The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 58



Kalau benar wanita berambut sebahu itu adalah masa lalunya, lalu kenapa Chaca tidak mengetahuinya? Bukannya Jin saja mengetahui masa lalu dirinya? Lalu kenapa dirinya tidak mengetahui sekecil apapun tentang kekasihnya? Apa Jin tidak mau Chaca mengetahui gadis berambut sebahu itu? Apa dia juga bagian dari masa lalu kekasihnya?


Chaca pun menghela nafasnya panjang, membuang pikirannya yang tidak baik bagi hatinya, sakit hati? Memang, bahkan fhoto Soobin saja, sudah ia simpan rapat-rapat agar dirinya tak mengingat masa lalunya, lalu kenapa kekasihnya? Sudahlah susah untuk di jelaskannya.


Chaca pun berjalan menuju kamar Jin, sedikit tersentak saat pria itu berada di depannya dengan handuk yang melingkar di pinggang sampai lututnya, memperlihatkan perut sixpack nya membuat Chaca menelan salivanya susah, apalagi rambut Jin masih basah, airnya pun masih ada yang berjatuhan dari rambutnya menambah kesan seksinya.


Bahu yang lebar dan dada bidangnya Chaca pun tersadar saat kedua tangan melambai-lambai di depan wajahnya, Chaca pun membuang mukanya malu.


"Ciee merhatiin yah? Mau megang perut aku gak?"goda Jin membuat Chaca berdecak.


"Sana ganti baju, kenapa ganti bajunya gak di kamar mandi sih?"ucap Chaca membuat Jin terkekeh.


"Aku lupa bawa baju nya yang"ucap Jin membuat Chaca memutar bola matanya malas.


Jin pun melangkahkan kakinya menuju lemarinya dan mengambil beberapa pakaian yang harus ia pakai lalu kembali berjalan menuju kamar mandi untuk memakai pakaiannya.


Selesai mengganti pakaiannya, Jin pun keluar dari kamar mandinya dan menghampiri Chaca yang tengah memandang fhotonya saat kecil bersama dengan gadis kecil berambut sebahu.


"Sayang, kamu mandi gih"ucap Jin membuat Chaca sedikit tersentak dari lamunannya lalu menoleh ke belakang dan menatap Jin.


"Mandi?"ucap Chaca membuat Jin mengangguk.


"Di kamar mandi ada paper bag isinya baju, dikit sih, tapi kamu pilih aja baju yang nyaman menurut kamu"ucap Jin membuat Chaca mengangguk paham.


"Aku mandi yah"ucap Chaca membuat Jin mengangguk dan Jin pun mendaratkan bokongnya di sofa lalu Chaca pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi.


Sebelum membuka baju, Chaca mengedarkan pandangannya mencari sesuatu benda yang menurutnya sangat penting.


"Ada cctv gak sih?"monolognya, Jin yang mendengarnya pun terkekeh.


"Gak ada sayang"ucap Jin membuat Chaca tersentak karena telah berbicara sedikit keras membuat Jin mendengarkan ucapannya.


"Udah mandi sana, buat apa aku taruh cctv kalo akunya juga mandi di sana"ucapan Jin ada benarnya, Chaca pun merutuki dirinya yang terlalu was-was saat berada di kamar lawan jenisnya, kalo ini kamar the twins, di pastikan Chaca akan setenang seperti dirinya berada di kamarnya sendiri.


Chaca pun mengedarkan pandangannya mencari sesuatu, Chaca pun tersenyum kecil saat mendapati paper bag sekitar 8-10 paper bag dan Chaca pun membuka satu persatu, Chaca pun membulatkan bibirnya, apa katanya? Bajunya mungkin sedikit? lihatlah ini bahkan dalam satu paper bag berisi 3 pasang baju dan celana, Chaca pun mengeluarkan baju yang paling simpel, celana jeans berwarna hitam dan kaos lengan panjangnya, dia tidak ingin memakai kaos lengan pendek kalau tatto Diamondnya tidak tertutupi oleh bedak, dan Chaca juga tidak bawa bedak saat ini.


Setelah Chaca menyiapkan bajunya, dia pun mandi lalu mengganti pakaiannya dengan pakaian yang pernah ia siapkan tadi.


Selesainya mandi dan mengganti pakaiannya, Chaca pun berjalan keluar dari kamar mandi dan menghampiri Jin yang tengah duduk di sofa seraya memainkan ponselnya, Chaca pun meraih tasnya, memasukkan pakaian seragam sekolahnya dan membuka sleting depannya mencari ikat rambutnya namun ikat rambutnya tidak ada, Chaca pun menghela nafas panjang membuat Jin menatap Chaca seraya tersenyum, Jin pun menghampiri laci nakasnya dan mengambil benda yang Chaca butuhkan, Jin tahu bahwa Chaca membutuhkan ikat rambutnya karena tangan kirinya sudah memegang rambutnya yang tinggal di pasangkan ikat rambutnya saja.


Jin pun berdiri di depan Chaca membuat Chaca menoleh.


"Liat sana"ucap Jin membuat Chaca mengangguk dan membelakangi Chaca.


Jin pun mengikat rambut Chaca menggunakan ikat rambut seseorang, entahlah apa itu ikat rambut orang lain atau Jin sendiri yang membelikannya untuk Chaca saat Chaca membutuhkan ikat rambut di mansionnya.


"Selesai"ucap Jin membuat Chaca menoleh.


"Makasih"ucap Chaca memeluk Jin dan di balas dengan hangat oleh Jin.


"Sama sama"ucap Jin seraya melepaskan pelukannya.


Tok


Tok


Tok


"Masuk mom"ucap Jin membuat Youra membuka pintunya, Jin sangat yakin bahwa orang yang selalu mengetuk pintu kamarnya adalah mommynya.


"Chaca, bantuin mommy masak yuk buat makan malam, kamu makan malam disini yah, Jin hubungin keluarga Chaca minta izin kalo Chaca makan malam disini"ucap Youra panjang Lebar membuat Jin mengangguk.


"Yuk mom"ucap Chaca lalu berjalan keluar dari kamar Jin.


Jin pun menghubungi the twins supaya telponnya di berikan kepada Jung Hyun, setelah mendapat izin dari Jung Hyun dan Mi Rae, Jin pun merebahkan tubuhnya bingung harus apa.


Sedangkan Chaca dan Youra mereka sedang berada di lif.


"Kamu gak di apa apain sama Jin kan?"ucap Youra dengan lembut takut melukai hati Chaca.


"Nggak kok mom"ucap Chaca membuat Youra bernafas lega.


"Kamu mandi di kamar Jin?"ucap Youra membuat Chaca mengangguk.


"Iya,bajunya juga dari Jin kok mom"ucap Chaca membuat Youra mengangguk paham.


"Pantesan Jin sama sahabatnya kemarin pamit mau ke mall, ternyata mau beli baju buat pacarnya kalo mampir kesini"ucap Youra seraya terkekeh membuat Chaca tersenyum.


"Udah nyampe yuk kesini"ucap Youra memberi tahu jalan ke arah dapur membuat Chaca mengikutinya dari belakang.


"Kamu bisa masak gak?"ucap Youra membuat Chaca berpikir.


"Bisa mom, cuman dikit sih itu juga cuman yang gampang aja"ucap Chaca membuat Youra mengangguk.


Keduanya pun memasak dengan gesit, sampai mereka pun terhenti untuk melaksanakan kewajibannya sebagai seorang muslim.


Chaca pun memasuki kamar Jin, mendapatkan Jin yang baru saja keluar dari kamar mandinya lalu menatap Chaca.


"Mau sholat berjamaah gak?"ucap Jin membuat Chaca mengangguk.


Chaca pun memasuki kamar mandi untuk berwudhu dan sholat berjamaah bersama kekasihnya Jin.


Selesai sholat, Chaca dan Jin tidak langsung turun ke bawah, keduanya kini berada di balkon, menatap langit dan membiarkan wajahnya di terpa oleh angin.


"Nginep aja di sini"ucap Jin membuat Chaca menoleh namun Jin tetap memandang lurus ke depan.


"Maksudnya?"ucap Chaca membuat Jin menoleh ke arahnya.


"Yoongi sama Jimin bolehin kamu nginep di sini, katanya, daddy ngijinin kamu nginep disini"ucap Jin membuat Chaca membuka benda pipihnya dan mencari nama kontak kakaknya untuk mengirimkan pesan.


Bang Kocheng


Bang, emangnya Chaca di ijinin nginep di mansion Jin?


Iya, nginep aja sana.


Ih Abang ngusir.


Becanda,Daddy izinin kok, lagian keluarga Jin juga keluarga baik baik.


Hm, yaudah deh.


Read


"Gak percaya sama pacar sendiri yah?"ucap Jin membuat Chaca menoleh ke arahnya.


"Terus bedanya sama kamu apa?"ucap Chaca membuat Jin mengernyitkan keningnya.


Chaca pun berjalan keluar dari balkon, dan duduk di sofa, saat pintu di ketuk Chaca pun langsung membuka pintu kamarnya dan menampakkan Youra.


"Ayok ke bawah makan malam dulu,lebih cepat lebih baik kan"ucap Youra membuat Chaca mengangguk lalu ikut berjalan di samping Youra, Jin? Dia masih mencerna perkataan yang Chaca lontarkan padanya.


Jin pun langsung turun kebawah, yang sudah mendapatkan kedua orangtuanya tak lupa kekasihnya.


Mereka pun makan malam dengan hening hanya ada dentingan sepasang sendok dan sumpit.


Selesai makan malam, mereka pun berkumpul di ruang keluarga hanya untuk berbincang bincang.


"Dad, mom, Chaca boleh kan nginep disini?"perkataan Jin membuat Chaca membulatkan matanya, Youra yang melihat reaksi Chaca pun terkekeh dan mengangguk.


"Nanti kamu tidur sama Jin aja"ucap Donghae membuat Chaca kembali membulatkan matanya.


"Chaca sama mommy aja"ucap Chaca membuat Youra dan Donghae tertawa.


"Gak papa, sama Jin aja yah, soalnya di kamar lain masih berantakan, Jin sih kalo main suka gak di beresin lagi"ucap Youra membuat Jin berdecak.


"Apaan sih dad"ucap Jin tersipu malu, Chaca?dia menundukkan wajahnya menyembunyikan semburat merah muncul di kedua pipinya.


"Yaudah ah, dari pada di bully terus kita ke kamar yuk sayang"ucap Jin membuat Donghae dan Youra saling menatap satu sama lain.


Chaca dan Jin pun menaiki anak tangga, sesampainya di kamar Jin, mereka pun masuk ke dalam kamar.


Satu kata yang sedang mereka alami adalah canggung keduanya masih tidak ada yang mengeluarkan perkataannya.


"Cha kamu nyaman apa pakek jeans kalo nanti tidur?"ucap Jin membuat suasana mencair dari kecanggungan.


"Gak sih"ucap Chaca membuat Jin mengangguk.


Jin pun membuka benda pipihnya,dan mengetikan pesan ke seseorang.


"Oh iya, boleh nanya?"ucap Chaca membuat Jin yang tadinya menatap benda pipihnya kini menatapnya seraya mengangguk.


"Tanya aja sayang"ucap Jin seraya mengelus rambut Chaca sayang.


"Itu siapa?"ucap Chaca seraya menunjuk fhoto Jin waktu kecil bersama gadis kecil berambut sebahu membuat Jin menghela nafas panjang.


"Masa lalu"ucapnya membuat Chaca mengangguk paham.


"Oh iya, seragam kamu tadi mana?"ucap Jin membuat Chaca menunjuk tasnya menggunakan dagunya.


Jin pun menoleh, membuka tas Chaca membuat Chaca menutup kedua matanya, ya menutup kedua matanya kalian pasti tahu lah, bahkan di dalam tasnya itu terdapat sepasang dalaman yang tadi sempat ia pakai.


"Napa tutup mata?"ucap Jin seraya memegang dalaman Chaca membuat Chaca menunduk malu.


"Aku suruh bibi cuci yah, nanti besok pakek yang lain dulu"ucap Jin membuat Chaca mencerna perkataan yang Jin lontarkan sedetik kemudian Jin pun menghilang di telah pintu kamarnya.


Tak lama Jin pun kembali lalu duduk di sofa,Chaca pun menatap Jin yang tengah asyik memainkan ponselnya.


"Sibuk amat"ucap Chaca membuat Jin tersenyum lalu mengelus rambut Chaca sayang.


Tok


Tok


Tok


"Masuk aja"ucap Jin membuat pria paruh baya masuk ke dalam kamar Jin, di lihat dari bajunya sepertinya dia seorang supir? entahlah.


"Ini tuan"ucapnya seraya menyodorkan 2 buah paper bag membuat Jin menerimanya.


"Makasih"ucap Jin membuat pria paruh baya itu mengangguk lalu pamit mengundurkan diri.


Chaca pun mengernyitkan keningnya membuat Jin menghampirinya lalu menaruh paper bag itu tepat di depan keduanya.


Jin pun membuka paper bag nya dan menampakkan seragam CHS wanita membuat Chaca kembali mengernyitkan keningnya.


"Ini, kamu pakek ini dulu, pasti yang tadinya udah kena kuman"ucap Jin membuat Chaca tersenyum kecil.


"Makasih"ucap Chaca membuat Jin mengangguk.


Jin pun kembali membuka satu paper bag nya menampakkan dua pasang piyama seperti piyama couplean?


"Ini buat kamu, ini buat aku"ucap Jin membuat Chaca mengangguk paham.


"Kamu ganti dulu gih bajunya, nanti giliran aku"ucap Jin membuat Chaca menggeleng.


"Kamu aja dulu"ucap Chaca.


"Yaudah mau kamu duluan atau bareng bareng HM?"ucap Jin seraya tersenyum jahil membuat Chaca memukul dadanya keras.


"Yaudah aku dulu"ucap Chaca membuat Jin terkekeh.


Chaca pun memasuki kamar mandi dan mengganti pakaiannya dengan piyama tangan panjang dan kaki panjang, lalu keluar dari kamar mandi menghampiri Jin.


"Sana giliran kamu"ucap Chaca membuat Jin mengangguk.


Jin pun mengganti pakaiannya dengan piyama tangan pendek dan kaki panjangnya, mereka memakai piyama couplean berwarna navy.


Disinilah Chaca dan Jin berada, di atas king size milik Jin dengan mata saling menatap berhadapan, jantung keduanya berdetak tidak karuan.


"Cha, boleh peluk?"ucap Jin membuat Chaca mengangguk ragu.


Jin pun memeluk Chaca seraya mengelus rambut gadis itu membuat keduanya terlelap dalam keadaan saling memeluk.


***


Kring


Kring


Kring


Chaca pun membuka matanya, mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk , Chaca pun tersenyum saat di depannya ada pria yang tengah ia sayangi, wajahnya sangat tampan saat tertidur dia sangat menyayangi pria di depannya namun entahlah dia juga bingung dengan perasaannya pada pria yang kini berada di depannya yang masih memeluknya erat.


Bibir Chaca pun terangkat membentuk sebuah senyuman di kala pria didepannya membuka matanya dan mengerjapkan matanya beberapa kali untuk menyesuaikan cahaya yang masuk lalu melepaskan pelukannya dan meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku.


"Kamu mandi di sini yah, aku mandi di kamar sebelah"ucap Jin membuat Chaca mengangguk.


Jin pun keluar dari kamarnya dan berjalan menuju kamar yang berada di sampingnya untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Chaca pun melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


15 menit Chaca sudah siap dengan seragam sekolahnya dan tas kecilnya yang sudah berada di punggungnya lalu berjalan menuju Jin berada di sofa.


"Udah siap?"ucap Jin membuat Chaca mengangguk.


Keduanya berjalan menuruni anak tangga dan berjalan menuju meja makan.


"Morning"ucap Chaca membuat Youra sang Donghae tersenyum.


"Too sayang"ucap mereka bersamaan.


...***...


...TBC...


...*...


...*...


...*...


...Like...


...Like...


...Like...


...Komen...


...*...


...*...


...*...


...Thanks...