
Chaca yang tidak rela ibunya di bawa bawa pun,mati matian merendamkan amarahnya dan mencoba tenang,saat Chaca sudah tenang,Dia pun menghampiri Aera dkk,yang di hampiri pun ketakutan tetapi tetap menutupi ketakutannya.
"Kita tunggu aja tanggal mainnya"bisikan Chaca kepada aera yang membuat Aera tambah ketakutan.
"A-apa mak-mak-sud Lo hah"teriak Aera yang sedikit gugup.
Chaca pun menghiraukannya dan pergi menuju keluar kantin,dengan tatapan membunuhnya.
"Chaca mau kemana"tanya Jimin kepada teman-temannya Chaca.
"Gak tahu,mungkin dia lagi merendamkan amarahnya,kalian bisa liat kan tadi dia sangat marah"jelas Sanghee yang diangguki oleh semuanya.
"Gue ke toilet dulu yah"pamit Chanyeol.
Di tempat lain
Chaca pergi ke rooftop dan duduk di sofa yang sudah di sediakan di sana,Chaca menutupkan matanya dan membiarkan angin menerpa wajahnya. Dia sedang marah saat ini,bukan karena Aera dkk,tetapi karena Chanyeol,karena lelaki itu membuat masa lalunya terulang lagi,kini gadis itu membiarkan air matanya yang jatuh. Ia sangat merindukan Kakaknya itu,tapi ego Chaca lebih kuat dari pada hati Chaca.
Flashback on
Indonesia
Di sebuah taman dekat dengan mansion keluarga Park, terlihat seorang gadis kecil yang sedang berlarian dengan kakak kesayangannya,tak lama sang kakak laki-laki dan gadis kecil itu berhenti dan duduk di kursi yang berada di seberang mansion keluarganya.
"Hos-hos-princess udah hos yah hos Abang cape hos"kata kakak nya itu dengan nafas yang tidak beraturan.
"Iyah hos Chaca juga cape hos"kata Chaca.
Yap,gadis kecil itu adalah Chaca.
"Princess,kamu tunggu di sini yah,Abang mau beli minum di seberang sana"kata kakaknya dan menunjuk tempat yang ia jelaskan.
"Iya bang"kata Chaca dan kakaknya itu langsung pergi meninggalkan Chaca untuk membeli minuman.
Tanpa di sadari ada seseorang yang sedang tersenyum miring ke arah Chaca.
Kakak Chaca pun menghampiri Chaca dengan santai dan menikmati angin sepoi-sepoi.saat laki laki itu melihat ke arah adik nya,iya membulatkan matanya,ia tidak menyangka ada seseorang yang berpakaian serba hitam dan memegang pisau.
Pria itu berlari dengan tergesa-gesa,karena dia takut jika adiknya kenapa-kenapa.
Jlebb
Tusukan itu salah sasaran,dan mengenai kakaknya Chaca karena pria itu menjauhkan Chaca dari hadapan pria yang memakai baju serba hitam dan sasarannya meleset dan sasaran itu pun mengarah ke arah kakak Chaca,pria itu berlumuran darah,pisau yang tertancap di perutnya pun di cabut oleh Chaca.
"Bang,jangan tinggalin Chaca bang,Chaca takut hiks"kata Chaca.
"Abang disini princess,dihati princess"kata kakaknya dan menutupkan matanya.
Chaca pun menangis dengan sesegukan, tangisannya berhenti ketika ada suara seseorang.
"Apa yang kamu lakukan kepada anak saya hah"bentak Seong Yool.
"Kenapa kau membunuh So-joon putra saya hah"bentak Shin Hye.
"Mah,pah Chaca gak bunuh bang So-Joon hiks"lirih Chaca sambil terus terisak.
"Kamu wanita pembunuh Chaca"
Bentak Chanyeol.
"Bang"lirih Chaca.
"Pergi kamu dari rumah ini,dan marga kamu bukan Park lagi,paham pembunuh"kata Seong Yool.
"Kenapa kalian tidak percaya kepadaku"kata Chaca.
"Pergi kamu"kata Chanyeol seraya mendorong Chaca dengan keras.
"Baik saya akan pergi,tapi jangan harap saya menginjakkan kaki saya lagi di sini"tegas Chaca lalu berlari tanpa tujuan.
Sakit,kecewa,marah itu lah yang di rasakan Chaca, bentakan bentakan tadi masih terngiang di telinga Chaca.Bayangkan saja,iya di tuduh membunuh kakaknya,sedangkan umurnya masih di bawah,iya masih berumur 7 tahun,tidak mungkin membunuh seseorang bukan?
Chaca pun terus berjalan tanpa tahu arah dan tujuan.chaca berjalan sambil menangis sesegukan,hujan pun turun seperti mengetahui apa yang di rasakan Chaca.
Sampainya di malam hari Chaca pun berjalan di jalanan dengan tatapan kosong.
Sampai tidak menyadari kalau ada pengendara yang sedang melajukan mobilnya dengan cepat ke arah Chaca.
Dan
Cittttt
Pengendara itu pun mengerem dadakan karena menyadari ada seseorang yang hampir ia tabrak,untung saja gadis itu masih baik baik saja.
Pria paruh baya pun datang dan menghampiri gadis itu.
"Sayang, kamu kenapa kok nangis?"tanya pria paruh baya.
"Chaca di tuduh bunuh Abang Chaca om hiks,Chaca di usir dari rumah om hiks"tangis Chaca.
"Sayang,kamu masuk dulu sini,diluar hujan"kata wanita paruh baya yang masih duduk di kursi mobilnya.
"Iya,sayang ayo masuk dulu"kata pria paruh baya.
"Apa Chaca boleh masuk"tanya Chaca sambil mengusap air matanya.
"Tentu sayang"kata wanita paruh baya.
"Terimakasih om,Tante"kata Chaca.
Merekapun masuk ke dalam mobil.
"Sayang,nama kamu siapa?"tanya wanita paruh baya.
"Park Mi Cha tante,tapi itu dulu"kata Chaca sambil menundukkan kepalanya.
"Kamu dari keluarga siapa sayang"tanya wanita paruh baya.
"Keluarga Park Seong Yool tan"kata Chaca.
"Orang terkaya ke dua di dunia bukan"tanya pria paruh baya.
"Iya om"kata Chaca.
"Panggil om sama tante dengan sebutan dad and mom yah"kata pria paruh baya.
"Apa boleh om,tan" kata Chaca.
"Tentu sayang,dan kamu juga akan tinggal bersama kita"kata wanita paruh baya.
"Apa boleh mom dad"kata Chaca.
"Tentu princess"kata pria paruh baya.
"Sekarang,nama kamu Choi Mi Cha okay"kata pria paruh baya.
"Makasih dad,mom"kata Chaca senang dan memeluk keduanya,yang di peluk pun membalasnya.
"Sama sama princess"kata Jung Hyun dan Mi Rae.
Jung Hyun pun menjalankan mobilnya menuju mansion miliknya.
Sesampainya di mansion yang begitu luas dan megah, mereka bertiga pun menuju pintu masuk.
Di depan mansion terlihat banyak sekali bunga bunga yang menambahkan kesan cantiknya.
Sesampainya di lantai dasar,Mi Rae mengantarkan Chaca ke dalam kamarnya,dan menyuruh nya untuk segera mandi menggunakan air hangat karena Chaca kehujanan tadi.
Saat Chaca sudah selesai dan memakai piyamanya,Chaca pun turun ke lantai dasar bersama Jung Hyun dan Mi Rae.
Sesampainya di lantai dasar, Mi Rae menyuruh anak anaknya untuk segera turun dan makan malam.
"Mom,dad,dia siapa?"tanya Yoongi saat sampai di depan meja makan.
"Ini Chaca sayang,dia akan menjadi adik kalian"jelas Mi Rae.
"Bukannya kalian ingin memiliki adik perempuan yang sangat cantik"lanjutnya.
"Dia beneran adik kita mom,dad"kata Jimin senang.
"Tentu sayang"kata Jung Hyun.
"Hallo princess,kenalin nama Abang,Yoongi dan kamu panggil Abang dengan sebutan bang Yoongi okay"kata Yoongi.
"Hallo bang Yoongi kenalin aku Chaca"kata Chaca.
"Hallo princess,nama Abang bang Jimin, twinsnya dia"kata Jimin dan menunjuk Yoongi menggunakan jari telunjuknya.
"Ayok sekarang kita makan"lerai Jung Hyun.
"Dan besok kita akan pindah dan menetap di Korea,karena perusahaan pusat dad pindah kesana"jelas Jung Hyun yang mendapatkan anggukan antusias dari the twins.
"Yeay Korea"seru the twins.
***
3 tahun kemudian,Chaca sudah menjadi anggota keluarga Choi ketika umurnya 7 tahun,kini dia berumur 10 tahun.
Korea Selatan
Pagi ini terlihat seorang gadis yang sedang menelfon seseorang.
Bang Kook in cooling.
Cha,kamu tahu gak,mafia kita menjadi mafia terkejam di dunia ke 1 dan kamu adalah Queen mafia Cha.
Waahh,bagus kalo gitu bang
Kapan kamu mau ke markas?
Tahu bang,Chaca lagi sibuk bang,nanti aja deh.
Yaudah,Abang cuma mau kasih berita itu aja,Babay honey
Babay bang
Sambungan telepon pun di akhiri,Chaca mendengar suara yang tidak asing baginya,Chaca pun keluar dari kamar yang berlambang diamond dan mahkotanya.
Chaca mendengarkan percakapan kedua kakak nya dan sepertinya ada sahabat kakaknya juga.
"Gue rindu sama princess gue"sendu pria itu.
'Suaranya kayak bang Chanyeol'batin Chaca
"Emang adik Lo kemana Chan"tanya Yoongi,suara yang di dikenali oleh Chaca.
"Gue juga gak tahu dimana Yoon"kata Chanyeol.
"Jadi Lo mau menetap di Korea?"tanya Jimin.
"Iya, perusahaan pusat keluarga gue juga,udah pindah di sini"kata Chanyeol.
Chaca pun mengingat kejadian dimana dia di tuduh membunuh kakak nya,jujur kalo memang benar itu Chanyeol,Chaca ingin sekali memeluknya,namun rasa dendam lebih besar dibandingkan rasa rindu.
Chaca pun kembali ke kamarnya,dia meninju samsak yang berada di pojok kamarnya,Chaca terus meninju samsak itu sambil menangis, sampai tangannya terluka dan berdarah,hanya itulah satu satu caranya kalau dia sedang marah,bisa saja dia pergi keluar dan mencari sasaran untuk permainannya,tapi sekarang dia tidak ingin pergi keluar,bahkan keluar kamar.
Tok
Tok
Tok
Cekleekkkkk
"Princess kamu kenapa sayang?"tanya Yoongi khawatir.
"Princess kamu nangis?"tanya Jimin.
Chaca pun membalikkan tubuhnya menghadap kedua pria itu dan menatapnya sendu,sang di tatap pun merasa iba kepada adiknya itu.
"Princess kamu kenapa?"tanya Yoongi seraya memeluk Chaca sayang.
"Jangan nangis yah princessnya Abang"kata Jimin seraya mengelus rambut sang adik.
"Bang,hiks apakah tadi teman Abang datang kesini hiks"tanya Chaca di sela sela isakannya.
"Iya,kamu kenapa sayang?"tanya Yoongi yang masih memeluk Chaca.
"Namanya siapa bang,dan dia anggota dari keluarga siapa?"tanya Chaca seraya melepaskan pelukannya dan menatap kedua abang twins nya.
"Dia Park Chanyeol anak dari tuan Park Seong Yool dan Nyonya Park Shin Hye"jelas Yoongi.
"Dia Abang yang telah mengusirku bang"kata Chaca sambil menangis kembali.
"APA?"kejut the twins.
"Iya bang"kata Chaca.
"Sayang,kamu kenapa princess?"kata Mi Rae.
"Dia menangis karena masa lalunya mom"kata Jimin.
"Lihatlah tanganmu berdarah princess"khawatir Jung Hyun.
"Yaampun sayang"kata Mi Rae dan pergi mengambilkan kotak p3k dan memoleskan Obat ke luka yang berada di tangan Chaca.
"Yaampun kita baru nyadar"kata the twins.
Oma dan opa nya pun datang ke kamar Chaca karena pintunya tidak di tutup.
"Yaampun sayang kamu kenapa?"khawatir oma dan opanya.
"Chaca baik baik aja oma"kata Chaca yang sudah beres di oleskan obat di tangannya.
"Kenapa bisa jadi gini?"tanya opa.
"Jadi tadi,bla bla bla"jelas Jimin kepada oma dan opa nya.
"Kalian sejak kapan disini?"tanya Jung Hyun.
"Baru,kita cari kalian, ternyata gak ada,jadi kita langsung aja ketemu sama princess nya oma"jelas oma.
"Dan Chaca kamu besok ikut ke LA bersama oma dan opa"kata opa.
"APA?"kaget mereka secuali oma opa dan Chaca.
"Kenapa opa"kata Mi Rae yang tidak tega ditinggalkan oleh putri satu-satunya itu.
"Kenapa kalian mau misahin kita sama princess"kata Yoongi yang tidak setuju akan di pisahkan dengan adiknya.
"Oma tidak mau Chaca gini lagi gara gara masa lalunya yang kelam"kata oma.
"Kamu mau kan tinggal bersama opa di LA?"kata opa "nanti kalo suasana hati kamu sudah membaik,kamu pulang lagi ke sini"lanjutnya.
"Baiklah"kata Chaca.
"Baiklah,tapi oma harus memberi tahu kepada kita,kalo Chaca kenapa kenapa okay"kata Jung Hyun.
"Iya"kata oma dan opa.
"Baiklah kita setuju,dan kita juga kalo tidak sibuk,kita akan main kesana"jelas Jung Hyun yang tidak ingin jauh-jauh dengan putrinya itu.
"Baiklah"kata opa dan oma.
The twins pun hanya bisa pasrah.
"Chaca nanti abang tidur di kamar kamu yah,abang ingin menghabiskan waktu Abang bersama princess nya Abang"kata Yoongi.
"Kita akan tidur bersama malam ini"kata Jung Hyun dan di angguki semuanya kecuali oma dan opa nya.
Flashback off
Chaca pun menghapus air matanya dengan kasar, karena dia menyadari kalau ada seseorang yang sedang berjalan menghampirinya,pria itu duduk di samping sofa yang di duduki Chaca.
Chaca pun menoleh dan mata itu saling bertemu,mata yang pernah memandangnya pembunuh.chaca pun langsung bangkit dari duduknya dan pergi menjauh,tapi sebelum itu,tangan Chaca di tahan,meng isyaratkan untuk tetep berada di sana.
"Hay,apa kamu princess nya Abang"sapa pria itu.
Karena dia tidak tahu namanya,karena sejak di kantin,Chaca dkkk Yoongi dkk belum saling memperkenalkan diri.
"Maaf anda siapa yah,saya tidak mengenali anda"kata Chaca tanpa membalikkan tubuhnya.
"Kalo iya,Abang rindu kamu Cha,Abang sama yang lainnya rindu princess kita"sendu pria itu siapa lagi kalau bukan Chanyeol.
"Saya sudah bilang bukan,kalo saya bukan adik mu"kata Chaca dan melepaskan tangannya yang di genggaman oleh Chanyeol dengan kasar.
Chaca berlari ke arah tangga,dia terus berlari melewati koridor kelas dengan menangis, sesampainya di depan pintu kelas,Chaca mengusap air matanya kasar.dia membuka pintu dan langsung berjalan ke arah tempat duduknya dan mengambil tasnya,dia tidak mempedulikan kata-kata gurunya yang sedang mengajar.
...***...
...Jan lupa V&K nya ...
...Dan tinggalkan jejak...
...*...
...*...
...*...
...*...
...*...
...Thanks...