
Jin pov
Gue sama keempat sahabat gue pun memasuki kantin saat bel istirahat berbunyi,gue sama ke empat sahabat gue pun tidak mendapatkan meja,dan kita pun berjalan ke meja Chaca dkk yang kebetulan mereka selalu duduk di tempat biasanya.
"Boleh gabung?"-Chanyeol.
"Hm"-Yunghee.
"Chaca mana?"-gue saat gak melihat kehadiran Chaca di sana.
Sebelum Yunghee jawab,gue lihat Yoongi begitu hawatir karena gak liat Chaca disana.
"Gak tahu,dia emang gak masuk"-Yunghee sambil lanjutin makan.
Gue pun mengerutkan kening,gue sedikit panik, firasat gue gak enak,dengan cepat gue hubungi Chaca namun nihil,Chaca gak ngangkatnya sama sekali,gue coba kembali sampe ke yang 7 kalinya,tapi hasilnya nihil,dia gak jawab telpon gue.
"Kita cari Chaca,dia udah berangkat dari tadi"-Jimin dan semua orang yang tengah duduk di meja pun mengangguk dan mulai mencari Chaca.
"Kita bagi tugas aja,Jimin Yunghee kalian ke taman, Yoongi Yungmi kalian ke rooftop,gue ke gudang dan sisanya cari di setiap penjuru"-intuksi gue.
Mereka pun mengangguk dan berjalan ke arah yang gue suruh,dengan cepat gue berjalan menuju gudang,gue lihat disana kosong,gak ada orang gue pun mulai mencarinya,gue mulai sembunyi ketika mendengar pembicaraan seseorang.
"Haha ****** tuh si Chaca"-?
Gue gak liat mereka karena mereka membelakangi gue dan memakai topi?buat apa? suaranya juga sedikit berbeda seperti sedang serak?.
Dengan cepat gue mengikuti arah mereka berjalan,gue berhenti seketika ketika mendengar seseorang seperti sedang meringis atau menangis?gue gak tahu itu gue pun alihin pandangan gue ke kelas yang berada paling ujung sepertinya kelas itu sudah tidak dapat di pakai.
Dengan langkah perlahan gue mendekat,jujur gue sedikit takut sama suaranya kek hantu pikir gue.
Hiks hiks to hiks long.
Kata kata itu lah yang gue denger dengan cepat gue masuk kedalam ketika menyadari bahwa itu suara chaca,Chaca? Kenapa dia disini? mungkinkah perempuan tadi dan teman temannya yang merencanakan semuanya?tapi siapa?itulah pertanyaan gue,tapi gue dengan cepat melihat Chaca.
DEG.
Gue gak tega,gue liat Chaca dengan mata yang tertutup sambil pengang perutnya, tunggu tapi apa itu?gue pun mendekati Chaca.
DEG
Hati gue seperti di sayat,sakit rasanya liat kondisi Chaca.
Dengan cepat gue tarik pisau di Perut Chaca secara perlahan,dan gue pun menggendong Chaca dan berlari sekencang kencangnya,gue gak peduli dengan keadaan gue yang mulai capek,gue gak tega,nangis,gue mau nangis liat Chaca tapi lebih baik gue bawa dia ke rumah sakit terdekat dengan cepat.
Gue abain teriakan dari sahabat sahabat gue, mereka kaget liat Chaca di gendong sama gue dengan keadaan darah segar keluar dari perutnya,mereka juga ikut gue ke MC hospital terdekat.
Author pov
"WOY SELAMATIN PACAR GUEE"teriak Jin seraya menggendong Chaca ala bridal style.
"Mari kami bantu"-suster.
Chaca pun di bawa ke ruangan ICU Jin tidak diperbolehkan untuk masuk,Jin terus saja mengusap wajahnya kasar,dia begitu panik dengan keadaan kekasihnya, selang beberapa menit Yoongi bersama yang lainnya datang dengan beribu pertanyaan.
"Hos hos,Chaca kenapa?"-Jimin seraya mengatur nafasnya.
"Gue juga gak tau,tadi gue cari dia di gudang gak ada,terus gue liat ada 4 cewek kek ngomongin Chaca,tadinya gue mau ngikutin,tapi waktu gue lewat kelas tak terpakai itu,gue denger seseorang kek minta tolong,yaudah gue masuk,gue kaget kalo dia Chaca dengan mata yang terpejam dan pisau yang menusuk di perutnya"jelas Jin seraya mata memerah.
"Jim,kabarin mom and dad-Yoongi membuat Jimin mengangguk.
Semua sahabat Chaca dan Jin kekasihnya semakin hawatir,sudah 30 menit Chaca di dalam ruangan itu bersama sang dokter,namun dokter tak kunjung datang memberikan kabar tentang Chaca kepada mereka.
Selama 30 menit itu juga suster selalu bolak balik dengan beberapa kantong darah.
"Bagaimana dengan keadaan Chaca?"-Mi Rae dengan panik.
"Gak tahu,dia udah di dalam selama 30 menit"-Yoongi dengan wajah yang memandang sendu ke arah ruangan Chaca.
Cekleekk.
Pintu ICU pun terbuka menampilkan sosok dokter dan suster di sampingnya,suster lebih memilih ke ruangan lain untuk menyimpan alat-alat nya.
"Dok,bagaimana keadaan anak saya dok?"-Mi Rae.
"Bagaimana keadaan adik saya dok"-the twins.
"Jadi Miss nona Chaca baik baik saja,tusukan itu tidak terlalu dalam, sepertinya dia akan mengalami koma Beberapa hari,dan Miss nona mau di pindahkan di ruangan mana?"-Dokter Hyunjin sedikit keceplosan.
"VVIP"-Jung Hyun.
Dokter Hyunjin pun mengangguk lalu memindahkan Chaca ke ruangan VVIP no 209 di lantai 4.
Semua sahabat maupun keluarga Chaca pun memasuki ruangan inap Chaca.
Jin bersama kedua orang tuanya tak lupa Dengan sahabatnya yang lain merasa hatinya teriris melihat Chaca yang terbaring lemah di atas brankarnya,dengan cepat mereka menghampiri Chaca.
Jin yang selalu berada di sampingnya dan menggenggam tangan Chaca,kedua kakaknya selalu berada di sisi Chaca,ke empat sahabatnya yang duduk seraya melihat ke arahnya,kedua orangtuanya yang duduk seraya menatapnya dan oma yang baru saja sampai.
"Chaca sayang kenapa kamu seperti ini nak?"-oma.
"Oma dia tertusuk"-Jung Hyun seraya berjalan kearah ibunya.
"Kenapa ini bisa terjadi?"-oma.
"Kita juga tidak tahu"-Tae Hyung.
"Oma mana opa?"-Mi Rae.
"Dia gak bisa datang,ada urusan penting"-oma membuat Mi Rae mengangguk mengerti.
"Mi Rae oma mau bicara sama kamu"-oma.
"Iya mau dimana oma"-Mi Rae.
"Disini aja biarkan mereka tahu"-oma dan mendaratkan bokongnya di sopa dekat brankar Chaca.
"Oma tidak mau kalo kamu nanti akan mengangkat anak dari temannya Chaca sediri dan Chaca kau abaikan"-oma.
"Aku tidak akan pernah,dan tidak berpikir untuk mengangkat anak lagi oma, apalagi itu teman atau sahabatnya Chaca, karena aku sudah menganggap Jin Tae Hyung Chanyeol Yunghee Yungmi dan Sanghee seperti anakku sendiri,dan tidak berniat untuk mengadopsinya"jelas Mi Rae.
"Oma berharap,kamu tidak akan pernah"-oma.
"Kalau begitu,oma tinggal dulu yah,mau kemansion"-oma dan di angguki oleh anak lelakinya dan menantunya.
"Iya oma"-Mi Rae dan Jung Hyun.
"Kalian pulang aja dulu,udah malem nanti yang jaga Chaca the twins aja, Jim bawa baju ke mansion punya kamu sama Abangmu"-Mi Rae.
"Iya mom"-Jimin.
Jimin dan kedua orangtuanya pun berjalan meninggalkan ruangan Chaca untuk ke mansionnya.
"Cha,aku pulang dulu ya,nanti besok aku kesini lagi"-Jin seraya mengecup kening Chaca.
"Yoon nitip yah"-Jin membuat Yoongi mengangguk.
"Kita balik yah Cha,cepet bangun"-Yunghee mewakili keempat sahabatnya.
"Sayang,aku pulang yah,jagaain adeknya"-Yungmi dan Yoongi pun mengangguk.
Jin pun meninggalkan ruangan Chaca bersama 7 sahabatnya.
Yoongi pun duduk di tempat Jin duduk tadi,dia mengelus rambut Chaca sayang dan sesekali mencium keningnya dan punggung tangannya, berharap adiknya itu cepat bangun.
Yoongi merutuki kesalahannya yang telah berbuat dingin kepada Chaca,selang beberapa menit Jimin pun datang membawa tas berisi baju dan seragam sekolahnya tak lupa Jimin juga membawakan makanan untuk kakaknya.
Cekleekk
"Bang,nih bajunya mandi dulu gih,nanti makan"-Jimin.
"Iya,nitip Chaca ya,gue bersih bersih bentar"-Yoongi.
"Siyap bang"-Jimin.
Jimin pun duduk di tempat Yoongi tadi lalu menggenggam tangan Chaca lembut.
"Chaca bangun yah"-Jimin seraya mengelus rambut Chaca sayang.
"Abang janji,kalo kamu udah bangun,Abang bakal bunuh orang yang sudah buat kamu kayak gini"-Jimin dengan wajah menahan amarahnya,dia sangat marah melihat adiknya di perlakukan seperti itu oleh orang lain.
"Abang juga bakal minta bantuan dari King Mafia"lanjutnya.
King mafia?ya, Yoongi dkk menjadi salah satu anggota dari mafia terkejam didunia urutan ke dua,yang di ketuai oleh seorang lelaki berumur sekitar 55 tahunan yang masih setia menjadi king mafia,lalu kenapa king mafia menduduki peringkat ke dua?kenapa tidak kesatu? bukankah king selalu di atas Queen?ya,karena mafia yang menduduki peringkat pertama adalah GBD mafia terkejam didunia yang di ketuai oleh seorang perempuan, mereka menjulukinya sebagai Queen dan King kepada ketua mafia terkejam didunia ke dua setelah GBD.
Back to story.
Yoongi pun telah keluar dari toiletnya dan berjalan ke arah Jimin dan Chaca.
"Makan lah bang"-Jimin.
"Apa ini semua salah gue?"-Yoongi seraya menatap Chaca yang setia memejamkan matanya.
"Kok Lo bilang gitu sih bang"-Jimin.
"Bisa aja Chaca menyendiri lagi gara gara ucapan gue tadi pagi"-Yoongi.
"Em,udah lah bang Jan nyalahin Lo sendiri,Lo makan"-Jimin.
"Ngak Jim,gue pen makan bareng Chaca aja"-Yoongi.
"Gak boleh gitu bang,kalo Chaca tahu dia bisa kecewa bang"-Jimin.
Yoongi pun tersadar bahwa dia tidak berpikir sedewasa Jimin adiknya,dengan cepat dia mengangguk dan memakan makanannya.
"Lo udah makan?"-Yoongi di sela sela mengunyahnya, Jimin yang mendengar perkataan Yoongi pun hanya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Bangsuat lu ah,so'so'an ngingetin gue,tapi lu nya juga gak makan ogeb"-Yoongi seraya menatap adiknya tajam.
"Hehe sorry bang"-Jimin dengan cengir kudanya lalu memakan makanannya.
Selang beberapa menit
Yoongi dan Jimin pun telah terbaring di samping Chaca,kalian masih ingatlah MC hospital adalah milik Chaca,ruangan yang di tempati Chaca adalah ruangannya sengaja untuk keluarganya yang sangat lengkap fasilitas.
***
Cekleekk.
Pintu pun menampilkan seorang wanita paruh baya yang sedang berjalan menuju brankar chaca,senyuman pun tercetak jelas di wajah cantiknya ketika anak anaknya sangat damai ketika tertidur,dia pun mengelus rambut Yoongi Jimin Chaca sayang bergantian.
"Abang,bangun yuk,udah jam 05:15 lho"-Mi Rae dan mengguncangkan tubuh kedua anak lelakinya.
Ya wanita itu adalah Mi Rae,dia berniat berkunjung ke rumah sakit untuk melihat keadaan putrinya tak lupa putranya,dia sengaja datang lebih pagi,takutnya the twins belum bangun atau bahkan tidak ingin masuk sekolah.
"Eugh"-Jimin.
"Bangun gih mandi nanti sholat terus berangkat ke sekolah"-Mi Rae.
Jimin pun hanya mengangguk dan membangunkan abangnya.
"Bang bangun"-Jimin seraya menggoyang goyangkan tubuh Yoongi.
"5 menit Jim"-Yoongi.
"Bangun sekarang"-Mi Rae dengan sedikit berteriak membuat putra pertamanya itu bangun dan cengir kuda.
"Mandi sana"-Mi Rae.
"Bentar mah,tunggu Jimin dulu,masa iya aku mandi bareng dia"-Yoongi.
"Yaudah,jaga adeknya bentar, mommy mau beli makanan di kantin sambil ajak Daddy kamu"-Mi Rae dan Yoongi pun hanya mengangguk.
Selang beberapa menit Jimin pun keluar dengan rambut yang masih basah dan menghampiri kakak dan adiknya.
"Bang gue udah, giliran lu sana"-Jimin seraya mengeringkan rambutnya menggunakan handuk.
"Iya iya"-Yoongi dengan malas berjalan menuju kamar mandi.
"Assalamualaikum"-Mi Rae.
"Waalaikumsalam"-Jimin.
"Abang kamu masih mandi?"-Mi Rae.
"Iya mom"-Jimin.
"Udah sholat?"-Mi Rae.
"Ini mau kok"-Jimin seraya memakai Sarungnya dan mulai melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Mom Jimin gak mau sekolah deh"-Jimin lesu.
"Kenapa?"-Mi Rae.
"Jimin mau jagain Chaca aja"-Jimin.
"Gak sayang, kamu harus tetap sekolah"-Mi Rae.
"Tapi mom"-Jimin dengan puppy eyesnya.
"Jijik gue liatnya"-Yoongi yang baru saja keluar dari kamar mandi dengan balutan handuk di kepalanya.
"Biarin syirik bilang"-Jimin.
"Najis"-Yoongi.
"Kok berantem sih,bang Yoon cepet sholat dulu"-Mi Rae dan Yoongi pun mengangguk lalu melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.
"Ya mom dad yayaya"-Jimin dengan memelas.
"Iya dad mom, Yoongi juga mau jagain Chaca aja"-Yoongi yang datang setelah melakukan sholat subuhnya.
"Kenapa?kalian sekolah aja lah"-Jung Hyun.
"Tapi dad kan-"-Jimin terpotong oleh suara ketukan pintu.
Tok tok tok
"Masuk"-Mi Rae sedikit berteriak.
Cekleekk.
"Eh ada Jin"-Mi Rae dan Tersenyum kearah Jin yang sedang berjalan menuju brankar chaca.
"Iya mom, assalamualaikum,lupa ucap salam hehe"-Jin dan tersenyum membalas senyuman Mi Rae.
"Mau ketemu Chaca?"-Jung Hyun.
"Iya dad"-Jin.
"Yaudah samperin gih"-Jung Hyun dan Jin pun mengangguk lalu duduk di sebelah Chaca mengelus rambut Chaca sayang dan beralih mengelus tangan Chaca.
"Jin,kamu mau sekolah?"-Jung Hyun.
"Iya dad,aku gak mau Chaca marah karena aku terlalu khawatir dan tidak sekolah"-Jin.
"Tuh, Jin aja sekolah,kalian juga sekolah ya"-Jung Hyun membuat kedua putranya mengangguk pasrah.
"Sayang,bangun dong,kapan kamu bangun?"-Jin seraya menggenggam tangan Chaca dan mengelus punggung tangannya.
"Bukan aku aja yang rindu kamu,tapi sahabat kamu dan keluarga kamu juga"-lanjutnya.
Cekleekk.
"Assalamualaikum mom dad"-Chaca dkk lalu menghampiri Chaca.
"Belum bangun?"-Yunghee Kepada Jin, membuatnya menggelengkan kepalanya sebagai jawabannya.
"Huftt, Cha,Bagun yah,kalo Lo gak bangun rasanya hampa,terus gak ada yang nraktir kita kita"-Sanghee.
...***...
...TBC...
...*...
...*...
...*...
...*...
...Vote&Komen...
...*...
...*...
...*...
...Thanks...
...***...