The Queen Mafia In The World

The Queen Mafia In The World
Part 35



Bel pulang telah berbunyi 10 menit yang lalu,namun Chaca dkk masih setia berada di dalam kelasnya.


"Udah sepi,kapan balik?"-Sanghee setelah mengedarkan seluruh pandangannya ke setiap penjuru di luar kolidor.


"Sekarang aja yuk"-Yunghee membuat mereka mengangguk lalu berjalan menuju parkiran petinggi.


Saat Chaca dkk akan memasuki mobilnya masing-masing, mereka di kejutkan oleh deringan Ponsel seseorang.


Drttttt drttttt drttttt


Hm


Hallo queen,black rose nyerang markas utama,leadernya ingin bertemu dengan Queen.


15 menit saya sampai.


Tutt


Chaca pun beralih ke group chatnya.


Bidadari


C.MiCha


Markas utama di serang


KM.Yunghee


Otewe


HK.Yungmi


Gasss


L.Sanghee


Cabuttt


Read


Chaca pun menutup ponselnya sama halnya dengan Yunghee Yungmi dan Sanghee.


Chaca pun melihat Cristy dan Jessica bergantian.


"Jess,cris,sorry yah,kita gak bisa ikut,kita ada urusan"-Chaca membuat si empu menghela nafas panjang.


"Iya,ini penting, sorry yah,kapan kapan kita ke mall bareng bareng lagi deh"-Yunghee membuat si empu mengangguk pasrah.


"Yaudah,kita duluan yah"-Chaca membuat Jessica dan Cristy mengangguk.


Chaca dkk pun memasuki mobil Lamborghininya masing-masing, mereka mengendarai mobilnya dengan kecepatan tinggi membelah jalanan ibu kota.


Chaca dkk pun telah sampai di toilet umum biasanya mereka kunjungi, mereka mengganti pakaiannya.


Chaca dkk pun kembali memasuki mobilnya masing-masing setelah mereka mengganti pakaiannya.


15 menit, akhirnya Chaca dkk telah sampai di markas utama, mereka di hadiahi sebuah peperangan, mereka tersenyum melihat semua anggota musuhnya sedikit demi sedikit mulai tumbang,Chaca dkk pun turun dari mobilnya dengan topeng yang melekat di wajahnya, membuat sebagian wajahnya tertutup.


Chaca dkk pun mulai menarik pelatuk nya,satu tembakan membuat lawannya tumbang dengan cepat, karena Chaca dkk menggunakan pistol kebanggaannya,pistol yang di isi peluru tak lupa racun mematikan.


Chaca dkk pun tersenyum melihat semua anggota lawannya tumbang di hadapannya dengan sangat mudah.


Chaca dkk pun berjalan ke depan,mencoba mencari siapa dari dalang ini semua.


Dorr


Tembakan itu pun mengenai punggung seorang gadis. Gadis itu pun menoleh bersamaan dengan ketiga sahabatnya,gadis yang terkena tembakan itu pun tersenyum manis ralat tersenyum devil.


Betapa bodohnya pria di hadapannya ini pikirannya, gadis itu pun mulai berjalan ke arah pria yang telah menembaknya.


"Lo kira gue lemah hm?"-Chaca dengan dingin saat dirinya telah berada di hadapan pria yang telah menembaknya,ya wanita tadi yang tertembak adalah Chaca.


"Oh ternyata lo leader nya?"-pria bertubuh besar dan tinggi itu Seraya menatap Chaca remeh.


"Kenapa?gak percaya?"-Chaca seraya tersenyum devil di akhir kalimatnya.


"Kalo iya gimana?"-pria itu seraya memutar mutarkan pistolnya.


"Namjum"gumam Chaca namun terdengar oleh namjum,ya pria itu adalah Namjun leader dari black rose.


"Ngapain Lo kesini?"-Chaca dingin.


"Ngapain?gue mau rebut singgasana Lo"-Namjun membuat Chaca tersenyum remeh.


"Lo pikir semudah itu?"-Chaca lalu kembali berjalan ke hadapan Namjun yang kini hanya satu jengkal berada di depannya.


"Gak semudah itu ferguso"-Chaca dengan dingin lalu mulai melakukan aksinya.


Lalu ketiga sahabat Chaca dimana? Mereka sedang asyik-asyiknya menonton pertandingan ini di temani beberapa lumuran darah yang masih setia menempel di baju dan jaketnya.


Chaca pun mulai mensayat pipi kanan Namjun sampai ke pipi kirinya membuat si empu meringis kesakitan.


Srettttt


"Ahhhhhh sakit bangsattt" teriak Namjun lalu mulai mengeluarkan pisau lipatnya.


Srettttt.


"Ahhhhhh shit"-teriak Chaca karena tangannya tersayat oleh namjum membuat jiwa keiblisan Chaca keluar.


Chaca pun kembali memutar mutarkan pisau lipatnya seperti sedang berpikir dimana ia akan bermain.


Jleb


Jleb


"Ahhhhhh"teriak Namjun dengan keras.


Chaca pun tersenyum ketika melihat Namjun kesakitan karena kedua pundaknya telah Chaca tusuk menggunakan pisau kebanggaannya.


Namjun pun tak mau kalah,dia kembali memegang pistolnya dan menarik pelatuk nya namun hasilnya nihil, Chaca telah menangkis tangan Namjun menggunakan kakinya.


"Kenapa?mau coba bunuh gue?"-Chaca dengan smirknya lalu Chaca pun mengambil pistol Namjun.


Seperti inilah, Chaca sedang memegang kedua pistol di tangan kiri tak lupa kanannya,dia pun mulai menarik pelatutnya ke arah kedua kaki Namjun.


Dor


Dor


"Ahhhhhh"


Tepat sasaran,chaca berhasil menembak kedua kaki Namjun menggunakan kedua pistol.


Chaca pun beralih ke meja yang baru saja di sediakan oleh anak buahnya.


Chaca pun mengambil salah satu dari beberapa benda di sana.


Chaca pun mengambil pisau daging,dia pun mulai memotong jari jari kaki dan tangan milik Namjun,baik di bagian kiri maupun kanan.


"Ahhhhhh sakittt"


Seperti inilah nasib Namjun,kedua kaki telah di tembak,semua jari jarinya telah hilang dari tempatnya pipi yang mengeluarkan darah.


Chaca pun kembali menatap wajah Namjun,hampir saja dia melupakan sesuatu.


Bugh


Bugh


Bugh


Plak


Plak


Plak


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Ahhhhh


Jleb


Ahhhhhh


Chaca memukul,menampar,mensayat semua bagian wajah Namjun sampai sudah tidak berbentuk,dan pada akhirnya dia pun mencolek mata kiri Namjun,dia mulai meremasnya dengan rasa dendam.


Bahkan semua anggotanya pun bergidik ngeri melihat leader mereka membunuh musuh begitu sadis.


Chaca pun kini beralih kepada ketiga sahabatnya.


"Apa?"-Yunghee menyadari bahwa Chaca melihat kearahnya tak lupa ke arah kedua temannya.


"Mau bersenang senang? silahkan"-Chaca menatap ketiga sahabatnya lalu memundurkan langkahnya.


Yunghee dkk pun tersenyum,betapa pekanya sahabatnya itu pikirnya.


Yunghee dkk pun mulai mengeluarkan pisau lipatnya lalu mendaratkannya di bagian tangan dan kaki Namjun.


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Srettttt


Jleb


Jleb


Jleb


Jleb


Ahhhhhhhhhhh


Yunghee dkk pun mensayat tangan tak lupa kaki Namjun, mereka juga menusukkan bagian paha sampai ujung kaki dengan pisaunya membuat Namjun kesakitan.


"Gue mo-hon bu-nuh gue se-karang"-Namjun terbata,betapa salahnya dia mencari lawan pikirnya.


"Tentu"-Yunghee,lalu Yunghee pun menyerahkan samurainya kepada Chaca.


"Thanks"-Chaca seraya menerima samurai dari Yunghee.


Jlep


Chaca pun mendaratkan samurainya di bagian dada Namjun membuat mulutnya banyak mengeluarkan darah,tidak sedikit darah Namjun mengenai wajah Chaca.


Chaca tersenyum saat darah memuncrat ke area wajahnya.


Mood nya kini membaik karena kehadiran darah,Chaca pun menjilati seluruh bagian di dekat bibirnya.


Dia pun menyuruh anggotanya untuk menyiapkan minuman untuknya.


"Kasih mereka ke Rocky,Roy dan binatang buas lainnya"-Chaca membuat anggotanya mengangguk cepat.


"Maaf Queen, minumnya sudah di siapkan di ruang queen"-salah satu anggota GBD membuat Chaca mengangguk seraya tersenyum kecil ke arahnya.


Chaca dkk pun memasuki kamarnya masing-masing dan memasuki kamar mandinya masing-masing untuk membersihkan tubuhnya yang bau amis dan terkena dercikan darah segar.


20 menit Chaca sudah siap dengan pakaian santainya dan berjalan duduk di atas kursi kebanggaannya yang telah terdapat ketiga sahabatnya tak lupa dengan tangan kanannya yang sudah setia duduk di kursi miliknya masing-masing.


Chaca pun mendaratkan bokongnya dan mengambil segelas yang berisi minuman ralat tapi berisi darah segar, Chaca pun meminumnya sampai tak tersisa.


"Kita pulang yah bang"-Chaca setelah menjilati bibirnya yang masih terdapat darah.


"Yaudah ayok Abang antar"-Jungkook membuat Chaca dkk mengangguk lalu mereka pun berjalan ke lantai dasar.


Mereka pun di sambut hangat oleh anggota GBD membuat Chaca dkk tersenyum tulus yang membuat anggotanya tersenyum tak percaya.


"Kita akan pulang sekarang,jaga Markas sebaik mungkin"-Chaca tegas dan keras membuat seluruh anggotanya menjawab cepat.


"Baik Queen"-kompak Anggota GBD dengan keras.


"Hati hati the Queen"-anggota GBD dengan kompak membuat Chaca dkk mengangguk kecil.


Chaca dkk pun keluar dari markas dan berjalan menuju mobilnya berada.


"Balap kuy"-Chaca saat mereka telah di depan mobilnya masing-masing.


"Kuy kuy"-Yunghe dkk kompak.


Chaca dkk pun memasuki mobil Lamborghininya masing-masing, mereka sudah siap menancapkan gasnya dengan kecepatan tinggi.



Mobil Chaca



Mobil Yunghee



Mobil Yungmi



Mobil Sanghee


"1,,,2,,3,,Go"-intuksi Chaca membuat ke empatnya menginjakan gasnya dengan kecepatan tinggi lalu saling menyelip satu sama lain.


Ke empatnya terus menjalankan mobilnya dengan kecepatan tinggi sampai di perempatan seperti biasanya.


Mereka pun membuka sedikit kaca mobilnya, mereka juga saling menoleh satu sama lain.


"Gue duluan yah bye"-Chaca seraya melambaikan tangannya membuat ke tiga sahabatnya membalasnya.


"Byee"-Yunghee dkk.


Lampu hijau pun menyala, membuat ke empatnya melaju dengan kecepatan tinggi ke arah tujuannya masing-masing.


Disinilah Chaca berada, di dalam mobilnya di temani dengan alunan musiknya, Chaca juga sekali sekali ikut bersenandung.


15 menit Chaca menempuh perjalanannya. Akhirnya Chaca pun sampai di depan mansionnya,lalu Chaca pun keluar dari mansionnya, Chaca mengerutkan keningnya ketika melihat di depan mansionnya terdapat beberapa motor sport,Chaca pun kembali berjalan menuju mansion dan mengabaikannya.


"Assalamualaikum MOM DAD BANG TWINS CHACA YANG CANTIK PULANG DENGAN SELAMAT"-teriak Chaca seraya berjalan memasuki ruangan keluarga dimana keluarganya selalu berada di sana.


Bukan kedua orangtuanya yang berada di ruang keluarga,namun kedua kakaknya dengan ketiga sahabatnya yang berada di sana seraya memakan cemilannya.


"Bang,dad and mom mana?"-Chaca seraya mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan.


"Dad and mom lagi di kantor,katanya ada urusan penting"-Yoongi seraya menatap Chaca membuat Chaca mengangguk.


"Yaudah Chaca ke kamar dulu,Babay Abangku sayang"-Chaca seraya melambaikan tangannya lalu berjalan menaiki anak tangga.


Chaca terus berjalan menaiki anak tangga sampai di anak tangga terakhir lalu Chaca pun memasuki kamarnya yang bernuansa hitam merahnya.


Chaca mendaratkan bokongnya di kursi kerjanya, akhir akhir ini pekerjaan kantornya membuat Chaca sibuk.


Chaca menyelesaikan tugas kantornya di laptop melalui emailnya.


Chaca pun teralihkan oleh suara ketukan pintu.


Tok


Tok


Tok


Chaca pun menghela nafas kasar,baru saja dia mengerjakan tugas kantornya,tapi sudah ada yang menggangunya.


"Bentarrr"-teriak Chaca seraya berjalan menuju pintu. Chaca pun membuka pintunya dan terlihatlah seorang lelaki yang sedang berdiri di hadapannya seraya tersenyum ke arahnya.


"Apaan"-Chaca kesal.


"Hehe,nanti malam jalan yuk"-pri itu seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


"Hm,lagi sibuk"-Chaca seraya menatap mata itu.


"Sibuk yah?"-tanyanya lagi membuat Chaca mengangguk.


"Bener?"-pria itu terus menanyanya membuat Chaca kesal kepadanya.


Pletak


"Aww sakit tahu"-pria itu seraya mengusap kepalanya yang di pukul oleh Chaca.


"Aku sudah bilangkan Jin,aku lagi sibuk"-Chaca seraya memutar bola matanya malas.


"Oh iya nanti besok malam ke mall gimana?sibuk ga?sekalian beli baju buat malam tahun baru?"-Jin membuat Chaca berpikir sejenak.


"HM oke deh"Chaca membuat Jin tersenyum.


"Yaudah kalo gitu,aku pulang dulu yah bye"-Jin seraya mengacak rambut coklat Chaca.


"Ish nanti berantakan tauk"-Chaca memajukan bibirnya membuat Jin gemas.


"Udah ah,aku pulang bye"-Jin di akhiri senyuman tulus membuat Chaca membalasnya.


"Bye"-Chaca seraya tersenyum manis.


Jin pun menuruni anak tangga sama halnya dengan Chaca yang kembali memasuki kamarnya lalu berjalan menuju meja kerjanya.


Chaca pun mendaratkan bokongnya kembali lalu tersenyum ke arah pintu kamarnya, sekitar 2 menit Chaca tersenyum,dia pun tersadar dari lamunannya lalu kembali menatap layar laptopnya dan mengerjakan tugas kantornya.


Sekitar 1 jam Chaca menyelesaikan tugasnya dia tersenyum kecil kala tugas terakhirnya telah ia kerjakan.


Chaca pun berjalan menuju kulkas,dia mengambil susu pisangnya dan meminumnya sampai habis.


Chaca pun kembali berjalan menuju meja kerjanya,dia mengambil benda pipih miliknya,Chaca pun membuka group chatnya yang sudah berisi beberapa pesan dari sahabatnya.


Best friend ❤️


Cristy.


Guys nanti besok malam ngemall yuk,sekalian beli baju buat nanti malam tahun baru.


Jessica.P


Kuy.


L.Sanghee


2


HK.Yungmi


3


KM.Yunghee


4


C.Micha


5


Cristy


Nanti kita ketemuan di mansion keluarga Choi aja yah.


Jessica.P


Siap


HK.Yungmi


Kuy


KM.Yunghee


Otewe


L.Sanghee


2


Read


Chaca pun menutup handphonenya lalu berjalan menuju kamar mandi.


15 menit Chaca sudah siap dengan piyama hitamnya,Chaca pun berjalan menuju balkon.


Dia menatap langit di sore hari, dia berusaha memjamka matanya melihat sesuatu,namun hasilnya nihil,dia tidak melihat apapun,Chaca pun menghela nafasnya kasar,dia kembali menatap mansion di depannya,dia beralih menatap kamar yang berada di depan kamar miliknya,dia tersenyum kala ingatan itu terlintas di otaknya.


Chaca pun di kagetkan oleh sebuah tangan yang baru saja menepuk di bahunya,dia menoleh,Chaca pun tersenyum ketika pria itu tersenyum.


Pria itu pun membawa Chaca kedalam pelukannya,Chaca merasakan hangat dan nyaman di dalam pelukannya itu, Chaca pun mencoba menutup matanya,pria yang sedang memeluk Chaca juga merasakan apa yang di rasakan oleh adiknya,dia tahu,tahu bahwa Chaca sedang memikirkan dan merindukan seseorang,dia juga tahu,tahu bahwa orang yang di rindukan Chaca adalah cinta pertamanya,dia juga tahu,tahu bahwa lelaki itu telah membuat Chaca adiknya bangkit dari keterpurukan.


Pria itu pun melepas pelukannya,dia menangkup wajah Chaca seraya menghapus jejak air mata yang berada di pipi Chaca menggunakan kedua ibu jarinya,pria itu tersenyum membuat Chaca ikut tersenyum.


...***...


...TBC...