The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 67



Kini sudah seminggu Chaca dan Soobin menghabiskan waktunya bersama seperti bermain di pantai, mengunjungi sungai Han, bermain di taman dan banyak lagi, kini sekolah CHS juga akan kembali tawuran dengan Sofa, dan kini Chaca dkk Jin dkk termasuk Soobin sedang berada di kantin karena sekarang sudah jam waktunya istirahat.


"Tawuran pulang sekolah?"ucap Chaca membuat Yunghee dkk Jin dkk mengangguk di sela sela kunyahannya.


"Kita atur rencananya di ruangan gue"ucap Chaca setelah makanannya habis membuat mereka mengangguk dan Chaca pun berjalan menuju ruangannya berada di ikuti oleh Yunghee dkk Jin dkk tak lupa Soobin.


Disinilah Chaca dkk Jin dkk berada, di ruangan Chaca yang sedang asyik makan camilan sambil duduk lesehan dan saling menatap satu sama lain.


"Jadi gimana?"ucap Sanghee.


"Ingat yang akan ikut tawuran hanya kita tidak dengan anak CHS lainnya"ucap Chaca diangguki mereka.


"Dan ingat,kalian harus tetap waspada"ucap Chaca membuat mereka mengangguk cepat.


***


Disinilah Chaca dkk Jin dkk berada, di belakang sekolah yang tengah menatap remeh segerumunan pria di depan mereka, mungkin sekitar 50 orang dan dari CHS? Hanya 12 orang termasuk Chaca.


"Lo ketuanya?cewek?"ucapnya seraya tertawa remeh.


"Cewek bukan berarti gue lemah"ucap Chaca seraya tersenyum miring membuat segerombolan pria di depannya menelan salivanya kasar.


"Serang"teriak pria yang di yakini ketuanya.


Tak butuh waktu lama, kini Yunghee sudah menghabisi 10 pria itu membuat pria itu terkapar tak berdaya sama halnya dengan Yungmi dan Sanghee lalu yang lainnya masih saling bertarung.


Bugh


Bugh


Bugh


Krekk


Krekk


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Jleb


Jleb


Jleb


Jleb


Kini Chaca tersenyum miring lalu Chaca pun memukul **** buta 10 pria yang berada di depannya dan tersisa lah satu pria yang tak lain adalah ketuanya.


Tanpa di sadari ada seorang pria yang masih berdiri dengan susah payah lalu melayangkan pisaunya ke arah punggung Chaca, namun bukan Chaca yang mendapat tusukan itu melainkan Soobin?.


Jleb


Pisau pun tertancap tepat di hati Soobin.


"Chaca/Soobin"ucap mereka bersamaan membuat Chaca menoleh ke belakang dan mendapatkan Soobin yang terduduk lemas tanpa aba aba Chaca pun tersenyum devil.


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


Dor


"Chaca udah Cha"ucap Yunghee menenangkan Chaca karena gadis itu menembak jantung semua lawannya tanpa ampun dan kini? Semua darah menghiasi jalanan itu lalu Chaca pun terduduk lemas di hadapan Soobin.


Yunghee pun langsung menelpon Jungkook dan anggota GBD lainnya untuk membereskan semua kekacauan itu dan tak lama mereka datang tanpa Jungkook Karena Jungkook sedang melakukan misinya.


"Maaf"ucap Chaca seraya sebuah cairan bening pun keluar dari mata indahnya.


"Su....sudah.....ja...ngan....membunuh... Mereka Kimberly"lirih Soobin membuat Chaca mendongkak lalu Chaca pun memangku kepala Soobin untuk tertidur di pahanya.


"Maafin Chaca karena ini salah cha-"belum sempat Chaca menyelesaikan ucapannya jari Soobin sudah menempel di bibirnya.


"Ber....ba....baha....gia...lah...sayang"ucap Soobin membuat Chaca menggeleng cepat.


"Kita kerumah sakit yah"ucap Chaca seraya menangis membuat Soobin menggeleng dengan senyumannya.


"Jangan.....Soobin....sudah....ti...tidak....kuat.....lagi"lirih Soobin membuat Chaca dkk Jin dkk menangis dalam diam.


"Chaca mohon"ucap Chaca membuat Soobin menggeleng cepat.


"I....love...you..."lirih Soobin namun Chaca dkk Jin dkk mendengar itu semua.


"Gak....mau..di...ba...balas?"ucap Soobin seraya menatap manik manik mata biru laut Chaca lalu tangannya menyapu air mata Chaca yang terus mengalir dari tempatnya.


"Pokoknya Soobin ke rumah sakit dulu baru Chaca balas"ucap Chaca membuat Soobin tersenyum kecut.


"Soobin ke rumah sakit yah"ucap Jin membuat Soobin menggeleng cepat.


"Jaga....cha...ca....Baik...baik..."ucap Soobin membuat Jin mengangguk cepat.


"Soobin..mau...tidur.."lirih Soobin membuat Chaca mengangguk.


"Tidur disini Chaca tungguin Soobin sampai bangun"ucap Chaca membuat Soobin tersenyum lalu Soobin pun memejamkan matanya.


"Tidur yang nyenyak Soobin"ucap Chaca seraya menangis dalam diam.


"Cha,bawa Soobin ke rumah sakit yuk sayang"ucap Yoongi seraya mengelus punggung Chaca sayang.


"Gak bang, dia lagi tidur dulu"ucap Chaca masih menangis menatap Soobin yang sudah memejamkan matanya.


"Sayang Soobin sudah meninggal kita bawa ke mansionnya yah"ucap Yoongi yang sedikit berteriak saat sudah mengecak urat nadi Soobin.


"Bang, gak boleh gitu, Soobin masih disini kok"ucap Chaca yang masih setia mengeluarkan air matanya.


"Sayang kamu ikhlaskan Soobin yah"ucap Jin seraya mengelus rambut Chaca sayang.


"Gak dia gak meninggal Jin,Soobin hanya tidur dia hanya tidur"ucap Chaca berteriak membuat Jin langsung membawa Chaca kedalam pelukannya.


"Tenang yah sayang"ucap Jin seraya mengelus punggung Chaca sayang.


"Soobin cuman tidur Jin"lirih Chaca.


"Kita bawa Soobin ke mansionnya dan kita jelaskan semuanya"ucap Chanyeol membuat mereka mengangguk.


"Soobin makasih udah mau selamatin Chaca"ucap Chanyeol seraya meneteskan air mata.


"Soobin cuman tidur kan Jin?"ucap Chaca yang masih menangis di pelukan kekasihnya.


"Ikhlaskan Soobin sayang"ucap Jin membuat Chaca melepaskan pelukannya kasar.


"Gak Soobin gak meninggal, dia cuman tidur Soobin cuman tidur"ucap Chaca lirih membuat Yunghee dkk Jin dkk menatapnya dengan tatapan iba.


"Chaca, jangan nangis yah, kita pulang yuk"ajak Yunghee membuat Chaca terdiam dan berdiri dari duduknya.


"Kita pulang yuk sayang"ucap Jin membuat Chaca menatapnya dan berjalan mendahului Jin menuju mobil kekasihnya berada, sementara Yoongi sudah menelpon ambulance untuk membawa jasad Soobin ke mansion Soobin.


Setelah Chaca dkk Jin dkk berada di Parkiran petinggi, Chaca menatap mobil Lamborghini Soobin dengan tatapan kosong, Chaca pun kembali meneteskan air matanya di kala ia mengingat memori indah bersama Soobin cinta pertamanya.


***


Disinilah Chaca berada di depan gundukan tanah merah dengan air mata yang terus saja mengalir.


"Soobin I love you too"ucap Chaca seraya meneteskan air matanya membuat Jin yang berada di sampingnya mengusap punggung Chaca sayang.


"Ikhlaskan ya sayang"ucap Jin membuat Chaca menoleh ke arah kekasihnya lalu memeluk erat kekasihnya itu.


"Jin.... Soobin...."lirihnya dalam pelukan Jin membuat tangan kiri Jin menepuk nepuk pelan punggung Chaca dan tangan kanannya ia gunakan untuk mengelus rambut Chaca sayang.


"Soobin akan sedih kalau kamu sedih"ucap Jin membuat Chaca mendongkak menatap wajah tampan Jin dari bawah.


"Ikhlaskan Soobin yah sayang"ucap Yoona ibu dari Soobin membuat Chaca menoleh dan memeluk Yoona erat.


"Soobin..."lirih Chaca membuat Yoona tersenyum kecil dan mengelus punggung Chaca sayang.


"Sudah Sekarang kalian pulang yah"ucap Yoona membuka Chaca dkk Jin dkk mengangguk.


"Ayok sayang"ucap Jin seraya menggenggam tangan Chaca lembut membuat Chaca tersenyum kecil dan mengusap air matanya.


Chaca dkk Jin dkk pun berjalan keluar dari pemakaman dan berjalan menuju mobilnya berada lalu memasuki mobilnya.


Kini di mobil Jin, hanya ada keheningan, Jin yang pokus terhadap jalanan dan Chaca yang menatap kosong ke arah jendela di sampingnya membuat Jin menghela nafas panjang.


Sesampainya di mansion Chaca, Jin pun berjalan berniat untuk membukakan pintu mobilnya untuk Chaca namun gadis itu telah keluar dari mobil Jin dan langsung memasuki mansionnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun kepada kekasihnya, Jin yang memahami suasana hati Chaca pun hanya bisa pasrah dan berjalan kembali memasuki mobilnya lalu menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota.


Disinilah Chaca berada, di balkon kamarnya menatap langit di sore hari tersenyum kecut seraya meneteskan air matanya.


"Kenapa hidup gue gini amat?"ucapnya pelan.


"Apakah sebentar lagi yang gue takutin bakal benar benar terjadi?"ucapnya.


"Agghhhh"Chaca pun berteriak membuat the twins yang akan memasuki kamarnya menoleh ke pintu kamar Chaca lalu mereka pun langsung memasuki kamar Chaca.


"Sayang"ucap Yoongi saat memasuki balkon adiknya itu.


Chaca pun menoleh memperlihatkan hidungnya yang merah tak lupa matanya yang sembab.


"Udah yah jangan nangis lagi"ucap Yoongi membuat Chaca menatapnya dalam diam.


"Sini sayang"ucap Jimin lalu memeluk tubuh Chaca sayang namun gadis itu tidak membalasnya sama sekali dia hanya memandang lurus dengan tatapan kosong.


"Kamu gak boleh sedih dong nanti Soobin ikut sedih juga"ucap Yoongi membawa Chaca memasuki kamarnya dan duduk di queen sizenya lalu Yoongi dan Jimin pun duduk di samping Chaca.


"Masih ada kita yang bakal sayang sama Princess"ucap Yoongi membuat Chaca tersenyum kecil.


"Makasih udah mau jagain Chaca"ucap Chaca membuat mereka mengangguk dan mereka pun berpelukan.


"Yaudah nanti malam kita nginep disini boleh?"ucap Jimin membuat Chaca berpikir sejenak lalu mengangguk.


"Ini baru Princess nya kita"ucap Yoongi membuat Jimin mengangguk dan Chaca pun tersenyum kecil.


"Kalian gak bakal ninggalin Chaca kan?"ucap Chaca membuat Yoongi dan Jimin saling bertatapan dan kembali menatap Chaca.


"Enggak lah"ucap Jimin di angguki setuju oleh Yoongi.


"Promise?"ucap Chaca.


"I promise"ucap mereka bersamaan lalu mereka bertiga pun langsung berpelukan.


"Jangan ingkarin janji yah, Chaca paling gak suka sama yang namanya penghianat"ucap Chaca membuat mereka mengangguk.


***


Disinilah Chaca berada di balkon kamarnya seraya menatap bintang di malam hari.


"Soobin maafin Chaca"lirihnya lalu menundukkan kepalanya.


"Sayang"panggil Yoongi dan juga Jimin.


Chaca pun menoleh mendapati Yoongi yang sedang memegang nampan yang berisi makanan dan Jimin yang memegang sebuah gelas yang berisi susu untuk Chaca.


"Sini sayang"ucap Yoongi membuat Chaca berjalan memasuki kamarnya dan duduk di sofa di pertengahan kedua kakaknya.


"Makan dulu yah, kamu belum makan loh, jangan sedih Mulu kasihan masih ada Jin dan semuanya"ucap Yoongi panjang lebar membuat Chaca tersenyum kecil.


"Kalo Chaca makan bang Jimin traktir Chaca beli es krim sepuasnya deh"ucap Jimin membuat Chaca tersenyum kecil.


"Nanti bang Yoongi traktir kamu belanja sepuasnya deh"ucap Yoongi membuat Chaca tersenyum kecil.


"Makan yah"ucap Yoongi membuat Chaca tersenyum kecil lalu menggeleng.


"Kenapa?"ucap Jimin.


"Suapin"ucap Chaca membuat Yoongi dan Jimin terkekeh lalu mencubit gemas pipi Chaca.


Lalu Yoongi pun menyuapi Chaca sampai makanannya habis sedangkan Jimin, pria itu menyondorkan susu kepada Chaca.


"Selesai"ucap Yoongi membuat Chaca tersenyum kecil.


"Jim, simpan gih"ucap Yoongi seraya memberikan nampan yang berisikan piring dan juga gelas membuat Jimin menatapnya datar dan menghembuskan nafasnya kasar lalu berjalan keluar dari kamar Chaca untuk menyimpan piring dan gelas ke dapur.


Sedangkan Chaca, gadis itu masih menatap lurus ke depan sejujurnya dia tidak ingin makan karena tidak nafsu, namun Chaca tidak ingin membuat Yoongi dan Jimin kecewa.


"Udah dong bengong nya Jimin udah sampe tuh"ucap Yoongi membuat lamunan Chaca lenyap dan menatap Yoongi tanpa ekspresi sedikit pun.


"Tidur yuk"ajak Yoongi membuat Chaca mengangguk lalu Chaca dan the twins pun berjalan menuju queen Size Chaca berada dan membanting tubuhnya di sana lalu kedua kakaknya pun memeluk tubuh Chaca sayang membuat Chaca memejamkan matanya dan kedua kakaknya pun ikut terlelap.


Ingat Chaca hanya memejamkan matanya, saat merasa kedua kakaknya sudah tertidur pulas, Chaca pun melepas pelukan kedua kakaknya dengan berhati-hati lalu bangkit dari queen sizenya dengan pelan dan berjalan menuju lemarinya berada.


Chaca pun menekan tombol menggunakan sidik jarinya lalu tak lama dinding yang terhalang oleh lemari pun menggeser menampilkan sebuah lorong dan Chaca pun memasuki lorong itu tak lupa Chaca pun menekan kembali tombolnya menggunakan sidik jarinya membuat dinding dan lemari itu kembali menggeser dan tertutup.


Chaca pun berjalan menuju lorong itu hanya sekitar 3 meter panjangnya lorong gelap dan kumuh itu dan tak lama terdapat lah sebuah ruangan yang gelap hanya ada satu lampu di sana bahkan lampu itu remang remang.


Chaca pun berjalan menuju lemari es, ya disana terdapat satu buah lemari es yang berisikan darah segar dalam botol kaca, lalu Chaca pun mengambilnya dan berjalan mendaratkan  bokongnya di sofa  kecil yang sudah  tersedia di sana lalu  Chaca pun menuangkan darah itu di gelas kecilnya lalu Chaca pun meminum darah itu dengan cepat dan keluarlah seringaian Chaca.


Nikmat, itulah yang Chaca rasakan mungkin pria lain bahkan wanita lain ketika merasa sakit hati mereka akan meminum alkohol di club, namun Chaca, gadis itu lebih menyukai darah dari pada alkohol, setelah puas meminum darah Chaca pun berjalan kembali keluar dari ruangan itu, namun sebelum keluar dari ruangan itu, Chaca sempat meraih satu buah bola mata lalu meremasnya dan berjalan keluar dari ruangan itu.


Setelah kembali berada di kamarnya, Chaca pun berjalan mendekati queen sizenya berada Chaca pun sedikit terkejut saat Jimin menatapnya dengan bingung.


"Sayang gak tidur?"ucap Jimin membuat Chaca sedikit gelagapan.


"Chaca mau ke kamar mandi dulu bang"ucap Chaca setenang mungkin membuat Jimin mengangguk.


Chaca pun berjalan menuju kamar mandi namun langkahnya terhenti saat tangan Jimin meraih pergelangan tangannya.


...***...


...TBC...


...*...


...*...


...*...


...Jan lupa ...


...Like...


...*...


...*...


...*...


...And ...


...Thanks...


...***...