
"Ikut Gue"ucap Chaca dengan tegas membuat Yunghee Yungmi dan Sanghee mengikuti Chaca.
Chaca pun berjalan keluar ruang bawah tanah,dia pun berjalan menuju lantai dasar.
Semua anggotanya pun tunduk hormat saat Chaca datang menghampirinya.
"Saya perintahkan kalian untuk melacak keberadaan Aera dan ketiga temannya dalam waktu 5 menit,dan kalian bawa mereka ke hadapan saya hidup ataupun mati"ucap Chaca dengan tegas dan lantang membuat mereka mengangguk cepat.
Chaca dkk pun berjalan menuju ruangan pribadi Chaca.
Ketiga orang anggotanya pun mulai melacak dan mereka pun telah menemukan keberadaan Aera dkk dengan cepat.
Dan mereka pun mulai mencari dan membawa Aera yang telah di perintahkan oleh ketuanya.
Disinilah Chaca dkk berada di dalam ruangan pribadi milik Chaca dengan di temani beberapa cemilan yang telah tersedia di kulkas yang berada di ruangan itu.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"ucap Chaca keras membuat pintu terbuka dari luar.
"Maaf Queen telah mengganggu tapi keluarga yang telah Queen minta telah berada di ruang bawah tanah kamar no 163"ucap salah satu anggota GBD.
"Satukan mereka dengan Siwon"ucap Chaca tegas membuat pria berbadan besar di depannya pun mengangguk.
"Saya permisi Queen"ucapnya membuat Chaca mengangguk.
"Kita tunggu sebentar lagi"ucapan Chaca membuat ketiga sahabatnya mengernyitkan dahinya.
Tok
Tok
Tok
"Masuk"ucap Chaca keras mampu membuat pintu terbuka dari luar.
"Maaf menganggu Queen,orang yang anda minta sudah berada di ruangan bawah tanah kamar no.167"ucapnya.
"Pindahkan mereka ke kamar Siwon"ucapan Chaca mampu membuatnya mengangguk.
"Baik Queen saya permisi"ucapnya dan pergi meninggalkan ruangan Chaca.
"Ganti baju"ucap Chaca mampu membuat mereka berjalan keluar menuju kamarnya berada.
Sahabat Chaca memang mengerti apa yang di maksud Chaca,ketika mereka akan menghabisi penghianat yang sangat berharga.
Yunghee Yungmi dan Sanghee pun kembali masuk kedalam ruangan pribadi Chaca dengan jubah kebanggaannya.
Chaca pun tersenyum kecil saat sahabatnya memakai jubah GBD yang sama dengannya bedanya jubah Chaca terdapat mahkota di dadanya dan bertulis Queen GBD di punggung belakangnya.
"Ruang bawah tanah"ucap Chaca membuat Yunghee Yungmi dan Sanghee mengangguk dan mengikuti Chaca dari belakang.
Chaca dkk pun telah sampai di ruangan bawah tanah mereka pun menutup kepala mereka menggunakan cindung yang telah terdapat dari jubahnya (eh nyambung gak sih?), mereka tersenyum devil saat melihat Aera dkk dan keluarganya masing-masing berada di satu ruangan yang pengap,kumuh,dan sedikit gelap.
"Hmm,mulai dari mana"ucap Chaca sedikit keras mampu membuat mereka menoleh kepada Chaca.
"HM,gue tau kalian ada masalah sama keluarga mereka kan? sekarang giliran lo yang bermain terlebih dahulu"ucap Chaca menunjuk Yungmi dengan dagunya lalu tersenyum devil.
"Terimakasih Queen"ucap Yungmi sopan.
Yungmi pun berjalan mendekati kedua orangtuanya Minran.
Chaca menyuruh anggotanya hanya untuk menjemput kedua orangtua Aera dkk karena mereka anak satu-satunya di keluarganya masing-masing.
Yungmi pun mengeluarkan pisau lipatnya,saat akan mendaratkan pisaunya di tangan mulus eommanya Minran pun terhenti karena teriakan Minran.
"Jangan sakiti ibu guee"teriak Minran mampu membuat Chaca tersenyum devil dan Yungmi menatapnya tajam membuat Minran diam membisu.
"Lanjut"ucap Chaca tegas membuat Yungmi mengangguk dan kembali melanjutkan aktivitasnya yang sempat tertunda.
Yungmi pun mulai mensayat,memukul dan menampar eomma Minran yang membuat sang empu meringis kesakitan.
Srettttt
Srettttt
Bugh
Bugh
Bugh
Plak
Plak
Srettttt
"Stop jangan sakiti istri saya"bentak appanya Minran.
"Siapa kalian?kenapa kalian mengurung kita semua disini dan kenapa kamu menyakiti istri saya?"
"Kenapa?"bukanya menjawab Yungmi malah bertanya balik.
"Karena anda dan istri anda telah mengambil beberapa uang dari perusahaan Hwangs.Ent"ucap Yungmi keras dan lantang membuat Chaca bangga kepadanya.
"Lo siapa?"ucap Minran yang sudah tidak tega melihat eomannya terkapar lemas dan darah segar pun keluar dari kedua tangan dan wajahnya.
"Siapa?"ucap Yungmi seraya tersenyum devil.
Yungmi pun membiarkan semua orang meneriaki dan menyuruhnya berhenti menghabisi eommanya Minran.
Yungmi pun bosan,dia pun beralih ke kaki eommaya Minran.
Jleb
Yungmi menusukan pisaunya di paha eommanya Minran dan mensayatnya sampai bawah kaki eomma Minran membuat sang empu meringis kesakitan dan anak tak lupa suaminya menatap iba kepadanya.
Yungmi pun mulai bosan kepada wanita tua itu dan mulai menancapkan samurainya tepat di jantungnya membuat eommanya Minran mati dengan cepat.
Yungmi pun tersenyum puas membuat Chaca tersenyum devil seraya duduk manis di kursi yang telah di sediakan disana tak lupa dengan segelas berisikan darah segar yang tengah ia minum.
Yungmi pun mulai berjalan menuju appanya Minran membuat Minran kembali menangis.
Yungmi pun menghabisi appanya Minran dengan sama yang ia perbuat kepada istrinya.
Yungmi pun tersenyum puas saat kedua orangtua Minran telah menemui Tuhannya.
"Giliran lo"ucap Chaca dengan tegas seraya menunjuk Sanghee membuat Sanghee mengangguk.
"Terimakasih Queen"ucap Sanghee seraya tersenyum puas.
Sanghee pun mulai berjalan mendekati eommanya Hanaa,dia pun mengeluarkan paku tak lupa kampaknya, Sanghee pun mulai menancapkan paku besar itu ke telapak tangan eommanya Hana dan memukulkan pakunya menggunakan palu.
"Sakitttttt"ucap eommanya Hana membuat Sanghee tersenyum puas akan suara indah yang di keluarkan oleh eommanya Hana.
Sanghee pun sudah tidak sabar ingin mengakhiri permainannya,dia pun mulai menancapkan kampaknya di kedua tangan eommanya Hana dan kedua kakinya membuat mereka yang melihat itu hanya bisa menangis dan menangis.
Jlebb
Sanghee pun tersenyum puas setelah eommanya Hana sudah tidak bernyawa karena dirinya telah menancapkan pisaunya di bagian jantung eommanya Hana.
Sanghee pun mulai berjalan menuju ke arah appanya Hana dan menghabisinya seperti ia menghabisi istrinya.
"Itu akibatnya karena anda dan istri anda telah mengambil uang perusahaan Lee Poundation"gumam Sanghee yang hanya di dengar oleh Chaca.
Chaca pun melirik Yunghee, Yunghee yang mengerti maksud Chaca pun mengangguk.
"Terimakasih Queen"ucap Yunghee dan Yunghee pun berjalan mendekati eommanya Haneul.
Yunghee pun mulai menancapkan pisau lipatnya di pipi kanan eommanya Haneul dan menggoresnya dengan sangat dalam sampai ke pipi kirinya. Yunghee tersenyum kemenangan saat eommanya Haneul menjerit kesakitan.
Yunghee pun mulai menjambak,memukul,dan menampar eommanya Haneul. Merasa bosan Yunghee pun mulai beralih ke kaki mulus eommanya Haneul.
Dor
Dor
Dor
Dor
Yunghee pun mulai bosan,dengan cepat dia menarik pelatuk dan satu peluru pun mendarat di jantung eommanya Haneul.
Yunghee pun tersenyum,dia pun berjalan menuju appanya Haneul berada,dia pun menghabisi appanya Haneul sama seperti yang ia lakukan ke eommanya Haneul.
Bugh
Bugh
Srettttt
Srettttt
Srettttt
Dor
Dor
Dor
Dor
Dor
"Ini balasannya karena anda dan istri anda telah mengambil sebagian uang dari perusahaan Kang Property"ucap Yunghee sedikit keras membuat mereka mengernyitkan keningnya.
"Silahkan giliran anda Queen"ucap Yunghee membuat Chaca tersenyum devil.
Chaca pun mulai mendekati eommanya Aera dengan aura dinginnya membuat eommanya Aera bahkan semua orang berada di kamar itu bergidik ngeri, Chaca pun mulai mengambil pisau daging,Chaca pun mulai mencincang jari jari tangan dan kaki eommanya Aera membuat si empu meringis kesakitan.
"Ahhhhhh sakitt"ucap eommanya Aera mampu membuat Suami dan putrinya ikut menangis.
"Itu akibatnya karena anda telah menghabiskan uang tuan Choi"ucap Chaca lantang dan tegas membuat siapa saja yang mendengarnya bergidik ngeri.
"Mak..sud..an...anda?"ucap eommanya Aera terbata membuat Chaca tersenyum devil.
"Ya,saya adalah putri satu-satunya dari keluarga Choi,orang terkaya kedua didunia"ucap Chaca dengan lantang membuat Aera dkk tak lupa kedua orangtua Aera menatapnya tidak percaya.
"Ma..mak...sud..kamu?"ucap Siwon terbata.
"Saya adalah Choi MiCha,Leader sekaligus Queen Mafia "ucapnya lantang mampu membuat Aera dkk dan kedua orangtua Aera berusaha menelan salivanya susah payah.
Chaca pun mulai membuka jubahnya,dia pun mulai membuka topengnya membuat Aera dkk dan kedua orangtua Aera menatapnya tak percaya.
Yunghee Yungmi dan Sanghee pun sama, mereka pun membuka jubah dan topengnya membuat Aera dkk dan kedua orangtua Aera menatapnya tak percaya.
"Mari akhiri permainannya"ucap Chaca dengan seringaiannya membuat mereka yang mendengarnya bergidik ngeri.
Chaca pun mulai berjalan,dia pun mengambil pisau lipatnya,Chaca pun mulai membuka mulut eommanya Aera dengan paksa,Chaca pun menarik lidah eommanya Aera dengan keras membuat eommanya Aera meringis kesakitan.
Chaca pun menancapkan pisau lipatnya di lidah eommanya Aera membuat Aera dkk dan Siwon berkeringat dingin dan mati rasa.
Chaca pun kembali mencabut pisaunya membuat eommanya Aera kembali meringis.
"Ahhhkkk sakittt"teriak eommanya Aera.
"HAHAHAHA"tawa jahat Chaca karena mendengar korbannya berteriak kesakitan.
"Lepasin eomma gue"ucap Aera sedikit berteriak membuat Chaca berbalik dan berjalan menuju Aera.
Chaca pun berjongkok menyentuh dagu Aera menggunakan pisau lipatnya membuat darah segar keluar dari dagu Aera yang membuatnya meringis kesakitan.
"Jangan pernah mengusik saya ketika saya bermain"ucapan Chaca mampu membuat Aera bergidik ngeri.
Chaca pun menjilati darah yang berada di pisau lipatnya.
"Psykopat"ucap Aera keras membuat Chaca mencengkeram kuat rahang Aera,dan menghempaskannya dengan keras membuat siempu meringis kesakitan,Chaca pun kembali berjalan dia pun kembali mendekati eommanya Aera.
Chaca pun mendaratkan pisau lipatnya di kedua tangan eommanya Aera,dan menusuknya dalam membuat siempu hanya bisa pasrah,dia sudah tidak bisa berteriak lagi karena lidahnya yang terasa sangat sakit dan perih.
Chaca pun menancapkan kedua pisau lipatnya di paha kanan dan kiri eommanya Aera secara bersamaan dengan sangat dalam dan mendaratkan pisaunya sampai di kaki eommanya Aera,Chaca pun menancapkan kedua pisaunya di kaki kanan dan kiri eommanya Aera sampai pisaunya tembus ke telapak kakinya.
Chaca pun mulai mengambil samurai kebanggaannya,dia pun mulai mengeluarkan suaranya yang membuat mereka bergidik ngeri mendengarnya.
"Selamat Jalan nyonya"ucapnya di iringi seringaiannya dan Chaca pun mulai menancapkan samurainya tepat di jantung eommanya Aera membuat mereka yang melihat hanya menatap eommanya Aera dengan tatapan iba.
Jleb
Chaca pun mendaratkan samurainya tepat di jantung eommanya Aera membuat darahnya memuncrat mengenai sebagian wajahnya.
"Ini akibatnya karena telah salah mencari lawan"ucap Chaca lalu menjilati samurainya yang masih berkena bercak darah.
Chaca pun mulai berjalan menuju appanya Aera berada siapa lagi kalau bukan Siwon kepsek yang telah mengkorupsi uang dari daddynya hanya untuk kesenangannya sendiri.
"Pipinya mulus juga"ucap Chaca yang terdengar oleh Aera dkk tak lupa sahabatnya.
"Ma...mau..apa k..kau"ucap Siwon terbata.
"HAHAHAHA"tawa jahat Chaca.
"Mau apa?"bukannya menjawab Chaca malah bertanya balik membuat Siwon berkeringat dingin.
"Mau melukis di sini"ucap Chaca seraya menekankan pipi Siwon menggunakan ujung pisau lipatnya dengan dalam.
"Ahkkk sakittt"teriak Siwon saat Chaca mengukir nama GBD di pipi kanan dan pipi kiri Siwon menggunakan pisau lipat kebanggaannya.
Chaca pun menjilati darah yang berada di pisau lipatnya.
"Manis HAHAHAH"ucap Chaca di akhiri tawaan mengerikannya.
Chaca pun mulai mengambil pisau daging,diapun mulai memotong jari jari tangan dan kakinya Siwon dengan lihai tak lupa chaca juga memotong kedua tangan dan kedua kakinya Siwon.
Siwon yang sudah banyak mengeluarkan darah yang menyebabkan dirinya Lemah dan tak berdaya pun berusaha menggerakkan bibirnya,namun hasilnya nihil,bahkan berdeham saja sudah apalagi berbicara.
"Lihatlah, sekarang appamu sudah tidak sempurna,dia tidak memiliki kedua tangan untuk mengkorupsi uang daddy saya lagi,dan dia juga sudah tidak memiliki kedua kaki untuk berjalan-jalan di club dengan ****** lagi HAHAHAHA"ucap Chaca di akhiri tawaan iblisnya membuat Aera dkk hanya bisa menangis membayangkan bagaimana dirinya merasakan seperti yang di rasakan oleh appanya Aera Siwon.
"To..to..long..Bu..Bu..bunuh...sa...saya.."ucap Siwon dengan berusaha sekuat tenaga untuk mengeluarkan perkataannya dalam Mulutnya.
"Siapa bilang anda akan hidup lebih lama"ucap Chaca dengan senyum devil di akhir perkataannya.
Brass
Brass
Chaca pun menebas kepala Siwon dan menebas perut Siwon menjadi terbelah.
Aera yang melihat itupun menangis kencang karena appa dan eommanya pergi meninggalkannya dengan keadaan seperti itu.
Chaca pun mencolek kedua bola mata Siwon menggunakan tangannya sendiri.
"HAHAHAHAHA"tawa jahat Chaca membuat sahabatnya tersenyum meskipun dalam hati mereka ketakutan mendengar tawaan Chaca.
Chaca pun berjalan mendekati Aera dkk di ikuti Yunghee Yungmi dan Sanghee di belakangnya.
"Lihatlah mata ini, meskipun mata ini menatap mu,tapi dia tidak menatapmu HAHAHAHA"tawaan Chaca mampu membuat Aera dkk semakin takut.
"Kenapa kalian seperti ini? hiks"ucap Aera dengan berani bertanya kepada Chaca dkk.
"Karena anda telah salah mencari lawan"ucap Chaca lantang.
"Dan kalian berempat secepatnya akan menyusul kedua orangtua kalian masing-masing,tapi sepertinya akan ku perlambat waktu itu HAHAHAH"Ucap Chaca di akhiri tawaan iblisnya.
"Berikan mayat itu ke Rocky dan Roy, sisanya buang kehutan supaya binatang buas bisa merasakan tubuh mereka"ucap Chaca tegas membuat anggotanya mengangguk cepat.
...***...
...Vote...
...vote...
...vote...
...***...