The Marriage Curse [PARK JIMIN & KIM SO HYUN]

The Marriage Curse [PARK JIMIN & KIM SO HYUN]
Episode 41



Maaf baru update 😁 2 hari tanpa update-an ini gimana? Ada yang kangen kah?


Oh iya aku mau minta pendapat dong sebelum kalian membaca lanjut cerita ini.


Menurut kalian ya, cerita ini gimana?


Gaya penulisan nya gimana? Gampang dibaca dan mudah dipahami? Atau malah sebaliknya?


Maaf aja kalo yg suka gaya penulisannya disingkat-singkat, jujur ya aku kurang terlalu suka gaya penulisan seperti itu, terlalu susah bacanya 😂😁


Ini pendapat aku ya! Gimana pendapat kalian?


Komen ya kolom komentar 😊


****


Chapter 41


(Confused)



__


Aku beruntung memilikimu, tapi disisi lain ada sebuah keinginan lain yang tersembunyi




Pagi datang seperti biasa. So Hyun sibuk dengan urusan dapur. Jimin sibuk dengan putranya. Mereka yang belum genap sebulan datang kembali ke Seoul, mulai terbiasa. Meski jarang keluar rumah, mereka tetap menikmati.


Usai sarapan, Jimin tergerak menuju ruang keluarga. Tangannya terulur untuk menyalakan TV. Suara khas seorang penyiar berita menjadi hal pertama yang di dengarnya.


“Hari ini, banyak fans BTS berkumpul di depan gedung BigHit. Mereka menuntut penjelasan tentang kembalinya Jimin yang sudah setahun menghilang…”


Masih banyak kalimat si pembawa berita, namun Jimin segera memindahkan chanelnya. Dia hanya menghela nafas. Kembali fokus memandang layar kaca tersebut.


“Kenapa dipindah?” So Hyun yang membawa dua buah cangkir ikut bergabung dengannya.


“Terimakasih,” ucapnya setelah menerima cangkir tersebut. Sebelum minum, Jimin terlebih dulu mencium aromanya. Kopi kesukaanya lebih nikmat jika yang membuat adalah istrinya.


So Hyun tersenyum mendapati raut senang suaminya setelah meminum kopi. Dia meletakkan cangkir, setelah mengecapnya.


“Dimana Jungkook?” Jimin kembali bersuara setelah meletakkan cangkirnya.


“Itu, bermain dengan Mongsuk.” So Hyun menunjuk anak kecil yang asyik dengan anjingnya.


Jimin ikut tersenyum. Dia mengambil cangkirnya.


“Sera Imo meminta kita makan malam di rumahnya.”


“Kapan?”


“Besok.”


“Baiklah.”


-o0o-


“Halo, Sayang.”


So Hyun dan keluarga kecilnya mendapat sambutan hangat. Dia memang sedang berkunjung ke rumah bibi pertama, untuk makan malam.


“Ini pasti Jungkook.” Bibi pertama So Hyun menunjuk anak kecil yang sedari tadi hanya diam.


“Jungkook, ayo beri salam.” So Hyun berbicara pada putranya. Dengan penuh kelembutan dia mengusap puncak kepala anaknya.


“Annyeong haseyo.” Pria kecil itu membungkuk. Seperti perintah So Hyun, dia memberi salam untuk bibi dari ibunya.


“Ayo masuk! Makanannya sudah siap.”


“Jungkook suka makan apa?” tanya Sera, di sela-sela perjalanan.


“Sushi,” jawab Jungkook cepat.


“Sayang sekali, nenek hanya memasak steak. Tidak apa-apa kan. Lain kali jika Jungkook kesini lagi, pasti nenek masakan sushi.”


“Iya. Steak juga enak.”


So Hyun tertawa. Dia kembali mengusap lembut kepala putranya.


-o0o-


“Bagaimana kabar kalian?” ujar Paman So Hyun memulai pembicaraan. Dia duduk bersama Jimin setelah makan malam tadi. Istri, keponakan, serta Jungkook tengah asyik bermain di depan TV. Itulah mengapa, dia memanfaatkan kebersamaan dengan keponakan menantu, untuk berbicara secara pribadi.


“Kami baik-baik saja. Setidaknya lebih baik setelah Jungkook hadir. So Hyun mulai kembali ceria, setelah kami memutuskan mengadopsinya.” Jimin melirik ke arah istrinya yang tengah tertawa bermain bersama putranya.


“Baguslah! Aku sempat khawatir, So Hyun akan berlarut dengan sedihnya.” Paman So Hyun menyesap kembali teh yang tersaji di meja.


“Memang tak mudah mengembalikan kebahagiannya.” Jimin ikut menikmati tehnya.


“Kau tak akan kembali?”


“Maksud Anda?”


“Fansmu sudah secara resmi minta maaf. Mereka sadar jika yang mereka lakukan itu kenanak-kanakan.”


“Aku tak yakin. Tapi yang pasti, aku tak ingin melihatnya menangis lagi.”


Tepukan halus di pundak Jimin dapatkan. Paman So Hyun tengah memberi dukungan padanya.


“Kau mungkin butuh waktu. Datanglah saat kau benar-benar siap.”


“Terimakasih, Samcheon.”


-o0o-


“Apa yang menganggu pikiranmu, Oppa?”


Entah sejak kapan istrinya sudah duduk di sampingnya. Jimin benar-benar tak sadar. “Tidak ada.” Dia tersenyum mencoba meyakinkan.


“Jangan bohong!”


Jimin menggeleng. “Tidak ada, sungguh! Jungkook sudah tidur?”


“Kau hanya diam menatap laptopmu sejak tadi. Hei! Jangan mengalihkan pembicaraan.”


Jimin kembali tersenyum. Dia mengacak puncak kepala So Hyun. “Aku tak mengalihkan pembicaraan, aku hanya sedang bertanya,” jelasnya kemudian.


“Ya, dia tertidur setelah seharian rewel tadi.”


“Ada apa ini? Tidak biasanya kau bersikap manis.”


Jimin mencubit pelan hidung So Hyun. Dia gemas dengan ucapan istrinya. “Kapan aku tak bersikap manis padamu?”


“Aku hanya bercanda.” So Hyun tersenyum. Dia memeluk Jimin. “Aku juga bersyukur memilkimu.”


Jimin ikut tersenyum. Dia membalas pelukan itu dengan mengusap lembut surai panjang So Hyun. sesekali dia mencium ringan puncak kepala istrinya.


“Apa yang kau bicaran dengan samcheon kemarin?” tanya So Hyun setelah melepaskan pelukannya.


“Dia ingin aku kembali.”


“Kembalilah, jika memang kau ingin kembali.”


“Aku tak ingin membuatmu terluka lagi.” Jimin menangkup pipi So Hyun. tatapan penuh arti dia layangkan.


“Aku baik-baik saja.”


Jimin memberikan kecupan ringan di bibir istrinya. “Jangan mengatakan kau baik-baik saja, jika pada kenyataannya kau tak baik-baik saja.”


“Aku memang baik-baik saja.”


Jimin membungkam So Hyun dengan memberikan lumatan lembut. Bibir istrinya memang sudah menggoda sejak tadi. Dia memeluknya, setelah melepaskan tautan. “Jangan bahas itu dulu,” bisiknya kemudian.


“Aku mengerti.” So Hyun mengangguk di sela-sela pelukan. Dia memejamkan mata. Menikmati aroma khas suaminya.


“Ayo tidur! Aku sudah mengantuk,” tutur Jimin. Dia sudah lebih dulu melepaskan pelukannya.


“Matikan dulu laptopmu.”


-o0o-


Hari-hari berikutnya masih sama. Mereka dengan kehidupan keluarga kecilnya. Sedikit berbeda karena Jimin menghabiskan hari dengan mengurung diri di ruang musik. Ruang yang dulu sering ia gunakan bersama mendiang sahabatnya, Hyunmin. Tiap datang ke rumah itu mereka suka bermain-main di sana. Ingatan masa lalu berputar cepat di otaknya.


Di ruang itu, dia membuat lagu. Komposer adalah kegiatan setelah hiatus dari dunia hiburan. Meski sebenarnya dia memang sudah melakukan ketika masih aktif di sana.


Tak ayal, kadang So Hyun dibuat sebal oleh tindakannya. Seperti hari ini. Hari sudah larut, namun prianya masih betah berkutat dengan gitar dan piano. Bahkan Jungkook putranya sudah terlelap dua jam yang lalu. Sengaja membuatkan kopi untuk suaminya. Dengan mengenakan lingerie tipis, dia masuk ke ruang di mana suaminya berada.


Jimin masih sibuk menulis sesuatu saat dia masuk. Dengan langkah hati-hati, So Hyun mendekat. Meletakkan cangkir di samping lengan pria itu. “Kau belum selesai,” sapanya kemudian.


Pria itu masih enggan menatapnya. Hanya gelengan yang diberikan. Jemarinya kembali memetik senar gitar yang dipegang. Kembali menulis sesuatu di buku.


So Hyun mendengus kesal. Dia menutup buku itu dengan sengaja. Merebut buku tanpa memperdulikan layang protes dari suaminya.


“Yak, kembalikan. Aku belum selesai,” protes Jimin sambil berusaha merebut bukunya.


“Ini sudah malam, dan kau masih belum juga selesai.” So Hyun memasah wajah marah. Pria itu tak akan berhenti jika dia tak melakukannya. Pernah suaminya tak tidur saat sedang membuat lagu.


“Sebentar lagi. Cepat kembalikan.”


So Hyun tak bergeming. Dia justru menyembunyikan buku itu di belakang tubuhnya. Tatapan tajam juga ia berikan.


“Sayang, kembalikan buku itu.” Lagi suara Jimin terdengar. Kali ini lebih lembut. Dia balik menatap manik hitam istrinya.


Mereka hanya saling menatap. So Hyun dengan tatapan tajam. Jimin dengan tatapan memohon. Dia bisa saja merebut, entah mengapa dia tak melakukan. Mengamati penampilan istrinya adalah hal kedua setelah menatap mata istrinya. Menemukan penampilan yang tak biasa, membuatnya ingin bersuara.


“Kau sedang mengodaku?”


“Tidak.”


“Lalu pakaian itu?”


“Hanya ingin memakai. Belum pernah kugunakan, sejak dibelikan Nara Imo sebagai hadian pernikahan,” jelas So Hyun kembali.


Jimin mengangkat alis. Menatap tak percaya mendengar penuturan istrinya.


“Kau akan pergi tidur atau tidak.” So Hyun kembali bersuara.


“Nanti, setelah aku menyelesaikannya.”


So Hyun mendengus kesal. Dia memberikan buku itu dengan cepat. “Ya sudah.” Dia berbalik. “Jangan harap bisa menyentuhku setelah ini.”


Meski lirih, Jimin masih bisa mendengar setiap kata yang keluar dari bibir istrinya. Dia tersenyum. Betapa lucu tingkah istrinya yang tengah merajuk. Dia meletakkan buku setelah istrinya keluar dari ruang itu. Langkah cepatnya, ingin dia bawa untuk mengejar sang istri. Jika dia tak menyelesaikan masalah, istrinya akan merajuk sampai beberapa hari.


Dia bisa mengimbangi langkah So Hyun yang sudah melewati dapur. So Hyun hanya menatap sebentar pria yang kini berjalan beriringan dengannya.


“Kenapa mengikutiku? Kau bilang belum ingin tidur.”


Jimin hanya terenyum. Dia masih menatap setiap perubahan mimik wajah istrinya.


“Bukankah kau lebih suka tidur dengan gitar kesayanganmu itu?”


Jimin menghadang langkah So Hyun. Dia terpaksa menghentikan langkahnya. “Minggir.” So Hyun mendorong pelah tubuh suaminya.


Jimin tak bergeming. Dia justru mengulurkan tangan. Mengambil tubuh So Hyun dengan cepat. Menggendongnya ala bridal.


“Jimin-ssi, turunkan aku.” So Hyun meronta minta dilepaskan. Namun tak diindahkan. Pria itu kini berjalan menuju kamar.


“Kau bilang apa tadi?” Dia benci saat istrinya memangil namanya dengan embel-embel ssi.


“Jimin-ssi, turunkan aku.” Lagi So Hyun berkata dengan nada memohon.


“Aku tidak dengar. Katakan lagi.”


“Jimin-ssi, turunkan aku.”


“Sudah kubilang, aku tidak dengar.”


“Oppa, turunkan aku.”


Jimin tersenyum. “Nanti setelah sampai kamar. Kau yang menggodaku, Nyonya Park. Kau juga yang harus bertanggung jawab. Jangan pikir kau akan bisa kabur dariku.” Jimin benar-benar membawa So Hyun ke kamar. Dia bahkan mengunci pintu dari dalam.


💌


💌


💌


To Be Continue..


💌


💌


💌


Jangan lupa tinggalkan VOTE, LIKE COMMENT!!💜


Kalian pengennya Jimin comeback ke BTS gak nih?😁