisau dengan berbagai mata pisau tak lupa dengan kedua pistol kesayangannya yang sudah ia rancang sendiri dan menaruh racun di pelurunya untuk dirinya tak lupa anggotanya, memakai Jeans hitam panjang tak lupa topeng.


Chaca pun berjalan keluar dari kamar mandi, mendapatkan ketiga sahabatnya yang sudah mengenakan pakaian yang sama sepertinya, bedanya jaket Chaca terdapat gambar mahkota di bagian dadanya.


Chaca dkk pun berjalan menuju lif, setelah lif terbuka Chaca dkk pun berjalan menuju aula yang sudah terdapat beberapa anggota dan tangan kanannya yang akan ikut menyerang DOD.


"Langsung saja, kita ke markas utama DOD, seperti biasanya yang akan memimpin penyerangan di bagian kanan markas di ketuai oleh Yunghee dengan 9 anggota intim, bagian kiri markas oleh Yungmi dengan 9 anggota intim, bagian belakang oleh Sanghee dengan 10 anggota intim dan bagian depan oleh  saya danJungkook dengan 7 anggota intim kalian paham?" Ucap Chaca lantang dan tegas.


"Paham Queen"ucap anggota GBD dengan tegas.


"Kalian sudah membawa pistol yang terdapat racun?"ucap Chaca tegas.


Ketika peluru itu menancap pada bagian tubuh, dalam waktu 3 detik saja akan membuat orang itu kehilangan nyawanya.


"Sudah Queen"ucap anggota GBD tegas.


"Pisau lipat dengan 20 mata pisau?" Ucap Chaca tegas.


"Sudah Queen "ucap anggota GBD tegas.


"Sudah membawa beberapa bom dan samurai?"ucap Chaca tegas.


"Sudah Queen"ucapnya tegas.


"Ingat, saat kita sampai di markas DOD, setiap pemimpin bagian markas melemparkan bom ini"ucap Chaca seraya menyerahkan bom yang berukuran kecil ke setiap pemimpin yang akan memimpin setiap bagian markas DOD, bom itu lumayan besar ketika meledak.


"Lempar bom itu sebelum kita menyerang"ucap Chaca membuat Yunghee Yungmi Sanghee dan Jungkook mengangguk.


"Setelah bom meledak, kita langsung nyerang markas utama DOD"ucap Chaca tegas.


"Paham semua?"ucap Chaca lantang.


"Paham Queen"ucap anggota GBD tegas.


"Pakai topeng ini, topeng itu saya bikin khusus supaya kita bisa melihat keadaan meskipun di sekitar kita terdapat asam bom" ucap Chaca seraya menunjuk beberapa topeng di bagian samping nya menggunakan dagunya.


"Baik Queen"ucap anggota GBD tegas.


Chaca baru merancang lagi topeng, topeng yang terdapat lensa mata yang dapat melihat meskipun di sekitarnya terdapat asap.


"Semuanya sudah siap?"ucap Chaca tegas.


"Sudah Queen"jawab anggotanya tak kalah tegas.


"Masuk ke mobil dengan pemimpinya masing-masing yang akan menyerang. lalu kita ke markas DOD di pimpin oleh Jungkook"ucap Chaca tegas.


Chaca dan semua anggotanya pun memasuki mobilnya, Chaca duduk di samping Jungkook yang tengah menyetir mobil, di belakangnya terdapat 7 anggota lainnya.


Mobil GBD sedikit besar, bisa muat untuk 10 - 15 anggota karena Chaca sendiri yang merancangnya.


Setelah menempuh perjalanan sekitar 35 menit akhirnya mereka sampai di markas utama DOD, besar memang, tapi tak sebesar markas GBD, mungkin hanya setengahnya dari markas GBD.


Jungkook dan anggotanya pun turun dari mobil, berjalan menuju anggota lainnya berada.


"Yunghee, Yungmi, Sanghee, kalian siap?"ucap Jungkook membuat mereka mengangguk mantap.


"Jinyoung, kamu lelehkan gerbang itu dengan laser ini" ucap Jungkook seraya menyondorkan laser kepada jingyoung membuat Jinyoung salah satu anak GBD pun mengangguk dan melaksanakan tugasnya dengan cepat dan lihai.


Jinyoung pun telah melelehkan gerbang itu hanya dalam waktu 10 detik saja, membuat anggota lainnya mau tak mau harus sudah siap.


"Kita lempar sekarang"ucap Jungkook membuat mereka mengangguk dan mulai mengambil ancang-ancang untuk melemparkan bom itu.


Chaca pun keluar dari mobilnya seraya menekan tombol kecil yang berada di genggamannya membuat keempat bom itu meledak secara bersamaan.


Duarrr


"Masuk"ucap Chaca membuat mereka mengangguk dan mulai berjalan menuju posisinya masing-masing untuk menyerang markas itu.


Saat mereka telah berada di posisinya masing-masing, tak lama beberapa anak buah DOD pun datang dengan menutup mulut dan mengucek matanya yang masih terdapat asap bom.


Dengan sigap dan cepat anggota GBD langsung mendaratkan peluru dengan racun di bagian tubuh musuhnya membuatnya tumbang dengan cepat.


...***...


...Vote...


...Vote...


...Vote...


...*...


...Thanks buat yang selalu kasih vote dan selalu baca cerita saya...


...***...