
"Gue lupa,ini mata satu belum gue colek"-Chaca seraya mengeluarkan bola mata HoSeok dari tempatnya lalu memberikan bola mata HoSeok tak lupa dengan kepalanya kepada anggotanya.
"Kasih semua jasad musuh kepada Roy tak lupa Rocky dan sisanya kasih ke serigala dan anjing liar yang berada di hutan"-Chaca dan melenggangkan kakinya menuju keluar markas di ikuti oleh ketiga sahabatnya.
"Lo jahat,masa gue gak main sih tadi"-Sanghee ketika mereka berempat telah berjalan beriringan.
"Iya ish"-Yungmi.
"Udah,kita tunggu aja ketuanya Dateng sini,atau kita yang kesana"-Chaca.
"Ok deh kita tunggu"-Yunghee.
Chaca dkk pun memasuki mobilnya masing-masing dan melajukannya menuju mansionnya masing-masing.
Jadi,Chaca pake mobilnya yang selalu di simpan di markas ya. Guys.
Chaca menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota membuat pengendara lain menyumpah serapahin Chaca tapi bukan Chaca.
Di lain tempat.
"Bos bos,ada paket dari ketua GBD buat bos nih"-salah satu anggota Black Rose.
"Apaan?"-Namjun sang ketua Black Rose.
"Gak tahu bos nih bos buka aja"-salah satu anggota Black Rose.
Namjun pun menerima paket itu dan membukanya,betapa terkejutnya dia saat melihat isi paket, ternyata di sana ada jantung,hati,mata yang sudah lepas dari tempatnya tak lupa kepala tangan kanannya yang bernama HoSeok,di sana juga ada sebuah kertas kecil dan Namjun pun membuka dan membaca setiap kata dari darah itu.
Hallo Namjun udah lama yah gak ketemu haha,mainan yang Lo kirim ke gue gak asyik,lemah semua,gue tunggu kehadiran lo selanjutnya honey bye
From
Queen Of Darkness
"Cih, HoSeok mati ditangannya?ok,gue akan nerornya lagi nanti"-Namjun dengan smirknya.
Di lain tempat.
20 menit akhirnya chaca telah sampai di depan mansionnya dan masuk ke dalam.
"Assalamualaikum MOM DAD BANG TWINS CHACA YANG CANTIK MEMBAHANA PULANG DENGAN SELAMAT SENTOSA MANA RED CARPfttttttttt"teriakan Chaca terpotong oleh tangan Jimin yang membungkam mulut Chaca.
"Bacot nyet"sarkas Jimin.
"Bodo *****"-Chaca dan berjalan menghiraukan keberadaan Jimin.
"Adek laknat emang"umpat Jimin.
"Kedengeran bang Jim"-Chaca dingin dan melangkahkan kakinya menuju ruang keluarga,saat dirinya berada di sana mereka terkejut bukan main.
"Cha,kok kamu baru datang sih,terus kok pake jaket hitam celana hitam baju hitam kek mafia aja"-Mi Rae.
"Hehe,maaf mom,tadi Chaca sama Yunghee Yungmi and Sanghee udh main Karena badmood gegara si Aera anak kepsek"-Chaca Seraya mendaratkan bokongnya di sebelah Yoongi.
"Oh, emangnya kamu kenapa?"-Jung Hyun.
"Baru bongkar identitas dad"-Jimin yang tiba-tiba datang lalu duduk di samping Chaca.
"Bagus dong,terus kapan kamu bongkar kedok kepsek"-Jung Hyun.
"Bentar lagi kek nya dad"-Chaca dan Jung Hyun pun hanya mengangguk dan menyeruput secangkir kopinya.
"Bau apaan nih?"-Jimin seraya mencium bau yang ia cium dengan intens.
"Kok dari baju Lo sih?"-Jimin dengan terus memajukan hidungnya untuk memastikan penciumannya.
"Apaan sih bang"-Chaca dan mendorong kepala Jimin dengan paksa.
"Iya ih bau apaan kok bau anyir sih?kek bau darah"-Yoongi yang mengikuti pergerakan Jimin tadi.
"Oh-itu-anu-em,Chaca mandi dulu yah all bye bye muach"-Chaca dengan sedikit berlari supaya tidak mendapatkan beberapa pertanyaan yang akan datang kepadanya.
Chaca pun menaiki anak tangga dengan sedikit tergesa gesa dan memasuki kamarnya.
"Huftt untung aja kagak ketahuan,kenapa pakek lupa segala buat mandi di sini atau di markas sih"gerutu Chaca saat telah berada di kamarnya yang sedang bersandar di pintu yang baru saja ia tutup.
"Au ah mending sekarang gue mandi,lagian sekarang udah mau sore"lanjutnya dan melangkahkan kakinya menuju kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya yang lengket dan bau amis karena cipratan darah yang menempel di tubuh maupun jaket hitamnya.
15 menit Chaca sudah selesai dengan mandinya dan mengenakan baju santai,kaos putih lengan pendek yang bergambar tengkorak berwarna hitam dan celana katun selutut membiarkan rambutnya terurai.
Disinilah chaca berada,di balkon di temani dengan Vape kesayangannya seraya menghembuskan Vape itu dan menghirupnya dan tatapannya terus tertuju kepada sebuah mansion yang berada didepan nya itu.
"Apa iya,gue udah lupain ubin terus cinta sama si Jin tomang itu yang cerewetnya minta ampun tapi...."-Chaca dengan menggantungkan ucapannya.
"Ganteng juga tu si Jin tomang eh"-Chaca dan sadar setelah membicarakan soal visual yang dimiliki Jin.
"Bodo ah"-Chaca dan meletakan vapenya lalu berjalan keluar kamar dan memasuki kamar seseorang.
"Bang jimmmm"rengek Chaca ketika berada di samping Jimin yang entah dari sejak kapan.
"Astogeh apaan sih? orang lagi vc an Ama bebep juga"gerutu Jimin yang di ganggu oleh adiknya ketika dia sedang video call an bersama sang kekasih.
"Bantuin Chaca dong"-Chaca dengan di akhiri mengembungkan kedua pipinya.
"Apa baby apa?"-Jimin seraya mencubit kedua pipi Chaca gemas.
"Bantuin pilihin dress dong"-Chaca dengan memajukan bibirnya.
"Gue cium tahu rasa lu"-Jimin yang akan memajukan bibirnya kearah bibir Chaca.
"Jangan bang, Yunghee nanti marah tuh liat pipinya udah merah menahan amarah eaa"-Chaca di akhiri tawaan garingnya.
"Maaf yah sayang,aku becanda kok"-Jimin seraya menatap layar ponselnya yang memperlihatkan sang kekasih.
"Hm"-Yunghee dari layar telpon Jimin.
"Ayok bang"-Chaca dan menarik narik tangan Jimin.
"Bentar elah"-Jimin.
"Nanti lagi yah sayang bye muach"-Jimin seraya memberikan Kiss nya kepada layar ponselnya.
"Jijik"-Chaca.
"Bodo,cepetan elah"-Jimin dan berjalan duluan kearah kamar Chaca yang berada di sampingnya.
"Emang Lo mau pake dress apaan seh?"-Jimin saat sudah berada di dalam kamar Chaca.
"Ya justru itu,pilihin gue yang mana aja yang menurut lu bagus bang"-Chaca.
"Emang lu mau kemana?mau di lamar neng?"-Jimin sedikit kesal karena Chaca telah mengganggunya berduaan dengan kekasihnya meskipun lewat VC.
"Em gak tahu sih"-Chaca dengan senyum polosnya.
"Bangsuat lu ah ganggu orang pacaran aja"geram Jimin seraya meninggalkan kamar Chaca.
"Iya juga yah?kenapa gue jadi oon kek gini,Jangan jangan ketularan sama si Sanghee lagi AHHHH FRUSTASI GUEEE"-Chaca di akhiri teriakan menggelegar nya.
"BACOT,ITU SI JIN TOMANG DI DEPAN ELAH"-Yoongi tak kalah kencang seraya menggedor gedor pintu kamar Chaca.
"IYA BANG SURUH SI JIN TUNGGU BENTARRR"-Chaca tak kalah kencang.
"Itu suara kek toa ****"gumam Yoongi.
"Kedengeran bang"-Chaca dan memperlihatkan kepalanya di balik pintu.
"Astazim ngagetin aja lu,udah cepet siap siap sana"-Yoongi dan mendorong kepala Chaca.
"Iya bang,sabar elah"-Chaca.
"Baju yang mana yah?black?or red?"monolognya.
"Hm, astogeh(menepuk jidatnya) gue kenapa jadi ribet kek gini?,gue kira gue mau kondangan pakek kek gini?gak cocok sama queen mafia elah"lanjutnya.
Chaca pun mengambil jeans panjang hitam dan Hoodie merah darahnya membiarkan rambutnya terurai.
"Nah ini baru style gue"-gumam Chaca seraya melihat tubuhnya di pantulan cermin.
Chaca pun mengambil handphone nya dan memasukannya kedalam saku celananya lalu berjalan menuruni anak tangga dan melihat disana sudah ada kedua orangtuanya dan kedua kakaknya tak lupa dengan kedatangan Jin di sana.
Chaca pun menghampiri mereka dan berpamitan kepada kedua orangtuanya.
"Dad,mom,Chaca berangkat dulu yah"-Chaca seraya mencium kedua pipi orangtuanya dan mencium punggung tangannya.
"Iya hati hati sayang"-Mi Rae.
"Dad,mom,kita berangkat yah"-Jin seraya mencium punggung tangan Mi Rae dan Jung Hyun.
"Iya hati hati"-Jung Hyun.
"Abangku sayang babay muach"-Chaca seraya mencium kedua pipi Yoongi dan Jimin.
"Tiati yah adek dugong"teriak Jimin saat Chaca dan Jin sudah berjalan keluar mansion.
"BERARTI LU ABANG DUGONGNYA DONG"teriak Chaca tak kalah kencang membuat Jin yang berada di sampingnya geleng-geleng kepala.
Chaca dan Jin pun memasuki mobil Jin,di dalam hanya ada keheningan yang melanda mereka, Jin yang pokus Kepala jalanan dan Chaca yang pokus terhadap handphonenya itu hingga suara pun memecahkan keheningan Diantara mereka.
"Cha,tadi pulang sekolah kamu kemana?kok waktu aku ke kelas kamu yang ada cuman Jessica sama Cristy sih?"-Jin.
Jadi ceritanya Cristy waktu di kantin sama yang lainnya tidak dengan Chaca dan Yunghee udah kenalan yah ke Jin dkk.
"Oh"-Jin.
"Hm"
Tak lama mereka pun sampai di tempat yang mereka tuju,bukan tapi di tempat tujuan Jin.
Chaca pun turun dari mobil Jin ketika jin sudah membukakan pintu mobil untuk Chaca lalu Jin pun menggandeng tangan Chaca, Chaca pun tersenyum kecil bahkan tak terlihat.
Mereka pun berjalan ke arah danau?
"Danau?"-Chaca.
"Hm"
"Ngapain?"
"Dinner"
Chaca pun hanya mengangguk dan duduk di tengah tengah danau yang terdapat rumah gubuk kecil yang sudah ada 2 bangku dan 1 meja lampu maupun lilin,dan makanan juga sudah disediakan di meja itu, tak lupa mereka melewati jembatan kecil yang di hiasi banyak bunga mawar merah untuk ketempat rumah gubuk itu.
"Kamu yang buat ini semua?"-Chaca saat mereka telah duduk.
"Hm,lebih tepatnya di bantu sih"-Jin dan senyuman manisnya.
"Bagus"-Chaca.
"Kamu suka?"
"Tentu"
Mereka pun memakan makanannya sampai tuntas.
Tak lama Jin pun meraih tangan kiri Chaca dan mengeluarkan benda berbentuk hati berwarna merah yang berisi cincin.
"Buat apa?"-Chaca memotong Jin saat Jin akan memasukan cincin itu ke jari manis Chaca.
"Aku mau kamu jadi pacar aku,nanti kalo kamu udah lulus,aku mau kita nikah"-Jin seraya memasukan cincin itu di jari manis Chaca.
"Emang kamu mau nikah sama aku?"-Chaca.
"Tentu,aku sangat sayang sama kamu,aku akan berusaha supaya kamu melupakan Soobin dan selalu mengingat ku bahwa aku sangat mencintaimu"
"Apa kau yakin mencintai ku?"
"Tentu"
"Aku takut"
"Takut?"
Chaca pun mengangguk"Aku takut kamu akan pergi ninggalin aku sama kayak Soobin"-Chaca.
"Aku gak bakal ninggalin kamu Cha,aku janji"
"Aku gak butuh janji Jin"
"Baiklah aku akan buktikan"
"Btw emang kita udah pacaran yah?"-Chaca dengan wajah polosnya.
"Iya,waktu aku batalin perjodohan dulu"-Jin.
Chaca pun hanya mengangguk dan memandang wajah tampan Jin.
"Kamu mau kan Nerima aku?"-Jin.
"Bukannya kita udah pacaran?"
"Iya"
"Berarti aku Nerima kamu dong ogeb"
"Kok di sebut ogeb sih"-Jin Seraya mempuotkan bibirnya.
"Jijik"-Chaca di akhiri tawaan.
'Aku bahagia liat kamu tertawa karenaku cha' batin Jin yang di ketahui oleh Chaca.
"Udah ketawanya?"-Jin.
"Haha udah"
"Pulang yuk udah malem aku juga udah janji sama dad and mom kamu pulang gak terlalu larut"-Jin.
"Yuk"-Chaca dan menerima gandengan tangan Jin lalu mereka pun memasuki mobil Jin dan menuju ke mansion Chaca.
25 menit akhirnya mereka sampai di mansion Chaca dan Chaca pun turun dari mobil Jin setelah Jin membukakan pintu untuknya.
"Tidur yang nyenyak yah"-Jin seraya mengelus rambut Chaca sayang.
"Iya,kamu juga"-Chaca seraya tersenyum tulus.
"Kalo gitu aku pulang nanti besok aku jemput bye"-Jin setelah mencium kening Chaca yang membuat pipi Chaca memanas.
"Iya,hati hati"-Chaca dan melambaikan tangannya ketika mobil Jin perlahan menghilang dari pandangannya.
Chaca pun memasuki mansionnya dan berjalan melewati ruang keluarga yang masih terdapat ke empat orang disana.
"Udah pulang Cha?"-Yoongi.
"Belum bang"kesal Chaca, sudah tahu dirinya sudah pulang lalu kenapa kakak tertuanya itu menanyakan hal itu, pikirnya.
"Hehe,gimana? Jin romantis?"-Yoongi.
"B aja"-Chaca dengan wajah datarnya.
"Wah wah ada yang pacaran nih"-Jimin.
"Dari hari hari sebelumnya juga udah bang"-Chaca seraya memutar bola matanya malas.
"Cha,kamu pacaran sama Jin?"Jung Hyun.
"Iya dad"-Jimin.
"Selamat sayang"-Mi Rae.
"Hm,Chaca ke atas yah mau bocan"-Chaca setelah mencium pipi mereka.
"Kita juga dad mom"-Jimin mewakili Yoongi.
Chaca pun menaiki anak tangga yang di ikuti oleh kedua kakaknya di belakang.
"Malam my princess"-Yoongi seraya mencium puncak kepala Chaca saat mereka telah berada di depan kamarnya masing-masing.
"Night my princess"-Jimin Seraya mencium puncak kepala Chaca.
"Too the my prince"-Chaca dan tersenyum lebar.
'Baru kali ini lagi senyuman Chaca yang sangat lebar dan tulus setelah kejadian itu terjadi' batin Yoongi yang di ketahui oleh Chaca.
'Maaf bang, meskipun Chaca tersenyum,kadang itu bukan senyuman tulus,tapi yang ini tulus bang bahkan sangat sangat tulus' batin Chaca.
"Chaca masuk kamar yah bang,bye bang twins"-Chaca dan memasuki kamar tercintanya.
Chaca pun berbaring di atas Queen Sizenya dan mulai terlelap dalam bunga tidurnya.
...***...
...TBC...
...*...
...*...
...*...
...Jan lupa Vote and coment...
...*...
...*...
...*...
...Thanks...
...*...
...*...
...*...
...Dan tinggalkan jejak kalian...
...***...
...Mohon bantuan vote and coment nya aku butuh banget ya guys dan thanks udah kasih vote and coment nya😚😚...