The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 30



Siska pun mulai memutar mutarkan pisau lipatnya di tangannya,dia sedikit berpikir dari mana dulu iya akan memulai permaninan.


"Lepasin gue"teriak Steven.


"Lepasin Lo bilang?gak semudah itu ferguso"-Siska dan mulai mendaratkan dan menusukan ujung pisau itu di tangan kanan Steven dari atas hingga jari jarinya.


"Ahhhhhh sakit *******"-Steven.


"Ini nikmat sayang"-Siska seraya menjilati pisaunya yang terkena dercikan darah Steven.


"Psikopat"-Steven.


"Ih ngeriii"-Jessica.


'Seru juga ternyata'  batin Jin yang di ketahui oleh Chaca,kalian masih ingat bukan?bahwa Jin dan ke empat sahabatnya juga seorang anggota mafia?.


"Pen muntah gue"-Cristy.


Mereka pun melihat dengan sangat antusias berbeda dengan Jessica dan Cristy selalu menjerit ngilu.


Sampi pada akhirnya.


Siska pun melanjutkan aktivitasnya dan menancapkan kedua pisaunya di kedua bahu lelaki itu yang membuatnya semakin menjerit,dia tidak bisa apa apa hanya bisa menjerit dan menjerit.


"Suara kamu sangat merdu sayang"-Siska.


"Kau tahu?aku akan membalaskan dendam kakakku kepadamu"-Siska.


"Apa kau tidak mencintai ku?"-Steven Dengan suara kecil,namun Siska bisa mendengarnya.


"Tentu,bahkan aku sangat mencintaimu,tapi aku lebih menyayangi kakakku"-Siska.


Siska pun mulai membuka paksa mulut Steven dia menancapkan pisaunya sampai tembus ke luar dagu.


'Anjirrr itu mah kek gue haha' batin Chaca.


Steven pun hanya diam dan pasrah,Siska pun mulai merasakan hatinya tersayat,dengan cepat dia berusaha melupakan dan menghilangkan perasaannya terhadap Steven.


Siska pun mulai melanjutkan aktivitasnya pisaunya ia daratkan di mata kanan Steven membuat pria itu hanya pasrah,dia sudah tidak bisa lagi berteriak, Siska pun mulai menancapkan pisaunya di paha lelaki itu sampai kepada kaki bawahnya,dia beralih mengambil pisau seperti pisau daging di meja yang sudah di sediakan untuknya,dengan cepat dia memotong jari jari kaki milik lelaki itu dan mencacagnya seperti daging.


Siska pun mulai menusukkan pisauya di perut Steven sebanyak 3 kali dan dia pun mulai merintikan air matanya,jujur wanita itu sangat mencintai Steven. 'maaf Steven tapi aku memang benar benar mencintai mu,aku harap kamu bisa memaafkanku dan kita bertemu di kehidupan selanjutnya' batin Siska. 'aku tahu kau mencintaiku dan kau juga melakukan ini secara terpaksa,aku akan memaafkan mu semoga kita bisa bertemu di kehidupan selanjutnya aku mencintaimu'batin Steven.


Siska pun mulai mengakhiri permainannya,ia menembak kepala pria itu,dengan langkah gontai dia meninggal kamar itu dan orang suruhannya pun mulai membereskan semuanya.


Siska pun memasuki kamar kakak lelakinya.


"Kak aku sudah menyelesaikan tugasku,jadi mana bagianku?"-Siska kepada sang kakak meminta uang sebagai bayarannya, dia memang tinggal berpisah dengan kakaknya, Kakaknya itu memilih mengikuti dengan ayahnya pengusaha yang kaya, sedangkan Siska setia menemani sang bundanya yang tengah sakit,jadi dia melakukan hal itu kepada Steven pria yang ia cintai hanya untuk mendapatkan uang dari kakaknya dan dengan cepat dia akan mengobati bundanya di luar negeri,namun takdir berkata lain.


"Kau sudah menghabisinya?"-Bryn kakak dari Siska.


"Sudah kak"-Siska dengan tegas.


"Ini bayarannya"-bryn dan memberikan uang beberapa ratus lembar kepadanya.


"Terimakasih kak"-Siska.


"Hm"


Siska pun memasuki taxi untuk sampai di rumahnya,dia begitu sangat senang mendapatkan uang dari kakaknya itu,dengan cepat dia memasuki rumahnya dan menemui sang bundanya.


Betapa terkejutnya dia Melihat sang bunga tengah terbaring lemas di lantai, Dengan cepat dia membangunkannya namun hasilnya nihil, wanita paruh baya itu sudah tiada,isakan demi isakan Siska pun terdengar dan semua tetangga pun menghampirinya.


Setelah acara kematian bundanya dia begitu frustasi,cintanya telah ia bunuh,dan sekarang ia harus di tinggalkan oleh bunda tercintanya? sungguh dunia sangat kejam.


Siska pun terbangun dari mimpi buruknya,dia melihat sang ibu menyuruhnya bertanggung jawab atas perbuatannya terhadap Steven dan orang yang lainnya yang telah menjadi korban pembunuhan Siska.


Siska pun menyadarinya dan dia pun melaporkan dirinya terhadap pihak berwajib.


"Siska akan di hukum mati karena perbuatannya terhadap orang lain tuk tuk tuk".


Hancur ia sangat hancur mendengar ucapan itu ketika di pengadilan,disisi lain dia begitu bahagia bisa bertemu bunda dan Steven.


End


"Huhuhuhuhuh sedih"-Sanghee.


"Iya ih sedih"-Yungmi.


"Ih kenapa tu cewek laporin dirinya sih,perannya bagus tahu"-Chaca.


"Iya ih"-Yunghee.


"Anak anak ayok turun makan malam"-Mi Rae.


"What udah malam?"Sanghee.


"Astogeh gak kerasa"-Yungmi.


"Astazim sayang astazim"-Yoongi.


"Hehe maaf"-Yungmi.


"Makan yuk ah"-Tae Hyung.


Mereka pun mengangguk dan berjalan keluar dari bioskop itu, mereka memasuki lift dan berjalan menuju meja makan.


Mereka pun makan dengan tenang hanya suara dentingan sepasang sendok dan garpu.


Mereka pun berpamitan untuk pulang ke mansionnya masing-masing,Chaca dan the twins pun berpamitan untuk memasuki kamarnya.


Disinilah Chaca berada di kamar mandi di temani beberapa alat mandi, 15 menit Chaca sudah siap dengan piyama hitamnya Chaca pun tertidur di atas Queen Sizenya.


30 menit kemudian,Chaca tidak bisa tidur,satu satunya cara untuk tidur adalah pelukan,chaca pun memasuki kamar Yoongi, Chaca melihat Yoongi sudah tertidur,namun dia harus membangunkannya.


"Bangg"-rengek Chaca seraya menggoyang goyangkan tubuh Yoongi.


"Hm"dehaman Yoongi dengan mata yang masih terpejam.


"Chaca gak bisa tidur"-Chaca dengan bibir di tekuk.


"Sini"-Yoongi dengan mata terpejam seraya menepuk di sebelahnya.


"Di kamar Chaca bang"-Chaca.


Yoongi pun terbangun dengan terpaksa,dia harus menuruti keinginan adik perempuannya itu,kalau tidak, tamatlah riwayatnya.


"Ayok"-Yoongi terlebih dahulu memasuki kamar Chaca.


"Pen sama bang Jim juga"-rengek Chaca.


Yoongi pun hanya menghela nafas kasar lalu memasuki kamar Jimin.


"Bangun"-Yoongi dingin.


"Hm"-Jimin.


"Bangun"-Chaca.


Saat mendengar ucapan dingin Chaca, Jimin pun terkejut dan langsung terduduk.


"Bang tidur di kamar Chaca ya"-Chaca dengan puppy eyes nya, Jimin yang melihat adiknya itu pun tidak tega dan mengangguk sebagai jawabannya.


"Yeay"-Chaca gembira.


"Yaudah ayok Abang ngantuk nih"-Yoongi dan kedua adiknya pun mengangguk.


Mereka pun memasuki kamar Chaca, Jimin dan Yoongi yang berada di sampingnya seraya memeluk tubuh Chaca sayang.


"Good night my princess"-the twins bersamaan dan mencium puncak kepala Chaca Secara bergantian.


"To my prince"-Chaca membalas mereka dengan mencium kedua pipinya.


Dan benar saja, akhirnya Chaca bisa tidur juga dengan cara seperti ini,jujur dia merindukan sosok kakaknya itu tak lain adalah SoJun dan juga Chanyeol,ya Chaca merindukannya,dia juga ingin tidur bersama mereka dan di peluk oleh mereka.


***


Kring kring kring.


"Eugh"-Jimin.


"Bang,Chaca,bangun dah pagi"-Jimin seraya menepuk tubuh kakak dan adiknya.


"Eugh"-Yoongi.


"Cha,Bagun"-Jimin dan Yoongi bersamaan seraya menggoyang goyangkan tubuh Chaca.


"Sekarang Chaca"-Yoongi dingin membuat Chaca membukakan matanya dan terduduk, begitu menyeramkan ketika kakaknya itu berkata dingin terhadapnya tanpa alasan.


Saat Chaca sudah bangun, dengan cepat Jimin pergi ke kamarnya terlebih dahulu karena sudah gatal ingin mandi katanya dalam hati.


Chaca pun memandang kakak tertuanya itu dengan mata yang berkaca-kaca.


Yoongi sadar,dirinya telah berkata dingin terhadap adik perempuannya itu tanpa alasan,karena Chaca sensitif ketika dirinya berkata dingin tanpa alasan.


"Maafin Abang yah"-Yoongi dan memeluk Chaca sayang.


Chaca hanya menganggukkan kepalanya dan melepaskan pelukannya.


"Chaca mandi dulu"-Chaca dingin?.


"Ahkk"-Yoongi frustasi,dia telah membuat Chaca adik perempuan yang paling ia sayangi membuatnya dingin.


Yoongi pun keluar dari kamar Chaca dan menuju kamarnya untuk bersiap siap berangkat sekolah.


15 menit Chaca habiskan waktunya untuk melakukan ritual mandinya, jujur dia begitu sakit hati ketika kakaknya berbicara dingin kepadanya tanpa alasan, Chaca tahu dia tidak bangun dari tadi,tapi mengapa kakaknya berbicara dingin kepadanya?pikirnya.


Chaca pun berjalan menuju lantai dasar,dia melihat disana sudah ada kedua orangtuanya dan kedua kakaknya.


"Dad mom,Chaca berangkat sekarang"-Chaca dingin membuat semuanya membulatkan matanya tidak percaya.


"Sayang makan dulu yah"-Mi Rae berusaha supaya Chaca tidak berbicara dingin seperti dulu lagi, dulu? Ya,Chaca memang pernah bersikap dingin saat Soobin meninggalkannya,tapi sifatnya berubah saat dia pulang kembali ke Korea.


"Chaca gak laper"-Chaca dingin dan mencium punggung tangan kedua orangtuanya.


Chaca sangat berpengaruh ketika Kakaknya mengatakan hal yang membuatnya merasakan sakit di hatinya,kenapa?ya karena Chaca sangat menyayangi Yoongi dan Jimin melebihi Chanyeol, Chanyeol? Lalu SoJun?,dia masih menyayanginya sepenuh hati,dia juga akan berusaha kembali menyayangi Chanyeol sepenuh hati seperti dulu.


Chaca pun memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Di dalam mansion, Yoongi menatap Chaca sendu,dia tidak menyangka bahwa dirinya telah membuat adik perempuannya itu menjadi dingin kembali,setajam itukah ucapannya? pikirnya.


"Chaca kenapa?"-Jung Hyun yang merasakan perbedaan dari putrinya itu.


"Mungkin karena kata kata ku dad"-Yoongi seraya menundukkan kepalanya.


"Selesaikan masalah ini Yoongi"-Jung Hyun.


"Iya dad"-Yoongi lalu mereka pun memakan makanannya.


Di tempat lain terlihat gadis cantik yang tengah memandang langit Seraya mendengar lagu melalui earphonnnya.


Ya, gadis itu adalah Chaca,sudah 15 menit dia berada di rooftop menenangkan pikirannya, rooftop sangat pas untuk menenangkan pikirannya.


Suara bel masuk pun berbunyi begitu nyaring membuat siswa siswi CHS berhamburan memasuki kelasnya masing-masing tidak dengan Chaca,gadis itu lebih memilih berada di tempatnya ini,di rooftop,dia malas untuk mengikuti pelajaran.


Chaca pun melepaskan earphone nya,menyukai keheningan,tetapi sepertinya ada yang kurang apa? pikirnya.


Chaca pun melangkahkan kakinya menuju ruangannya,bukan,bukan ruangannya tetapi kelas yang tak terpakai lebih tepatnya.


Chaca sangat mengetahui letak denah di sekolahnya ini, ya karena dirinya lah yang merancang nya.


Chaca pun memasuki kelas tak terpakai itu,kelas paling pojok.


Gelap,kumuh,banyak debu,itulah  yang bisa di rasakan oleh Chaca,hanya cahaya matahari yang menerangi kalas ini,namun matahari?dia masih enggan untuk menampakkan dirinya.


Ini adalah kesukaan Chaca,nyaman,gelap,tenang,tentunya sunyi,itulah yang di sukai dia ketika dirinya merasa hancur, hancur untuk apa? mungkinkah karena perkataan kakak tertuanya itu?ya,iya hancur,dia merasakan hatinya tersayat kembali,lalu mengapa?karena orang yang telah berkata dingin itu adalah kakaknya,kakak yang paling ia sayangi,siapa?siapa lagi kalau bukan Yoongi setelah SoJun.


Kringgggg kringgggg kringgggg


Bunyi bel istirahat berbunyi membuat siswa siswi CHS berhamburan keluar kelas menuju kantin.


Chaca yang mendengar bel istirahat pun terbangun dan memeriksa handphone nya yang bergetar petanda panggilan masuk.


Bang Jungkook.


Hallo


Hm


Gue udah buat datanya mau dikirim langsung apa Lewat email?


Email aja bang.


Okay


Tutt sambungan pun terputus oleh sepihak, Chaca merasa ada yang ganjal di pikiran maupun hatinya,dengan cepat dia menghilangkan perasaannya itu,dan berjalan keluar dari kelas tak terpakai itu,saat Chaca baru saja keluar dari kelas,dengan cepat ketiga orang itu membawa Chaca kembali masuk dan mengikatkan  Chaca di kursi.


'HaNeul,Hee young,Mi Ran' batin Chaca yang melihat nametag mereka.


"Lepasin"-Chaca dingin.


"Gak"-haneul.


Selang berapa menit ada Seorang wanita masuk kedalamnya dan tertawa renyah.


"Akhirnya gue bisa balasin dendam gue sama lo hahahaha"-katanya di akhiri tawaannya.


"Lepasin"-Chaca dingin.


"Gak semudah itu"-Aera,ya wanita itu adalah Aera


Aera pun mendekatkan dirinya dengan Chaca,dia menatap wajah Chaca.


"Mau apa Lo"-Chaca dingin.


"Mau apa?gue?"-Aera seraya menunjuk dirinya.


"Mau apa yah,hmm mau balasin dendam lah"Aera seraya tersenyum devil,bahkan senyumannya terkalahkan oleh senyuman Chaca, bagaimana pun juga Chaca adalah ratu kegelapan.


"Karena?"-Chaca seraya memandangnya remeh,dia berharap firasat nya salah.


"Karena Lo udah hancurin pertunangan gue sama Jin,karena Lo lebih cantik dari pada gue meskipun gue bohay"-Aera seraya berwajah merah menahan amarahnya di akhiri senyuman kemenangannya ketika dia berkata 'bohay'.


"Bohay Lo bilang?"-Chaca seraya tersenyum remeh.


"Iya Lo syirik?"-Aera.


"Enggak,gue mau tanya Lo buta apa buta?"-Chaca membuat Aera geram.


Jlebb


Ya,baru saja Aera telah menancapkan pisau di perut Chaca.


"Cih,gitu aja bangga"-Chaca berusaha kuat.


"Gak usah sok kuat"-Aera.


"Kita lihat saja nanti,siapa yang bakal menang dan siapa yang bakal kalah,ingat permainan kita akan berakhir di acara malam tahun baru sayang"-Chaca dengan suara kecil dan smirknya namun dapat terdengar oleh Aera.


"Gak peduli"-Aera.


"Cabut"-Aera kepada ketiga antek-anteknya,Aera dkk pun meninggalkan Chaca sendiri.


"Dad,mom,sakitt"-Chaca seraya pandangannya mulai buram.


Drttttt drttttt drttttt


Handphone Chaca pun berbunyi,Jin lah yang menelpon,Chaca berharap Jin dan sahabatnya bisa mencari dan menyelamatkannya,bagaiman pun juga dia seorang manusia memiliki rasa sakit meskipun dia adalah ketua sekaligus ratu Mafia.


Drttttt drttttt drttttt.


Sudah beberapa kali handphonenya berbunyi dan Jin lah yang menelponnya,namun Chaca tak bisa menjawabnya karena tangganya di ikat.


...***...


...*...


...*...


...*...


...Vote&komen...


...*...


...*...


...*...


...***...