The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 43



Yoongi,Jimin,Tae Hyung dan Chanyeol pun sama,memberikan sebotol air mineral kepada kekasihnya.


Mereka pun berbincang,selesai berbincang, mereka pulang,berjalan santai menuju mansion,kembali memasuki dirinya masing-masing menuju kamarnya dan membersihkan tubuhnya masing-masing di kamar mandi.


Selesai mandi,Chaca turun mengenakan baju panjang hitam polos dan celana jeans hitam panjang,keluar dari kamarnya lalu berjalan memasuki lif,dia berjalan menuju meja makan,mengambil selembar roti dan mengolesinya menggunakan selai kacang,dia lapar mengingat dirinya belum sarapan,selesai makan dia pun berjalan menuju ruang keluarga, Chaca tersenyum saat kedua kakaknya menatapnya dan tersenyum. Chaca pun mendaratkan bokongnya di sebelah kedua kakaknya,mengedarkan seluruh pandangannya ke setiap sudut ruangan dan melihat kedua kakaknya secara bergantian, Yoongi yang mengetahui isi pikiran Chaca pun mulai menjelaskannya.


"Katanya mereka mau pulang duluan,katanya ada urusan"-Yoongi membuat Chaca mengangguk.


"Oh iya bang,Chaca mau keluar bentar yah"-Chaca seraya Bengkit dari duduknya membuat kedua kakaknya mengangguk.


Chaca pun kembali memasuki lif,setelah terbuka Chaca pun memasuki kamarnya,membalut pakaiannya dengan jaket hitam tak lupa menyimpan beberapa pisau lipat di saku jaketnya,Chaca pun mengambil kunci mobilnya tak lupa handphonenya.


Chaca pun memasuki lif, setelah lif terbuka Chaca pun bergegase menuju garasi, mengeluarkan mobilnya,dan melajukan mobil Lamborghini hitamnya menjauhi perkarangan mansion Choi.


Mengendari mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata membelah jalanan ibu kota seraya mengunyah permen karetnya.


Chaca pun melewati hutan belantara, sesampainya disana Chaca pun segera turun dari mobilnya setelah mengenakan topeng kebanggaannya, berjalan menuju gerbang yang menjulang tinggi saat gelangnya telah terpakai, kini teknologi didepannya sudah semakin canggih,sekitar 2 hari yang lalu Chaca menggantinya, Chaca pun mulai membuka suaranya.


"QUEEN GOLDEN BLACK DIAMOND"-Chaca dengan lantang dan tegas.


"Selamat datang Queen"-ucap benda yang tertempel di dinding itu seramah mungkin.


Gerbang pun mulai terbuka menampilkan markas tercintanya,lebih tepatnya mansion.


Chaca pun berjalan masuk,semua penjaga pun menunduk hormat saat ketuanya datang, Chaca tersenyum kecil membuat mereka membalasnya dengan sangat lebar.


Chaca pun masuk menuju sebuah ruangan.


Cekleekk


Pria itu menahan amarahnya dan berganti dengan senyuman ramah melihat wanita di depannya siapa lagi kalau bukan queen nya.


Chaca pun berjalan menghampiri pria itu dan duduk di sofa seraya melihat kesetiap sudut ruangan.


"Bang,ada misi?"-Chaca seraya menatap manik manik mata di depannya.


"Ada,tapi masih bisa di kerjain sama anak anak"-Jungkook,siapa lagi kalo bukan tangan kanannya.


Chaca pun menghampiri Jungkook,duduk di depannya dan menatap manik mata Jungkook dalam membuat Jungkook mengangkat alisnya sebelah.


"Bang,besok jangan lupa"-Chaca seraya menatap pria didepannya itu.


"Iya Abang ingat kok,semuanya sudah Abang atur"-Jungkook membuat Chaca mengangguk.


"Kebetulan semua orang tua murid bakal ikut serta hadir di malam nanti"-Chaca seraya tersenyum miring membuat Jungkook susah payah menelan salivanya.


"Hadir?"-Jungkook yang tidak paham,secara acara malam tahun baru biasanya hanya seluruh murid dan panitia yang hadir bahkan guru juga ada yang ikut ada yang tidak.


"Kata Daddy dia mau bermusyawarah sama orang tua murid"-Chaca tersenyum kemenangan,ternyata firasat nya benar.


"Baiklah"-Jungkook seraya menyenderkan punggungnya di punggung kursi.


"Kalo gitu Chaca mau kebawah yah"-Chaca bangkit dari duduknya membuat Jungkook ikut bangkit.


Chaca pun keluar dari ruangan Jungkook, Jungkook pun kembali mendaratkan bokongnya.


Disinilah Chaca berada di ruang latihan, di temani pistol dan pisau lipat sebanyak 20 mata pisau.


Chaca pun memutarkan pisau lipatnya dan melemparkannya menuju patung, dia tersenyum saat kepala patung itu terpisah dengan sangat mudah.


Chaca pun beralih dengan pistolnya,dia memutar mutarkan pistolnya di jari jarinya.


Dor


Peluru itu menancap dengan sempurna di jantung seekor rusa yang tergantung di atas sana seraya bergerak gerak.


Chaca pun beralih menuju ruang lainnya,dimana ruangan itu ruang latihan bela diri,dia tersenyum kecil saat anggotanya sedang berlatih, Chaca pun kembali datar ketika anggotanya menatapnya dan membungkukkan badannya memberi hormat.


"Lanjutkan"-Chaca tegas seraya keluar dari ruangan dia pun berjalan menuju ruang depan keluar dari mansion,memasuki kembali kedalam mobilnya,membuka topengnya dan menancapkan mobilnya dengan kecepatan di atas rata-rata.


Setelah menempuh perjalanan yang menyita beberapa puluh menit pun akhirnya Chaca sampai di mansion tercintanya. Chaca pun keluar dari mobilnya berjalan dengan langkah besarnya menuju mansion.


Memasuki lif dan berjalan menuju kamarnya berada setelah lif terbuka. Mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya,membuka laptopnya lalu mengerjakan beberapa tugas kantornya.


Gadis itu menghela nafas lega saat semua pekerjaannya telah selesai. Dia pun membuka benda pipihnya membuka group chatnya dan meninggalkan beberapa pesan di sana.


Bidadari


C.MiCha


Hari ini ke mansion gue


HK.Yungmi


Otewe


L.Sanghee


2


KM.Yunghee


3


HK.Yungmi


Gak kreatif lu pada


Read


Chaca pun mematikan benda pipihnya dan mulai berjalan menuju sofa,membaringkan tubuhnya sejenak lalu kembali terduduk, mengambil air minum saat dirinya merasa haus dan meneguknya sampai tuntas, tak lama dari itu ke tiga sahabatnya pun sampai mereka memasuki kamar Chaca tanpa rasa ragu, Chaca pun tersenyum kecil bahkan tidak terlihat, Yunghee Yungmi dan Sanghee pun mendaratkan Bokongnya di sofa dan menatap Chaca seolah olah bertanya kenapa Chaca menyuruh mereka untuk pergi menemuinya.


Chaca duduk di sofa di depan mereka mencoba menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nafasnya panjang serta pelan.


"Ok,kalian udah siap misi buat nanti malem?"-Chaca seraya mengangkat satu alisnya membuat mereka mengangguk cepat.


"Siapin semuanya,malam ini kedok kepsek itu terbongkar"-Chaca membuat mereka mengangguk.


"Emangnya buktinya udah ada?"-Sanghee seraya menatap Chaca.


"Udah semuanya, udah terkumpul,dan malam nanti bakal jadi malam yang menyenangkan"-Chaca seraya tersenyum miring membuat ketiga sahabatnya bergidik ngeri.


"Oke kita bakal jalanin misi kita"-Yunghee membuat Chaca menatapnya dengan senang.


"Oh iya nanti malam kita berangkat duluan Ama bebep kita yah"-Yungmi membuat Chaca mengangguk.


"Kalo gitu kita balik dulu malam nanti kita akan bersenang senang"-Yunghee membuat Chaca mengangguk.


Chaca pun kembali berjalan menuju meja kerjanya saat ke-tiga sahabatnya telah pulang.


Chaca tersenyum kemenangan saat semua bukti telah di kirimkan oleh anggotanya,Chaca pun menelpon anggotanya menyuruhnya menyimpan video itu dan menayangkannya ketika ia menyuruhnya untuk menayangkannya.


Setelah menelpon Chaca kembali turun ke bawah ke lantai dasar dan berjalan menuju ruang keluarga,dia pun menatap semua arah tidak ada tanda-tanda orang di sana dia bosan, dia ingin melakukan sesuatu yang bisa membuat dirinya tidak bosan dia berpikir sejenak untuk melakukan aktivitas,dia tersenyum kecil saat mendengar suara yang tengah berteriak.


"YUHUU JIMIN YANG SEKSI SAMA BANG YOONGI PULANGGG"teriak Jimin membuat Yoongi yang berada di sampingnya menutup rapat-rapat telinganya dan membuat Chaca menggelengkan kepalanya sedangkan sipelaku malah cengir kuda.


"Ish bang Jimin kek cewek banget teriak teriak"-Chaca dingin membuat Jimin cengir kuda.


"Bangg jalan jalan yuk bosenn tauu"-Chaca dengan menggunakan jurus andalannya yaitu puppy eyes tak lupa memajukan bibirnya membuat Yoongi dan Jimin gemas dan berakhir mencubit kedua pipi adiknya.


"Ish kok di cubit,bukanya di jawab"-Chaca seraya bersidekap dada membuat Yoongi dan Jimin tersenyum.


"Ngambek nihh"goda Jimin seraya mencolek colek pipi Chaca.


"Yaudah yuk kita jalan"-Yoongi seraya merangkul pundak Chaca.


Mereka pun berjalan keluar mansion dan berhenti saat Chaca terhenti melangkahkan kakinya dan menoleh ke arah Chaca.


"Kenapa Cha?"-Yoongi membuat Chaca menatapnya dengan sulit di artikan.


"Tadi kalian abis dari mana?"-Chaca membuat Yoongi dan Jimin bertatapan.


Yoongi dan Jimin yang tertinggal pun dengan cepat berjalan menuju garasi, mereka melihat Chaca telah duduk manis di kursi penumpang, Yoongi pun memasuki mobil yang di masuki Chaca, Yoongi pun menancapkan gasnya dengan kecepatan sedang setelah Jimin memasuki mobil dan duduk di sampingnya.


Chaca yang tidak biasa dalam merasakan mobil berjalan dalam kecepatan sedang pun merasa bosan,dia pun menatap Yoongi saat Yoongi menatapnya melalui kaca spion depan.


"Ngebut Napa"-Chaca membuat Yoongi geleng-geleng kepala.


Tak lama mereka pun sampai di sebuah cafe lebih tepatnya di Cha's cafe.


Mereka pun memasuki cafe semua karyawan yang melihat Miss nya datang pun menunduk hormat membuat Yoongi dan Jimin hanya  bisa saling pandang, Chaca pun mengangguk membuat karyawan  kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing.


Chaca Yoongi dan Jimin pun memilih duduk di dekat jendela dan memesan beberapa makanan dan minumannya, tak lama pesanan pun sampai dan mereka pun melahapnya sampai tuntas.



Pesanan Chaca



Pesanan the twins


Selesai makan mereka pun kembali memasuki mobil Yoongi dan Yoongi pun menjalankan mobilnya menuju mansion di karenakan hari sudah sore.


***


Disinilah Chaca berada, di depan meja riasnya,di kamarnya memang terdapat meja rias namun tidak ada make up begitu banyak yang seperti gadis lainnya miliki.


Dia sedang mengoleskan bedak taburnya tak lupa olesan sedikit lifcream berwarna nude yang membuat dirinya semakin cantik,Chaca pun menyisir rambutnya,membiarkan rambutnya terurai, dia tersenyum, tidak bukan tersenyum manis melainkan tersenyum devil,dia benar-benar ingin segera mengakhiri permainannya, dia tidak akan mengampuni orang yang telah mengusiknya, dia tidak akan pernah membiarkan orang yang mengusiknya hidup tenang.


Chaca pun berdiri dari duduknya, dia melihat seluruh postur tubuhnya tak lupa wajahnya,dia tersenyum ketika melihat dirinya di depan cermin.


"Udah sekseh cantik lagi, perfeck"-monolognya ketika melihat dirinya di hadapan cermin.


Chaca pun menoleh saat pintu kamar terbuka,dia tersenyum saat mommy nya tersenyum kepadanya dan berjalan menujunya.


"Princess nya mommy cantik banget"kagum Mi Rae saat melihat visual putrinya malam ini.


"Mommy bisa aja,Mommy juga cantik banget"-Chaca seraya tersenyum membuat Mi Rae membalasnya.


"Yaudah ayok turun,di bawah udah ada Jin tuh"-Mi Rae membuat Chaca mengangguk.


Tangan Chaca pun meraih slimbagh nya dan berjalan menuju lif untuk sampai di lantai dasar.


Ting!


Lif pun terbuka membuat mata seorang pria mengarah kesana,dia tersenyum membuat gadis didepannya membalas senyumannya.


"Maaf lama"-Chaca setelah berdiri di depan seorang pria siapa lagi kalo bukan Jin kekasihnya.


"Gak papa,yaudah kita berangkat"-Jin seraya menggandeng tangan Chaca lembut.


"Eh princess nya Daddy udah siap, cantik bangett"puji Jung Hyun seraya mengelus rambut Chaca sayang.


"Makasih dad,Daddy juga ganteng banget loh"-Chaca seraya terkekeh kecil.


"Jadi aku gak ganteng gituh"-Jin seraya mempuotkan bibirnya membuat mereka tertawa.


"Yaudah ayok kita berangkat"-Jung Hyun membuat istri,anak dan calon menantunya itu mengangguk.


"Dad,bang Yoon sama bang Jim mana?"-Chaca seraya berjalan di samping daddynya ketika tidak melihat keberadaan kedua kakaknya itu.


"Mereka berangkat duluan mau jemput pacarnya"-Jung Hyun membuat Chaca mengangguk paham.


"Mom,Dad kita duluan yah assalamualaikum"-Jin seraya menyalimi Jung Hyun dan Mi Rae di ikuti oleh Chaca.


"Iya hati² waalaikumsalam"-Jung Hyun dan Mi Rae bersamaan.


Chaca dan Jin pun memasuki mobil Jin dan Jin pun menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang.


Disinilah mereka berada di dalam mobil Jin tanpa seorang pun yang mengeluarkan perkataannya, Jin pun melihat sekilas ke arah Chaca dia tersenyum dan bergumam.


"Cantik"gumam Jin terdengar oleh Chaca membuatnya tersenyum kecil.


"Kamu cantik banget malam ini"-Jin seraya mengedipkan matanya sebelah membuat Chaca memutar bola matanya malas.


"Jadi aku gak cantik gitu"-Chaca seraya menyimpan kedua tangannya di depan dada membuat Jin terkekeh.


"Cantik,tapi malam ini lebih cantik"perkataan Jin mampu membuat pipi Chaca memanas, secepat mungkin Chaca mengalihkan pandangannya menuju jendela.


"Ciee bulshing"goda Jin seraya menusuk nusukan jari telunjuknya ke arah pipi Chaca membuat Chaca berdecak sebal.


Tak lama mobil Jin pun telah sampai di hotel bintang lima Cha's Hotel siapa lagi kalo bukan Chaca pemiliknya.


Mereka pun keluar dari mobil dan berjalan menuju lantai yang telah di dekor sedemikian rupa,lebih tepatnya di rooftop yang telah di dekor sedemikian rupa.


Chaca dan Jin pun berjalan menuju lif,semua karyawan yang melihat Miss nya pun menundukkan kepalanya sebagai tanda hormatnya dan kembali melanjutkan aktivitasnya masing-masing setelah Chaca mengangguk.



Dress Chaca



Disinilah Chaca dan Jin berada di dalam lif di temani beberapa anak CHS lainnya yang masih saja bergosip ria.


'Chaca cantik bangettt'


'Jin makin ganteng aja'


'couple goalss'


'cowok godain aku dong'


'lu nya aja yang ****** mungkin hahaha'


'apaan sih'


'chaca cantik banget'


'cantikan juga gue'


Seperti itulah bisikan bisikan dari warga sekolah CHS yang satu lift bersama Chaca dan Jin, sebenarnya di hotel milik Chaca memiliki lift khusus pemilik hotel namun Chaca terpaksa memakai lif yang biasa orang lain gunakan kalo tidak rahasianya itu akan terbongkar di depan kekasihnya sendiri.


...***...


...Vote...


...*...


...*...


...*...


...Vote...


...*...


...*...


...*...


...Vote...


...*...


...*...


...*...


...Thanks...