
"Mau berjanji?"-Jin yang masih setia menatap lurus ke arah langit.
"Untuk?"-Chaca Seraya melirik Jin sekilas dan kembali menatap langit.
"Untuk selalu ada di samping aku,susah maupun senang"-Jin dan melihat manik mata biru laut itu dengan dalam.
"Aku janji jika kau tidak manghianati ku"-Chaca tersenyum kecut dan kembali menatap langit.
"Maksud kamu?"-Jin yang sekarang telah berhadapan dengan Chaca.
"Aku akan berjanji untuk selalu di samping kamu dan akan aku buktikan jika kamu tidak berhianat"-Chaca seraya tersenyum membuat Jin berpikir sejenak.
"Baiklah aku tidak akan berhianat,karena aku tidak menyukai dengan apa yang namanya penghianat"-Jin tegas seraya menatap manik mata biru laut itu dengan dalam.
"Semoga"-Chaca pelan bahkan sangat pelan.
Jin pun membawa Chaca kedalam pelukannya, seperti enggan untuk berpisah, tapi kita tidak tahu bagaimana selanjutnya, apakan mereka akan tetap selalu bersama atau sebaliknya,apakah Jin akan selalu di samping Chaca atau sebaliknya.
Chaca pun tenggelam dalam mimpinya di pelukan Jin, Jin yang merasakan nafas teratur Chaca pun melihat Chaca sekilas, dia tersenyum melihat gadisnya tertidur di pelukannya.
"Masuk yuk"-Jin seraya menggendong Chaca ala bridal style menuju lif di ikuti sahabatnya di belakang.
Chaca dkk Jin dkk pun telah keluar dari lif dan mereka pun memasuki kamar Chaca.
Jin pun membaringkan tubuh Chaca di atas Queen Sizenya, Jin menaiki selimutnya sampai dada, Jin juga mencium puncak kepala Chaca lama.
"Night my princess"-Jin dan Jin pun keluar dari kamar Chaca yang menyisakan Chaca dkk.
"Yok ke kamar masing-masing"-Yoongi membuat Jin dkk mengangguk dan memasuki kamarnya masing-masing.
Yunghee dkk pun memasuki kamar Chaca, mereka melihat wajah damai Chaca ketika tertidur.
Yunghee pun menekankan tombol di punggung kasur Chaca queen size Chaca pun melebar dengan sendirinya meskipun queen size Chaca sudah sangat luas, katanya agar leluasa.
Yunghee dkk pun mulai ikut berbaring, Yunghee di sebelah kanan Chaca, Yungmi disebelah kiri Chaca, Sanghee dekat Yungmi, Jesisca dekat Sanghee dan Cristy dekat Jessica.
Mereka pun mulai menyusul Chaca ke dalam mimpinya.
***
Kring kring kring.
Yunghee dkk membuka matanya, mereka melihat jam di atas nakas dan terduduk di atas Queen Size.
"Kamar yuk"-Yungmi dengan khas bangun tidur membuat mereka mengangguk dan mereka pun berjalan memasuki kamarnya masing-masing dan membersihkan tubuhnya di dalam kamar mandi.
Dikamar Chaca,dia masih memejamkan matanya,enggan untuk bangun.
Sampai pada akhirnya temannya pun datang menghampiri Chaca yang masih setia memejamkan matanya.
"BANGUN KEBOO"-teriak Yungmi dengan kencang di telinga Chaca membuat teman temannya memegang kedua telinganya.
"Buset ni upil Dugong belum bangun"gerutu Yungmi yang sudah geram karena Chaca tidak bangun.
"Sini sini mau gue bangunin"heboh Sanghee membuat Yungmi memundurkan langkahnya.
"WOY CHACA KEBO BANGUNNNNN"teriak Sanghee menggunakan mic bluetooth yang Sanghee ambil dari meja Chaca.
"Buset lagi ngapain lu pada"-Yoongi seraya memegang kedua telinganya saat sudah berada di kamar Chaca entah sejak kapan.
"Bangunin nih kebo"adu Yungmi kepada kekasihnya membuat Yoongi geleng-geleng kepala.
Yoongi pun berjalan menuju Chaca tertidur,dia mulai membangunkannya dengan berteriak namun hasilnya nihil.
Jimin pun datang dengan tas yang sudah berada di punggungnya.
"Lagi ngapain bang?"-Jimin saat sudah berada di kamar Chaca.
"Lagi bangunin ni kebo"-Yoongi seraya berdecak sebal,mengapa adiknya lebih buruk di banding dirinya sendiri pikir Yoongi.
"Udah terlambat nih"-Jimin seraya berjalan menuju kakak dan adiknya.
Yoongi pun menatap bingung Kepada kembarannya saat Jimin tiba tiba menggendong Chaca ala bridal style dan berjalan menuju kamar mandi membuat Yunghee dkk tak lupa Yoongi mengikuti Jimin dari belakang.
Jimin yang sudah geram terhadap adiknya yang susah bangun pun terpaksa memandikannya.
Jimin pun menaruh tubuh Chaca di atas bathup dan keran pun Jimin putarkan membuat air dingin keluar.
Dengan cepat Jimin berlari keluar kamar mandi Chaca dan keluar kamar Chaca lalu berjalan ke lantai dasar melalui lif dengan tawaan yang menggelegar.
Yunghee dkk tak lupa Yoongi pun terheran heran atas apa yang di lakukan oleh Jimin.
Chaca pun mulai membuka matanya membuat Yunghee dkk tak lupa Yoongi dengan cepat berlari keluar dari kamar Chaca menyusul Jimin dengan tawaan mereka.
"******* **** LU BANG ABANG LAKNAT EMANGGGG"-teriak Chaca tak kalah kencang membuat Yunghee dkk Yoongi kembali tertawa.
Dengan terpaksa Chaca pun membuka semua pakaiannya dan mulai membersihkan tubuhnya.
15 menit Chaca sudah siap dengan seragamnya,dia juga sudah menggendong tas kecil di punggungnya.
Chaca pun meraih kunci mobilnya dia pun berjalan keluar kamar dan berjalan memasuki lif.
Selama perjalanan dia terus saja berdecak sebal atas apa yang di lakukan kakaknya terhadap dirinya.
Ting!
Pintu lif pun terbuka membuat Chaca keluar dari lif,dia berjalan menuju meja makan ternyata makanan sudah siap,namun Chaca enggan untuk menyentuhnya apalagi untuk memakannya.
Chaca pun kembali berjalan menuju garasi dia pun mengeluarkan mobil sport nya, dia mengedarkan pandangannya ke setiap arah di dalam garasi, ternyata mobil sahabatnya tak lupa kekasih dan kedua kakaknya sudah tidak ada,itu artinya mereka berangkat terlebih dahulu.
Chaca pun memajukan bibirnya,dia teringat bahwa hari ini adalah pertandingan basket dan pasti membuat Jin dkk berangkat ke sekolah lebih pagi di Karenakan mereka mengikuti lomba itu untuk mewakilli kelasnya.
Chaca pun memasuki mobilnya,dia pun menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota dengan tatapan dingin, kini mood nya sedang hancur dia badmood karena kakaknya menjahili dirinya.
23 menit akhirnya Chaca sampai di sekolah CHS, dia melihat gerbang telah tertutup,Chaca pun terpaksa keluar dari mobilnya,dia menempelkan jari telunjuknya dan gerbang pun terbuka,Chaca pun tersenyum kemenangan ternyata Daddynya benar benar ingin Chaca yang menjadi pemilik dari sekolah ini.
Chaca pun kembali masuk kedalam mobil,dan memasuki area sekolahnya,gerbang pun kembali tertutup saat mobil Chaca telah melewatinya.
Chaca pun memarkirkan mobilnya di parkiran khusus petinggi dimana anak anak donatur tinggi memarkirkan mobilnya di sana.
Yaampun Chaca cantik banget.
Body goals.
Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan.
Bening banget Chaca.
Eh kenapa Chaca bisa sekolah bukannya gerbang udah tertutup 25 menit yang lalu?
Iya juga yah.
Iya ih.
Seperti itulah bisikan dari warga sekolah namun Chaca menghiraukannya dan terus berjalan menuju kelasnya dengan tatapan lurus ke depan.
Chaca pun memasuki kelasnya saat sudah berada di depan pintu kelasnya. Tidak sedikit siswa siswi kelas XI IPA 1 menatapnya heran karena gerbang telah tertutup 25 menit yang lalu.
Chaca pun mendaratkan bokongnya di sebelah Yunghee,dia tetap menatap lurus ke depan dengan aura dingin membuat Yunghee yang berada di sampingnya bergidik ngeri.
"Cek, untuk seluruh siswa siswi CHS silahkan kalian berkumpul di lapangan utama untuk melihat pertandingan bola basket antar kelas, sekali lagi untuk seluruh siswa siswi CHS silahkan kalian berkumpul di lapangan utama untuk melihat pertandingan bola basket yang akan di mulai 5 menit lagi terimakasih"
Ucap seseorang di balik mic
Semua siswa siswi CHS pun berhamburan menuju lapangan utama yang akan di adakan pertandingan bola basket.
"Ke lapang kuy"-Sanghee kepada sahabatnya itu.
"Kalian duluan aja,gue ke toilet bentar"-Chaca dan berjalan mendahului sahabatnya menuju toilet.
Yunghee dkk mengangguk mereka berjalan menuju tepi lapangan yang sudah terdapat tempat duduk, mereka mendaratkan bokongnya, tak lupa Yunghee menyiapkan tempat duduk untuk Chaca dengan semua botol minum yang mereka pedang ia taruh di sana. Mereka pun bercanda gurau sampai pada akhirnya pertandingan di mulai, mereka melihat Yunghee yang sedang berbicara kepada salah satu siswi.
"Jangan duduk disini"-ketus Yunghee saat melihat seseorang akan menduduki tempat Chaca.
"Maaf kak"junior seraya menunduk karena dia tahu siapa yang telah berurusan dengannya, wanita itu pun kembali mencari tempat duduk membuat Yunghee kembali menatap sahabatnya yang tengah menatapnya aneh.
"Kenapa?"-Yunghee seraya menaikan sebelah alisnya membuat mereka menggeleng cepat.
"Baiklah semuanya perlombaan akan dimulai, kelas yang akan menjadi lawan dan bertanding sekarang adalah kelas XII IPA 1 dan XII IPA 2"kata seseorang di balik mic.
Setelah mendengar itu mereka berteriak histeris karena mereka tahu pasti para most wanted boy lah yang mewakili kelasnya XII IPA 1.
Tim Jin dkk dan Kay dkk.
Mulai berhadapan, tanpa menunggu lama bola pun di lempar, mereka saling berebutan.
Yunghee yang baru menyadari sahabatnya belum datang pun melihat jam, ternyata sahabatnya belum datang selama 5 menit.
Yunghee pun mulai menelpon Chaca dan hasilnya nihil, Chaca tidak mengangkatnya sama sekali,dia sedikit khawatir namun rasa itu ia hilangkan,dia kembali melihat tim kekasihnya yang sedang tanding.
Di tempat lain.
Wanita dengan senyum liciknya,dia melihat sekitar, ternyata sasarannya akan masuk kedalam kandang macannya,dia pun melirik ke arah tiga temannya.
"Cepat lakukan tugas kalian, Chaca sedang tidak bersama sahabatnya"wanita itu seraya memperlihatkan senyum devilnya membuat ketiga temannya mengangguk paham.
"Aku akan menunggu kalian disana"katanya seraya menunjuk bangku di depan bangku Yunghee dkk membuat ketiga sahabatnya kembali mengangguk.
Wanita itu pun berjalan terlebih dahulu menuju tempat duduk di depan sana yang sengaja dia pesan kepada salah satu anak buahnya. Dia duduk di sana seraya tersenyum miring ke arah Yunghee dkk.
Sementara itu ketiga teman dari wanita tadi, mereka sedang berjalan menuju toilet,mereka melihat tidak ada seorang pun yang berada di sekitaran sana, mereka pun memasuki toilet dengan mengendap endap, mereka mengecek setiap toilet dan pada akhirnya salah satu toilet masih setia tertutup meskipun mereka telah mengetuknya, mereka mulai mengunci pintu salah satu toilet itu dengan kunci cadangan yang bosnya kasih, mereka tersenyum senang dan kembali berjalan menuju lapangan untuk melihat pertandingan.
Chaca masih berada di dalam toilet, ternyata perutnya sakit, terpaksa dia membuang air besar di sana, Chaca pun tersenyum saat aktivitasnya terhenti dia benar-benar tidak sabar akan kekasihnya tampil dan juga ketiga kakaknya, Chaca pun membuka knop pintu,ternyata hasilnya nihil,dia pun kembali membukanya, namun ternyata dia terkunci disana,dia kesal kenapa dan siapa yang telah melakukan ini padanya.
Di lain tempat, tepatnya di lapangan, mereka semua sedang menyaksikan pertandingan basket, mereka tidak percaya bahwa Jin dkk mendapatkan poin 21 sedangkan lawannya yang di ketuai oleh Kay mendapatkan poin sebanyak 37, semua siswi CHS berteriak untuk menyemangati Jin dkk, Jin tidak pokus membuat timnya sedikit berantakan, Jin merasakan tidak ada ciri ciri kekasihnya berada, dia sedikit panik sampai pada akhirnya Yoongi menegurnya membuat Jin kembali mengangguk dan mulai melemparkan bolanya ke arah Yoongi membuatnya memasukan bola kepada ring.
"YOONGI SEMANGATTT"-teriak Yungmi seraya berdiri dan melemparkan senyumannya kearah Yoongi membuat pria itu membalas senyumannya membuat siswi CHS bersorak bahagia meskipun mereka tahu bahwa senyuman itu hanya untuk kekasihnya.
"TAEHYUNG FIGHTING"teriak Sanghee membuat Tae Hyung tersenyum.
"JIMIN FIGHTING"teriak Yunghee membuat si empu tersenyum.
"CHANYEOL FIGHTING"teriak Jessica membuat si empu tersenyum dan mereka pun kembali melanjutkan aktivitasnya.
Ketiga wanita itu pun berjalan menuju temannya sebut saja bos nya, mereka tersenyum memberi kode bahwa rencana dari bos nya itu berhasil membuat si empu tersenyum kemenangan.
Di lain tempat.
Chaca berusaha keluar dari toiletnya dia bodoh atau lupa,dia memukul jidatnya sendiri, Chaca pun membuka lipstiknya dia pun membuka penutupnya dan mengarahkannya kepada pintu,pintu pun meleleh dan mulai bolong, Chaca tersenyum manis, ternyata lipstiknya ralat tapi sebuah laser itu tidak sia-sia dia bawa bahkan setiap harinya.
Chaca kembali menutup lasernya, dia memasukannya ke saku roknya, dia tersenyum devil, dia telah mengetahui siapa dalang dari semua ini, dia telah salah mencari lawan pikirnya. Chaca berjalan menuju lapangan dimana kekasih,kakak dan sahabatnya berada di sana, dia pun mengedarkan pandangannya, Chaca tersenyum kecil saat melihat keberadaan sahabatnya, Chaca pun menghampiri mereka.
Yunghee dkk pun menyadari bahwa Chaca baru saja sampai membuat Yunghee dkk mulai mengeluarkan hujan lokalnya.
"Dari mana aja Lo?"-Yungmi seraya melihat Chaca dengan sedetail mungkin.
"Toilet ******"-Sanghee seraya menjitak kepala sahabatnya yang berada di sampingnya itu.
"Iya tau, maksud gue kenapa lama banget?"-Yungmi seraya kembali menatap Chaca.
"Panggilan alam"-Chaca cepat dia mendaratkan bokongnya,dia mulai melihat pertandingan itu, dia melihat ternyata tim kekasihnya hanya mendapatkan poin 22 dan tim lawan kekasihnya mendapatkan poin 38.
Jin mencoba melihat ke arah deretan bangku di depannya,dia berusaha menemukan sosok kekasihnya. Chaca yang melihat Jin seperti mencari keberadaan seseorang pun dia berdiri dan tersenyum seraya melambaikan tangannya.
...***...
...TBC...
...*...
...*...
...*...
...JANGAN LUPA BUAT SUKAI YAA DAN KOMENTAR NYAA:)...