The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 70



Jangan lupa like dan komentar nya yaa readers.


Happy reading:)


"Ayok kita berangkat"ucap pria itu membuat Chaca mengangguk dan berjalan keluar dari club.


Sebelum Chaca dan pria tua itu memasuki mobil pria itu, Chaca menelpon Jungkook untuk mengambil motornya dan menyimpannya di markas.


"Tunggu"ucap Chaca saat mereka akan memasuki mobil pria itu membuat pria itu menaiki sebelah alisnya.


"Motor saya gimana?"ucap Chaca membuat pria itu mengernyitkan keningnya.


"Bang sini"ucap Chaca seraya melambaikan tangannya saat sebuah motor sport yang di tumpangi oleh Jungkook dan Jinyoung berada di depannya membuat mereka menoleh dan berjalan mendekati Chaca.


"Nih kuncinya bang,nanti Chaca telpon bang Jungkook buat jemput Chaca"jelas Chaca membuat Jungkook mengangguk.


"Mau main yah?"ucap Jungkook membuat Chaca tersenyum devil dan mengangguk.


Jungkook dan Jinyoung yang paham atas seringaian Chaca hanya bisa menelan salivanya kasar dan mengangguk paham lalu berpamitan untuk segera pulang ke markas lalu Chaca pun menoleh ke arah pria sedikit tua itu.


"Maaf lama"ucap Chaca di angguki pria itu lalu mereka pun memasuki mobil pria tua itu dan pria tua itu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang menuju Cha's Hotel.


Namun saat Chaca dan pria itu yang akan memasuki mobil pria itu ada seseorang yang sedang tersenyum kemenangan saat sudah mendapatkan rekaman dimana Chaca dan pria itu akan memasuki mobil.


30 menit akhirnya mereka sampai di Cha's Hotel lalu keduanya pun berjalan keluar dari mobil dan berjalan memasuki hotel, pria itu mengernyitkan keningnya saat Chaca langsung berjalan menuju lif.


"Kenapa gak ke resepsionis dulu?"ucapnya membuat Chaca menoleh.


"Hotel ini milik saya"ucap Chaca membuat pria itu mengangguk paham lalu pria itu memasuki lif bersama Chaca.


Tibanya Chaca di ruangan pribadinya, ah lebih tepatnya sih ruangan bawah tanah, ruangan yang sangat gelap dan kumuh tak lupa sedikit bau anyir di sana juga Chaca sudah menyiapkan cctv hanya untuk berjaga jaga saat ada karyawannya yang berkhianat memasuki ruangan pribadinya di sana juga terdapat satu buah lampu yang sudah remang remang.


"Tempat apaan ini"ucap pria itu membuat Chaca memukul tengkuk lehernya dari belakang lalu pria itu pun pingsan dan Chaca pun menelpon beberapa anggota GBD yang bekerja di hotelnya untuk segera memasuki ruangan bawah tanah dan menyuruh anggotanya untuk mengikat pria itu di lantai yang sudah terdapat beberapa penghalang seperti sebuah besi untuk mengikatkannya ke sana, membiarkan tubuhnya terlentang lalu mengikat kedua tangan dan kedua kakinya.


Chaca pun menyuruh anggotanya untuk membawakannya air dingin lalu Chaca pun menerima air itu dan kembali menyuruh anggotanya untuk kembali melanjutkan pekerjaannya dan.


Byurrr


Air dingin itu pun di lemparkan oleh Chaca ke tubuh pria itu membuat pria itu terbangun dan menatap sekelilingnya dengan tidak percaya.


"Kamu ngapain saya?"ucapnya serak membuat Chaca tersenyum devil.


"Bukannya kamu ingin kita bermain hm?"ucap Chaca menyeringai membuat pria yang berada di depannya menelan salivanya kasar.


"Kamu siapa hah?"bentak pria itu membuat Chaca menggelengkan kepalanya.


"Masih gak kenal?"ucap Chaca seraya tersenyum miring.


"Lalu bagaimana dengan ini hm?"ucap Chaca saat memperlihatkan tatto Diamondnya membuat pria itu membelalakkan matanya tidak percaya.


"Ka....kau....lea.... leader.....i..itu...?"ucapnya gelagapan dan sedikit ketakutan.


Chaca hanya mengangguk dan berjalan menghampiri pria itu dan berjongkok menatap wajah pria itu yang tengah ketakutan.


"Kita akan bermain....om"ucap Chaca menyeringai membuat pria yang Chaca panggil om hanya menelan salivanya kasar.


Chaca pun bangkit dan mengambil pisau dagingnya, pria itu yang ketakutan pun hanya berkeringat dingin, lalu Chaca pun berjalan kembali mendekati pria itu lalu mencincang jari jari kaki dan tangan lelaki itu membuat si empu menjerit kesakitan dan Chaca pun tertawa devil saat mendengar korbannya menjerit kesakitan lalu Chaca pun kembali berjalan mendekati sebuah meja dan mengambil palu dan juga paku yang besar dan kembali berjalan menuju pria itu lalu menancapkan pakunya di punggung tangan pria itu lalu memukulnya dengan palu dan paku pun terlihat jelas sampai di telapak tangan pria itu membuatnya tersenyum.


Chaca pun kembali berjalan menuju mejanya dan mengambil pisau lipatnya lalu mensayat kedua pipi pria itu dan juga kedua tangan tak lupa menusuk kedua paha pria itu dan menggoresnya sampai ke kakinya, lalu menusukkan pisaunya di pipi kanan membuat pisau itu tembus ke pipi kiri.


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Ahkkkk


Jleb


Jleb


Ahkkk


Srettttt


Srettttt


Jleb


Ahkkk


Chaca pun kembali tertawa devil, dia benar-benar bahagia saat mendengar jeritan kesakitan dari korbannya, itu membuat hati Chaca yang pernah sedikit tersayat kini perlahan membaik.


"Ce....cepat...Bu..Bu..nuhh..saja.."ucapnya yang pelan namun Chaca mendengarnya dan tersenyum kemenangan lalu Chaca pun berjalan menuju meja dan mengambil Kampak.


Jleb


Kampak pun tertancap tepat di kepala pria itu membuat darah dari kepala itu keluar, Chaca pun menyentuh darah itu menggunakan jari telunjuknya lalu menjilati hanya satu kata yang Chaca rasakan saat ini adalah bahagia.


Chaca pun kembali menelpon anggotanya membuat anggotanya dengan cepat menghampiri Chaca.


"Kasih dia ke Rocky dan Roy"ucap Chaca membuat mereka mengangguk cepat.


"Dan kamu, telpon bang Jungkook suruh dia jemput saya dan temuin saya di ruangan saya"ucap Chaca membuat pria yang disuruh oleh Chaca mengangguk.


Chaca pun berjalan menuju lif dan memasuki lif lalu berjalan keluar dari lif dan memasuki ruangan pribadinya lalu Chaca pun berjalan memasuki kamar mandinya untuk membersihkan tubuhnya yang bau amis dan terdapat dercak darah.


15 menit Chaca sudah siap dengan kaos tangan pendeknya tak lupa dengan celana jeans hitam panjang dan membiarkan rambutnya terurai lalu berjalan keluar dari kamar mandi dan memasuki kamarnya, Chaca pun tersenyum saat Jungkook sudah duduk di sofa.


"Pulang ke mana?"ucap Jungkook membuat Chaca berpikir sejenak.


"Hm, markas aja"ucap Chaca membuat Jungkook mengangguk paham.


Chaca dan Jungkook pun berjalan keluar dari ruangan Chaca dan keluar dari hotel itu lalu berjalan menuju mobil Lamborghini milik Jungkook dan Jungkook pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota di malam hari menuju markas yang berada di tengah-tengah hutan belantara.


Chaca pun merogoh benda pipihnya lalu melihat jam di handponenya kini jam menunjukkan pukul 22 itu berarti kini baru jam 10 malam dan Chaca pun kembali memasuki benda pipihnya ke dalam saku celananya.


"Balapan lusa malam?"ucap Chaca membuat Jungkook menoleh dan mengangguk.


"Oh iya, gimana mainannya?seru?"ucap Jungkook menatap mata Chaca sekilas lalu kembali menatap jalanan.


"Lumayan"ucap Chaca membuat Jungkook mengangguk.


"Kenapa cari mainan?ada masalah?"ucap Jungkook menoleh sekilas ke arah Chaca.


"Kenapa? bukannya udah ikhlasin Soobin?"ucap Jungkook menatap Chaca yang mengangguk.


"Jin sama Cristy ngehianatin aku"ucap Chaca membuat Jungkook mengerem mendadak membuat Chaca mendengus.


"Apa?jadi mereka pacaran? sejak kapan?"ucap Jungkook seraya membelalakkan matanya membuat Chaca memutar bola matanya malas.


"Baru tadi pagi"ucap Chaca membuat Jungkook geram lalu kembali menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi.


'Lihat aja gue bakal balas semuanya' batin Jungkook yang di ketahui oleh Chaca.


"Firasat Chaca gak enak"ucap Chaca membuat Jungkook menoleh.


"Kenapa?"ucap Jungkook membuat Chaca mengangkat bahunya tak tahu.


"Chaca takut besok bakal kehilangan kedua keluarga sama sahabat Chaca juga"ucap Chaca membuat Jungkook menghentikan mobilnya karena sudah sampai di tempat tujuan.


"Kalo kamu kehilangan mereka, masih ada bang Jungkook sama anggota GBD lainnya"ucap Jungkook mengelus rambut Chaca sayang.


"Makasih bang"ucap Chaca membuat Jungkook mengangguk.


"Yuk,masuk"ucap Jungkook membuat Chaca mengangguk dan berjalan keluar dari mobil.


Disinilah Chaca berada, di ruangan pribadinya di dalam kamar, menatap langit malam di balkon kamarnya Chaca pun menatap ke depan dan melihat pohon yang menjulang tinggi lalu Chaca pun berjalan menuju Queen Sizenya berada dan membaringkan tubuhnya lalu memejamkan matanya memasuki alam mimpinya.


Di lain tempat kini jarum jam menunjukkan pukul 2 pagi, seseorang memasuki mansion pribadi milik Chaca dengan mengendap endap.


Yunghee dkk yang menginap di mansion Chaca pun tidur di kamarnya masing-masing, sedangkan Yunghee, gadis itu turun ke lantai dasar untuk mengambil minum, dia tidak sengaja melihat seseorang memasuki mansion dengan mengendap endap lalu Yunghee pun bersembunyi di balik tembok melihat orang itu memasuki lif dengan mengendap endap, memperlihatkan pakaiannya yang sangat minim dan juga berantakan.


'Gilaaa baru pulang dia, emang habis ngapain coba' batin Yunghee lalu berjalan menuju ruang makan saat orang itu sudah memasuki lif


***


Kring


Kring


Kring


"Eugh"Chaca pun membuka matanya meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku lalu berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


15 menit Chaca sudah siap dengan seragam sekolahnya, Chaca menyimpan beberapa seragam sekolahnya di kamarnya ketika di saat ia membutuhkannya.


Chaca pun meraih benda pipihnya tak lupa di sana juga ada sebuah tas kecil berisikan satu buah buku lalu Chaca pun menyimpan handphone, earphone dan juga power Bank di dalam tas itu lalu Chaca pun memakai topeng kebanggy dan berjalan menuju lantai dasar memasuki lif.


Lif pun terbuka, Chaca pun tersenyum saat anggotanya menunduk hormat kepadanya lalu Chaca pun melihat Jungkook yang sedang duduk di sofa sambil menghisap vapenya.


"Bang Chaca berangkat dulu yah"ucap Chaca membuat Jungkook mengangguk.


"Bawa motor?"ucap Jungkook membuat Chaca menggeleng.


"Chaca pakek rok, jadi mau pakek mobil aja"ucap Chaca di angguki oleh Jungkook.


"Yaudah hati hati"ucap Jungkook membuat Chaca yang sudah berjalan menjauh mengangkat jempolnya.


Chaca pun memasuki garasinya disana ada beberapa mobil dan motor anggotanya lalu Chaca pun mengambil mobil Lamborghini hitamnya yang sudah di siapkan di sana ketika dirinya membutuhkannya.


Chaca pun memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota menuju CHS.


Sesampainya di sekolah, Chaca pun berjalan keluar dari mobilnya dan berjalan melewati kolidor kolidor kelas menuju kelasnya berada.


Sesampainya di kelas, Chaca pun berjalan menuju bangkunya berada lalu mendaratkan bokongnya di sebelah Yunghee.


"Cha, kemarin malem dari mana?"tanya Yunghee saat Chaca mendaratkan bokongnya di sampingnya.


"Club"jawab Chaca singkat padat dan jelas.


"Ngapain ke club? bukannya lo gak suka sama bau alkohol? bahkan Lo lebih suka darah dari pada alkohol"ucap Yunghee.


Saat Chaca akan menjawab pertanyaan Yunghee di urungkan karena guru pelajaran sudah memasuki kelas mereka dan pelajaran pun di mulai.


***


Disinilah Chaca dkk berada, di meja kantin yang hanya muat 5 orang, 5 orang? Yah Cristy berdua bersama siapa lagi kalau bukan bersama Jin?.


Chaca dkk pun hanya menghiraukan Jin dan juga Cristy, mereka fokus kepada makanannya yang sedang ia makan.


Sampai pada akhirnya Yoongi dkk datang ke kantin lalu menyatukan meja dengan meja Chaca dkk selesai itu Tae Hyung dan Jimin memesan makanan.


Tak lama Tae Hyung dan Jimin pun datang lalu mereka pun memakan makanannya dengan tenang sampai pada akhirnya suara Jin membuat semua tatapan orang mengarah ke arah pria itu.


"Christy Lo mau kan jadi pacar gue?"ucap Jin seraya memegang tangan Cristy membuat gadis itu mengangguk dan tersenyum.


BRAK


"Maksud Lo apaan?Lo pacarin dia saat Lo masih pacaran sama Chaca?******* Lo"ucap Jimin lalu berjalan menuju Jin dan membogem wajahnya.


"Stop bang"ucap Chaca membuat Jimin menoleh ke arah Chaca yang berjalan menghampiri Jin dan juga Cristy, Jin yang mendapat kesempatan pun membogem wajah Jimin, saat Jimin akan membalasnya tangan Chaca lebih cepat membogem pria itu.


Bugh


"Jangan pernah lo sentuh abang gue sama tangan kotor Lo"bentak Chaca seraya menunjuk wajah Jin menggunakan telunjuknya.


"Gak nyangka gue sama Lo"ucap Jin membuat Chaca tersenyum miring.


"Gue lebih gak nyangka sama Lo yang tega teganya nyium ****** itu di depan gue"ucap Chaca seraya menunjuk wajah Cristy menggunakan telunjuknya, Cristy hanya menunduk dan menangis.


Plak


"Jaga ucapan lo yah, ingat lo gak tahu apa apa tentang Cristy"ucap Jin setelah menampar keras pipi Chaca.


'Sumpah bahkan bang Yoongi bang Jimin sama Daddy Jung Hyun aja gak pernah tampar gue' batin Chaca seraya meneteskan air matanya.


'Maaf Cha, aku gak sengaja, aku refleks doang' batin Jin yang di ketahui oleh Chaca.


Chaca hanya menjilati darah yang berada di sudut bibirnya menggunakan lidahnya, satu kata yang ia rasakan saat menjilati darahnya, manis.


"Jangan tampar dia bastard"ucap Yoongi lalu menghampiri kedua adiknya di ikuti oleh Yunghee dkk dan juga Chanyeol tak lupa Tae Hyung.


"Inget, gue bukan ****** tapi yang ****** itu Lo"ucap Cristy seraya menunjuk wajah Chaca.


"Tahu apa tentang gue?"ucap Chaca menirukan gaya Jin seraya tersenyum miring.


"Kita liat aja nanti, gue bakal tunjukkin ke kalian waktu selesai makan malam, dan Lo pada ikut buat menonton tayangan yang gue dapet"ucap Cristy.