The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 55



Chaca pun memasuki mobil hitam mewahnya dan di belakang mobilnya pun sudah ada beberapa mobil yang berisikan bodyguardnya.


Sesampainya di perusahaannya, Chaca pun berjalan memasuki perusahaan, dan langsung berjalan menuju lif khusus untuk CEO.


Semua karyawan yang melihat kedatangan atasannya pun membungkuk hormat dan ada juga yang tersenyum kepada Chaca membuat cahca membalasnya dengan senyum kecil.


Disinilah Chaca berada, di dalam ruangannya dengan kak Marissa yang tengah duduk di depan Chaca, Chaca pun membuka berkas itu dan tertera beberapa nama perusahaan yang akan mengajaknya bekerja sama.


Seperti perusahaan CJH Company(perusahaan keluarga angkat Chaca), Kang Property, Hwang Ent, Lee Poundation, KSJ company, KJwoon Company, PSY company(perusahaan keluarga kandung Chaca), SBN property dan masih banyak lagi.


"Jadi gimana?"tanya Marrisa membuat Chaca menarik nafasnya dan membuangnya secara perlahan.


"Adakan pertemuan sama perusahaan yang udah ngajakin kerja sama 1 Minggu lagi"ucap Chaca membuat Marrisa mengangguk.


"Baik, pertemuannya dimana?"ucap Marissa.


"Disini aja perusahaan saya"ucap Chaca membuat Marissa mengangguk pahama.


"Kapan kita buka perusahaan cabang di Korea?"ucap Marrisa.


"Setelah aku pulang ke Korea, kita langsung buka cabangnya"ucap Chaca membuat Marrisa mengangguk, ya, Chaca baru saja membangun perusahaan cabangnya di Korea, dia hanya punya perusahaannya di LA dan cabangnya di London, Amerika, dan Jepang. perusahaan cabang yang dikorea itu sudah jadi, tinggal di sah kan saja (gak nyambung dah)


"Yaudah nih tandatangani itu"ucap Marissa seraya memberikan beberapa tumpukan berkas yang harus Chaca tanda tangani.


"Gilaaa, banyak amat"gumam Chaca namun terdengar oleh Marrisa.


"Kamu sih, gak kesini kesini"ucapnya membuat Chaca memutar bola matanya malas.


"Oh iya, nanti kak Angel yang bakalan gantiin aku sementara di Korea nanti,kasih tahu dia"ucap Chaca membuat Marissa mengangguk.


Marissa pun keluar dari ruangan Chaca, Chaca pun menyelesaikan tugasnya.


Di lain tempat dan di negara lain.


Kini, Jin dkk Yunghee dkk tengah berkumpul di mansion Choi, lebih tepatnya mereka sedang berkumpul di ruang tamu seraya berbincang dengan di temani beberapa makanan ringan.


"Chaca, pulangnya kapan?"ucap Jin membuat Yoongi dan Jimin mengangkat bahunya tak tahu.


"Huh lama bat dah, pen vidcol"ucap Sanghee di angguki setuju oleh yang lainnya.


"Bosen *****"ucap Tae Hyung.


"Yaudah, kalian nginep aja di sini, sampe Chaca vidcol"ucap Yoongi membuat mereka mengangguk pasrah.


"Mungkin Chaca terlalu cape kali yah"ucap Jimin membuat Yoongi berpikir sejenak lalu mengangguk.


"Iya yah, kasian"ucap Chanyeol.


"Terus Vedcol nya kapan?"ucap Yungmi membuat mereka mengangkat bahunya sebagai jawaban tidak tahu.


***


Disinilah Chaca berada, di dalam mobilnya yang tengah ia kendarai menuju mansion pribadinya yang tidak terlalu jauh dari perusahaanny.


Chaca pun memasuki perkarangan mansion itu dan Chaca pun keluar dari mobilnya, sekarang jarum jam pendek sudah menunjukkan ke angka 1, yang kini sudah jam 1 pagi.


Chaca pun memasuki mansionnya dan membersihkan tubuhnya yang lengket lalu mengenakan piyamanya.


Chaca pun melangkahkan kakinya menuju queen Sizenya berada dan Chaca pun merebahkan tubuhnya di atas Queen Sizenya, memijat pelipisnya yang sedikit pusing akibat beberapa berkas yang harus ia tanda tangani, untungnya dia sudah menyelesaikan semuanya.


Tangan Chaca pun terulur untuk  menarik selimutnya dan terpejam untuk menghilangkan rasa lelah dan ngantuk yang datang menghampirinya secara bersamaan.


***


Sinar matahari pun memasuki celah jendela kamar Chaca, membuat gadis itu sedikit terusik, dan Chaca pun membuka matanya perlahan lalu mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk.


Chaca pun menatap jam di atas nakasnya, dia pun beranjak dari tidurnya dan berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket.


Selesai mandi, Chaca hanya mengenakan kaos tangan pendeknya berwarna hitam yang terdapat mahkota berwarna gold di dadanya, dan celana jeans hitam panjang, Chaca juga mengoleskan bedak anti airnya di bagian tangan kirinya yang terdapat tatto Diamondnya supaya tatto itu tertutupi oleh bedaknya tak lupa Poundation nya, Chaca memiliki Poundation karena Sanghee lah yang memberikannya Poundation dari perusahaan daddynya yang kini akan menjadi perusahaan Sanghee sendiri mungkin?. Chaca pun mengoleskan sedikit liftint di bibirnya agar bibirnya terlihat lebih segar, dan mencepol asal rambutnya.


Chaca pun membuka ponselnya dan betapa terkejutnya dia, mendapatkan 56 vidcol yang tak terjawab dan 175 panggilan tak terjawab lalu 129 pesan yang masuk dari kedua kakaknya, tak lupa dari kekasih dan juga Sahabatnya yang lain.


Cahca pun berdecak, dia pun membalas pesan dari Yoongi.


Bang Yoongi🐱


Cha


Oy


Bangun Napa


Kebo lu


Eh, iya, bang maaf Chaca lupa, bang Yoongi lagi apa?


Di lain tempat dan negara lain.


Yoongi pun membuka benda pipihnya dan menatap benda pipihnya dengan senyuman yang merekah.


"Kenapa Yoon?"ucap Jin.


"Ini loh"ucap Yoongi seraya memperlihatkan ponselnya membuat mereka tersenyum kegirangan.


"Langsung vidcol aja"ucap Yungmi membuat Yoongi mengangguk dan mulai memvidcol Chaca.


Di lain tempat dan di lain negara.


Drtt


Drtt


Chaca pun melihat benda pipihnya ternyata kakaknya memvidcol dirinya dan Chaca pun mengangkatnya.


'Hallo Cha, gimana di sana?' Ucap Yunghee membuat Chaca tersenyum kecil.


'Gue baik kok'ucap Chaca membuat mereka mengangguk.


'Kalian nginep di mansion?'ucap Chaca membuat mereka mengangguk cepat.


'Cepet pulang, kita rindu tahu' ucap Jin membuat Chaca tersenyum kecil.


'Em besok Chaca pulang deh'ucap Chaca membuat mereka tersenyum.


'Gitu dong' ucap Yungmi.


'Yaudah, udah dulu yah, lagi sibuk' ucap Chaca.


'Kek sapa aja lu sibuk segala' ucap Tae Hyung membuat Chaca tersenyum kecil.


'Yaudah hati hati disana, jaga hati buat aku' ucap Jin membuat semburat merah muncul di kedua pipinya.


'Hm, kamu juga' ucap Chaca membuat Jin mengangguk.


'Bye' ucap mereka.


'Bye' ucap Chaca dan sambungan pun terputus.


Chaca pun menyimpan kembali benda pipihnya di saku celananya dan turun ke lantai dasar.


"Pagi nona"ucap maid membuat Chaca tersenyum kecil.


"Juga"ucap Chaca sopan lalu duduk di kursi meja makannya.


Chaca dan para semua maid pun makan dengan tenang hanya ada dentingan sepasang sendok dan garpu.


Chaca ingin mereka ikut makan bersama, meskipun mereka maid, tapi mereka sudah di anggap seperti keluarganya ketika Chaca berada di mansion pribadinya di LA.


Selesai sarapan Chaca pun berpamitan kepada semua maid, satpam dan juga supir untuk berangkat ke mansion oma dan opanya.


"Semuanya Chaca ke mansion oma sama opa dulu yah, jaga mansion baik baik nanti Chaca nginep di mansion oma sama opa juga"ucap Chaca lembut.


"Iya nona"ucap mereka kompak dan Chaca pun berjalan keluar mansion dan memasuki mobilnya di antar oleh maidnya sampai depan mansion.


Chaca pun mengendarai mobil Lamborghininya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan.


Sesampainya di mansion oma dan opanya, Chaca pun keluar dari mobilnya dan berjalan dengan langkah besarnya memasuki mansion itu dengan suara indah yang menemani langkahnya.


"Kebiasaan deh kamu"ucap Oma membuat Chaca cengengesan.


"Gimana udah selesai ngurusin perusahaan?"ucap opa membuat Chaca mengangguk.


"Kapan kamu bongkar identitas kamu?"ucap Oma di angguki setuju oleh opanya membuat Chaca berpikir sejenak.


"Secepatnya, nanti di perusahaan langsung"ucap Chaca membuat Oma dan opa ya mengangguk paham.


"Nanti pas acara pertemuan sama perusahaan yang mengajukan kerja sama, Oma sama opa ikut hadir juga yah, nanti Chaca bakal bongkar identitas Chaca disana"jelas Chaca membuat Oma dan opa nya mengangguk paham.


"Yaudah Chaca ke luar bentar yah"ucap Chaca membuat Oma dan opanya mengangguk.


Chaca pun berjalan menuju keluar mansion dan memasuki mobil Lamborghininya lalu menancapkan gasnya menuju perusahaan MC company.


Setelah sampai di perusahaannya, Chaca pun berjalan masuk menuju lif.


Setelah lif terbuka, Chaca pun memasuki ruangannya yang sudah terdapat Marissa.


"Ini kamu tanda tangani"ucapnya membuat Chaca menghela nafas panjang dan mengangguk kecil.


Marissa pun kembali ke ruangannya dan Chaca pun menyelesaikan tugasnya.


***


Chaca pun melihat jam di dinding yang menunjukkan pukul 20 malam lalu Chaca pun menghela nafasnya lega karena semua berkas yang harus di tanda tangani sudah selesai.


Chaca pun melangkahkan kakinya menuju ruangan Angel berada.


Cekleekk


Angel yang melihat kedatangan atasannya pun menunduk hormat dan Chaca pun duduk di sofa membuat Angel ikut duduk di sofa.


"Besok kamu ikut saya ke Korea, untuk membuka cabang kita disana"ucap Chaca membuat Angel mengangguk.


"Saya percaya sama kamu buat gantiin saya sementara di Korea nanti"ucap Chaca.


"Baik miss" ucapnya sopan.


"Besok pagi kita ke Korea, kamu siapin aja dulu semuanya."ucap Chaca membuat Angel mengangguk paham.


"Besok ketemu langsung di bandara, kita ke Korea pake jet pribadi saya"ucap Chaca.


"Baik Miss"ucapnya.


Chaca pun berjalan menuju keluar ruangan Angel dan Chaca pun berjalan memasuki mobilnya dan menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Sesampainya di mansion oma dan opanya, Chaca pun keluar dari mobilnya dan berjalan memasuki mansion.


"Udah pulang?"ucap Oma membuat Chaca mengangguk.


"Makan malam dulu yuk"ucapnya.


"Gak deh Oma, Chaca udah makan malam di kantor, lagian Chaca besok mau ke Korea, soalnya mau buka cabang disana"ucap Chaca membuat Oma dan opanya mengangguk paham.


"Yaudah nih minum susunya dulu"ucap Oma membuat Chaca tersenyum lalu mengambil susunya dan meminumnya sampai tuntas.


Selesainya, Chaca pun berjalan menuju kamarnya yang berada di lantai dua.


Sesampainya di kamar, Chaca pun berjalan menuju kamar mandinya untuk melakukan ritual mandinya.


Selesai mandi, Chaca menggunakan piyamanya lalu berjalan menuju balkon, membiarkan wajahnya di terpa oleh hembusan angin malam yang teramat dingin.


Chaca pun menghela nafasnya panjang, mencoba berpikir kapan dia akan membuka cabangnya dan kapan dia akan pergi ke mansion kekasihnya itu.


Chaca pun kembali menghela nafas panjang, dan Chaca pun menutup pintu balkon dan berjalan menuju kamarnya berada dan membaringkan tubuhnya di atas Queen Sizenya lalu memejamkan matanya dan pergi ke alam mimpi.


***


Kring


Kring


Kring


"Eugh"


Chaca pun mengerjapkan matanya menyesuaikan cahaya yang masuk dan Chaca pun terduduk dari tidurnya lalu meregangkan otot-ototnya yang sempat kaku dan menghempaskan selimutnya yang menempel di tubuhnya lalu berjalan menuju kamar mandi berada.


Selesai mandi, Chaca mengenakan kaos tangan pendeknya tak lupa memberi sedikit olesan bedak di bagian tattonya dan Jeans hitam panjangnya, membiarkan rambutnya terurai lalu tangannya pun terulur untuk mengambil tas kecilnya.


Chaca pun menggendong tas kecilnya dan berjalan menuju lantai dasar, sesampainya di sana, Chaca pun mencium kedua pipi oma dan opanya  membuat mereka membalasnya dan tersenyum hangat ke arahnya.


"Udah siap?"ucap Oma membuat Chaca mengangguk.


"Sarapan dulu"ucap opa membuat Chaca kembali mengangguk.


Mereka pun memakan makanannya dengan tenang hanya ada dentingan sepasang sendok dan garpu.


Selesai sarapan Chaca pun berangkat ke bandara di temani Oma dan juga opanya.


Sesampainya di sana, Chaca pun mendapatkan kehadiran Angel membuat Chaca tersenyum kecil ke arahnya saat melihat Angel tersenyum ke arahnya.


"Kamu sama Angel hati hati di jalan"ucap opa membuat Chaca dan Angel mengangguk.


"Yaudah Chaca sama kak Angel berangkat"ucap Chaca lalu memeluk keduanya membuat keduanya tersenyum dan membalas pelukannya.


Chaca dan Angel pun berjalan memasuki jet pribadi Chaca.


"Kak, kamu di sana yah"ucap Chaca seraya menunjuk satu buah kamar menggunakan dagunya.


"Siyap"ucapnya membuat Chaca dan dirinya terkekeh.


"Kakak inget banget waktu malam kamu ngomongnya formal banget"ucap Angel membuat Chaca tersenyum kecil.


"Masa sih?"ucap Chaca membuat gadis itu mengangguk.


"Nanti kakak tinggal di Cha's hotel dulu yah, soalnya apartemen nya belum di beresin"ucap Chaca.


"Iya tenang aja"ucapnya membuat Chaca tersenyum kecil.


"Yaudah Chaca masuk ke kamar dulu"ucap Chaca membuat gadis itu mengangguk.


Chaca pun memasuki kamarnya dan merebahkan tubuhnya, tak lama seorang pramugari cantik pun menghampirinya memberitahu bahwa jetnya sebentar lagi akan terbang.


Chaca yang merasa bosan pun memejamkan matanya sejenak lalu kembali membuka matanya saat pintunya di ketuk dari luar.


Cekleekk


Chaca pun mengangkat sebelah alisnya.


"Maaf nona, ini makanannya"ucapnya membuat Chaca mengangguk dan menunjuk ke arah meja menggunakan dagunya membuat wanita itu menyimpan beberapa makanannya di atas meja yang Chaca maksud.


"Saya permisi nona"ucapnya membuat Chaca mengangguk.


Chaca pun menghampiri mejanya dan mencicipi sedikit makanan yang berada di depannya.


Chaca pun kembali melangkahkan kakinya menuju queen Sizenya berada, dan membuka benda pipihnya lalu menyalakan sebuah lagu dan Chaca pun merebahkan tubuhnya di atas Queen Sizenya, memejamkan matanya seraya memijat pelipisnya lalu tak lama Chaca pun memasuki alam mimpinya membuatnya tak sadar bahwa handphonenya masih menimbulkan suara lagu yang keluar darinya.


...***...


...TBC...


...*...


...Likee...


...*...


...Jan lupa baca ceritanya sampai end...


...*...


...Thanks...


...***...