
Chaca pun berjalan keluar dari kamar itu di ikuti oleh sahabatnya di belakang.
"Selamat istirahat,dan semangat nanti sore kalian akan dijemput oleh malaikat pencabut nyawa"ucap Chaca di akhiri senyuman devil membuat Aera dkk menyesal telah mencari lawan.
"Awasi mereka"ucap Chaca tegas membuat pria yang tengah menjaga kamar itu mengangguk cepat.
Chaca dkk pun berjalan menuju kamarnya masing-masing untuk membersihkan tubuhnya yang lengket dan bau amis.
Selesai mandi Chaca pun mengenakan baju hitam polosnya di balut jaket kulit hitam dan celana jeans hitam panjang.
Chaca pun duduk di sofa,setelah duduk pintu pun terbuka membuat Chaca mengernyitkan keningnya.
Ketiga gadis yang telah mengganti pakaiannya pun menghampiri Chaca dan duduk di sebelah Chaca siapa lagi kalau bukan Yunghee Yungmi dan Sanghee.
"Chaca makan diluar yuk,gue laper"ucap Sanghee seraya mengelus perutnya yang tengah kelaparan.
"Iya gue juga laper"ucap Yungmi membuat Chaca tersenyum kecil.
"Yaudah kita ke Cha's Restauran" ucapan Chaca membuat Yungmi dan Sanghee berbinar dan mengangguk lucu.
Chaca dkk pun berjalan keluar dari kamar Chaca dan berjalan menuju lif berada.
Ting!
Lif pun terbuka, Chaca dkk pun berjalan keluar dari mansion yang di tunduk hormati oleh anggotanya.
Chaca pun tersenyum di ikuti oleh sahabatnya membuat anggotanya membalasnya dengan sangat tulus.
Chaca dkk pun memasuki mobilnya masing-masing dan menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi menjauhi markas dan menjauhi hutan belantara.
Setalah 23 menit dalam perjalanan, akhirnya Chaca dkk telah sampai di Cha's Restauran. Chaca dkk pun keluar dari mobilnya masing-masing setelah topengnya terlepas,Chaca dkk pun berjalan memasuki restoran dan duduk di dekat jendela lantai 3 seraya melihat ke jalanan sana.
Setelah menunggu sekitar 15 menit akhirnya pesanan mereka pun datang, dengan cepat mereka melahapnya.

Pesanana Chaca

Pesanan Yunghee

Pesanan Yungmi

Pesanan Sanghee
Chaca dkk pun telah selesai makan, mereka sedang sibuk dengan dunianya masing-masing.
"Em kita mo kemana lagi nih?"ucap Yungmi yang sudah mulai jengah karena mereka sibuk memainkan ponselnya masing-masing.
"Markas lagi,ngabisin hama"ucap Chaca membuat mereka bertiga mengangguk dan berdiri dari duduknya.
Chaca dkk pun berjalan memasuki mobilnya masing-masing,namun Chaca merasa seperti ada seseorang yang mengikuti dirinya dari belakang,sebelum masuk ke dalam mobilnya,Chaca menoleh kebelakang,dia tersenyum devil saat pria yang tengah mengikutinya bersembunyi namun masih kelihatan dari pantulan kaca.
Chaca pun mulai membuka ponselnya dan menelpon seseorang siapa lagi kalau bukan ketiga sahabatnya.
"Ke mansion gue dulu,ada penguntit"ucap Chaca dengan bahasa Belanda membuat pria yang tengah bersembunyi mengernyitkan keningnya.
"Baik"ucap Yunghee Yungmi dan Sanghee dari balik handponenya.
Chaca pun kembali memasuki mobilnya, menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang,dia menoleh kebelakang ternyata benar,pria itu tengah mengikutinya.
Chaca dkk pun akhirnya sampai di mansion Choi dan mereka pun berjalan memasuki mansion dan berjalan menuju kamar Chaca.
Di lain tempat pria itu baru sampai di sebuah mansion besar,dia pun mulai membuka pintu mansion dan tersenyum saat seorang pria tengah berada di hadapannya.
"Hey bro,lama banget lo,dari mana?"ucapnya membuat pria yang baru saja masuk dari mansionnya hanya bisa tersenyum kecil.
"Macet"ucapnya membuat pria di hadapannya mengangguk paham.
"Masuk Jin"ucap Yoongi yang baru saja tiba.
Ya,orang yang telah mengikuti Chaca dari restauran adalah Jin,dan orang yang telah menanyakan Jin dari mana adalah Jimin.
Jin pun mengangguk dan berjalan menuju kamar Yoongi di ikuti Jimin dari belakangnya.
Di kamar Chaca,Chaca dkk sedang duduk santai di temani drakor dan juga beberapa cemilan yang sedang mereka nikmati.
"Oh iya,siapa yang ngikutin kita Cha?"ucap Yunghee membuat Yungmi dan Sanghee mengangguk setuju.
"Jin"ucapan Chaca membuat Yunghee Yungmi dan Sanghee membulatkan bibirnya berbentuk O.
"Apa?"ucap Yunghee Yungmi dan Sanghee terlalu keras membuat Chaca berdecak kesal.
"Iya"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.
"Kenapa Jin ngikutin kita?"ucap Yungmi membuat Chaca mengedikan bahunya.
"Turun yuk,beresin masalah di markas"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.
Chaca dkk pun turun kebawah menggunakan lif,saat lif terbuka mereka pun berjalan menuju lantai dasar yang sudah terdapat Yoongi dkk.
"Dek mo kemana?"ucap Yoongi membuat Chaca dkk berhenti dari langkahnya.
"Ada urusan bang,oh iya katanya mo ngumpul di Cha's cafe"ucap Chaca.
"Gak jadi,kita kumpulnya di Cha's Restauran" ucap Jimin membuat Chaca dkk mengangguk.
"Oh iya tadi kalian udah dari Cha's Restauran juga?"ucapan Jin membuat Chaca dkk mengangguk.
"Katanya ada urusan"ucap Jin membuat Chaca tersenyum.
"Lapar,kita mampir dulu kesana"ucapan Chaca membuat Yunghee Yungmi dan Sanghee bernapas lega.
"Yaudah kita jalan dulu bang assalamualaikum"ucap Chaca membuat Yoongi dan Jimin mengangguk.
"Waalaikumsalam"ucap Yoongi dkk.
Chaca dkk pun kembali memasuki mobilnya, menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota.
Chaca dkk pun melewati hutan belantara dan keluar dari mobilnya untuk masuk kedalam markas.
Chaca dkk pun tersenyum kecil saat melihat anggotanya menunduk hormat kepada Chaca dkk.
Chaca dkk pun langsung berjalan menuju ruang bawah tanah, mereka pun kembali tersenyum saat anggotanya menunduk hormat.
Chaca dkk pun memasuki kamar yang di tempati Aera dkk lalu membuka topengnya.
Merasa ada yang menghampiri dirinya dan teman-temannya, Aera pun membuka matanya dia berusaha menelan salivanya susah payah ketika melihat Chaca dkk berada di depannya dengan tatapan membunuhnya.
"Gimana? tidurnya nyenyak hm"ucap Chaca membuat Aera dkk berkeringat dingin.
Chaca pun mulai melihat ke arah Sanghee, Sanghee yang lemot pun di kasih tau oleh Yungmi membuat Sanghee tersenyum devil.
Sanghee pun berjalan mendekati Hana membuat Hana merinding ketakutan.
Sanghee pun mengeluarkan pisau lipatnya menggores di kedua pipi Hana dengan lihai membuat Hana meringis kesakitan.
Sanghee pun tersenyum devil,dia pun mengambil gelas dan menaruh di bawah pipi Hana membuat darah yang mengalir berjatuhan ke dalam gelas yang di pegang Sanghee.

Sanghee pun berjalan mendekati Chaca.
"Ini untuk anda Queen"ucap Sanghee seraya menyondorkan sebuah gelas yang berisikan darah segar.
"Terimakasih"ucap Chaca tersenyum devil dan mengambilnya lalu menenguknya dengan satu tegukan dan Chaca pun menjilati bibirnya yang masih terdapat dercak darah.
Setelah memberikan segelas darah kepada ketuanya, Sanghee pun kembali berjalan mendekati Hana.
Sanghee pun menjambak rambut Hana,menampar kedua pipinya beberapa kali, memukulnya,kembali mensayat kedua pipinya yang sedang mengeluarkan darah,menusuk kedua paha Hana sampai ke kakinya,mencapkan kedua pisaunya di kedua kaki Hana sampai pisaunya terlihat ke telapak kakinya.
Plakk
Plakk
Plakk
Plakk
Plakk
Bugh
Bugh
Bugh
Srettttt
Srettttt
Srettttt
"To..to..long..Bu..bunuh...aja..gu...gue"ucap Hana terbata karena terlalu lemah.
"Tantu sayang"ucap Sanghee dan Sanghee pun menarik pelatuknya.
Dorr
Peluru pun tertancap dengan sempurna di jantung Hana membuat Sanghee tersenyum devil.
"Itu balasannya karena udah salah cari lawan"gumam Sanghee yang terdengar oleh Chaca.
Sanghee pun berjalan menuju ketiga sahabatnya berada.
Yungmi pun berjalan menuju Minran saat Chaca menyuruhnya menggunakan kode.
Yungmi pun berjalan mendekati Minran, Minran yang melihat Yungmi berjalan kearahnya pun sudah pucat pasi,dia tidak ingin meninggal seperti keluarga dan sahabatnya Hana.
Yungmi pun mengeluarkan pisau lipatnya, mendaratkannya di tangan Minran, menusuknya dalam dan menggoresnya sampai sebuah cairan merah kental pun keluar.
Srettttt
Srettttt
Srettttt
Srettttt
Srettttt
Minran yang merasa perih pun hanya bisa berteriak kesakitan.
Yungmi pun mulai menarik tangan Minran, memotong jari jarinya seperti memotong daging,Minran kembali menjerit kesakitan.
Yungmi pun bosan dengan jeritan Minran,dia pun beralih ke pipi mulus Minran dan menggoresnya menggunakan pisau lipatnya.
Yungmi pun menarikan pelatuknya ke arah kedua kaki dan kedua tangan Minran.
Dorr
Dorr
Dorr
Dorr
"Gue...mo..mohon..bunuh..gu..guu..e...a..ja"ucap Minran sekuat tenaga membuat Yungmi mengangguk senang.
Dorr
Yungmi pun menarik pelatuknya tepat di jantung Minran, seketika Minran telah menghembuskan nafas terakhirnya membuat Yungmi tersenyum puas.
"Itu akibatnya telah salah mencari lawan"gumam Yungmi yang masih terdengar oleh Chaca.
Yungmi pun berjalan menuju ketiga sahabatnya berada.
Yunghee pun berjalan setelah mendapat persetujuan dari Chaca, Yunghee pun berjalan mendekati Haneul.
Haneul merasa Yunghee berjalan kearahnya pun berusaha menelan salivanya, keringat dingin pun mulai keluar dari tubuh Haneul.
Yunghee pun mengeluarkan pisau dagingnya, memotong setiap jari jari tangan dan kaki Haneul membuat Haneul menjerit kesakitan.
Yunghee pun menyimpan kembali pisau dagingnya,dia pun meraih pisau lipatnya dan mendaratkannya di kedua pipi Haneul membuatnya meringis kesakitan.
Yunghee yang sudah merasa bosan dengan pipi Haneul pun beralih ke paha mulusnya, dia pun mendaratkan pisau lipatnya dengan dalam dan memotong daging Haneul membuatnya menjerit kesakitan.
Yunghee yang sudah jengah dengan teriakan Haneul pun menancapkan pisaunya tepat di jantung Haneul membuatnya sudah tak bernyawa lagi.
Chaca pun berjalan mendekati Aera dengan aura dinginnya membuat Aera tak lupa ketiga sahabatnya bergidik ngeri.
Chaca pun mulai mengelus pipi Aera lembut ralat namun mencakarnya menggunakan kukunya yang sedikit tajam membuat darah segar keluar dari pipi Aera,Aera yang takut melihat iblis didepannya pun hanya bisa menutupkan matanya dan meringis kesakitan.
Chaca pun membuka paksa mulut Aera,dia pun merobeknya menggunakan tangannya sendiri.
Aera yang merasa mulutnya robek pun hanya bisa menangis dan meringis kesakitan,bahkan ketiga sahabat Chaca pun bergidik ngeri melihat itu.
Chaca pun meraih pisau lipatnya,mengukir QUEEN di kedua pipi Aera,Chaca pun beralih ke tangan Aera, mensayatnya tanpa henti membuat Aera hanya bisa memejamkan matanya menahan rasa sakit di setiap tangan dan wajahnya.
Chaca pun mengambil pisau daging,memotong jari jari tangan tak lupa kaki Aera membuat Aera menjerit kesakitan.
"Ahhhh sakitt"teriak Aera membuat Chaca tersenyum puas.
Setelah mendengar jeritan Aera yang membuat dirinya senang pun dengan cepat Chaca mensayat kembali kedua kakinya membuat Aera menjerit dan membuat Chaca tertawa seperti iblis.
Chaca pun mengeluarkan mata Aera menggunakan tangannya sendiri membuat Aera kembali menjerit sekencang kencangnya.
Aera yang sudah tidak berdaya pun hanya bisa diam,dia sudah tidak bisa berteriak.
Ternyata benar,bahwa Chaca yang akan mengakhiri permainannya, lebih tepatnya mengakhiri hidupnya dengan sadis.
Chaca pun menyimpan mata Aera untuk sebuah pajangan nanti,Chaca pun kembali menatap Aera,betapa indahnya tubuh Aera menurut Chaca. Bibir sedikit robek pipi,tangan, kaki yang sudah banyak sayatan,jari jari tangan dan kakinya sudah tidak berada di tepatnya lagi,dan kini sebelah matanya pun sudah tidak berada di tempatnya membuat Chaca tersenyum kemenangan,betapa bahagianya Chaca saat ini setelah mengukir manusia di depannya dengan sedemikian rupa.
Chaca yang sudah jengah melihat Aera masih hidup pun mengambil samurainya,dan menebas kepala Aera.
Brass
"Ini balasannya karena anda telah mengusik hidup saya"ucap Chaca tegas Samapi terdengar oleh anggotanya yang sedang menjaga di luar.
Kepala Aera pun menggelinding tidak tau arah,pisau lipat Chaca pun mendarat di perut Aera, membuat perut Aera telah terbuka dan terlihatlah semua anggota tubuh Aera,Chaca pun mengambil jantung dan hati Aera.
Chaca pun memasukan kepala,satu bola mata,jantung,dan hati Aera yang masih terdapat darah di sebuah kotak lalu menutupnya.
Chaca dkk pun kembali memakai topengnya dan berjalan keluar dari kamar itu lalu keluar dari ruangan bawah tanah dan berjalan menuju kamarnya masing-masing untuk membersihkan tubuhnya yang bau amis dan terdapat dercikan darah.
Di ruangan Chaca,Chaca kini tengah berada di kamarnya,dia menaruh kotaknya di tempat khusus untuk pajangan semua bagian tubuh korban ataupun penghianat.
Setelahnya Chaca pun membuka topengnya dan memasuki kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.
Selesai mandi Chaca pun memakai baju hitam panjang dan di baluti Jaket merah darahnya dan celana jeans hitam panjang tak lupa kembali memakai topengnya lalu mendaratkan bokongnya di sofa, memejamkan matanya sejenak seraya memijit pelipisnya.
Tak lama suara ketukan pun terdengar dan suara pintu terbuka pun terdengar namun itu tidak membuat Chaca membuka kelopak matanya.
Tok
Tok
Tok
Cekleekk
"Cha,pulang yuk"ucap Yungmi membuat Chaca membuka matanya dan mengangguk.
Chaca dkk pun berjalan keluar dari kamar Chaca dan ruangan Chaca, mereka pun memasuki lif.
Setelah lif terbuka mereka pun berjalan menuju lantai dasar dan keluar dari markas namun mereka berhenti melangkah karena seseorang berbicara kepadanya.
"Mau pulang?"ucapan Jungkook membuat Chaca dkk berhenti dari langkahnya dan menoleh kebelakang lalu mengangguk.
"Hati hati"ucap Jungkook membuat Chaca dkk mengangguk lalu kembali berjalan keluar markas.
Setelah itu mereka memasuki mobilnya masing-masing dan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi meninggalkan markas tercinta.
...***...
...Vote...
...Vote...
...Vote...
...Vote...
...Vote...
...***...
...Thanks...
...***...