![The Marriage Curse [PARK JIMIN & KIM SO HYUN]](https://pub-2e531bea8d9e487cb3404fa20db89ccb.r2.dev/the-marriage-curse--park-jimin---kim-so-hyun-.webp)
**Chapter 40
(Full Team - BTS**)
__
__
__
Sudah seminggu sejak kembalinya So Hyun ke Seoul. Dan seminggu itu pula dia hidup layaknya keluarga pada umumnya. Membangunkan suami dan anaknya di pagi hari, setelah sebelumnya membuat sarapan. Membereskan rumah. Dan masih banyak kegiatan rumah tangga lain yang dijalaninya. Hidupnya perlahan mulai cerah sejak pria kecil bernama Jungkook itu datang. Pemikiran untuk memiliki seorang anak perlahan memudar.
Masih dengan menggunakan apron di dadanya, So Hyun memasuki kamar. Menyibak gorden kamarnya. Terang mulai menghiasi kamar. Tungkainya membawa mendekat ke ranjang. Tersenyum melihat suami dan putranya masih terlelap.
“Sayang, bangun! Katanya mau menemani eomma belanja,” ucap So Hyun. Tangannya terulur mengusap pipi putranya.
Tak ada sahutan. Putranya masih tenang. Dia hanya menghela nafas, membiarkan mereka menikmati tidurnya. Langkahnya kembali menuju dapur. Meneruskan masakan yang masih setengah jadi.
Dia membuka tutup panci sebelum manambahkan garam. Menyicipinya sedikit. Dia mengangguk saat rasanya sesuai selera. Mematikan kompor kemudian. Tangannya terhenti ketika merasa seseorang memeluknya.
“Kau masak apa?” dengan nada setengah mengantuk pria itu bersuara.
Wangi khas milik suaminya memenuhi indra penciuman So Hyun. dia tersenyum mendapat pelukan hangat di pagi hari. Belum lagi kepala pria itu yang bersembunyi di cerukan lehernya. Dia sangat tahu jika pria itu berkata dengan mata yang masih tertutup.
“Kesukaanmu.”
Pria itu mengangkat kepala. Menatap tajam istrinya. “Benarkah!” tanyanya memastikan.
So Hyun mengangguk sebagai jawaban. Melepaskan pelukan suaminya. Membalik tubuh dan berdiri berhadapan.
“Astaga, kau belum mencuci mukamu,” tuturnya mengusap pipi suaminya. “Cuci muka, sikat gigi, dan bangunkan Jungkook. kita sarapan setelah itu,” lanjut So Hyun.
Pria itu hanya diam menatap So Hyun.
Dengan sedikit menjinjit, So Hyun mengecup singkat bibir suaminya. “Ayo. Tunggu apa lagi!” perintah So Hyun kembali.
“Lagi.” Pria itu merendahkan wajahnya.
So Hyun tersenyum. Dia melakukannya lagi. Mengcup singkat bibir suaminya.
“Lagi.”
“Sudah, sudah. Kau belum sikat gigi,” ujar So Hyun sambil menggeleng.
Pria itu ikut menggeleng. Dia semakin memajukan wajahnya. So Hyun ingin menghindar, namun lengan pria itu sudah lebih dulu menahan pinggangnya. Dia tak bisa bergerak. Dan berakhir pasrah mendapat lumatan lembut dari suaminya.
Tautan itu baru terlepas setelah So Hyun meronta. Dia kehabisan napas, tentu saja. Nafasnya sedikit memburu. Dia ingin protes, namun pria itu sudah lebih dulu pergi setelah mencuri kecupan ringan dari bibirnya.
“Aku akan membangunkan Jungkook,” teriak pria itu.
So Hyun hanya tersenyum menatap kepergian suaminya. Tangannya kembali beraktivitas menata hasil masakannya. Butuh waktu lima belas menit, untuk melihat dua orang pria yang sudah menjadi bagian dari hidupnya.
“Eomma.” Jungkook berlari mendekati So Hyun. Lengan kecilnya memeluk kakinya.
So Hyun melepaskan pelukan putranya. Merunduk untuk menatap wajahnya. “Sudah sikat gigi?”
Jungkook mengangguk sambil memperlihatkan giginya.
“Anak eomma pintar.” Kecupan ringan di kening putranya ia berika. “Ayo sarapan!” ujarnya lagi. Detik berikutnya, dia menuntun putranya duduk di salah satu kursi.
-o0o-
“Tidak apa-apa, pergi seperti ini?” tanya So Hyun. Mereka yang sudah masuk ke supermarket, berhenti di depan kumpulan troli. Bukan tanpa alasan dia bertanya seperti tadi, meski setahun sudah berlalu, tak menutup kemungkinan jika masih ada yang mengenali suaminya.
“Tidak apa-apa. Mereka pati tak mengenaliku,” tutur pria itu ringan. Dia sudah mengambil salah satu troli dann berjalan meninggalkan So Hyun yang masih mematung. Putranya juga sudah berjalan mengikuti suaminya.
So Hyun hanya membuang nafas pasrah. Dia ikut menyusul suaminya yang telah sampai di kumpulan sayur mayur. Suaminya sudah lebih dulu memilih selada. Karena tak sesuai selera, So Hyun mengembalikannya. Kembali mengambil selada lain sambil bercerita panjang lebar.
“Jungkook mau dimasakan apa?” tanyanya kepada putranya yang kini sudah digendong suaminya.
“Bulgogi,” jawab Jungkook diselingi senyum khasnya.
“Baiklah! Kita cari daging dulu.” So Hyun kembali mendorong troli menuju lorong lain. Tersenyum saat melihat rak penyimpanan daging. Di depannya terdapat beberapa pria tengah memandang. Memamerkan kualitas daging dengan memasak.
“Selamat datang, Aghassi,” sapa salah satu pria yang dekat dengan So Hyun.
So Hyun tersenyum ramah. Mengambil salah satu tusuk, sebelum memasukkan potongan daging ke mulutnya. “Rasanya sangat lembut,” jelas So Hyun setelah mengunyahnya.
“Tentu saja. Daging kami memiliki kualitas terbaik,” jelas pria itu lagi.
“Eomma, aku juga mau,” tutur Jungkook dengan nada merengek.
So Hyun kembali mengambil potongan daging dan menyuapkanya pada Jungkook. Lagi dia mengulangnya, namun suapan kedua itu untuk suaminya.
“Emh.” Jimin mengangguk sambil berguman. Memberi isyarat untuk membeli daging tersebut.
So Hyun menunduk memberi salam setelah mengambil daging. Dia kembali berkeliling mencari benda yang dibutuhkan. Hingga troli yang didorongnya mulai penuh. So Hyun sempat kerepotan. Dia berhenti sejenak untuk mengumpulkan tanaga.
“Biar aku yang dorong. Sudah selesai kan?” tanya Jimin yang entah sejak kapan sudah berdiri di belakangnya. Putranya sudah turun dari gendongannya, dan kini beralih memeluknya.
So Hyun mengangguk. Dia menghela nafas saat melihat antrian panjang di kasir.
“Eomma, aku mau eskrim,” ucap Jungkook. Dia juga berkedip cepat sebagai tanda permohonan.
“Jungkook beli sama appa ya. Eomma mau mengatri dulu.”
“Asha. Appa, ayo!” Dengan cepat Jungkook menarik lengan Jimin. Bahkan sebelum dia sempat pamit pada So Hyun.
So Hyun tersenyum melihat kepergian mereka. Dia tak sadar jika seseorang memperhatikannya.
“Dia putramu?” tanya seorah wanita paruh baya yang sudah antri di depannya.
“Iya,” jawab So Hyun dengan ramah.
“Kau masih tampak sangat muda untuk memiliki seorang putra,” ujar wanita itu lagi.
“Aku memang menikah muda.”
“Aah.” Wanita itu mengangguk paham. “Omong-omong, wajah suamimu tampak tidak asing. Dimana aku pernah melihatnya ya?” Wanita itu nampak berfikir sambil menatap So Hyun.
So Hyun hanya tersenyum menanggapinya. “Iya, biasanya dia memang muncul di TV.”
“Apa mungkin dia Jimin BTS?” ucap wanita itu tampak ragu.
“Iya,” jawab So Hyun sambil tersenyum.
“Benarkah!”
So Hyun kembali tersenyum. Dia senang melihat raut bingung di wajah wanita itu. “Aku hanya bercanda. Banyak yang mengatakan mereka mirip,” jelasnya kemudian.
“Sudah kuduga.” Wanita itu memukul pelan lengan So Hyun. “Aku dengar dia menghilang setelah mengumumkan pernikahannya.”
“Begitukah!”
“Sayang sekali, padahal aku suka saat dia menyanyi.”
-o0o-
Itu adalah satu dari sekian judul artikel yang menjadi topik utama di internet. Sejak dia mengantar istrinya berbelanja beberapa hari yang lalu, artikel itu mulai dirilis. Dia yang duduk bersantai di teras belakang rumah, menutup laptopnya. Pandangannya menerawang. Seolah sedang memikirkan sesuatu.
Tepukan pelan di pundak, mengalihkan atensinya. Netranya memandang wanita yang sudah lebih dari setahun menjadi istrinya.
“Apa yang sedang Oppa lamunkan?” Suara indah milik istrinya memenuhi telinga.
Jimin hanya menggeleng sambil tersenyum. Tangannya menerima secangkir kopi favoritnya. Meneguknya perlahan setelah mencium aromanya.
“Jungkook belum pulang?”
So Hyun menggeleng. Meletakkan cangkirnya ke meja. “Sepertinya dia tak akan pulang. Kau tahu sendiri kan bagaimana ommonim begitu menyayanginya,” jelasnya kemudian.
Jimin mengangguk. “Sepertinya memang begitu.”
“Dia menginginkan cucu. Tapi aku tak bisa memberikannya.” So Hyun berkata lirih. Kepalanya ia sandarkan di bahu suaminya.
“Jangan berkata seperti itu.”
“Ini kenyataan.”
Hanya helaan nafas yang terdengar setelahnya. Jimin mengusap surai panjang So Hyun. wanitanya masih belum baik-baik saja meski waktu sudah berlalu.
“Kau sudah membaca berita. Kau muncul di internet.”
“Iya, aku sudah membacanya.”
“Bagaimana perasaanmu?”
“Tentang apa?”
“Sebagian besar dari mereka masih menantikanmu.”
“Aku tak peduli.” Pria itu mengeratkan pelukannya. Mengecup ringan puncak kepala istrinya.
“Jadi, malam ini kita akan tidur berdua,” bisiknya lembut di telinga So Hyun.
“Kau bisa mengatakannya seperti itu.” So Hyun mengangguk membenarkan. Dia mengangkat alis, setelah menangkap maksud lain dari ucapan suaminya. “Kau sedang tidak memikirkan hal lain kan?” tanyanya ragu. Pandangannya ia aluhkan ke wajah suaminya.
Suaminya tersenyum miring. Sangat kentara jika dia sedang memiliki ide gila. “Sayangnya iya, aku sedang memikirkan cara menghabisimu malam ini.”
“Tidak,” teriak So Hyun. Dia berdiri dengan cepat. “Aku tidak mau.” Tungkainya membawanya pergi meninggalkan suaminya yang tersenyum senang.
“Kau mau kemana?” teriak pria itu.
-o0o-
“Apa dia akan kembali?” tanya pria bernama Taehyung itu. Dia bersama rekannya tengah duduk di ruang santai setelah menyantap makan malam tadi. Di tengah meja terdapat laptop yang menampilkan berita tentang Jimin.
“Aku juga tak tahu,” ujar sang leader.
“Kuharap dia akan kembali,” tutur Taehyung lagi.
“Tapi siapa anak kecil itu? Tidak mungkin anaknya kan. Terakhir aku dengar Kim Daepyo keguguran.” Kini pria berkulita tan yang bersuara.
“Mereka mengadopsinya,” kata pria berbadan kekar bermuka bayi itu dengan enteng. Dia masih sibuk mengetik beberapa kata di layar ponselnya.
Mereka mengalihkan pandangan ke arah pria itu.
“Bisa jadi.” Suara Hoseok terdengar setelahnya.
“Mereka memang mengadopsinya. Kalian tahu apa yang lucu?”
“Berhentilah berbicara seolah kau tahu semua, Jungkook.” Jin yang terkenal pendiam ikut menanggapi perkataan pria yang dipanggil Jungkook tersebut.
“Aku memang mengetahuinya. Nama pria kecil itu sama dengan namaku. Jungkook. Park Jungkook,” jelas Jungkook lagi.
Sebagian besar dari mereka justru memutar malas bola matanya. Seolah yang dikatan Jungkook hanya kebohongan semata.
“Aku berkata benar.” Lagi Jungkook bersuara untuk memperkuat opininya.
Namun mereka tak lantas percaya. Mereka justru tertawa meremehkan.
“Lihat ini.” Jungkook memperlihatkan potret dirinya bersama anak kecil itu.
“Kau benar. Dia memang mirip anak kecil itu,” jelas Hoseok.
Setelah mendengar suara Hoseok. Satu persatu dari mereka melihat foto di ponsel Jungkook. Jungkook tersenyum bangga melihat raut tak percaya di wajah rekan-rekannya. Tak sengaja netranya melihat seorang pria tengah berdiri mengawasi mereka.
“Hyung,” teriak Jungkook keras. secepat kilat dia berlari menghampiri pria itu.
Semua yang di ruang itu mengalihkan pandangan. Menatap tak percaya orang yang tengah dipeluk Jungkook.
“Jimin-ah.” Taehyung ikut berteriak. Dia berlari menyusul Jungkook.
“Stop!” Jimin berteriak sebelum rekan-rekannya menyerangnya. “Aku akan memperkenalkan seseorang pada kalian.”
“Jungkook-ah, kemarilah!”
Dari balik pintu keluar seorang anak kecil membawa kotak makanan. “Appa, ini berat.”
Jimin mendekat. Merebut kotak makanan tersebut. “Kau bisa memperkenalkan diri.”
Jungkook kecil membungkuk hormat. “Annyeong haseyo. Namaku Park Jungkook.”
“Dia benar-benar bernama Jungkook. Kupikir kau membual.”
Senggolan pelan Jungkook terima dari Hoseok. “Sudah kubilang jika aku berkata benar,” ucap Jungkook dengan bangganya.
Mereka tertawa setelahnya.
💌
💌
💌
To Be Continue..
💌
💌
💌
Member aja gak percaya ada little Jungkook 🤣🤣
Akankah Jimin comeback kembali ke BTS?
Jangan lupa tinggalkan VOTE, LIKE, COMMENT!!
Terimakasih sudah membaca cerita ini 😊