
"Bang"-lirih Chaca Kepada lelaki yang berada di depannya.
"Iya sayang?"-jawap pria itu dengan lembut.
"Apa dia benar-benar sudah tidak ada?"-Chaca dengan mata sendu membuat pria di hadapannya menatapnya nanar.
"Iya sayang,kamu gak usah pikirin dia lagi yah,gimana kalo kita masuk kedalam kamar?"-tanya pria itu dengan lembut membuat Chaca berpikir sejenak.
"Iya bang"-Chaca seraya menatap pria di depannya dengan senyuman terukir di bibirnya membuat pria di depannya membalas senyumannya.
"Yaudah kalo gitu bang Jim mau ke kamar dulu yah,nanti makan malam ke bawah ya princess nya Abang"-kata Jimin seraya tersenyum lalu dia pun mengecup kening Chaca membuat Chaca tersenyum lebar seraya mengangguk kecil.
Ya,,pria tadi adalah Jimin,kakak termudanya.
Jimin pun meninggalkan balkon serta kamar Chaca sama hal nya dengan Chaca,,Chaca juga meninggalkan balkon dan kamarnya lalu berjalan menuju kamar mandi, seperti biasanya Chaca membersihkan tubuhnya yang merasa lengket meskipun tadi dia sudah mandi.
17 menit Chaca sudah siap dengan piyama merahnya,dia berjalan ke arah meja kerjanya seraya mengeringkan rambutnya menggunakan handuk kecil.
Chaca pun mengambil benda pipihnya,dia membuka handphone nya, ternyata tidak ada notifikasi,Chaca pun kembali berjalan menuju meja riasnya,kalian pasti bertanya tanya bagaimana isi dari meja riasnya bukan?
Chaca hanya memiliki liftint tak lupa lifcream nude nya Chaca juga meletakan beberapa make up lainnya,dia memiliki make up berwarna nude,tidak banyak juga make up yang Chaca punya,dia menyukai hal hal yang berbaur natural,,meja riasnya hanya di isi oleh itu saja,tak lupa dia juga meletakan beberapa parfum seperti parfum rasa vanilla,dia menyukai hal yang berbaur dengan vanilla,Chaca juga meletakan hairdryer di atas meja riasnya.
Chaca pun mengambil hairdryer dan mulai menyambungkan kabel nya,Chaca pun mulai mengeringkan rambutnya.





Setelah 3 menit mengeringkan rambutnya, Chaca pun meraih benda pipihnya,dia melihat ada beberapa notifikasi masuk dari ponselnya.
Bang Jungkook
Cha,,,ini datanya abang anterin ke mansion kamu aja yah,,oh iya ada yang mau Abang omongan juga.
Iya bang.
Read
Chaca baru teringat,bahwa dia akan mempekerjakan beberapa anggota GBD di salah satu mall dan juga perusahaannya yang berada di LA.
Chaca pun turun ke lantai dasar,dia terkejut, ternyata Jungkook sudah ada di sopa ruang tamu.
Chaca pun berjalan ke arah Jungkook dan duduk di depannya,dia menerima beberapa data dari Jungkook.
Chaca pun kembali menatap Jungkook seperti sedang mengisyaratkan bahwa ada apa kau kesini, Jungkook yang mengerti tatapan Chaca pun mulai menarik nafasnya dan mulai menghembuskan nafas nya dengan pelan.
"Cha,apa benar kamu di tusuk?"-Jungkook seraya menatap manik manik mata biru itu.
"Iya bang"-Chaca dengan tenang membuat Jungkook memutar bola matanya malas.
"Udah sembuh?"-tanya Jungkook seraya melihat ke arah perut Chaca yang terlihat baik baik saja.
"Iya bang,abang tenang aja,lagian malam tahun baru kita mulai bermain"-Chaca berusaha menenangkan pria yang berada di hadapannya ini.
"Baiklah,,kau hubungi ku saja ketika kau butuh sesuatu,,aku juga akan selalu siap membantu"-Jungkook di akhir kalimatnya ia pun tersenyum membuat Chaca membalaskan dengan tersenyum kecil.
"Iya,nanti aku hubungi,kalo gitu Chaca ke atas yah"-Chaca seraya berdiri dari duduknya membuat Jungkook ikut berdiri.
"Abang juga gak bisa lama lama,bye Cha"-Jungkook melambaikan tangannya lalu berjalan ke arah pintu utama membuat Chaca membalas perkataannya.
"Bye"-Chaca lalu dia pun kembali berjalan menuju lantai dua,, Chaca menaiki anak tangganya dengan tatapan lurus ke depan,,dia sedang memikirkan sesuatu.
Chaca pun membuka pintu kamarnya,dia sedikit terkejut, ternyata kedua kakaknya berada di kamarnya bahkan mereka sedang bersantai,, Jimin yang sedang asyik memakan Snack tak lupa dengan film di hadapannya,, Yoongi yang sedang asyik tiduran di queen size milik Chaca. Itu membuat Chaca menahan amarahnya,,dia berjalan menuju kedua kakaknya yang menatapnya dengan bingung.
"Kalian lagi ngapain sih?"-Chaca sedikit kesal saat sudah berdiri di hadapan keduanya.
"
Kita lagi main aja kok,,ya kan Jim"-Yoongi dan melihat ke arah Jimin membuat Jimin mengangguk dengan cepat.
"Awas kalo berantakin kamar gue"-Chaca kesal seraya berjalan menuju meja kerjanya.
"Iya"-Jimin seraya mengangguk bersamaan dengan Yoongi.
Chaca pun menyimpan berkas dari Jungkook di laci meja kerjanya.
Dia kembali berjalan ke arah Yoongi, Chaca pun berbaring di samping Yoongi membuat Yoongi menatapnya.
"Kenapa?"-Yoongi saat melihat Chaca menghembuskan nafasnya kasar.
"Gak kok"-Chaca berusaha tersenyum ke arah Yoongi.
Jimin yang menyadari Chaca berada di atas kasur pun berjalan dan ikut berbaring di samping Chaca, Jimin juga melihat Chaca membuat Chaca menoleh dan tersenyum membuat Jimin membalasnya.
"Kalian mau berjanji?"-Chaca yang masih setia menatap langit langit kamarnya.
"Janji apa?"-Yoongi membuat Chaca tersenyum kecut, Chaca menoleh sekilas kepada Yoongi yang masih setia melihatnya,Chaca pun kembali melihat langit langit kamarnya dia mulai menarik nafasnya dan menghembuskan nafasnya panjang.
"Janji buat selalu ada di samping princess"-Chaca yang masih setia menatap ke langit langit kamarnya.
"Tentu, kita akan selalu ada buat princess, kita akan selalu ada di samping maupun di hati princess"-Yoongi seraya tersenyum menatap Chaca yang masih setia menatap langit langit kamarnya.
"Iya,kita janji, kita akan selalu ada di samping Chaca meskipun semua orang bahkan dunia membenci Chaca"-Jimin seraya tersenyum lalu melihat Chaca yang masih setia menatap Langit langit kamarnya.
"Kalian udah berjanji,,Chaca mau kalian buktikan"-Chaca seraya bangun dari tidurnya,dia menatap kedua pria yang kini berada di hadapannya dengan bergantian.
"Iya,,kita akan buktikan"-Yoongi dan Jimin bersamaan seraya tersenyum lalu memeluk chaca sayang membuat Chaca membalas pelukannya membuat keduanya tersenyum lalu chaca pun melepaskan pelukannya.
"Promise?"-Chaca seraya menunjukan jari kelingkingnya di hadapan mereka membuat keduanya mengaitkan jari kelingking nya masing-masing.
"Promise"-Yoongi dan Jimin bersamaan.
Chaca yang melihat kedua kakaknya berjanji pun mengangkatkan kedua sudut bibirnya berbentuk senyuman yang sangat manis membuat keduanya membalas senyumannya.
Yoongi dan Jimin pun melepaskan jari kelingkingnya yang mengait di jari kelingking chaca lalu membawa Chaca ke dalam pelukannya.
" Ya Tuhan,aku mohon,jaga princess ku ini,,aku janji akan selalu ada di sampingnya" - batin Yoongi yang di ketahui oleh Chaca membuat Chaca tersenyum.
" Ya Tuhan,ku mohon jaga princess ku dimana pun dia berada,jangan sakiti dia,aku sangat menyayanginya " batin Jimin membuat chaca kembali tersenyum.
" Ya Tuhan,aku mohon,,jangan biarkan mereka mengingkari janjinya terhadap ku"- batin Chaca lalu Chaca pun melepas pelukannya dan kembali tersenyum di depan kedua kakaknya membuat mereka ikut tersenyum sampai kedua mata mereka tidak terlihat membuat Chaca tertawa terbahak-bahak.
"HAHAAHAHAHAHAH"-tawa Chaca seraya memegang perutnya yang sakit,,jujur dia baru merasakan tertawa lepas seperti ini.
Yoongi dan Jimin pun tersadar lalu membuka kedua kelopak matanya, mereka saling berpandangan membuat Chaca semakin tertawa.
"Hahahaha"-tawa Chaca seraya memegang perutnya yang sakit.
"Hahaha"-tawa Chaca saat melihat kedua kakaknya kebingungan.
"Haha kalian haha itu sangat lucu,hahaha kenapa kalo senyum Mata kalian menghilang hahaha"-tawa Chaca di sela sela perkataannya lalu dia pun kembali tertawa saat mengingat kedua kakaknya tersenyum seperti itu.
"Emangnya kenapa?"-Jimin yang masih kebingungan.
"Kan mata kita sipit dodol"-celetuk Yoongi kepada kembarannya membuat Chaca kembali tertawa.
"Udah ah cape"-Chaca seraya memegang perutnya lalu dia pun berjalan menuju meja kerjanya yang terdapat satu gelas berisi air mineral,Chaca pun meminumnya sampai habis.
"Chaca sayang,,kita ke kamar dulu yah bye bye adik Abang"-Yoongi membuat Chaca mengangguk.
"Jan rindu Ama abangmu yang imut nan seksi ini yah"-goda Jimin seraya menusuk nusuk pipi Chaca lalu dia pun berlari dengan kencang keluar dari kamar Chaca, takut Chaca marah,kalau Chaca marah mungkin akan ada peperangan pikir Jimin.
"Geer banget"-gumam Chaca lalu Chaca pun mematikan televisi yang sudah di liat oleh Jimin.
Chaca juga membereskan beberapa bungkus Snack, Chaca memang manja,tapi hanya untuk kepada keluarganya,dia juga akan menjadi wanita dewasa di luaran sana.
Chaca pun kembali berbaring di atas Queen Sizenya dia menatap langit langit kamarnya,dia membayangkan bagaimana jika hari itu terjadi,dia takut, dia takut dimana hari itu terjadi, tak terasa satu bulir bening pun keluar dari mata indahnya dia menghapusnya kasar,Chaca pun kembali bangun dan duduk di atas Queen Sizenya.
"Gue pasti bisa"-Chaca berusaha menyemangati diri nya sendiri.
Chaca pun kembali memasuki kamar mandi,dia mengambil air wudhu setelah melihat jam di atas nakas.
5 menit Chaca sudah menyelesaikan kewajibannya sebagai seorang muslim,Chaca pun kembali berjalan menuju balkon.
Mata itu pun mulai terpejam, membiarkan angin menerpa wajahnya tak lupa rambutnya, inilah yang membuat dirinya merasa tenang,angin di sore hari,dia membuka kelopak matanya melihat benda yang berada di langit, air matanya kembali terjun dari tempatnya,Chaca mengingat masa lalunya, chaca pun kembali menghapusnya kasar,dia berjalan menuju kamarnya dia menutup pintu balkonnya Chaca pun berjalan keluar kamar, Chaca pun menuruni anak tangga dia melihat kedua orangtuanya sedang asyik melihat film di televisi, Chaca pun menghampiri keduanya dia duduk di sebelah Mi Rae.
Mi Rae yang merasa ada seseorang di sekitarnya pun menoleh,dia tersenyum melihat putrinya duduk di sebelahnya,dia mengangkat tangannya untuk mengelus Surai rambut coklat Chaca.
Chaca yang di elus pun tersenyum membuat wanita di depannya ikut tersenyum.
"Eh ada princess"-Jung Hyun yang menyadari kehadiran chaca.
"Hay dad"-Chaca seraya tersenyum membuat pria yang di sebut dad olehnya pun membalas senyumannya.
"Sini sayang"-Jung Hyun menepuk pahanya membuat Chaca bangkit dari duduknya,dia menuruti perintah Daddy nya,dia duduk di pahanya membuat Jung Hyun tersenyum.
Satu kata yang Chaca rasakan 'nyaman' dia begitu nyaman berada di dekat keluarganya ralat tapi keluarga barunya.
Chaca sangat merindukan Daddy kandungnya,dia merindukan pelukan mommy kandungnya,tanpa di sadari air mata Chaca pun mengalir dengan deras, Yoongi dan Jimin yang baru datang pun langsung memeluk chaca membuat Jung Hyun kebingungan.
"Sutt jangan nangis yah"-Yoongi seraya mengelus rambut Chaca membuat Mi Rae dan Jung Hyun saling menatap satu sama lain.
"Princess kamu nangis sayang?"-Mi Rae lalu berjalan menuju chaca yang masih setia di pelukan Yoongi.
"Princess nya Daddy nangis?kenapa sayang"-Jung Hyun sedikit khawatir dia juga berjalan menuju ketiga anaknya tak lupa istrinya.
Chaca pun melepaskan pelukannya,dia mengusap air matanya,dia tersenyum kepada kedua kakak dan kedua orang tuanya membuat ke empatnya di buat bingung olehnya.
"Princess Are you okay?"-Jimin seraya mengelus rambut Chaca sayang.
"I okay"-Chaca tersenyum membuat ke empatnya bernafas lega.
"Kenapa nangis HM?"-Yoongi yang membawa Chaca duduk di pahanya.
"Cuman keingat mommy sama Daddy aja kok"-Chaca seraya tersenyum membuat keempatnya menatapnya iba.
"Udah yah,maafin aja mereka"-Jung Hyun mengelus rambut Chaca sayang.
"HM,ada waktunya kok dad"-Chaca tersenyum kecut,dia pun bangkit dari duduknya,dia berjalan menuju Jimin.
"Kenapa sayang?sini duduk"-Jimin Seraya menepuk pahanya membuat Chaca duduk di pangkuannya.
"Kenapa HM?"-Jimin seraya mengelus rambut Chaca sayang.
"Pen makan"-Chaca polos membuat ke empatnya tertawa terbahak-bahak.
"Ish kok ketawa sih"-Chaca seraya menaruh kedua tangannya di depan dada dan memajukan bibirnya membuat mereka kembali tertawa.
"Jadi princess nya Abang ini mau makan?"-Jimin seraya mengelus rambut Chaca sayang.
"Iya,tapi bang Jim yang masakin makanannya"-Chaca membuat Jimin menatapnya tak percaya.
"Yayaya please"-Chaca dengan puppy eyesnya membuat Jimin mengangguk pasrah.
"Yaudah Abang masak dulu yah"-Jimin membuat Chaca tersenyum seraya mengangguk lalu bangkit dari pangkuan Jimin membuat Jimin kembali mengelus rambut Chaca sayang lalu berjalan menuju dapur.
"Kamu hebat"-Yoongi seraya memberikan kedua jempolnya membuat Chaca tersenyum.
"Chaca mau ke atas dulu yah"-Chaca membuat mereka mengangguk.
Chaca pun menaiki anak tangga dan berjalan memasuki kamarnya,dia melihat benda pipihnya terlebih dahulu,dia pun mengirimkan data data yang di berikan Jungkook melalui emailnya.
"Huftt akhirnya selesai"-Chaca tersenyum kala dia telah mengirimkan beberapa data.
Chaca pun menelpon seseorang.
Bang, semuanya sudah aku kirim,kasih tahu Kepada mereka,bahwa mereka akan di terima.
Baik Cha,ada yang lain?
Mereka akan berangkat besok siang menggunakan jet pribadi milikku.
Baik,nanti Abang kasih tahu mereka.
Tutt
Panggilan pun di akhiri dengan sepihak,chaca pun kembali berjalan menuju kamar mandinya,dia kembali mengambil air wudhu dan melakukan kewajibannya sebagai seorang muslim.
...***...
...TBC...
...*...
...*...
...*...
...Jan lupa sukai dan komen yaa, karena komentar membuat author bersemangat lagi untuk lanjut beritanya:)...
...*...
...*...
...*...
...Makasih buat yang udah ngasih suka dan komennya....
***