The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 54



'Mau ketemu Oma opa, rindu soalnya'


' HM, oke deh, tapi kalo udah pulang langsung hubungi aku, biar aku jemput di bandara'


'Iya'


'Berapa hari disana?'


'3 hari maybe'


'Hm, Jan lama lama yah, nanti rindu'


'Iyah sayangg'


'Ciee manggil sayang'


'Terus maunya apa?'


'Daddy'


'Ngaco kamu'


'Haha, tapi kamu sayang kannn'


'Au ah bodo'


'Gak, aku pinter'


'Terserah kamu bye'


Tut


Sambungan pun terputus oleh sepihak, Chaca pun bernapas lega karena kekasihnya tidak kecewa padanya, dan Chaca pun Kembali memikirkan sesuatu dan menelpon seseorang.


'Hallo'


'Bang, besok bisa siapin jet pribadi aku buat ke LA?'


'Bisa , mau ngapain Cha?'


'Urusan kantor'


'Ohh, jam berapa berangkatnya?'


'Jam 7 aja'


'Siyap, oh iya yang tadi semuanya udah beres, aman,dan terkendali'


'Haha, bisa aja bang, makasih yah ngerepotin Mulu'


'Tumben ngucapin terima kasih, biasanya juga suka nyusahin aku sama anak yang lainnya'


'Iyah deh maaf, nanti aku ucap terima kasih sama yang lainnya'


'Di tunggu loh besok'


'Siyap bang'


'Yaudah see you'


'Too'


Tut


Setelah sambungan terputus, Chaca pun  kembali menelpon seseorang.


'Hallo'


'Hallo Oma opa apa kabar?'


'Hallo Princess, baik kok,gimana kabar kamu?'


'Baik banget kok Oma opa'


'Syukur kalo gitu'


'Oh iya Oma opa, besok aku ke LA yah?'


'Mau ngapain sayang?'


'Urusan kantor'


'Ohh'


'Nanti kalo mommy sama Daddy nelpon Oma opa, bilang kalo Oma sama opa beneran rindu sama Chaca yah, makanya Chaca ke LA karena Chaca itu di suruh ke LA sama kalian yah please'


'Iyah sayang, kamu tenang aja'


'Makasih Oma opa'


'Sama sama sayang, yaudah hati, Jan lupa mampir ke mansion yah'


'Siyap Oma op kalo gitu udah dulu yah, Chaca mau makan malam dulu assalamualaikum'


'Waalaikumsalam'


Tut


Chaca pun bernapas lega saat telah menghubungi Oma opanya tak lupa kekasih dan tangan kanan organisasinya, Chaca pun meletakan kembali benda pipihnya.


"Udah berapa kali sama berapa orang yah yang hari ini gue telpon?"ucapnya kepada dirinya sendiri.


"Au ah bomat yang penting sekarang makan malam dan kasih tahu semuanya" ucap Chaca dan berjalan menuju keluar dari kamarnya dan berjalan menuju lif berada.


Setelah lif terbuka, Chaca pun berjalan menghampiri keluarganya di meja makan.


"Malam semuaa"teriak Chaca membuat mereka menggeleng geleng kan kepalanya.


"Juga sayang"jawab mereka bersamaan.


"Oh iya, dad, mom, bang, besok pagi Chaca ke LA yah"ucap Chaca membuat mereka mengernyitkan keningnya bingung.


"Oma, opa yang nyuruh Chaca kesana"ucap Chaca yang mengerti maksud mereka.


"Mau ngapain lagi?"ucap Yoongi membuat Chaca menoleh ke sampingnya dan kembali menatap kedua orangtuanya secara bergantian.


"Katanya Oma opa, kangen Chaca"ucap Chaca membuat mereka mengangguk paham.


"Yaudah Daddy ijinin kamu ke La, ayok lanjutin makannya"ucap Jung Hyun membuat Chaca tersenyum kemenangan di dalam hatinya.


Mereka pun makan malam dengan keadaan hening, seperti biasa hanya ada dentingan sepasang sendok dan sumpit.


Selesai makan, Chaca the twins pun berpamitan untuk segera ke atas ke kamarnya masing-masing.


"Dad,mom, kita keatas yah"ucap Yoongi mewakili kedua adiknya.


"Iya selamat tidur"ucap Mi Rae membuat mereka mengangguk.


Seperti biasa, sebelum beranjak ke atas, Chaca selalu mencium kedua pipi orang tuanya, itu sudah rutinitas baginya.


Selesai dengan acara ciuman di pipi kedua orangtuanya, Chaca the twins pun berjalan menuju lif dan memasuki lif.


Setelah lif terbuka, Chaca pun berjalan di belakang Jimin menuju kamar lelaki itu.


Yoongi yang sedikit merasa cemburu pun berbalik arah, tadinya yang akan berjalan menuju kamarnya, kini kakinya malah berjalan menuju kamar kembarannya.


Chaca pun merebahkan tubuhnya di atas king size milik Jimin, Jimin pun ikut merebahkan tubuhnya dan memeluk Chaca sayang membuat cahac tersenyum kecil.


Jimin dan Chaca pun mulai memejamkan matanya, namun suara Langkan seseorang membuat mereka kembali membuka matanya.


"Apa bang?"ucap Jimin.


"Kalian belum sholat"ucap Yoongi membuat kedua adiknya menepuk jidatnya sendiri.


Chaca dan Jimin pun melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim, mereka berjamaah.


Setelah selesai sholat, Chaca dan Jimin pun kembali merebahkan tubuhnya di atas king size milik Jimin, Chaca dan Jimin yang melihat Yoongi masih merebahkan tubuhnya di atas king size milik Jimin pun mengerutkan keningnya, Jimin dan Chaca pun saling menatap seperti memberi kode 'dia kenapa?'


Yoongi yang paham dari tatapan kedua adiknya pun membuka suaranya.


"Gue juga ikut tidur disini"ucap Yoongi membuat Jimin berdecak.


"Napa?"ucap Jimin.


"Gue juga kan abangnya Chaca"ucap Yoongi membuat Jimin memutar bola matanya malas.


"Gak papa kok, sini dong peluk Chaca, 3 hari kalian gak ketemu Chaca loh"ucap Chaca seraya kembali merebahkan tubuhnya di samping Yoongi.


Jimin pun ikut merebahkan tubuhnya di samping Chaca,  Jimin dan Yoongi pun mulai memeluk tubuh Chaca sayang dan mereka pun terlelap dalam tidurnya.


***


"Sayang,bangun yuk udah pagi nih" ucap Mi Rae seraya menggoyang goyangkan tubuh ketiga anaknya secara bergantian.


"Eugh"


"Bangun bang, mandi sana"ucap Mi Rae membuat Jimin mengangguk dan terduduk dari tidurnya, mengucek matanya dan meregangkan ototnya yang sempat kaku.


Jimin pun menoleh ke arah kakak dan adiknya, menggelengkan kepalanya dan tangan nya pun terulur untuk menggoyang goyangkan tubuh Chaca yang berada di sampingnya, menepuk pelan kedua pipi gadis itu membuat gadis itu membuka matanya membiarkan cahaya masuk dan Chaca pun mengerjakan matanya beberapa kali membuat Jimin gemas sendiri dan berakhir lah Jimin mencubit kedua pipi Chaca membuat Chaca mempoutkan bibirnya.


"Siapa suruh gemesin"ucap Jimin membuat Chaca mempoutkan bibirnya.


"Biarin lah gemes, sama abang sendiri kan gemesinnya"ucap Chaca.


"Terserah deh"ucap Jimin.


"Bang"ucap Chaca seraya menepuk pelan tanahnya lelaki yang berada di sampingnya yang sudah bangun, siapa lagi kalau bukan Jimin.


"Napa?"ucap Jimin.


"Bang Yoongi liat"ucap Chaca membuat Jimin menoleh ke arah yang di maksud adiknya.


"Kerjain kuy"ucap Chaca membuat Jimin tersenyum devil.


"Ayok"ucap Jimin.


Chaca pun menekan hidung pria itu,membuat Yoongi membuka matanya hanya dalam waktu 3 detik.


"Ck, adek laknat emang"decak Yoongi membuat Chaca dan Jimin bertos ria.


"Siapa suruh kebo banget"ucap Chaca membuat Yoongi memutar bola matanya malas.


"Gak nipak Lo jadi adek"ucap Yoongi membuat Chaca menjulurkan lidahnya.


"Biarin wle"ucap Chaca lalu berlari keluar dari kamar Jimin dan memasuki kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Lain halnya dengan Jimin yang tengah tertawa akibat ulah adiknya Yoongi yang kesal pun menatap Jimin datar dan berjalan keluar dari kamar kembarannya dan berjalan menuju kamarnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Setelah selesai dengan acara ritual mandinya, Chaca pun keluar dari kamarnya dengan Hoodie dan Jeans hitam panjang, membawa tas kecilnya yang berisikan dompet, power Bank, earphone dan juga handphonenya.


Chaca pun turun ke lantai dasar dan berjalan menghampiri keluarganya lalu duduk di pertemuan Yoongi dan Jimin.


Mereka pun sarapan dengan hening hanya ada dentingan sepasang sendok dan sumpit.


Setelah selesai sarapan, Chaca pun mengangkat suaranya.


"Dad,mom, bang, Chaca berangkat yah"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.


"Hati hati di jalan,kita anterin ke bandara yah"ucap Jung Hyun.


"Gak usah dad, lagian Chaca ke bandara di anter bang Jungkook"ucap Chaca membuat Jung Hyun mengangguk paham.


"Abang Lo itu kita, bukan dia, jadi kita yang akan anterin Princess kita ke bandara"ucap Yoongi membuat Chaca menghela nafas panjang.


"Yaudah, kalian boleh anterin chaac sampe bandara"ucap Chaca membuat mereka tersenyum kemenangan.


***


Disinilah Chaca berada, di dalam jet pribadinya, sebelum datang kesini, Chaca di antar oleh keluarganya sampai bandara, dan Chaca pun di antar oleh Jungkook sampai masuk kedalam jet pribadinya.


Chaca pun tersenyum kecil, mengingat betapa lebaynya kedua kakaknya.


Flashback on


Chaca the twins dan juga kedua orangtuanya pun sudah sampai di bandara Incheon, dan mereka pun keluar dari mobilnya.


"Udah sampe sini aja, tuh bang Jungkook yang anter Chaca kesana na"ucap Chaca seraya menunjuk keberadaan Jungkook yang akan menghampirinya menggunakan dagunya.


"Yaudah hati hati"ucap Jung Hyun seraya mengusap rambut putrinya sayang.


"Jan lupa vedcol, nanti Abang rindu loh"ucap Jimin sedikit lesu membuat Chaca tersenyum kecil.


"Iya bang tenang aja, nanti kalo Chaca udah sampe, Chaca langsung vedcol bang Jim"ucap Chaca membuat Jimin tersenyum lebar sampai matanya hilang entah kemana.


"Gak bisa, harusnya Chaca vedcol bang Yoongi dulu, kan bang Yoongi lebih dulu brojol dari bang Jimin"elak Yoongi membuat Jimin menatapnya sebal.


"Iya deh nanti Chaca langsung vedcol Daddy aja biar semuanya bisa liat Chaca"ucap Chaca membuat Jung Hyun tersenyum kemenangan.


Yoongi dan Jimin yang kesal pun hanya mempoutkan bibirnya membuat Chaca tersenyum kecil.


"Udh siap?"ucap Jungkook membuat Chaca mengangguk dan tersenyum.


"Yuk berangkat"ucap Jungkook seraya menggenggam tangan Chaca lembut.


"Semuanya Chaca berangkat dulu yah"ucap Chaca seraya mencium kedua pipi keluarganya tak lupa memeluk mereka juga.


"Hati hati di jalan sayang"ucap Mi Rae saat Chaca hendak melangkahkan kakinya membuat Chaca mengangguk dan mengangkat satu jempolnya.


"Jan kecantol sama cowok lain, ingat Jin, dan jangan cari Abang lagi disana"terisak Jimin membuat Chaca kembali mengangkat satu jempolnya.


"Jan lupakan bang Yoongi yang tampan ini"ucap Yoongi berteriak membuat Chaca geleng-geleng kepala lalu mengangkat kembali satu jempolnya.


Flashback off


Chaca pun memilih untuk memejamkan matanya di kamarnya.


Di sisi lain


Kini, Jin dkk sedang berada di kelasnya.


"Chaca beneran ke LA?"ucap Jin membuat Jimin dan Yoongi mengangguk.


"Bosen kantin kuy"ajak Tae Hyung membuat mereka mengangguk dan berjalan menuju kantin.


Sekarang jam pelajaran mereka sedang kosong, karena semua guru sedang mengadakan rapat.


Sesampainya di kantin, Jin dkk pun berjalan menuju meja Yunghee dan yang lainnya.


"Cewek, ikut duduk sini boleh?"ucap Jimin membuat Yunghee tersenyum kecil dan mengangguk.


"Sepi gada Chaca, kemana sih tu anak"ucap Yunghee.


"Chaca lagi ke LA sayang, kenapa? rindu?"ucap Jimin membuat Yunghee tersenyum.


"Iya rindu, biasanya dia yang traktir kita"ucap Cristy membuat Jessica dan Sanghee menjitak kepala Cristy membuat si empu meringis.


'Ke LA? Mau ngapain?apa perusahaannya ada masalah lagi?' batin Yunghee.


"Nanti pulang sekolah ke mansion gue yuk"ucap Yoongi membuat mereka mengernyitkan keningnya bingung.


"Katanya, kalo Chaca udah sampai di La, dia bakal vedcol, mau liat gak?"ucap Yoongi membuat mereka mengangguk cepat.


"Kenapa gak sekarang aja?"ucap Jin membuat Jimin menoyor kening pria itu membuat Jin menatap Jimin datar.


"Sekarang Chaca nya belum sampe ogeb"ucap Jimin.


"Ke mansion Lo, biar bisa rebahan"jelas Jin membuat Jimin mengangguk paham.


"Yaudah ayok"ucap Chanyeol membuat mereka mengangguk.


"Yaudah, kuy ah ke mansion gue"ucap Yoongi.


Yunghee dkk Jin dkk pun berjalan memasuki mobilnya berada dan mereka pun keluar dari gerbang sekolah dengan Yoongi yang menempelkan telunjuknya.


Ya, karena setiap telunjuk Chaca, Yoongi dan Jimin di tempelkan di gerbang, gerbang akan membuka dengan sendirinya, karena sekolah CHS adalah desain Chaca sendiri.


Di lain tempat.


Chaca pun membukakan matanya, dan tangan Chaca pun terulur untuk mengambil benda pipihnya yang berada di dalam tas kecilnya.


Chaca pun membuka benda pipihnya dan membuka aplikasi musiknya dan sebuah lagu pun terputar.


Chaca pun terduduk dari tidurnya, berjalan menuju kamar mandi untuk mencuci mukanya dan kembali berjalan menuju benda pipihnya berada.


Tok


Tok


Tok


Cekleekk


"Permisi nona, ini makanannya"ucapnya membuat Chaca tersenyum kecil lalu menunjuk sebuah meja menggunakan dagunya.


Wanita itu yang mengerti maksud dari Chaca pun menyimpan makanannya di atas meja sana dan kembali mengundurkan diri.


"Kalo begitu, saya permisi nona"ucapnya membuat Chaca mengangguk dan Chaca pun berjalan menuju mejanya berada dan memakan makanannya.


Setelah makanannya habis Chaca pun menonton drakor melalui handphonenya, kebetulan Chaca sudah mengunduhnya  melalui aplikasi drakor.id.


Setelah bosan menonton drakor, Chaca pun kembali merebahkan tubuhnya di atas Queen Sizenya dan memejamkan matanya untuk memasuki alam mimpinya.


***


Tok


Tok


Tok


Cekleekk


"Maaf nona, 10 menit lagi pesawat akan mendarat"ucapnya membuat Chaca yang tengah terduduk santai di Sofanya mengangguk.


Dan Chaca pun menggendong tas kecilnya di kedua bahunya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tangannya yang sudah ia jilati.


Karena terlalu lama sudah tidak merasakan darah, Chaca pun meletakkan jarinya di atas duri mawar, membuat darah segar keluar dari jarinya. Melihat itu, cahca tersenyum miring dan menjilatinya sampai darah itu tidak keluar lagi dari jarinya.


Setelah jet pribadinya mendarat, Chaca pun keluar dari jetnya di sambut oleh banyaknya bodyguard yang menjaganya.


Semua orang yang melihat Chaca di jaga oleh banyaknya bodyguard pun berbisik bisik.


Cantik banget yah


Di jagain bodyguard banyak lagi


Enak yah hidupnya, udah cantik di jagain bodyguard keknya tu orang orang penting deh.


Iyah enak banget.


Dan banyak lagi.


...***...


...like dong cerita ini biar author tambah semangat lanjut ceritanya:)...


...TBC...


...***...